<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-7666631532607408890</id><updated>2012-01-28T10:40:18.515+07:00</updated><category term='Ginjal'/><category term='Cystatin C'/><category term='hormon bercinta'/><category term='Berita'/><title type='text'>CAFE SEHAT</title><subtitle type='html'>Obrolan Sehat Ala Mas Hendrie</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://cafesehat.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7666631532607408890/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cafesehat.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>kilat_news</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://3.bp.blogspot.com/-s_DF83Pzrhk/Tp0dSiiRrfI/AAAAAAAAAWY/LFhaC0e9qV0/s220/kalbu%2Bgiri.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>59</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7666631532607408890.post-5657546550620001241</id><published>2012-01-13T11:02:00.001+07:00</published><updated>2012-01-13T11:04:38.683+07:00</updated><title type='text'>Penyebab, Gejala &amp; Pengobatan Penyakit Wasir/Ambeien/Hemoroid - Gangguan Anus Pada Manusia</title><content type='html'>&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;A. Arti Definisi Pengertian Wasir / Ambeien / Hemoroid&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wasir adalah suatu penyakit yang terjadi pada anus di mana bibir anus mengalami bengkak yang kadang disertai pendarahan. Penyakit ambeien ini tidak hanya memberikan rasa sakit kepada pada penderitanya, tetapi juga memberikan rasa minder dan malu karena mengidap penyakit ambeien.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada penderita wasir umumnya sulit untuk duduk dan buang air besar karena terasa sakit apabila bibir anus atau sphinchter anus mendapat tekanan. Pada penderita wasir parah terkadang sulit diobati sehingga bisa diberi tindakan operasi pengangkatan wasir yang bisa memberi efek samping yang terkadang tidak baik. Oleh sebab itu wasir perlu diwaspadai dan ditangani dengan baik agar mudah diobati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan acuhkan dan remehkan penyakit wasir yang anda derita karena anda bisa dibuat menderita seumur hidup oleh wasir yang tidak ditanggulangi dengan baik sampai ke akar-akarnya. Selamat membaca artikel wasir dari organisasi.org semoga anda yang menderita wasir dapat segera sembuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Jenis-Jenis / Macam-Macam Wasir / Homoroid / Ambeyen&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wasir atau ambeien ada dua macam, yaitu wasir dalam dan wasir luar. Pada wasir dalam terdapat pembuluh darah pada anus yang ditutupi oleh selaput lendir yang basah. Jika tidak ditangani bisa terlihat muncul menonjol ke luar seperti wasir luar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gejala wasir dalam adalah suka ada darah yang keluar dari anus saat bab / buang air besar. Jika sudah parah bisa menonjol keluar dan terus membesar sebesar bola tenis sehingga harus diambil tindakan operasi untuk membuang wasir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wasir luar merupakan varises di bawah otot yang umumnya berhubungan dengan kulit. Biasanya wasir ini terlihat tonjolan bengkak kebiruan pada pinggir anus yang terasa sakit dan gatal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. Hal-Hal / Faktor Pemicu Yang Menyebabkan atau Penyebab Wasir / Ambeien / Hemoroid&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wasir dapat diakibatkan oleh hal-hal berikut di bawah ini sehingga perlu diwaspadai dan dihindari :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Terlalu banyak duduk&lt;br /&gt;2. Diare menahun&lt;br /&gt;3. Kehamilan ibu hamil yang diakibatkan perubahan hormon&lt;br /&gt;4. Keturunan penderita wasir&lt;br /&gt;5. Hubungan seks yang tidak lazim&lt;br /&gt;6. Penyakit yang membuat mengejan penderita&lt;br /&gt;7. Sembelit / konstipasi / obsitpasi menahun&lt;br /&gt;8. Penekanan kembali aliran darah vena, dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;D. Ciri Khas / Gejala Penyakit Wasir / Ambeien / Hemoroid&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum parah sebaiknya kita mengenal seperti apa penyakit wasir ada awal mulanya sehingga kita bisa obati sedini mungkin. Biasanya penderita akan mengalami pendarahan dubur dengan warna darah merah muda yang menetes atau mengalir lewat lubang dubur / anus. Penderita juga akan merasa ada ganjalan pada anus ketika bab sehingga penderita akan ngeden / mengejan yang bisa memperparah wasirnya. Selain itu biasanya anus akan terasa gatal akibat virus dan bakteri yang membuat infeksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;E. Mengatasi, Mengobati &amp; Menyembuhkan Wasir / Ambeyen / Hemoroid&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menghilangkan wasir secara total sebaiknya anda menjalankan beberapa tips menyembuhkan wasir serta melakukan konsultasi dengan dokter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Jalankan pola hidup sehat&lt;br /&gt;2. Olah raga secara teratur&lt;br /&gt;3. Makan makanan berserat&lt;br /&gt;4. Hindari terlalu banyak duduk atau nongkrong di wc / toilet&lt;br /&gt;5. Jangan merokok, minum minuman keras, narkoba, dll&lt;br /&gt;6. Jangan melakukan aktivitas hubungan seks yang tidak wajar&lt;br /&gt;7. Minum air yang cukup&lt;br /&gt;8. Jangan menahan kencing dan berak&lt;br /&gt;9. Jangan suka menggosok dan menggaruk dubur berlebihan&lt;br /&gt;10. Jangan mengejan / mengeden / ngeden berlebihan&lt;br /&gt;11. Jika tidak ingin pup / bab jangan dipaksa&lt;br /&gt;12. Duduk berendam pada air yang hangat&lt;br /&gt;13. Minum obat sesuai anjuran dokter&lt;br /&gt;Sumber : organisasi.org&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;&lt;!--
google_ad_client = "pub-1475618130762649";
google_ad_host = "pub-1556223355139109";
/* 120x600, dibuat 09/03/27 */
google_ad_slot = "9402366345";
google_ad_width = 200;
google_ad_height = 600;
google_language = "en";
//--&gt;
&lt;/script&gt;
&lt;script 
src="http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js" type="text/javascript"&gt;
&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7666631532607408890-5657546550620001241?l=cafesehat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cafesehat.blogspot.com/feeds/5657546550620001241/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7666631532607408890&amp;postID=5657546550620001241' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7666631532607408890/posts/default/5657546550620001241'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7666631532607408890/posts/default/5657546550620001241'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cafesehat.blogspot.com/2012/01/blog-post.html' title='Penyebab, Gejala &amp; Pengobatan Penyakit Wasir/Ambeien/Hemoroid - Gangguan Anus Pada Manusia'/><author><name>kilat_news</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://3.bp.blogspot.com/-s_DF83Pzrhk/Tp0dSiiRrfI/AAAAAAAAAWY/LFhaC0e9qV0/s220/kalbu%2Bgiri.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7666631532607408890.post-2621744364819670398</id><published>2011-10-18T13:37:00.001+07:00</published><updated>2011-10-18T13:37:53.283+07:00</updated><title type='text'>Lengkapi Gizi dengan Makanan Pelangi</title><content type='html'>&lt;span class="fullpost"&gt;Kompas.com - Buah dan sayur mayur termasuk dalam kelompok asupan yang harus dikonsumsi setiap hari. Para pakar gizi merekomendasikan agar kita mengonsumsi sedikitnya lima kelompok bahan pangan berwarna setiap hari, yakni merah, putih, biru/ungu, kuning, dan hijau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Warna yang dihasilkan dari tumbuhan menunjukkan keberadaan fitokimia tertentu yang berkhasiat dalam pencegahan penyakit tertentu. Karena itu kenali manfaat di balik sayuran dan buah karena beda warna beda khasiatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Warna Merah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buah dan sayuran berwarna merah kaya akan fitonutrien likopen dan antosianin, pigmen warna alami yang memberi warna pada bahan pangan ini. Likopen, seperti yang ditemukan pada tomat, jambu biji atau semangka memiliki manfaat anti penuaan dan melindungi kanker, terutama kanker prostat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Antosianin, yang terdapat dalam stroberi, anggur merah, apel merah atau cheri, sarat akan antioksidan yang melindungi tubuh dari efek radikal bebas. Senyawa ini juga membantu mengurangi risiko penyakit jantung dan menjaga tekanan darah tetap terkontrol. Studi terkini menunjukkan antosianin dalam buah cheri mengandung antiinflamasi yang berguna untuk penderita asam urat atau peradangan rematik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Warna Biru atau Ungu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buah dan sayuran yang berwarna biru atau ungu memiliki fitokemikal seperti antosianin yang ditemukan dalam blueberry, anggur ungu dan kismis hitam, dan juga phenolik yang ditemukan dalam terung, plum atau kismis, mengandung antioksidan kuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Antioksidan dalam buah dan sayur berwarna gelap ini telah terbukti memperlambat proses penuaan, terutama risiko penurunan daya ingat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Warna hijau&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Warna hijau dalam sayuran dan buah disebabkan karena adanya pigmen klorofil. Lutein dan zeaxanthin adalah dua karotenoid yang ditemukan pada kacang polong warna kuning, bayam dan sayuran hijau gelap lainnya. Kedua senyawa ini diperlukan untuk menjaga kesehatan mata dan mengurangi risiko katarak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu si hijau ini juga tinggi serat dan sumber potasium, magnesium dan folat yang sangat dianjurkan untuk mereka yang sedang merencanakan kehamilan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Warna kuning atau oranye&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lindungi kesehatan mata dan fungsi daya ingaat dengan rutin mengonsumsi buah dan sayuran berwarna kuning atau oranye. Dapatkan juga manfaat lainnya seperti perlindungan kulit dari sinar matahari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keluarga jeruk merupakan sumber vitamin C, antioksidan yang akan meningkatkan sistem imun, melindungi dari penyakit kardiovaskular dan membangun kembali kolagen dalam kulit. Vitamin C juga membantu penyerapan zat besi. Buah berwarna kuning juga kaya akan potasium yang bermanfaat mencegah stroke dan penyakit jantung koroner.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Warna putih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bawang putih, pisang, jamur, kentang dan kembang kol, termasuk dalam kelompok sayuran dan buah berwarna putih yang sudah kita kenal. Warna putih dalam bahan pangan ini berasal dari antozantin, jenis flavonoid yang memiliki sifat antioksidan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keunggulan utama dari kelompok si putih ini adalah menurunkan risiko kanker prostat, meningkatkan aktivitas kekebalan tubuh dan juga kaya akan potasium. (M05-11)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber:Lifemojo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;&lt;!--
google_ad_client = "pub-1475618130762649";
google_ad_host = "pub-1556223355139109";
/* 120x600, dibuat 09/03/27 */
google_ad_slot = "9402366345";
google_ad_width = 200;
google_ad_height = 600;
google_language = "en";
//--&gt;
&lt;/script&gt;
&lt;script 
src="http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js" type="text/javascript"&gt;
&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7666631532607408890-2621744364819670398?l=cafesehat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cafesehat.blogspot.com/feeds/2621744364819670398/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7666631532607408890&amp;postID=2621744364819670398' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7666631532607408890/posts/default/2621744364819670398'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7666631532607408890/posts/default/2621744364819670398'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cafesehat.blogspot.com/2011/10/lengkapi-gizi-dengan-makanan-pelangi.html' title='Lengkapi Gizi dengan Makanan Pelangi'/><author><name>kilat_news</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://3.bp.blogspot.com/-s_DF83Pzrhk/Tp0dSiiRrfI/AAAAAAAAAWY/LFhaC0e9qV0/s220/kalbu%2Bgiri.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7666631532607408890.post-2374674440533484732</id><published>2011-10-18T13:35:00.000+07:00</published><updated>2011-10-18T13:36:31.593+07:00</updated><title type='text'>7 Antioksidan Super</title><content type='html'>&lt;span class="fullpost"&gt;Kompas.com - Antioksidan belakangan ini sedang naik daun karena kemampuannya untuk melindungi sel dari kerusakan akibat radikal bebas. Beberapa penyakit kronis seperti jantung atau kanker juga disebut-sebut terjadi akibat ulah si radikal bebas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut, dr. Noratus Horas, dari Tirtayu Healing Center, antioksidan bisa berupa vitamin, mineral atau enzim, yang ada dalam makanan dan suplemen tertentu. Namun sayangnya, masih banyak diantara kita yang sulit untuk menerapkan pola diet (makan) sehat seperti mengonsumsi buah-buahan dan sayuran. Padahal sumber antioksidan justru banyak terdapat pada sayur dan buah. Berikut ini adalah 7  Super Antioksidan yang baik untuk tubuh:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asam ellagic&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senyawa ini, banyak ditemukan dalam raspberry merah dan bisa dikatakan sebagai salah satu pelawan kanker yang paling ampuh karena memiliki sifat antimutagenik. Sebuah penelitian di Hollings Cancer Center di Medical University of South California (MUSC) menemukan bahwa asam ellagic berfungsi memperlambat pertumbuhan sel abnormal pada usus manusia dan mencegah terinfeksinya sel-sel dari human papiloma virus (HPV), yang terkait dengan kanker serviks.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan, senyawa tersebut hanya menyerang sel-sel kanker tanpa merusak sel sehat, suatu proses yang bermanfaat dalam memerangi prostat, payudara, paru-paru, kanker kerongkongan dan kulit. Penelitian lain juga menunjukkan bahwa asam ellagic dapat melawan penyakit jantung, mengurangi risiko cacat lahir dan mempercepat penyembuhan luka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Raspberry merah, delima, stroberi, blueberry dan kenari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proanthocyanidins&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Antioksidan ini masih termasuk keluarga flavonoid. Proanthocyanidins adalah senyawa yang memberikan warna merah dan biru pada buah, dan telah terbukti bermanfaat untuk memperkuat kapiler, memperbaiki penglihatan dalam gelap, mendukung integritas dinding pembuluh darah dan mencegah pembekuan darah. Proanthocyanidins dapat mengurangi risiko penyakit jantung dan kanker, dan melindungi terhadap infeksi saluran kemih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Kismis, biji anggur, kulit buah anggur, bilberry, cranberry, kismis hitam, teh hijau, teh hitam, kulit kayu pinus, kakao.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Glutation&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Glutation adalah molekul yang sangat kecil dan merupakan antioksidan yang paling penting karena berada di dalam sel. Molekul ini mampu menetralisir radikal bebas, meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan membantu hati mengeluarkan racun dari tubuh. Glutation sering disebut "master antioksidan" karena berfungsi sebagai regulator dan regenerator dari kekebalan sel dan agen detoksifikasi yang paling berharga dalam tubuh manusia. Rendahnya tingkat glutation dalam tubuh erat kaitannya dengan disfungsi hati, disfungsi kekebalan tubuh, penyakit jantung, penuaan dini dan kematian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Susu kambing, whey protein, asparagus, alpukat, peterseli, brokoli. Polyphenol&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mikronutrien ini mewakili kelompok besar antioksidan yang termasuk flavonoid dan anthocyanidins. Menurut sebuah penelitian di American Journal of Clinical Nutrition, senyawa ini telah terbukti mencegah kondisi degeneratif, termasuk kanker dan penyakit kardiovaskular dan neurodegeneratif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Stroberi, teh hijau, teh hitam, kulit anggur, anggur merah, bawang, brokoli, sayuran hijau, apel, blueberry, kakao (buah-buahan dan sayuran semua sebagian mengandung beberapa polifenol)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Vitamin E&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bentuk yang paling populer dari vitamin E adalah alpha-tokoferol, disamping juga gamma-tokoferol. Sebuah studi dalam Journal of National Cancer Institute menemukan bahwa risiko kanker prostat turun secara signifikan dengan tingkat tinggi vitamin E. Diketahui bahwa pria dengan tingkat alfa-tokoferol yang tinggi dalam darah, 51 persen lebih rendah mengembangkan kanker prostat. Sementara orang yang tinggi tingkat gamma-tokoferol dalam darah, 43 persen lebih rendah terkena penyakit tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Kacang-kacangan, minyak sayur, minyak gandum, sayuran hijau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karotenoid&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karetenoid adalah mikronutrien larut dalam lemak, yang dikenal dengan sebutan beta-karoten (yang dapat dikonversi menjadi vitamin A dalam tubuh). Mikronutien ini dipercaya ampuh melawan radikal bebas, menghambat dan mencegah kanker serviks, paru-paru, prostat, usus besar, endometrium dan kanker esofagus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: jeruk, sayur dan buah berwarna hijau tua dan kuning, seperti kentang manis, aprikot, lobak, wortel, melon, labu dan tomat. Telur dan spirulina juga sumber yang baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ozon: Ozon adalah super antioksidan dan super-detoks yang selektif menghilangkan virus, bakteri, logam beracun, dan patogen lain dari tubuh. Terapi ozon efektif untuk mengobati berbagai penyakit seperti lupus, rematik, skleroderma, eksim, jerawat, Lyme, kelelahan kronis, dan kondisi  lain yang tak terhitung. Ozon bahkan telah digunakan untuk mengobati kanker di seluruh dunia selama 50 tahun terakhir, dengan tingkat keberhasilan yang mengesankan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;&lt;!--
google_ad_client = "pub-1475618130762649";
google_ad_host = "pub-1556223355139109";
/* 120x600, dibuat 09/03/27 */
google_ad_slot = "9402366345";
google_ad_width = 200;
google_ad_height = 600;
google_language = "en";
//--&gt;
&lt;/script&gt;
&lt;script 
src="http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js" type="text/javascript"&gt;
&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7666631532607408890-2374674440533484732?l=cafesehat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cafesehat.blogspot.com/feeds/2374674440533484732/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7666631532607408890&amp;postID=2374674440533484732' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7666631532607408890/posts/default/2374674440533484732'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7666631532607408890/posts/default/2374674440533484732'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cafesehat.blogspot.com/2011/10/7-antioksidan-super.html' title='7 Antioksidan Super'/><author><name>kilat_news</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://3.bp.blogspot.com/-s_DF83Pzrhk/Tp0dSiiRrfI/AAAAAAAAAWY/LFhaC0e9qV0/s220/kalbu%2Bgiri.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7666631532607408890.post-79319298410813389</id><published>2011-10-13T19:29:00.001+07:00</published><updated>2011-10-13T19:29:40.179+07:00</updated><title type='text'>Manfaat Buat Pare</title><content type='html'>&lt;span class="fullpost"&gt;Tanaman satu ini terkenal karena buahnya yang pahit. Toh, meski pahit, tanaman pare ternyata memiliki banyak khasiat. Tanaman satu ini memang pahit. Tapi, di balik rasa pahit itu ternyata tersimpan sejuta manfaat untuk kesehatan. Coba perhatikan kandungan kimia yang terdapat pada tanaman pare. Buahnya mengandung albiminoid, karbohidrat, dan zat warna, daunnya mengandung momordisina, momordina, karantina, resin, dan minyak lemak, sementara akarnya mengandung asam momordial dan asam oleanolat. Bijinya mengandung saponin, alkaloid, triterprenoid, dan asam momordial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanaman pare (Momordica charabtia) berasal dari kawasan Asia Tropis, namun belum dipastikan sejak kapan tanaman ini masuk ke wilayah Indonesia. Saat ini tanaman pare sudah dibudidayakan di berbagai daerah di wilayah Nusantara. Umumnya, pembudidayaan dilakukan sebagai usaha sampingan. Pare ditanam di lahan pekarangan, atau tegalan, atau di sawah bekas padi sebagai penyelang pada musim kemarau.&lt;br /&gt;Ada sederetan penyebutan nama tanaman pare, misalnya: paria, parea, pepareh, popare, papari, pepare, pariane, kambeh, paya, prieu, foria, pariak, paliak, truwuk, paita, poya, pudu, pentoe, beleng-gede, pania, pepule, kakariano, dan taparipong. Ini menunjukka, tanaman pare sudah tersebar di pelosok daerah. Hanya saja, masih banyak belum diketahui, pare ternyata bisa dimanfaatkan untuk menyembuhkan beberapa penyakit maupun meningkatkan kesehatan manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pare tergolong tanaman semak semusim, yang hidupnya menjalar atau merambat, dengan sulur berbentuk spiral. Daunnya tunggal, berbulu, berbentuk lekuk tangan, dan bertangkai sepanjang 10 cm. Bunganya berwarna kuning-muda. Batangnya masif mempunyai rusuk lima, berbulu agak kasar ketika masih muda, namun setelah tua gundul, warna hijau. Buahnya buni, bulat telur memanjang, warna hijau, kuning sampai jingga, dan rasanya pahit. Biji keras, warna cokelat kekuningan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa saja kegunaan tanaman pare?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khasiat Buah&lt;br /&gt;1. Disentri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Sediakan 2 buah pare segar, cuci lalu potong-potong. Tambahkan seperempat gelas air bersih, lalu diblender. Seduh dan peras. Silakan diminum 2 kali sehari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Kencing Manis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Ambil 2 buah pare, cuci dan lumatkan. Tambahkan setengah gelas air bersih. Aduk dan peras. Minum sehari sebanyak 1 ramuan. Diulang selama 2 minggu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Penambah ASI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Ambil 1 buah pare, cuci bersih, lalu rebus beberapa menit. Dipakai sebagai lalap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Bisul&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Buah pare dipakai sebagai obat luar. Ambil 1 buah segar lantas dilumatkan. Borehkan pada bagian yang terkenal bisul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Bronkhitis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Sediakan 2-3 buah pare, lalu diambil sarinya. Berikan 1 sendok makan madu. Minum sekali sehari. Lakukan selama 3 bulan. Resep ini juga baik untuk menyembuhkan anemia, radang perut, sakit pada hati, nyeri haid, reumatik, dan melangsingkan tubuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khasiat Daun&lt;br /&gt;1. Bisul dan cacing kremi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Sediakan 1 genggam daun segar, diberi seperempat cangkir air bersih, lalu blender. Saring dengan kain kasa. Jika perlu, tambahkan sedikit garam, gula aren secukupnya, dan jeruk nipis. Minum sekali sehari seperempat cangkir. Lakukan selama 1 minggu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Demam nifas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Ambil 3 daun pare segar, cuci bersih, dan lumatkan. Tambahkan segelas air dan sedikit garam, lalu seduh. Peras dan saring, lalu minum 2 kali sehari sebanyak setengah gelas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Penambah ASI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Sediakan 2 daun pare lalu panaskan beberapa saat. Kompreskan pada payudara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Sakit pada hati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Sediakan 6 gram daun pare segar, 5 gram rimpang temulawak, dan 110 ml air. Didihkan semua bahan selama 15 menit, lalu saring dengan kain kasa, dan peras. Minumlah sekali sehari. Ulangi selama 2 minggu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Rambut Subur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Ambil beberapa helai daun pare segar, cuci bersih lalu remas-remas. Cukup dioleskan ke kulit kepala anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Batuk&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Pilihlah 7 daun pare segar, lantas seduh dengan 2 sendok makan air bersih. Setelah itu, peras dan saring. Minum 2 kali sehari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Bekas luka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Cuci bersih segenggam daun pare segar, lalu lumatkan. Tambahkan air panas sedikit, lalu peras. Campur air perasan dengan 2 sendok makan tepung beras, lalu aduk sampai merata. Borehkan pada bagian bekas luka setiap hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Wasir&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Ambil 5 daun pare segar, tambahkan seperempat gelas air, didihkan dan peras. Ambil 3 sendok air perasan ini, lalu dicampur dengan segelas yoghurt cair. Minum setiap pagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Kemandulan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Sediakan 27 gram sari daun pare segar, 7 butir lada hitam, 3 siung bawang putih, dan 27 gram gula jawa. Semua bahan dilumatkan, lalu tambahkan segelas air bersih. Didihkan dan peras. Minum air perasan setiap hari selama 3-4 bulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Penyakit kulit&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Buatlah 1 cangkir sari daun pare. Caranya, ambil 3 helai daun pare ditambah satu setengah cangkir air. Didihkan dan peras. Campur air perasan berupa sari ini dengan sesendok air jeruk. Minum sekali sehari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. Rabun malam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Sari daun pare dioleskan di sekitar mata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khasiat Akar&lt;br /&gt;1. Disentri Amoeba&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Ambil segenggam akar pare, tambahkan segelas air bersih. Didihkan dan peras. Minum sekali sehari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Ambeien&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Ambil akar pare, cuci bersih, lantas lumatkan. Oleskan ramuan ini pada ambeien.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kandungan gizi buah pare dalam 100 gram:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;No. Kandungan gizi Jumlah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Kalori 29,00 kal&lt;br /&gt;    Protein 1,10 gr&lt;br /&gt;    Lemak 0,30 gr&lt;br /&gt;    Karbohidrat 6,60 gr&lt;br /&gt;    Kalsium 45,00 mg&lt;br /&gt;    Fosfor 64,00 mg&lt;br /&gt;    Zat besi 1,40 mg&lt;br /&gt;    Vitamin A 180,00 SI&lt;br /&gt;    Vitamin B 0,08 mg&lt;br /&gt;    Vitamin C 52,00 mg&lt;br /&gt;    Air 91,20 gr&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;&lt;!--
google_ad_client = "pub-1475618130762649";
google_ad_host = "pub-1556223355139109";
/* 120x600, dibuat 09/03/27 */
google_ad_slot = "9402366345";
google_ad_width = 200;
google_ad_height = 600;
google_language = "en";
//--&gt;
&lt;/script&gt;
&lt;script 
src="http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js" type="text/javascript"&gt;
&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7666631532607408890-79319298410813389?l=cafesehat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cafesehat.blogspot.com/feeds/79319298410813389/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7666631532607408890&amp;postID=79319298410813389' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7666631532607408890/posts/default/79319298410813389'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7666631532607408890/posts/default/79319298410813389'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cafesehat.blogspot.com/2011/10/manfaat-buat-pare.html' title='Manfaat Buat Pare'/><author><name>kilat_news</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://3.bp.blogspot.com/-s_DF83Pzrhk/Tp0dSiiRrfI/AAAAAAAAAWY/LFhaC0e9qV0/s220/kalbu%2Bgiri.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7666631532607408890.post-5064787591795090381</id><published>2011-10-13T19:28:00.001+07:00</published><updated>2011-10-13T19:28:28.738+07:00</updated><title type='text'>Manfaat Jambu Mede</title><content type='html'>&lt;span class="fullpost"&gt;Jambu mete ( Anacardium occidentale L. ) merupakan tanaman buah berupa pohon yang berasal dari Brasil Tenggara. Tanaman ini dibawa oleh pelaut Portugis ke India 425 tahun yang lalu, kemudian menyebar ke daerah tropis dan subtropis lainnya seperti Bahana, Senegal, Kenya, Madagaskar, Mozambik, Srilangka, Thailand, Malaysia, Filipina, dan Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jambu mete tersebar di seluruh Nusantara dengan nama berbeda-beda (di Sumatera Barat: jambu erang/jambu monye, di Lampung dijuluki gayu, di daerah Jawa Barat dijuluki jambu mede, di Jawa Tengah dan Jawa Timur diberi nama jambu monyet, di Bali jambu jipang atau jambu dwipa, dan di Sulawesi Utara disebut buah yaki.&lt;br /&gt;Jambu mete mempunyai puluhan varietas, di antaranya ada yang berkulit putih, merah, merah muda, kuning, hijau kekuningan dan hijau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanaman jambu mete merupakan komoditi ekspor yang banyak manfaatnya, mulai dari akar, batang, daun, dan buahnya. Selain itu juga biji mete (kacang mete) dapat digoreng untuk makanan bergizi tinggi. Buah mete semu dapat diolah menjadi beberapa bentuk olahan seperti sari buah mete, anggur mete, manisan kering, selai mete, buah kalengan, dan jem jambu mete.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kulit batang pohon jambu mete berkhasiat sebagai obat kumur atau obat sariawan. Akar jambu mete berkhasiat sebagai pencuci perut. Daun Jambu mete yang masih muda dimanfaatkan sebagai lalap, terutama di daerah Jawa Barat. Daun yang tua dapat digunakan untuk obat luka bakar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;&lt;!--
google_ad_client = "pub-1475618130762649";
google_ad_host = "pub-1556223355139109";
/* 120x600, dibuat 09/03/27 */
google_ad_slot = "9402366345";
google_ad_width = 200;
google_ad_height = 600;
google_language = "en";
//--&gt;
&lt;/script&gt;
&lt;script 
src="http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js" type="text/javascript"&gt;
&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7666631532607408890-5064787591795090381?l=cafesehat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cafesehat.blogspot.com/feeds/5064787591795090381/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7666631532607408890&amp;postID=5064787591795090381' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7666631532607408890/posts/default/5064787591795090381'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7666631532607408890/posts/default/5064787591795090381'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cafesehat.blogspot.com/2011/10/manfaat-jambu-mede.html' title='Manfaat Jambu Mede'/><author><name>kilat_news</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://3.bp.blogspot.com/-s_DF83Pzrhk/Tp0dSiiRrfI/AAAAAAAAAWY/LFhaC0e9qV0/s220/kalbu%2Bgiri.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7666631532607408890.post-4608109942583423463</id><published>2010-10-12T07:06:00.000+07:00</published><updated>2010-10-12T07:07:21.718+07:00</updated><title type='text'>Khasiat Patil Lele</title><content type='html'>&lt;span class="fullpost"&gt;Ingin sehat perkasa tanpa dopping? Tidak perlu repot-repot pergi ke apotik&lt;br /&gt;untuk mencari obat-obatan yang tidak mengandung efek samping. Ahli&lt;br /&gt;pengobatan tradisional menyarankan cari saja patil lele yang terkenal sangat&lt;br /&gt;panas jika mengenai tubuh manusia itu. Konon, khasiat patil lele sangat&lt;br /&gt;ampuh meningkatkan keperkasaan lelaki loyo dan kurang bersemangat. Benarkah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Metodologi pengobatan tradional menyebutkan ikan lele ternyata tidak hanya&lt;br /&gt;nikmat disantap sebagai lauk pauk. Lebih itu, jenis ikan berkepala keras ini&lt;br /&gt;pada bagian organ tubuhnya memiliki khasiat tergolong ampuh. Patil (taji,&lt;br /&gt;red) ikan lele ternyata dipercayai dapat meningkatkan kejantanan lelaki yang&lt;br /&gt;kebanyakan membutuhkan tenaga ekstra ini.&lt;br /&gt;Caranya dengan dibuat ramuan yang mirip dengan metode pembuatan jamu. Yakni,&lt;br /&gt;tidak dengan dimakan sebagaimana ketika kita menyajikannya sebagai&lt;br /&gt;lauk-pauk. Namun, melalui cara menjadikan patil lele sebagai bubuk yang pada&lt;br /&gt;pemakainnya bisa diminum dengan cara diseduh menggunakan air hangat. Tentu&lt;br /&gt;sangat praktis karena itu bubuk ini tidak beda jauh dengan bubuk jamu&lt;br /&gt;tradisional.&lt;br /&gt;Itu pun siapa saja dengan mudah bisa membuat ramuan patil lele ini. Untuk&lt;br /&gt;mendapatkan khasiat terbaik, ramuan patil lele bisa ditambahkan kopi bubuk&lt;br /&gt;yang diseduh hangat-hangat. Konon, bagi yang pernah merasakan khasiat serbuk&lt;br /&gt;patil lele ini, orang akan merasakan kasiat melebihi keampuhan serbuk sirip&lt;br /&gt;hiu. Selama ini tentang mitos serbuk sirip ikan hiu memang diakui&lt;br /&gt;keampuhannya. Hanya saja karena harganya mahal tidak semua orang bisa&lt;br /&gt;menikmati.&lt;br /&gt;Awalnya, khasiat patil lele untuk mendongkrak kejantanan lelaki ini&lt;br /&gt;ditemukan oleh Sabhu Suryoadmodjo, salah seorang ahli pengobatan tradisional&lt;br /&gt;yang membuka praktik di Jakarta. Ketika itu ia tertarik mengamati khasiat&lt;br /&gt;patil lele. Ia percaya kandungan yang terdapat dalam patil lele tak kalah&lt;br /&gt;dengan sirip ikan hiu. Kemudian ramuan temuannnya ini dia sebut dengan nama&lt;br /&gt;kopi patil lele.&lt;br /&gt;Cara membuat ramuan patil lele sebagaimana tips Sabhu, pertama kali carilah&lt;br /&gt;patil lele secukupnya. Sebisa mungkin cari ikan lele hitam (tanggapan alam,&lt;br /&gt;red). Pasalnya, khasiat patil lele liar lebih manjur dibanding lele&lt;br /&gt;ternakan. Setelah itu, patil tersebut digoreng sangan (digoreng dengan&lt;br /&gt;menggunakan wajan yang terbuat dari tanah tanpa menggunakan minyak, red)&lt;br /&gt;sampai kering. Lalu tumbuk sampai halus.&lt;br /&gt;Ambil satu sendok teh bubuk tersebut, kemudian campur dengan kopi dan gula&lt;br /&gt;sesuai selera. Setelah semua tersedia, tuangkan air panas sebanyak 250 cc ke&lt;br /&gt;dalam gelas. Aduk hingga rata. Barulah dalam sekejab kopi serbuk patil lele&lt;br /&gt;siap untuk diminum. Bila Anda kurang menyukai kopi atau tidak diperbolehkan&lt;br /&gt;minum kopi karena alasan kesehatan, kopi bisa diganti dengan wedang jahe.&lt;br /&gt;Setelah minum kopi patil lele, tunggu sesaat sampai ada reaksi. Bila reaksi&lt;br /&gt;sudah terlihat segeralah menjalankan ‘tugas’ rutin yang menjadi kewajiban&lt;br /&gt;suami istri. Niscaya, istri Anda yang semula meragukan tak lagi menyesalkan&lt;br /&gt;kejantanan Anda. Malah, ia akan ketagihan pada keperkasaan Anda. Mungkin&lt;br /&gt;ramuan tradisional itu bisa menjadi salah satu alternatif untuk mengatasi&lt;br /&gt;problem seksual. Siapa tahu dengan biaya yang super murah ini, kejantanan&lt;br /&gt;Anda kembali pulih. Selamat mencoba!&lt;br /&gt;( agromania )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Kiriman dari Monster Ent&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;&lt;!--
google_ad_client = "pub-1475618130762649";
google_ad_host = "pub-1556223355139109";
/* 120x600, dibuat 09/03/27 */
google_ad_slot = "9402366345";
google_ad_width = 200;
google_ad_height = 600;
google_language = "en";
//--&gt;
&lt;/script&gt;
&lt;script 
src="http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js" type="text/javascript"&gt;
&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7666631532607408890-4608109942583423463?l=cafesehat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cafesehat.blogspot.com/feeds/4608109942583423463/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7666631532607408890&amp;postID=4608109942583423463' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7666631532607408890/posts/default/4608109942583423463'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7666631532607408890/posts/default/4608109942583423463'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cafesehat.blogspot.com/2010/10/khasiat-patil-lele.html' title='Khasiat Patil Lele'/><author><name>kilat_news</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://3.bp.blogspot.com/-s_DF83Pzrhk/Tp0dSiiRrfI/AAAAAAAAAWY/LFhaC0e9qV0/s220/kalbu%2Bgiri.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7666631532607408890.post-1503480287781885083</id><published>2010-10-07T18:33:00.000+07:00</published><updated>2010-10-07T18:34:48.513+07:00</updated><title type='text'>Angin Dingin dan Lumpuh Wajah</title><content type='html'>&lt;span class="fullpost"&gt;Cepetan lama sekali, nanti telat,'' ujar Agus (23 tahun) kepada teman kuliahnya Bambang. Sejak semester satu, Bambang dijuluki Mr telat oleh Agus. Karena, rutinitas Bambang menggunakan syal, sarung tangan, dan helm tertutup saat akan menggunakan motor membuat Agus selalu menunggu Bambang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tindakan Mr telat itu ternyata sangat penting. Karena, rupanya terpaan angin yang terus menerus menampar bagian wajahnya ketika mengendarai motor berpotensi mengakibatkan kelumpuhan wajah atau bell's palsy. Hal itu pula yang dialami Agus. Keengganannya menggunakan helm tertutup karena gerah membuat dia harus melewati perawatan psioterapi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bell's palsy memang sangat erat kaitannya dengan cuaca dingin. Untuk itu, sebaiknya menghindari terpaan angin secara langsung pada bagian tubuh. ''Orang yang duduk dekat jendela kendaraan, kereta api, tiduran di atas lantai dengan menempelkan sebelah pipi di lantai berpotensi mengalami bell's palsy,'' ujar dokter ahli syaraf RS Gatot Subroto, Dr Hardhi Pranata SpS MARS, kepada Republika, di Jakarta, beberapa waktu lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurutnya, orang yang berada di dalam ruangan pun belum tentu terhindar dari potensi penyakit ini. Bell's palsy juga bisa menyerang orang yang bekerja di ruangan ber AC secara langsung. Maksudnya, jika AC tersebut memberikan hawa dingin secara merata tidak perlu dikhawatirkan. Namun, jika angin yang ditimbulkan AC hanya terpusat pada satu tempat, itu bisa menimbulkan penyakit tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyebab bell's palsy, kata Hardhi, yakni angin yang masuk ke dalam tengkorak atau foramen stilo mastoideum. Angin dingin ini membuat syaraf di sekitar wajah sembab lalu membesar. Pembengkakan syaraf nomor tujuh atau nervous fascialis ini mengakibatkan pasokan darah ke syaraf tersebut terhenti. Hal itu menyebabkan kematian sel sehingga fungsi menghantar impuls atau rangsangnya terganggu. Akibatnya, perintah otak untuk menggerakkan otot-otot wajah tidak dapat diteruskan. ''Syaraf nomor tujuh ini terjepit hingga akhirnya kelumpuhan terjadi.''&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bell's palsy diambil dari nama Sir Charles Bell, dokter dari abad 19 yang pertama menggambarkan kondisi ini dan menghubungkan dengan kelainan pada syaraf wajah. Meski namanya unik, penyakit ini akan mengganggu secara estetika ataupun fungsi pada wajah. Artinya muka yang terlihat cantik dan bagus di depan kaca itu tidak terjadi dengan sendirinya. Karena, bila salah satu saja syarafnya minta istirahat, maka proporsi wajah menjadi tidak seimbang. Jika tidak ditangani maka akan terjadi kecacatan dengan muka mupeng atau penyok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasien bell's palsy yang sudah parah akan mengalami perubahan bentuk wajah menjadi penyok, bicara tidak jelas, fungsi lidah terganggu terutama saat mengucapkan huruf konsonan, dan lain-lain. Kondisi seperti ini tentunya tidak diinginkan oleh pasien.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanda-tanda bell's palsy adalah terjadi asimetri pada wajah , rasa baal/kebas di wajah, air mata tidak dapat dikontrol dan sudut mata turun. Selain itu, tanda lainnya adalah kehilangan refleks konjungtiva sehingga tidak dapat menutup mata, rasa sakit pada telinga terutama di bawah telinga, tidak tahan suara keras pada sisi yang terkena, sudut mulut turun, sulit untuk berbicara, air menetes saat minum atau setelah membersihkan gigi, dan kehilangan rasa di bagian depan lidah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasus ini, kata Hardhi, banyak terjadi pada musim dingin. Biasanya yang mengalami adalah lelaki dan tergolong usia dewasa. ''Mungkin lelaki banyak beraktivitas di luar seperti bekerja,'' cetus dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hardhi menjelaskan, orang yang terkena penyakit ini harus segera dibawa ke dokter. Biasanya pasien akan mengikuti program fisioterapi selama satu bulan ditambah pemberian sejumlah obat dan vitamin. Jika penyakit ini dibiarkan, maka akan semakin parah terutama pada bagian mata karena akan terjadi iritasi pada mata dan otomatis penglihatanpun terganggu. Penyakit ini tidak akan memicu penyakit lainnya. Namun, jika penderita kelumpuhan wajah mengalami kelumpuhan di daerah lain seperti tangan atau kaki, maka itu disebut stroke.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semakin panasnya bumi maka penggunaan AC terus bertambah. Selain itu, pertumbuhan kendaraan terus berlangsung. Dari data Gaikindo, volume kendaraan baru di DKI Jakarta setiap harinya mencapai 800-1.200 unit. Itu berarti jika masyarakat kurang menjaga kesehatan dan keamanan, orang yang berpotensi mengalami bell's palsy semakin banyak. ''Walau penyakit ini bisa disembuhkan, tapi sebaiknya melakukan pencegahan sebelum terjadi,'' katanya menjelaskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, ungkapnya, bagi pengendara motor sebaiknya menggunakan helm full face, dengan kaca yang dibiarkan tertutup. Sedangkan pengguna kendaraan umum, sebaiknya menghindari kontak langsung dengan angin. Begitu pun, untuk orang yang bekerja di ruangan ber AC.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iktisar:&lt;br /&gt;-  Bell's palsy diambil dari nama Sir Charles Bell, dokter dari abad 19 yang pertama menggambarkan kondisi ini dan menghubungkan dengan kelainan pada syaraf wajah.&lt;br /&gt;-  Pasien bell's palsy yang sudah parah akan mengalami perubahan bentuk wajah menjadi penyok, bicara tidak jelas, fungsi lidah terganggu terutama saat mengucapkan huruf konsonan, dan lain-lain.&lt;br /&gt;Sumber :   http://www.republika.co.id/koran_detail.asp?id=287657&amp;kat_id=13&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;&lt;!--
google_ad_client = "pub-1475618130762649";
google_ad_host = "pub-1556223355139109";
/* 120x600, dibuat 09/03/27 */
google_ad_slot = "9402366345";
google_ad_width = 200;
google_ad_height = 600;
google_language = "en";
//--&gt;
&lt;/script&gt;
&lt;script 
src="http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js" type="text/javascript"&gt;
&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7666631532607408890-1503480287781885083?l=cafesehat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cafesehat.blogspot.com/feeds/1503480287781885083/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7666631532607408890&amp;postID=1503480287781885083' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7666631532607408890/posts/default/1503480287781885083'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7666631532607408890/posts/default/1503480287781885083'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cafesehat.blogspot.com/2010/10/angin-dingin-dan-lumpuh-wajah.html' title='Angin Dingin dan Lumpuh Wajah'/><author><name>kilat_news</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://3.bp.blogspot.com/-s_DF83Pzrhk/Tp0dSiiRrfI/AAAAAAAAAWY/LFhaC0e9qV0/s220/kalbu%2Bgiri.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7666631532607408890.post-5313628509310672008</id><published>2010-06-30T11:41:00.001+07:00</published><updated>2010-06-30T11:45:57.078+07:00</updated><title type='text'>8 Cara Alami Menyembuhkan Impotensi</title><content type='html'>&lt;span class="fullpost"&gt;Banyak cara yang dilakukan untuk mengatasi disfungsi ereksi (impotensi) yakni ketidakmampuan pria mendapatkan dan mempertahan ereksi saat berhubungan seksual. Cara yang bisa dilakukan dengan pengobatan alami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andrew McCullough, MD, profesor urologi klinis di Universitas New York Langone Medical Center di New York City, seperti dilansir dari WebMD, Kamis (22/4/2010) mengatakan harus dipastikan terlebih dahulu tidak ada kondisi medis lain yang perlu dikhawatirkan sehingga pengobatan alami itu bisa dilakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disfungsi ereksi disebabkan oleh aterosklerosis (gangguan pembuluh arteri), penyakit ginjal, penyakit pembuluh darah, penyakit syaraf, diabetes, obat-obatan tertentu, luka bedah dan masalah psikologis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengobatan alami itu disarankan dilakukan dengan konsultasi dokter karena dapat sangat membahayakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jika Anda mengalami disfungi ereksi, hal pertama yang Anda butuhkan adalah diagnosis," kata pakar impotensi Steven Lamm, MD, seorang ahli penyakit dalam di New York City dan pengarang buku The Hardness Factor (Harper Collins).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurutnya, pria dengan disfungsi ereksi parah mungkin membutuhkan resep obat seperti Levitra (vardenafil), Cialis (tadalafil) dan Viagra.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, pria dengan disfungsi seksual ringan seringkali melakukan pengobatan sendiri dengan menggunakan obat-obatan alami. Berikut beberapa obat alami yang paling populer:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Akupuntur&lt;br /&gt;Meskipun akupuntur telah digunakan untuk mengobati masalah seksual pria selama berabad-abad, tapi bukti ilmiah yang mendukung penggunaannya untuk disfungsi ereksi masih samar-samar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Arginin&lt;br /&gt;Asam amino L-arginin, yang terbentuk secara alami dalam makanan, dapat meningkatkan produksi nitrat oksida tubuh, yaitu senyawa yang memfasilitasi ereksi dengan dilatasi pembuluh darah ke penis. Namun, menurut Geo Espinosa, ND, direktur Pusat Urologi Integratif di NYU Langone Medical Center, penggunaan L-arginin harus diawasi, karena L-arginin dapat berinteraksi dengan beberapa obat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. DHEA&lt;br /&gt;Testosteron penting bagi libido yang sehat dan fungsi seksual normal. Penderita disfungsi ereksi dikenal memiliki testosteron rendah, sehingga dibutuhkan terapi testosteron untuk meningkatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penelitian menunjukkan bahwa penggunaan suplemen yang mengandung DHEA, yaitu hormon yang diubah tubuh menjadi testosteron dan estrogen, dapat membantu meringankan beberapa kasus disfungsi ereksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Ginseng&lt;br /&gt;Ginseng merah Korea telah lama digunakan untuk merangsang fungsi seksual pria, tetapi masih sedikit penelitian yang berusaha secara sistematis untuk mengkonfirmasi manfaatnya. Namun para ahli menyarankan, apabila Anda akan mengonsumsi ginseng, sebaiknya konsultasikan dengan dokter karena ginseng dapat berinteraksi dengan obat dan menyebabkan reaksi alergi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Jus buah delima&lt;br /&gt;Minum jus delima yang kaya antioksidan telah terbukti memiliki banyak manfaat kesehatan, termasuk mengurangi risiko penyakit jantung dan tekanan darah tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi apakah jus delima bisa mengatasi disfungsi seksual? Belum ada bukti yang kuat tentang efektivitasnya mengatasi hal tersebut. Tetapi jika pun memang tidak ada, setidaknya dengan minum jus delima dapat menyehatkan tubuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Yohimbe&lt;br /&gt;Sebelum ada Viagra dan obat-obatan resep lainnya, kadang-kadang dokter memberikan resep turunan dari ramuan yohimbe (hidroklorida yohimbine) pada pasien dengan disfungsi ereksi. Tetapi menurut para ahli, obat ini tidaklah efektif, dan dapat menyebabkan jitteriness (sindrom kecemasan) dan masalah lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlebih lagi, bukti-bukti menunjukkan yohimbe terkait dengan hipertensi, gelisah, sakit kepala dan masalah kesehatan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Tanduk kambing rumput liar&lt;br /&gt;Tanduk kambing rumput liar konon telah menjadi pengobatan untuk disfungsi ereksi selama bertahun-tahun. Peneliti Italia menemukan bahwa senyawa utama dalam tanduk kambing rumput liar, yang disebut icariin, bereaksi dengan cara yang sama seperti obat-obatan Viagra.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Ginkgo biloba&lt;br /&gt;Selain sebagai pengobatan penurunan kognitif, ginkgo juga telah digunakan untuk mengobati disfungsi ereksi, khususnya yang disebabkan oleh penggunaan obat antidepresan tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi bukti tersebut tidak sangat meyakinkan. Satu studi yang dipublikasikan dalam Journal of Sex and Marital Therapy menemukan bahwa ginkgo tidak bekerja untuk disfungsi ereksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, setiap perawatan dan pengobatan disfungsi ereksi yang dilakukan, para ahli mengatakan yang terpenting adalah makan makanan yang sehat dan hindari merokok serta alkohol. Selain itu, sikap bisa menerima pasangan masing-masing sangatlah dibutuhkan untuk meringankan beban si penderita disfungsi seksual.&lt;br /&gt;Sumber: detikcom&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;&lt;!--
google_ad_client = "pub-1475618130762649";
google_ad_host = "pub-1556223355139109";
/* 120x600, dibuat 09/03/27 */
google_ad_slot = "9402366345";
google_ad_width = 200;
google_ad_height = 600;
google_language = "en";
//--&gt;
&lt;/script&gt;
&lt;script 
src="http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js" type="text/javascript"&gt;
&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7666631532607408890-5313628509310672008?l=cafesehat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cafesehat.blogspot.com/feeds/5313628509310672008/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7666631532607408890&amp;postID=5313628509310672008' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7666631532607408890/posts/default/5313628509310672008'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7666631532607408890/posts/default/5313628509310672008'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cafesehat.blogspot.com/2010/06/8-cara-alami-menyembuhkan-impotensi.html' title='8 Cara Alami Menyembuhkan Impotensi'/><author><name>kilat_news</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://3.bp.blogspot.com/-s_DF83Pzrhk/Tp0dSiiRrfI/AAAAAAAAAWY/LFhaC0e9qV0/s220/kalbu%2Bgiri.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7666631532607408890.post-9154711755777355491</id><published>2010-06-30T11:40:00.000+07:00</published><updated>2010-06-30T11:41:26.504+07:00</updated><title type='text'>9 Herbal untuk Perbaiki Kehidupan Seksual</title><content type='html'>&lt;span class="fullpost"&gt;Ingin memperbaiki kehidupan seksual secara alami? Berikut ini sejumlah herbal yang direkomendasi oleh Dr Lavinia Suryadi dari Healthy Choice, pusat detoksifikasi dan pangan organik di Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Seledri&lt;br /&gt;Sayuran ini akan menjadikan Anda lebih energik, tidur lebih nyenyak, dan bermanfaat untuk perempuan dalam meningkatkan gairah seksual.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Bawang putih&lt;br /&gt;Bumbu dapur ini sering disebut Russian Antibiotic karena khasiatnya dalam membasmi bakteri. Herbal ini membantu pria mencapai dan mempertahankan ereksi dengan membantu memperlebar pembuluh darah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Ginseng&lt;br /&gt;Herbal kebanggaan Korea ini memang mahal, tetapi khasiatnya sudah terbukti selama ribuan tahun. Ginseng mendorong aktivitas mental dan fisik serta memperbaiki fungsi kelenjar endokrin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Herbal ini juga memberi efek positif pada kelenjar seks. Ginseng membantu menyeimbangkan hormon wanita, khususnya pada masa perubahan fisik yang drastis, seperti sehabis melahirkan, selama menstruasi, dan menopause.&lt;br /&gt;Jenis ginseng yang bermanfaat untuk kehidupan seks Anda adalah Panax ginseng dan Panax ouinquefolius, sedangkan Siberian ginseng bermanfaat untuk kesehatan, tetapi tidak efektif untuk meningkatkan kehidupan seks.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Ginkgo biloba&lt;br /&gt;Herbal ini sering disebut herbal yang cerdas karena kemampuannya meningkatkan memori dan memperlambat laju perburukan penyakit Alzheimer. Ginkgo biloba meningkatkan aliran darah ke seluruh tubuh sehingga memberi lebih banyak oksigen ke otak, jantung, dan seluruh tubuh, termasuk juga ke organ-organ seks.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Biji adas&lt;br /&gt;Selama bertahun-tahun biji adas digunakan untuk mengobati keluhan penyakit pada wanita di berbagai belahan dunia. Adas berguna meringankan gejala pre-menstruation syndrome (PMS) dan menopause.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Primrose&lt;br /&gt;Herbal ini telah digunakan selama berabad-abad di Eropa sebagai obat penenang ringan dan mengatasi berbagai penyakit pernapasan. Untuk urusan seks, primrose adalah estrogen alami untuk tubuh Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Senior&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;&lt;!--
google_ad_client = "pub-1475618130762649";
google_ad_host = "pub-1556223355139109";
/* 120x600, dibuat 09/03/27 */
google_ad_slot = "9402366345";
google_ad_width = 200;
google_ad_height = 600;
google_language = "en";
//--&gt;
&lt;/script&gt;
&lt;script 
src="http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js" type="text/javascript"&gt;
&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7666631532607408890-9154711755777355491?l=cafesehat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cafesehat.blogspot.com/feeds/9154711755777355491/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7666631532607408890&amp;postID=9154711755777355491' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7666631532607408890/posts/default/9154711755777355491'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7666631532607408890/posts/default/9154711755777355491'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cafesehat.blogspot.com/2010/06/9-herbal-untuk-perbaiki-kehidupan.html' title='9 Herbal untuk Perbaiki Kehidupan Seksual'/><author><name>kilat_news</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://3.bp.blogspot.com/-s_DF83Pzrhk/Tp0dSiiRrfI/AAAAAAAAAWY/LFhaC0e9qV0/s220/kalbu%2Bgiri.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7666631532607408890.post-4034918352256956138</id><published>2010-06-30T11:38:00.000+07:00</published><updated>2010-06-30T11:39:35.190+07:00</updated><title type='text'>8 Rahasia Seks Superhebat</title><content type='html'>&lt;span class="fullpost"&gt;Lupakan viagra, mainan seks, Kama Sutra, dan berbagai kunci seks hebat yang ada dalam pikiran Anda. Menurut penelitian terbaru yang dimuat Canadian Journal of Human Sexuality, hal paling esensial dalam kehidupan seks pasangan suami istri adalah hubungan emosional, komunikasi, dan fokus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil penemuan ini sepertinya menentang pandangan populer yang mengatakan bahwa tampilan hot dan penguasaan teknik di ranjang lebih penting dari apapun. Studi yang dilakukan pada pasangan menikah di atas usia 60 tahun ini juga menemukan bahwa seks terbaik disempurnakan dengan hubungan di antara pasangan yang menjadi lebih matang. Berikut delapan rahasia seks superhebat, seperti dilansir Times of India:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fokus&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih dari faktor-faktor lainnya adalah kebutuhan bagi pasangan untuk sepenuhnya berada di momen percintaan, baik raga maupun jiwa, dan merasa benar-benar terkoneksi satu sama lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedalaman hubungan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedalaman hubungan sangat penting dalam percintaan. Pasangan menjadi satu dan sinkron sebagai energi positif selama momen-momen persetubuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Intimasi dan erotisme&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan keintiman sebagai dasar hubungan, komponen keintiman menggiring pasangan pada seks optimal. Ini termasuk kepedulian, saling menghormati, kekaguman, dan penerimaan satu sama lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komunikasi dan empati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pencinta yang mewujudkan seks optimal dapat membaca respon tubuh pasangan dan benar-benar merasakannya. Mereka saling merasakan dan mendengarkan dengan jalan verbal dan non-verbal, memahami hal-hal kecil, dan sensitif terhadap segala hal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perasaan bebas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perasaan berbagi dengan bebas dan percaya diri di hadapan pasangan juga tak kalang penting untuk hubungan seks lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepasrahan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pencinta memiliki kepasrahan untuk mengekspos diri mereka, untuk benar-benar bugil di hadapan pasangan. Dengan membiarkan tangan pasangan menjejaki tubuh, mereka memasrahkan setiap serangan pasangan, dan akhirnya menembus jiwa masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebahagiaan dan penyembuhan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seks optimal adalah sesuatu yang mulia, penuh penyaluran emosi positif, dan membahagiakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eksplorasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seks adalah sebuah petualangan, dengan pencinta menjadi penjelajah sebagaimana pergumulan adalah bentuk penemuan. Hal tersebut dilengkapi dengan pelepasan humor dan tawa selama ajang foreplay.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Okezone&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;&lt;!--
google_ad_client = "pub-1475618130762649";
google_ad_host = "pub-1556223355139109";
/* 120x600, dibuat 09/03/27 */
google_ad_slot = "9402366345";
google_ad_width = 200;
google_ad_height = 600;
google_language = "en";
//--&gt;
&lt;/script&gt;
&lt;script 
src="http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js" type="text/javascript"&gt;
&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7666631532607408890-4034918352256956138?l=cafesehat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cafesehat.blogspot.com/feeds/4034918352256956138/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7666631532607408890&amp;postID=4034918352256956138' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7666631532607408890/posts/default/4034918352256956138'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7666631532607408890/posts/default/4034918352256956138'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cafesehat.blogspot.com/2010/06/8-rahasia-seks-superhebat.html' title='8 Rahasia Seks Superhebat'/><author><name>kilat_news</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://3.bp.blogspot.com/-s_DF83Pzrhk/Tp0dSiiRrfI/AAAAAAAAAWY/LFhaC0e9qV0/s220/kalbu%2Bgiri.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7666631532607408890.post-1913653913767773366</id><published>2010-06-16T10:53:00.000+07:00</published><updated>2010-06-16T11:48:30.754+07:00</updated><title type='text'>Gangguan Faal (Fungsi) Hati Yang Sering Ditanyakan Oleh Penderita</title><content type='html'>&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Hai broo semua...ni cak hendrie baru bisa posting lagi...dan kebetulan barusan baca tulisan dari Prof.Suwandhi...langsung aza ya....&lt;br /&gt;Penderita sering memperlihatkan kepada dokter hasil laboratorium yang mencatat adanya gangguan faal hati, kemudian meminta penjelasan dari hasil laboratorium bahkan memohon pengobatan atas gangguan faal hati tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai seorang dokter klinis kita tidak boleh lupa bahwa pertanyaan penderita itu sebenarnya mengacu pada diagnosis penyakit saya itu apa sebenarnya! Untuk bisa menjawab pertanyaan tadi dengan jitu, kita harus mengetahui bagaimana riwayat penyakitnya, simptomatologi serta riwayat yang relevan dengan kondisi klinisnya. Riwayat mengkonsumsi obat-obatan, termasuk obat tradisionil, eksposisi dengan zat kimia/makanan juga perlu diperhatikan. Permeriksaan fisik untuk mencari tanda penyakit hati kronis seperti palmar erithema, jaundice, spider nevi dansebagainya sangat membantu dalam menganalisis hasil laboratorium tadi. Harus diingat bahwa kelainan faal hati, dapat juga dijumpai pada penyakit-penyakit lain diluar penyakit hati, misalnya penyakit kelenjar thyroid, payah jantung dan payah ginjal. Karena itu, kita memerlukan pemeriksaan penunjang lainnya sehingga dapat memberikan kesimpulan dari hasil laboratorium tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Faal Hati yang sesungguhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hati merupakan organ padat yang terbesar yang letaknya di rongga perut bagian kanan atas. Organ ini mempunyai peran yang penting karena merupakan regulator dari semua metabolisme karbohidrat, protein dan lemak. Tempat sintesa dari berbagai komponen protein, pembekuan darah, kolesterol, ureum dan zat-zat lain yang sangat vital. Selain itu, juga merupakan tempat pembentukan dan penyaluran asam empedu serta pusat pendetoksifikasi racun dan penghancuran (degradasi) hormon-hormon steroid seperti estrogen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada jaringan hati, terdapat sel-sel Kupfer, yang sangat penting dalam eliminasi organisme asing baik bakteri maupun virus. Karena itu untuk memperlihatkan adanya gangguan faal hati, terdapat satu deretan tes yang biasanya dibuat untuk menilai faal hati tersebut. Perlu diingat bahwa semua tes kesehatan mempunyai sensitivitas dan spesifisitas yang berlainan, maka interpretasi dari hasil tes sangat dipengaruhi oleh hal-hal tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tes Faal Hati       &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena faal hati dalam tubuh mempunyai multifungsi maka tes faal hatipun beraneka ragam sesuai dengan apa yang hendak kita nilai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk fungsi sintesis seperti protein, zat pembekuan darah dan lemak biasanya diperiksa albumin, masa protrombin dan cholesterol. Fungsi ekskresi/transportasi, diperiksa bilirubin, alkali fosfatase. ∂-GT. Kerusakan sel hati atau jaringan  hati, diperiksa SGOT(AST), SGPT(ALT). Adanya pertumbuhan sel hati yang muda (karsinoma sel hati), alfa feto protein. Kontak dengan virus hepatitis B yaitu; HBsAg, AntiHBs, HBeAg, anti HBe, Anti HBc, HBVDNA, dan virus hepatitis C yaitu; anti HCV, HCV RNA, genotype HCV.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara umum ada 2 macam gangguan faal hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.      Peradangan umum atau peradangan khusus di hati yang menimbulkan kerusakan jaringan atau sel hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.      Adanya sumbatan saluran empedu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aneka macam hasil tes faal hati yang terganggu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        Tes faal hati yang terjadi pada infeksi bakterial maupun virus yang sistemik yang bukan virus hepatitis. Penderita semacam ini, biasanya ditandai dengan demam tinggi, myalgia, nausea, asthenia dan sebagainya. Disini faal hati terlihat akan terjadinya peningkatan SGOT, SGPT serta ∂-GT antara 3-5X nilai normal. Albumin dapat sedikit menurun bila infeksi sudah terjadi lama dan bilirubin dapat meningkat sedikit terutama bila infeksi cukup berat.  (lihat table 1)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        Tes faal hati pada hepatitis virus akut maupun drug induce hepatitis. Faal hati seperti Bilirubin direct/indirect dapat meningkat biasanya kurang dari 10 mg%, kecuali pada hepatitis kolestatik, bilirubin dapat lebih dari 10 mg%. SGOT, SGPT meningkat lebih dari 5 sampai 20 kali nilai normal. ∂-GT dan alkalifosfatase meningkat 2 sampai 4 kali nilai normal, kecuali pada hepatitis kolestatik dapat lebih tinggi. Albumin/globulin biasanya masih normal kecuali bila terjadi hepatitis fulminan maka rasio albumin globulin dapat terbalik dan masa protrombin dapat memanjang ( lihat tabel2)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        Tes faal hati pada sumbatan saluran empedu. Bilirubin direct/indirect dapat tinggi sekali (&gt;20 mg%), terutama bila sumbatan sudah cukup lama. Peningkatan SGOT dan SGPT biasanya tidak terlalu tinggi, sekitar kurang dari 4 kali nilai normal. ∂-GT dan alkalifosfatase meningkat sekali dapat lebih dari 5 kali nilai normal. Kolesterol juga meningkat  (lihat table 3).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        Tes faal hati pada perlemakan hati (fatty liver). Albumin/globulin dan Bilirubin biasanya masih normal. SGOT dan SGPT meningkat sekitar 2 sampai 3 kali nilai normal demikian juga ∂-GT dan alkalifosfatase meningkat sekitar ½ sampai 1 kali dari nilai normal . Kadar triglyserida dan kolesterol juga terlihat meninggi. Kelainan ini sering pada wanita dengan usia muda/pertengahan, gemuk dan biasanya tidak ada keluhan atau mengeluh adanya perasaan tak nyaman pada perut bagian kanan atas. Pada kasus perlemakan hati yang primer maka semua pertanda hepatitis C harus negatif. (lihat tabel 4)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adanya pertanda hepatitis virus dalam darah penderita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        Penderita hepatitis A akut atau baru sembuh dari hepatitis A, ditandai dengan IgM anti HAV yang positif. Sedang IgG anti HAV positif sering ditemukan pada anak atau orang dewasa dari negara berkembang dengan sanitasi lingkungan yang jelek. Ini menandakan penderita pernah terinfeksi virus hepatitis A dimasa lalu. Karena itu prevalensi IgG HAV dapat dipakai sebagai indeks sanitasi lingkungan suatu negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sembuh dari infeksi Hepatitis B, ditandai dengan menghilangnya HBsAg dan timbulnya anti HBs. Sedang IgM Anti HBc pos, berarti baru (recent) terinfeksi dengan hepatitis B.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hepatitis B yang menahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.      Hepatitis kronis fase replikatip/toleran. Ditandai dengan HBsAg+, HbeAg+, HBVDNA+ ( kuantitatif dapat &gt;105 copy/ml). Tapi Faal hatinya normal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.      Hepatitis kronis reaktif aktif (necro-inflamatory stage). Ditandai dengan HBsAg+, HBeAg+, HBVDNA+ (kuantitatif dapat &gt;105 copy/ml). Tapi Faal hati nya Abnormal, terutama SGOT/PT tinggi (&gt;3X nilai normal), albumin/globulin biasanya masih normal, bilirubin dapat menigkat sedikit (&lt; dari 3 mg%)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.      Hepatitis khronis B mutant. Disini HBsAg+, HBeAg negatif, tetapi anti HBe+,  dan HBV DNA+. Liver fungsinya terganggu. Biasanya penderita ini, mempunyai penyakit hati yang lebih berat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.      Hepatitis inaktif/integratif. HBsAg+, Anti HBe+, HBV DNA negatif atau dibawah &lt; 103 copy/ml dan faal hatinya normal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.      Sirosis hati B, rasio albumin/globulin terbalik, Bilirubin meningkat (&lt; dari 5 mg%), SGOT&gt; SGPT, biasanya meningkat sekitar 2 s/d 4 kali normal, tapi pada yang sirosis berat SGOT/SGPT dapat normal. HBsAg+, HBeAg/anti HBe  dapat  positif. HBV-DNA seringnya sudah negatif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hepatitis C&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.      Sembuh dari hepatitis C, ditandai dengan anti HCV+, HCV-RNA – (negatif), faal hati yang normal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.      Hepatitis C kronik, ditandai dengan Anti HCV+, HCV-RNA +,  faal hati sebagian terbesar terganggu, tapi bisa normal pada sebagian kecil penderita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.      Sirosis hati C, rasio albumin/globulin terbalik, Bilirubin meningkat( &lt; dari 5mg%), SGOT &gt; SGPT, biasanya meningkat sekitar 2 s/d 4 kali normal, tapi pada yang sirosis berat SGOT/SGPT dapat normal. Anti HCV dan HCV-RNA positif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Genotype hepatitis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada hepatitis B ada 8 genotipe dan diberi nama abjad A sampai dengan H. Di Indonesia terutama genotipe B dan C. Hepatitis C ada 6 genotipe dan diberi nama angka 1 sampai 6. Dalam satu genotipe ada dibagi lagi menjadi sub-genotipe dan tambahan huruf kecil dari a sampai c. Di Indonesia yang terbanyak adalah genotipe 1b. (&gt; 65%)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelainan faal hati yang tidak specific&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;          Hal ini biasanya terjadi pada penderita penyakit hati yang telah mempengaruhi fungsi dari organ lain seperti ginjal, paru jantung dsb. Dalam hal seperti ini, gambaran klinis serta pemeriksaan penunjang seperti USG, CT scan dan ERCP (Endoscopy Retrograde Cholangio Pancreatography) atau bahkan biopsi hati biasanya diperlukan untuk menegakan diagnosisnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil laboratorium faal hati yang normal pada penderita penyakit hati yang menahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;          Penderita kronik hepatitis B pada yang fase replikatif, inaktif/integratif sering menunjukan hasil laboratorium yang normal. Juga pada penderita hepatitis C (dengan HCV-RNA+), juga dapat menunjukan tes faal hati yang normal. Pada penderita sirosis hati yang kompensata juga sering mempunyai tes faal hati yang normal. Pada sirosis hati yang sudah lanjut sering kita mendapatkan kadar SGPT/SGOT normal, hal ini terjadi karena jumlah sel hati pada sirosis berat sudah sangat kurang sehingga kerusakan sel hati relatif sedikit. Tapi kadar bilirubin akan terlihat meninggi dan perbandingan albumin/globulin akan terbalik. Bila kita cermati lebih teliti maka kadar SGOT akan lebih tinggi SGPT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelaporan hasil petanda hepatitis virus secara kuantitatif dan kualitatif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.      Hepatitis B.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemeriksaan kualitatif selalu lebih sensitif dari pada pemeriksaan kuantitatif. Cara pemeriksaan kuantitiatif hepatitis B dikerjakan dengan bermacam cara dan tiap cara mempunyai sensitivitas tertentu dan juga pelaporannya dapat memakai satuan tertentu. Lihat tabel 5. Hasil kuantitiatif hepatitis B diatas 105 copy/ml dianggap batas untuk diobati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.      Hepatitis C.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juga pemeriksaan kualitatif lebih sensitif dari kuantitatif. Ada bermacam cara pemeriksaan kuantiatif HCV dan mempunyai rentang sensitivitas yang berbeda. Hasil kuantitatif dari 1 cara pemeriksaan kuantitatif HCV,  tidak dapat disamakan hasilnya dengan pemeriksaan HCV dengan cara yang lain. Tabel 6&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyakit yang jarang tapi menunjukan gangguan  faal hati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Penyakit thyroid/kelenjar gondok.&lt;br /&gt;    * Penyakit hati auto immune (AIH)&lt;br /&gt;    * Wilson disease&lt;br /&gt;    * Alpha-1-antitrypsisn deficiency&lt;br /&gt;    * Celiac disease&lt;br /&gt;    * Muscle disorders&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; sumber: Tulisan Prof. dr. Suwandhi Widjaja, Sp.PD, Ph.D &lt;br /&gt;         www.medistra.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;&lt;!--
google_ad_client = "pub-1475618130762649";
google_ad_host = "pub-1556223355139109";
/* 120x600, dibuat 09/03/27 */
google_ad_slot = "9402366345";
google_ad_width = 200;
google_ad_height = 600;
google_language = "en";
//--&gt;
&lt;/script&gt;
&lt;script 
src="http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js" type="text/javascript"&gt;
&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7666631532607408890-1913653913767773366?l=cafesehat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cafesehat.blogspot.com/feeds/1913653913767773366/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7666631532607408890&amp;postID=1913653913767773366' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7666631532607408890/posts/default/1913653913767773366'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7666631532607408890/posts/default/1913653913767773366'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cafesehat.blogspot.com/2010/06/gangguan-faal-fungsi-hati-yang-sering.html' title='Gangguan Faal (Fungsi) Hati Yang Sering Ditanyakan Oleh Penderita'/><author><name>kilat_news</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://3.bp.blogspot.com/-s_DF83Pzrhk/Tp0dSiiRrfI/AAAAAAAAAWY/LFhaC0e9qV0/s220/kalbu%2Bgiri.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7666631532607408890.post-4437829611165451073</id><published>2010-04-06T10:56:00.001+07:00</published><updated>2010-04-06T10:56:55.913+07:00</updated><title type='text'>Sistem Reproduksi Pria</title><content type='html'>&lt;br /&gt; DEFINISI&lt;br /&gt;Struktur luar dari sistem reproduksi pria terdiri dari penis, skrotum (kantung zakar) dan testis (buah zakar).&lt;br /&gt;Struktur dalamnya terdiri dari vas deferens, uretra, kelenjar prostat dan vesikula seminalis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anatomi sistem reproduksi pria&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sperma (pembawa gen pria) dibuat di testis dan disimpan di dalam vesikula seminalis.&lt;br /&gt;Ketika melakukan hubungan seksual, sperma yang terdapat di dalam cairan yang disebut semen dikeluarkan melalui vas deferens dan penis yang mengalami ereksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;STRUKTUR&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penis terdiri dari:&lt;br /&gt;- Akar (menempel pada didnding perut)&lt;br /&gt;- Badan (merupakan bagian tengah dari penis)&lt;br /&gt;- Glans penis (ujung penis yang berbentuk seperti kerucut).&lt;br /&gt;Lubang uretra (saluran tempat keluarnya semen dan air kemih) terdapat di umung glans penis.&lt;br /&gt;Dasar glans penis disebut korona.&lt;br /&gt;Pada pria yang tidak disunat (sirkumsisi), kulit depan (preputium) membentang mulai dari korona menutupi glans penis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sirkumsisi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Badan penis terdiri dari 3 rongga silindris (sinus) jaringan erektil:&lt;br /&gt;- 2 rongga yang berukuran lebih besar disebut korpus kavernosus, terletak bersebelahan&lt;br /&gt;- Rongga yang ketiga disebut korpus spongiosum, mengelilingi uretra.&lt;br /&gt;Jika rongga tersebut terisi darah, maka penis menjadi lebih besar, kaku dan tegak (mengalami ereksi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Skrotum merupakan kantung berkulit tipis yang mengelilingi dan melindungi testis.&lt;br /&gt;Skrotum juga bertindak sebagai sistem pengontrol suhu untuk testis, karena agar sperma terbentuk secara normal, testis harus memiliki suhu yang sedikit lebih rendah dibandingkan dengan suhu tubuh.&lt;br /&gt;Otot kremaster pada dinding skrotum akan mengendur atau mengencang sehinnga testis menggantung lebih jauh dari tubuh (dan suhunya menjadi lebih dingin) atau lebih dekat ke tubuh (dan suhunya menjadi lebih hangat).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Testis berbentuk lonjong dengan ukuran sebesar buah zaitun dan terletak di dalam skrotum. Biasanya testis kiri agak lebih rendah dari testis kanan.&lt;br /&gt;Testis memiliki 2 fungsi, yaitu menghasilkan sperma dan membuat testosteron (hormon seks pria yang utama).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anatomi sistem reproduksi pria&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Epididimis terletak di atas testis dan merupakan saluran sepanjang 6 meter.&lt;br /&gt;Epididimis mengumpulkan sperma dari testis dan menyediakan ruang serta lingkungan untuk proses pematangan sperma.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Vas deferens merupakan saluran yang membawa sperma dari epididimis.&lt;br /&gt;Saluran ini berjalan ke bagian belakang prostat lalu masuk ke dalam uretra dan membentuk duktus ejakulatorius.&lt;br /&gt;Struktur lainnya (misalnya pembuluh darah dan saraf) berjalan bersama-sama vas deferens dan membentuk korda spermatika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jalur sperma&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;# Uretra berfungsi 2 fungsi: Bagian dari sistem kemih yang mengalirkan air kemih dari kandung kemih&lt;br /&gt;# Bagian dari sistem reproduksi yang mengalirkan semen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelenjar prostat terletak di bawah kandung kemih di dalam pinggul dan mengelilingi bagian tengah dari uretra.&lt;br /&gt;Biasanya ukurannya sebesar walnut dan akan membesar sejalan dengan pertambahan usia.&lt;br /&gt;Prostat dan vesikula seminalis menghasilkan cairan yang merupakan sumber makanan bagi sperma. Cairan ini merupakan bagian terbesar dari semen. Cairan lainnya yang membentuk semen berasal dari vas deferens dan dari kelenjar lendir di dalam kepala penis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;FUNGSI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama melakukan hubungan seksual, penis menjadi kaku dan tegak sehingga memungkinkan terjadinya penetrasi (masuknya penis ke dalam vagina)&lt;br /&gt;Ereksi terjadi akibat interaksi yang rumit dari sitem saraf, pembuluh darah, hormon dan psikis.&lt;br /&gt;Rangsang yang menyenangkan menyebabkan suatu reaksi di otak, yang kemudian mengirimkan sinyalnya melalui korda spinalis ke penis.&lt;br /&gt;Arteri yang membawa darah ke korpus kavernosus dan korpus spongiosum memberikan respon, yaitu berdilatasi (melebar). Arteri yang melebar menyebabkan peningkatan aliran darah ke daerah erektil ini, sehingga daerah erektil terisi darah dan melebar.&lt;br /&gt;Otot-otot di sekitar vena yang dalam keadaan normal mengalirkan darah dari penis, akan memperlambat aliran darahnya.&lt;br /&gt;Tekanan darah yang meningkat di dalam penis menyebabkan panjang dan diameter penis bertambah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ejakulasi terjadi pada saat mencapai klimaks, yaitu ketika gesekan pada glans penis dan rangsangan lainnya mengirimkan sinyal ke otak dan korda spinalis.&lt;br /&gt;Saraf merangsang kontraksi otot di sepanjang saluran epididimis dan vas deferens, vesikula seminalis dan prostat. Kontraksi ini mendorong semen ke dalam uretra.&lt;br /&gt;Selanjutnya kontraksi otot di sekeliling urretra akan mendorong semen keluar dari penis.&lt;br /&gt;Leher kandung kemih juga berkonstriksi agar semen tidak mengalir kembali ke dalam kandung kemih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah terjadi ejakulasi (atau setelah rangsangan berhenti), arteri mengencang dan vena mengendur.&lt;br /&gt;Akibatnya aliran darah yang masuk ke arteri berkurang dan aliran darah yang keluar dari vena bertambah, sehingga penis menjadi lunak.    &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;&lt;!--
google_ad_client = "pub-1475618130762649";
google_ad_host = "pub-1556223355139109";
/* 120x600, dibuat 09/03/27 */
google_ad_slot = "9402366345";
google_ad_width = 200;
google_ad_height = 600;
google_language = "en";
//--&gt;
&lt;/script&gt;
&lt;script 
src="http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js" type="text/javascript"&gt;
&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7666631532607408890-4437829611165451073?l=cafesehat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cafesehat.blogspot.com/feeds/4437829611165451073/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7666631532607408890&amp;postID=4437829611165451073' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7666631532607408890/posts/default/4437829611165451073'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7666631532607408890/posts/default/4437829611165451073'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cafesehat.blogspot.com/2010/04/sistem-reproduksi-pria.html' title='Sistem Reproduksi Pria'/><author><name>kilat_news</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://3.bp.blogspot.com/-s_DF83Pzrhk/Tp0dSiiRrfI/AAAAAAAAAWY/LFhaC0e9qV0/s220/kalbu%2Bgiri.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7666631532607408890.post-8895307993155065712</id><published>2010-04-06T10:44:00.001+07:00</published><updated>2010-04-06T10:50:22.691+07:00</updated><title type='text'>Hipotiroidisme</title><content type='html'>&lt;br /&gt;Assalamualaikum Wr.wb.&lt;br /&gt;berdassarkan permintaan teman2 atas postingan ane yang terdahulu mengenai hipotiroidisme...maka ni saya posting lagi mengenai hipotiroidisme...mudah-mudahan bisa dpt memberikan pencerahan...&lt;br /&gt;Hipotiroidisme&lt;br /&gt;DEFINISI&lt;br /&gt;Hipotiroidisme adalah suatu keadaan dimana kelenjar tiroid kurang aktif dan menghasilkan terlalu sedikit hormon tiroid.&lt;br /&gt;Hipotiroid yang sangat berat disebut miksedema.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENYEBAB&lt;br /&gt;Penyebab yang paling sering ditemukan adalah tiroiditis Hashimoto.&lt;br /&gt;Pada tiroiditis Hashimoto, kelenjar tiroid seringkali membesar dan hipotiroidisme terjadi beberapa bulan kemudian akibat rusaknya daerah kelenjar yang masih berfungsi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyebab kedua tersering adalah pengobatan terhadap hipertiroidisme. Baik yodium radioaktif maupun pembedahan cenderung menyebabkan hipotiroidisme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekurangan yodium jangka panjang dalam makanan, menyebabkan pembesaran kelenjar tiroid yang kurang aktif (hipotiroidisme goitrosa).&lt;br /&gt;Kekurangan yodium jangka panjang merupakan penyebab tersering dari hipotiroidisme di negara terbelakang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;GEJALA&lt;br /&gt;Kekurangan hormon tiroid menyebabkan melambatnya fungsi tubuh.&lt;br /&gt;Gejalanya ringan dan timbul secara bertahap, bisa disalahartikan sebagai depresi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ekspresi wajah menjadi tumpul, suara menjadi serak dan berbicara menjadi lambat, kelopak mata menutup dan mata serta wajah menjadi bengkak.&lt;br /&gt;Banyak penderita yang mengalami penambahan berat badan, sembelit dan tidak tahan terhadap cuaca dingin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rambut menjadi tipis, kasar dan kering; kulit menjadi kasar, kering, bersisik dan menebal.&lt;br /&gt;Banyak penderita yang mengalami sindroma terowongan karpal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Denyut nadi bisa melambat, telapak tangan dan telapak kaki tampak agak oranye (karotenemia) dan alis mata bagian samping mulai rontok.&lt;br /&gt;Beberapa penderita, terutama yang berusia lanjut, menjadi pelupa, bingung dan pikun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika tidak diobati, pada akhirnya akan terjadi anemia dan gagal jantung.&lt;br /&gt;Keadaan ini bisa berkembang menjadi stupor atau koma (koma miksedema). Keadaan ini bisa berakibat fatal; pernafasan menjadi lambat, penderita mengalami kejang dan aliran darah ke otak berkurang.&lt;br /&gt;Koma miksedema bisa dipicu oleh:&lt;br /&gt;- cuaca dingin&lt;br /&gt;- infeksi&lt;br /&gt;- trauma&lt;br /&gt;- obat-obatan (misalnya obat penenang yang menekan fungsi otak). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; DIAGNOSA&lt;br /&gt;Pemeriksaan fisik menunjukkan tertundanya pengenduran otot selama pemeriksaan refleks. Penderita tampak pucat, kulitnya kuning, pinggiran alis matanya rontok, rambut tipis dan rapuh, ekspresi wajahnya kasar, kuku rapuh, lengan dan tungkainya membengkak serta fungsi mentalnya berkurang.&lt;br /&gt;Tanda-tanda vital menunjukkan perlambatan denyut jantung, tekanan darah rendah dan suhu tubuh rendah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemeriksaan rontgen dada bisa menunjukkan adanya pembesaran jantung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemeriksaan laboratorium untuk mengetahui fungsi tiroid biasanya menunjukkan kadar T4 yang rendah dan kadar TSH yang tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENGOBATAN&lt;br /&gt;Hipotiroidisme diobati dengan menggantikan kekurangan hormon tiroid, yaitu dengan memberikan sediaan per-oral (lewat mulut).&lt;br /&gt;Yang banyak disukai adalah hormon tiroid buatan T4. Bentuk yanglain adalah tiroid yang dikeringkan (diperoleh dari kelenjar tiroid hewan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengobatan pada penderita usia lanjut dimulai dengan hormon tiroid dosis rendah, karena dosis yang terlalu tinggi bisa menyebabkan efek samping yang serius.&lt;br /&gt;Dosisnya diturunkan secara bertahap sampai kadar TSH kembali normal.&lt;br /&gt;Obat ini biasanya terus diminum sepanjang hidup penderita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam keadaan darurat (misalnya koma miksedem), hormon tiroid bisa diberikan secara intravena.    &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;&lt;!--
google_ad_client = "pub-1475618130762649";
google_ad_host = "pub-1556223355139109";
/* 120x600, dibuat 09/03/27 */
google_ad_slot = "9402366345";
google_ad_width = 200;
google_ad_height = 600;
google_language = "en";
//--&gt;
&lt;/script&gt;
&lt;script 
src="http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js" type="text/javascript"&gt;
&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7666631532607408890-8895307993155065712?l=cafesehat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cafesehat.blogspot.com/feeds/8895307993155065712/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7666631532607408890&amp;postID=8895307993155065712' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7666631532607408890/posts/default/8895307993155065712'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7666631532607408890/posts/default/8895307993155065712'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cafesehat.blogspot.com/2010/04/hipotiroidisme.html' title='Hipotiroidisme'/><author><name>kilat_news</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://3.bp.blogspot.com/-s_DF83Pzrhk/Tp0dSiiRrfI/AAAAAAAAAWY/LFhaC0e9qV0/s220/kalbu%2Bgiri.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7666631532607408890.post-2609448643530501659</id><published>2009-12-31T08:26:00.001+07:00</published><updated>2009-12-31T08:27:32.711+07:00</updated><title type='text'>VERTIGO</title><content type='html'>&lt;br /&gt;Mengatasi Vertigo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Vertigo adalah sensasi berputar yang dapat terjadi kapanpun, meski tubuh kita dalam keadaan berdiri tegak. Lingkungan sekitar tampak bergerak, baik vertikal maupun horisontal. Beberapa orang merasakan bahwa mereka benar-benar berputar. Efeknya bisa ringan atau bahkan berat hingga kita bisa jatuh ke lantai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Vertigo berbeda dengan dizziness, suatu pengalaman yang mungkin pernah kita rasakan, yaitu kepala terasa ringan saat akan berdiri. Sedangkan vertigo bisa lebih berat dari itu, misalnya dapat membuat kita sulit untuk melangkah karena rasa berputar yang mempengaruhi keseimbangan tubuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gejala vertigo&lt;br /&gt;Vertigo dapat terjadi tiba-tiba dan berlangsung sebentar, tapi dapat pula terjadi selama beberapa hari. Mereka dengan vertigo yang berat bisa jadi tak dapat bangun dari tempat tidur dan hal ini akan mempengaruhi aktivitasnya sehari-hari. Untuk itu, gejala vertigo dapat bervariasi tergantung berat ringannya. Gejala yang dapat dirasakan antara lain:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Tempat anda berpijak terasa berputar atau bergerak-gerak&lt;br /&gt;    * Mual&lt;br /&gt;    * Muntah&lt;br /&gt;    * Sulit berdiri atau berjalan&lt;br /&gt;    * Sensasi kepala terasa ringan&lt;br /&gt;    * Tak dapat memfokuskan pandangan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyebab vertigo&lt;br /&gt;Vertigo seringkali disebabkan oleh adanya gangguan keseimbangan yang berpusat di area labirin atau rumah siput di daerah telinga. Kemungkinan penyebab vertigo yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Infeksi virus seperti common cold atau influenza yang menyerang area labirin&lt;br /&gt;    * Infeksi bakteri yang mengenai telinga bagian tengah&lt;br /&gt;    * Radang sendi di daerah leher&lt;br /&gt;    * Serangan migren&lt;br /&gt;    * Sirkulasi darah yang berkurang dapat menyebabkan aliran darah ke pusat keseimbangan otak menurun&lt;br /&gt;    * Mabuk kendaran&lt;br /&gt;    * Alkohol dan obat-obatan tertentu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pencegahan vertigo&lt;br /&gt;Langkah-langkah berikut ini dapat meringankan atau mencegah gejala vertigo:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Tidurlah dengan posisi kepala yang agak tinggi&lt;br /&gt;    * Bangunlah secara perlahan dan duduk terlebih dahulu sebelum kita berdiri dari tempat tidur&lt;br /&gt;    * Hindari posisi membungkuk bila mengangkat barang&lt;br /&gt;    * Hindari posisi mendongakkan kepala, misalnya untuk mengambil suatu benda dari ketinggian&lt;br /&gt;    * Gerakkan kepala secara hati-hati jika kepala kita dalam posisi datar (horisontal) atau bila leher dalam posisi mendongak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benign positional vertigo adalah bentuk vertigo yang menyerang dalam jangka waktu pendek namun berulang-ulang. Gejalanya hanya dalam hitungan detik tetapi bisa cukup berat, seringkali muncul setelah kita terserang infeksi virus atau adanya peradangan dan kerusakan di daerah telinga tengah. Gejalanya bisa muncul jika kita menggerakkan kepala tiba-tiba, misalnya saat menoleh dengan gerakan yang cepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umumnya kasus vertigo merupakan kasus yang ringan dan tidak berbahaya. Namun, jika gejala itu muncul berulang atau menetap, perlu dilihat apakah ada faktor yang menyebabkannya. Jika gejala tersebut sangat mengganggu aktivitas kita, segera periksakan diri ke dokter untuk menentukan apakah ada penyebab yang serius dan terapi yang tepat untuk menyembuhkan vertigo kita.     &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;&lt;!--
google_ad_client = "pub-1475618130762649";
google_ad_host = "pub-1556223355139109";
/* 120x600, dibuat 09/03/27 */
google_ad_slot = "9402366345";
google_ad_width = 200;
google_ad_height = 600;
google_language = "en";
//--&gt;
&lt;/script&gt;
&lt;script 
src="http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js" type="text/javascript"&gt;
&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7666631532607408890-2609448643530501659?l=cafesehat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cafesehat.blogspot.com/feeds/2609448643530501659/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7666631532607408890&amp;postID=2609448643530501659' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7666631532607408890/posts/default/2609448643530501659'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7666631532607408890/posts/default/2609448643530501659'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cafesehat.blogspot.com/2009/12/vertigo.html' title='VERTIGO'/><author><name>kilat_news</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://3.bp.blogspot.com/-s_DF83Pzrhk/Tp0dSiiRrfI/AAAAAAAAAWY/LFhaC0e9qV0/s220/kalbu%2Bgiri.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7666631532607408890.post-9029534766259619718</id><published>2009-12-15T14:35:00.001+07:00</published><updated>2009-12-15T14:37:33.582+07:00</updated><title type='text'>Memahani Fungsi Alat Pencernaan Kita</title><content type='html'>&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses mengubah makanan menjadi zat yang dimanfaatkan oleh tubuh merupakan proses ilmiah yang perlu kita ketahui. Dari pemahaman inilah kita nantinya diharapkan untuk lebih merawat dan mendeteksi kemungkinan adanya kelainan fungsi pencernaan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Makanan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Kita memerlukan makanan untuk :&lt;br /&gt;      - memperoleh energi&lt;br /&gt;      - pertumbuhan&lt;br /&gt;      - memperbaiki sel-sel tubuh yang rusak&lt;br /&gt;    * Agar tubuh tetap sehat, makanan harus mengandung :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Karbohidrat atau zat tepung&lt;br /&gt;      - sumber energi&lt;br /&gt;      - makanan pokok : beras, jagung, terigu, kentang&lt;br /&gt;   2. Protein atau zat putih telur&lt;br /&gt;      - bahan pembangun tubuh&lt;br /&gt;      - lauk-pauk : daging, ikan, tahu, tempe, susu &lt;br /&gt;   3. Lemak&lt;br /&gt;      - sumber energi &amp; cadangan energi&lt;br /&gt;      - daging, mentega, kacang-kacangan &lt;br /&gt;   4. Mineral&lt;br /&gt;      - pelindung &amp; pengatur&lt;br /&gt;      - garam dapur, zat besi, pospor, yodium&lt;br /&gt;   5. Vitamin&lt;br /&gt;      - Tidak menghasilkan energi&lt;br /&gt;      - Mutlak harus ada&lt;br /&gt;      - Buah-buahan, sayuran, minyak ikan &lt;br /&gt;   6. Air&lt;br /&gt;      - Pelarut dalam tubuh&lt;br /&gt;      - Minuman &amp; cairan dalam makanan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem pencernaan&lt;br /&gt;I.  Saluran pencernaan&lt;br /&gt;II. Kelenjar pencernaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anatomi&lt;br /&gt;I. Saluran Cerna&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Mulut&lt;br /&gt;   2. Pangkal kerongkongan ( faring )&lt;br /&gt;   3. Kerongkongan ( esofagus )&lt;br /&gt;   4. Lambung ( gaster )&lt;br /&gt;   5. Usus halus, terdiri atas :&lt;br /&gt;      a. usus 12 jari (duodenum)&lt;br /&gt;      b. usus tengah (jejenum)&lt;br /&gt;      c. usus penyerapan (ileum)&lt;br /&gt;   6. Usus besar, terdiri atas :&lt;br /&gt;      a. usus tebal (kolon)&lt;br /&gt;      b. poros usus ( rektum )&lt;br /&gt;   7. Anus&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;II. Kelenjar Pencernaan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Kelenjar ludah&lt;br /&gt;   2. Kelenjar getah lambung&lt;br /&gt;   3. Kelenjar hati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelenjar pankreas  &lt;br /&gt;Proses Pencernaan Mulut&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Terdapat Gigi, Lidah, Kelenjar ludah&lt;br /&gt;    * Gigi :&lt;br /&gt;      - Pencernaan mekanik&lt;br /&gt;      - Memotong dan menghaluskan makanan&lt;br /&gt;    * Lidah&lt;br /&gt;      - Alat pengecap makanan&lt;br /&gt;      - Membantu:&lt;br /&gt;      mencampur dan menempatkan makanan, menelan dan mendorong makanan ke dalam kerongkongan&lt;br /&gt;    * Kelenjar ludah :&lt;br /&gt;          o Cairan encer yang netral (pH 6,7)&lt;br /&gt;          o Terdiri dari :&lt;br /&gt;            - 99 % air&lt;br /&gt;            - Garam mineral  : NaCl&lt;br /&gt;            - Mucin&lt;br /&gt;            - Enzym Ptialin : KH -&gt; Maltosa &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pangkal Kerongkongan (Faring)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * ~ pipa (12-14 cm)&lt;br /&gt;    * Letak : di belakang mulut&lt;br /&gt;    * Terdapat refleks yang mencegah makanan masuk ke saluran nafas&lt;br /&gt;      bagian atas kerongkongan (esofagus)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerongkongan&lt;br /&gt;Esofagus&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * tabung (25 cm)&lt;br /&gt;    * Letak : di belakang saluran nafas/Trakea&lt;br /&gt;    * Makanan hanya “lewat”&lt;br /&gt;    * Terdapat otot polos, fungsi :&lt;br /&gt;      - Gerakan meremas dan mendorong makanan (Gerakan peristaltik)&lt;br /&gt;      - Mengontrol kecepatan perjalanan makanan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lambung&lt;br /&gt;Gaster    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * ~ kantong, rongga perut kiri atas&lt;br /&gt;    * Terdiri dari : (dari atas ke bawah)&lt;br /&gt;          o  Atas ( fundus )&lt;br /&gt;          o Tengah (korpus )&lt;br /&gt;          o Bawah ( pilorus ) &lt;br /&gt;    * Di ujung lambung terdapat otot lingkar&lt;br /&gt;      - berbatasan dengan kerongkongan&lt;br /&gt;      - berbatasan dengan usus halus&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fungsi:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Mencerna &amp; meneruskan makanan&lt;br /&gt;    * Pada dinding lambung terdapat kelenjar yang menghasilkan getah lambung :&lt;br /&gt;      a. Selaput lendir lambung&lt;br /&gt;          -&gt;Melapisi mukosa lambung&lt;br /&gt;      b. Kelenjar : Enz. Pepsin &amp; HCl, Renin&lt;br /&gt;          -&gt;Proses pencernaan protein&lt;br /&gt;    * Otot Lambung : Pengosongan lambung&lt;br /&gt;      -&gt;kecepatannya mempengaruhi lama kerja obat di lambung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Asam klorida ( HCl )&lt;br /&gt;- Mengasamkan makanan&lt;br /&gt;- Membunuh bakteri yang masuk bersama makanan&lt;br /&gt;- Mengaktifkan pepsinogen menjadi pepsin&lt;br /&gt;b. Pepsin :&lt;br /&gt;    Mengubah protein menjadi pepton dan polipeptida&lt;br /&gt;c. Renin :&lt;br /&gt;    Mengendapkan protein susu ( kasein ) dari air susu&lt;br /&gt;d. Lendir :&lt;br /&gt;    Melindungi sel-sel di permukaan lambung terhadap kerusakan akibat kerja dari asam klorida.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Faktor Yang Mempengaruhi Keasaman Isi Lambung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Jumlah pengeluaran asam lambung&lt;br /&gt;    * Jumlah makanan yang masuk &amp; sifatnya&lt;br /&gt;    * Pergerakan otot (motilitas) lambung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usus Halus&lt;br /&gt;Anatomi Usus Halus&lt;br /&gt;Permukaan dalam dinding usus halus&lt;br /&gt;-&gt;tersusun dalam lipatan-lipatan/jonjot ( villi )&lt;br /&gt;-&gt;memperluas permukaan untuk memperbanyak penyerapan &amp; pengeluaran lendir&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Villi Usus Halus&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * pipa berotot (&gt; 6 m)&lt;br /&gt;    * Pencernaan secara kimiawi&lt;br /&gt;    * Penyerapan makanan&lt;br /&gt;    * Terbagi atas:&lt;br /&gt;      A. Usus 12 jari ( duodenum )&lt;br /&gt;      B. Usus tengah ( jejenum )&lt;br /&gt;      C. Usus penyerap ( ileum ) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Usus 12 jari ( duodenum )&lt;br /&gt;    bermuara 2 saluran :&lt;br /&gt;     1. Saluran getah pankreas&lt;br /&gt;        Getah pankreas berfungsi :&lt;br /&gt;        a. Mengubah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * protein menjadi asam amino&lt;br /&gt;    * pati menjadi gula sederhana&lt;br /&gt;    * lemak menjadi asam lemak dan gliserol&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        b. Menetralkan keasaman makanan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    2. Saluran empedu             &lt;br /&gt;        - dihasilkan oleh sel hati&lt;br /&gt;        - ditampung di kantong empedu&lt;br /&gt;        - menghancurkan lemak (mengemulsi)&lt;br /&gt;          &lt;br /&gt;B. Usus tengah (jejenum)&lt;br /&gt;    - Tempat pencernaan terakhir&lt;br /&gt;    - Hasil pencernaan :&lt;br /&gt;      karbohidrat:  monosakarida &amp; disakarida&lt;br /&gt;      protein: asam amino&lt;br /&gt;      lemak: asam lemak &amp; gliserol&lt;br /&gt;    - Vitamin dan mineral :&lt;br /&gt;      Tidak mengalami pencernaan langsung diserap&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. Usus Penyerap (Ileum)&lt;br /&gt;    - Sari makanan diserap&lt;br /&gt;    - Terdapat otot lingkar :&lt;br /&gt;        mencegah makanan kembali ke usus penyerap &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usus Besar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * ~ pipa berotot, diameter &gt; usus halus&lt;br /&gt;    * Terbagi atas :&lt;br /&gt;          o Usus buntu (sekum) dan Umbai cacing (appendiks)&lt;br /&gt;          o Usus tebal (kolon) :&lt;br /&gt;            bagian naik&lt;br /&gt;            bagian datar&lt;br /&gt;            bagian turun&lt;br /&gt;          o Poros usus (rektum)&lt;br /&gt;          o Anus&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anatomi Usus Besar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Air diserap kembali&lt;br /&gt;    * Gerakan &gt; lambat, &gt;kuat&lt;br /&gt;    * Peristaltik ( gerakan meremas dan mendorong makanan ) diakhiri kontraksi otot di dasar panggul&lt;br /&gt;      -&gt; efek Buang Air Besar ( defekasi )&lt;br /&gt;    * Fungsi Appendiks : ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fisiologi usus Besar&lt;br /&gt;Fungsi:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Menyerap air&lt;br /&gt;      -&gt; Pertukaran air : 5-6 liter/hari&lt;br /&gt;    * Mengubah sisa hasil pencernaan makanan dari usus halus -&gt; kotoran padat&lt;br /&gt;    * Terdapat bakteri yang bekerja pada sisa makanan yang tidak diserap&lt;br /&gt;    * Perlu sellulosa &gt;&gt; (sayur, buah-buahan) &lt;br /&gt;      -&gt; memadatkan sisa makanan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Organ Tambahan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Hati&lt;br /&gt;    * Kandung Empedu&lt;br /&gt;    * Pankreas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyakit Dan Pengobatan&lt;br /&gt;Penyakit Saluran Cerna:&lt;br /&gt;Gejala:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Nyeri&lt;br /&gt;    * Muntah darah (Hematemesis) dan Berak darah (Melena)&lt;br /&gt;    * Gangguan cerna&lt;br /&gt;    * Kembung&lt;br /&gt;    * Muntah&lt;br /&gt;    * Sembelit&lt;br /&gt;    * Diare Non Spesifik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;   &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;&lt;!--
google_ad_client = "pub-1475618130762649";
google_ad_host = "pub-1556223355139109";
/* 120x600, dibuat 09/03/27 */
google_ad_slot = "9402366345";
google_ad_width = 200;
google_ad_height = 600;
google_language = "en";
//--&gt;
&lt;/script&gt;
&lt;script 
src="http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js" type="text/javascript"&gt;
&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7666631532607408890-9029534766259619718?l=cafesehat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cafesehat.blogspot.com/feeds/9029534766259619718/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7666631532607408890&amp;postID=9029534766259619718' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7666631532607408890/posts/default/9029534766259619718'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7666631532607408890/posts/default/9029534766259619718'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cafesehat.blogspot.com/2009/12/memahani-fungsi-alat-pencernaan-kita.html' title='Memahani Fungsi Alat Pencernaan Kita'/><author><name>kilat_news</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://3.bp.blogspot.com/-s_DF83Pzrhk/Tp0dSiiRrfI/AAAAAAAAAWY/LFhaC0e9qV0/s220/kalbu%2Bgiri.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7666631532607408890.post-2706202653465666608</id><published>2009-11-25T19:41:00.004+07:00</published><updated>2009-11-25T19:45:34.136+07:00</updated><title type='text'>MANFAAT DAUN PEPAYA</title><content type='html'>&lt;br /&gt; Assalamualaikum....&lt;br /&gt;       ni cak hendrie mo kasih info ni...tadi cak hendrie habis baca artikel menarik mengenai manfaat daun pepaya....langsung aza ya....&lt;br /&gt;1. Daun pepaya sebagai obat jerawat.&lt;br /&gt;Daun pepaya dapat mengobati jerawat lo, yaitu dengan membuatnya menjadi masker.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara membuat maskernya : ambil 2-3 lembar daun pepaya yang sudah tua.Kemudian jemur dan tumbuk sampai halus. Tambahkan satu setenagh sendok air, baru deh dapat di manfaatkan untuk muka penuh jerawatmu &lt;br /&gt;2. Manfaat Memperlancar pencernaan&lt;br /&gt;Daun dari tumbuhan pepaya memiliki kandungan kimia senyawa karpain. Zat itu dapat membunuh mikroorganisme yang sering mengganggu fungsi pencernaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Menambah nafsu makan&lt;br /&gt;Manfaat ini terutama untuk anak-anak yang sulit untuk makan. Ambil daun pepaya yang segar dan memiliki ukuran sebesar telapak tangan. Kalau sudah ketemu tambahkan sedikit garam dan air hangat setengah cangkir. Campur semua lalu diblender. Kemudian saring airnya, nah air itulah yang dapat dimanfaatkan untuk menambah nafsu makan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Demam berdarah&lt;br /&gt;Siapa sangka kalau pepaya juga dapat untuk menyembuhkan demam berdarah. Coba ambil 5 lembar daun. Tambahkan setengah liter air lalu direbus. Ambil air tersebut jika sudah tertinggal tiperempatnya saja. Bintang sendiri belum pernah membuktikannya, jadi jika keadaan tidak membaik segera segera ke dokter (bahkan kalaupun memabaik segera bawa ke dokter). Anggap saja ini untuk pertolongan pertama!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Nyeri haid&lt;br /&gt;Wanita jawa zaman dulu sering memanfaatkan daun pepaya untuk mengobati nyeri haid. Cukup Ambil 1 lembar daun saja, Tambahkan asam jawa dan garam. Lalu campur dengan segelas air dan Rebus. Dinginkan sebelum meminum ramuan pepaya tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6.Anti kanker&lt;br /&gt;Hal ini masih belum pasti, tapi dari beberapa penelitian bahwa manfaat daun pepaya juga dapat dikembangkan sebagai anti kanker. Sebenarnya bukan hanya daunnya saja melainkan batang pepaya juga dapat digunakan. Karena kedanya memiliki milky latex (getah putih seperti susu).   &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;&lt;!--
google_ad_client = "pub-1475618130762649";
google_ad_host = "pub-1556223355139109";
/* 120x600, dibuat 09/03/27 */
google_ad_slot = "9402366345";
google_ad_width = 200;
google_ad_height = 600;
google_language = "en";
//--&gt;
&lt;/script&gt;
&lt;script 
src="http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js" type="text/javascript"&gt;
&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7666631532607408890-2706202653465666608?l=cafesehat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cafesehat.blogspot.com/feeds/2706202653465666608/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7666631532607408890&amp;postID=2706202653465666608' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7666631532607408890/posts/default/2706202653465666608'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7666631532607408890/posts/default/2706202653465666608'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cafesehat.blogspot.com/2009/11/manfaat-daun-pepaya.html' title='MANFAAT DAUN PEPAYA'/><author><name>kilat_news</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://3.bp.blogspot.com/-s_DF83Pzrhk/Tp0dSiiRrfI/AAAAAAAAAWY/LFhaC0e9qV0/s220/kalbu%2Bgiri.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7666631532607408890.post-3045149419498315561</id><published>2009-11-20T09:32:00.002+07:00</published><updated>2009-11-20T09:32:55.252+07:00</updated><title type='text'>Manfaat Bawang Merah</title><content type='html'>&lt;br /&gt; Bawang Merah&lt;br /&gt;(Allium cepa)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sinonim :&lt;br /&gt;--&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Familia :&lt;br /&gt;Amaryllidaceae (Liliaceae).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Uraian :&lt;br /&gt;Herba semusim, tidak berbatang. Daun tunggal memeluk umbi lapis. Umbi lapis menebal dan berdaging, warna merah keputihan. Perbungaan berbentuk bongkol, mahkota bunga berbentuk bulat telur. Buah batu bulat, berwarna hijau. Biji segi tiga warna hitam. Bagian yang Digunakan Umbi lapis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama Lokal :&lt;br /&gt;NAMA DAERAH: Bawang abang mirah (Aceh); Pia (Batak); Bawang abang (Palembang); Bawang sirah, Barambang sirah, Dasun merah (Minangkabau); Bawang suluh (Lampung); Bawang beureum (Sunda); Brambang, Brambang abang (Jawa); Bhabang mera (Madura); Jasun bang, Jasun mirah (BaIi); Lasuna mahamu, Ransuna mahendeng, Yantuna mopura, Dansuna rundang, Lasuna randang, Lansuna mea, Lansuna Raindang (Sulawesi Utara); Bawangi (Gorontalo); Laisuna pilas, Laisuna mpilas (Roti); Kalpeo meh (Timor); Bowang wulwul (Kai); Kosai miha; Bawa rohiha (Ternate); Bawa kahori (Tidore). NAMA ASING: NAMA SIMPLISIA Cepae Bulbus; Umbi lapis Bawang Merah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyakit Yang Dapat Diobati :&lt;br /&gt;SIFAT KHAS Menghangatkan, rasa dan bau tajam. KHASIAT Bakterisid, ekspektoran, dan diuretik. PENELITIAN M. Jufri Samad, 1987. FMIPA Farmasi UNHAS. Telah melakukan penelitian pengaruh ekstrak umbi lapis Bawang Merah terhadap penurunan kadar gula darah normal kelinci. Dari hasil penelitian tersebut, ternyata ekstrak umbi Bawang Merah dengan dosis 250 mg/kg bb, menyebabkan penurunan kadar gula darah normal sebesar 23,46 %. Pada pemberian tolbutamid dosis 250 mg/kg bb secara oral, menunjukkan penurunan kadar gula darah normal sebesar 22,21 %, dan pemberian air suling dengan takaran 5 ml/kg bb secara oral menunjukkan penurunan kadar gula darah normal sebesar 3,00 %. Tri Purwaningsih, 1991. FMIPA Farmasi UI. Telah melakukan penelitian efek protektif Bawang Merah pada kerusakan hati akibat karbon tetraklorida.Dari hasil penelitian tersebut, ternyata Bawang Merah menghambat peningkatan GPT plasma dan kerusakan jaringan hati akibat CCl4.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemanfaatan :&lt;br /&gt;KEGUNAAN 1. Batuk. 2. Haid tidak teratur. 3. Kencing manis. 4. Obat cacing. 5. Demam pada anak-anak (obat luar). 6. Perut kembung pada anak-anak (obat luar). RAMUAN DAN TAKARAN Batuk Ramuan: Umbi Bawang merah 4 gram Daun Poko segar 4 gram Daun Sembung segar 3 gram Herba Pegagan segar 4 gram Buah Adas 2 gram Air 125 ml Cara pembuatan: Dipipis, dibuat infus atau pil. Cara pemakaian: Diminum sehari 1 kali, pagi hari 100 ml. Apabila dipipis diminum 1 kali sehari 1/4 cangkir. pil, diminum 3 kali sehari 9 pil. Lama pengobatan: Diulang selama 14 hari. Kencing Manis Ramuan: Umbi Bawang Merah (dirajang) 4 gram Buah Buncis (dirajang) 15 gram Daun Salam (dirajang) 10 helai Air 120 ml Cara pembuatan: Dibuat infus. Cara pemakaian: Diminum sehari 1 kali 100 ml. Lama pengobatan: Diulang selama 14 hari. Demam dan Perut Kembung pada Anak-anak Ramuan: Umbi Bawang Merah (potong tipis) secukupnya Minyak Kelapa secukupnya Minyak Kayu Putih secukupnya Cara pembuatan: Diremas-remas. Cara pemakaian: Minyak tersebut dioleskan pada perut yang kembung, seluruh badan, kaki, dan tangnn pada anak yang demam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komposisi :&lt;br /&gt;Minyak atsiri, sikloaliin, metilaliin, dihidroaliin, flavonglikosida, kuersetin, saponin, peptida, fitohormon, vitamin, dan zat pati.&lt;br /&gt;   &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;&lt;!--
google_ad_client = "pub-1475618130762649";
google_ad_host = "pub-1556223355139109";
/* 120x600, dibuat 09/03/27 */
google_ad_slot = "9402366345";
google_ad_width = 200;
google_ad_height = 600;
google_language = "en";
//--&gt;
&lt;/script&gt;
&lt;script 
src="http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js" type="text/javascript"&gt;
&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7666631532607408890-3045149419498315561?l=cafesehat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cafesehat.blogspot.com/feeds/3045149419498315561/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7666631532607408890&amp;postID=3045149419498315561' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7666631532607408890/posts/default/3045149419498315561'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7666631532607408890/posts/default/3045149419498315561'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cafesehat.blogspot.com/2009/11/manfaat-bawang-merah.html' title='Manfaat Bawang Merah'/><author><name>kilat_news</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://3.bp.blogspot.com/-s_DF83Pzrhk/Tp0dSiiRrfI/AAAAAAAAAWY/LFhaC0e9qV0/s220/kalbu%2Bgiri.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7666631532607408890.post-7991219078127909405</id><published>2009-11-18T11:28:00.004+07:00</published><updated>2009-11-18T11:39:20.721+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita'/><title type='text'>MENJADIKAN GANGGUAN GINJAL LEBIH “BERSAHABAT”</title><content type='html'>Gangguan ginjal sering dikatakan sebagai penyakit orang tua, namun saat ini semakin banyak menyerang orang muda. Diduga penyebabnya adalah gaya hidup yang tidak sehat, antara lain aktivitas berkurang (tidak banyak bergerak) dan maraknya konsumsi makanan serta minuman olahan mengandung bahan kimia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gangguan ginjal, terutama penyakit ginjal kronis, memang sulit disembuhkan dan bisa menimbulkan bencana. Meski demikian, dengan perawatan medis dan teknik-teknik menolong diri sendiri yang tepat, banyak pasien gangguan ginjal yang bisa menikmati hidup yang lebih baik. Kuncinya adalah mendidik diri sendiri agar dapat menyesuaikan diri dengan keterbatasan yang dimiliki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Patuhi nasehat dokter agar disiplin minum obat yang telah diresepkan, melakukan cuci darah (bila memang sudah diperlukan) dan kontrol stres. Selain itu, banyak hal lain yang dapat dilakukan untuk membuat gangguan ginjal tersebut menjadi bersifat lebih "bersahabat".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut ini beberapa tips agar gangguan ginjal lebih "bersahabat" :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    1.  Mengatur pola makan rendah protein dengan kalori cukup untuk mencegah terjadinya atau berlanjutnya proses kerusakan fungsi ginjal. Hasil metabolisme protein yaitu urea, merupakan zat sisa metabolisme tubuh yang paling berbahaya bagi kerusakan ginjal bila jumlahnya berlebihan dan menumpuk banyak di dalam darah. Pembatasan protein diutamakan bagi mereka yang menunjukkan laju filtrasi glomerulus (LFG) di bawah 60 (sindrom nefrotik).&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;    2.  Minum air putih yang cukup, disarankan 10 atau 2 liter per hari. Bagilah menjadi jatah pagi 2 gelas, pukul 11 siang 1 gelas, setelah makan siang 2 gelas, sore 2 gelas, dan sebelum tidur malam 1 gelas lagi.&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;    3.  Berolahraga secara teratur, namun jangan memaksa diri. Olahraga terbukti menolong mengurangi rasa lelah dan rasa sakit pada penderita gangguan ginjal. Lakukanlah dalam batas kewajaran yaitu selama 30 menit 3 kali dalam seminggu, misalnya jogging, berenang atau olahraga ringan lainnya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;    4.  Hidup dengan santai. Dukungan keluarga, para sahabat dan relasi dapat menolong pasien gangguan ginjal mengatasi stres akibat penyakitnya. Hal ini minimal bermanfaat untuk mengontrol tekanan darah yang berpengaruh langsung dalam memperburuk kondisi kerusakan ginjal.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;    5.  Hindari konsumsi obat-obatan yang dapat membahayakan ginjal tanpa sepengetahuan dokter, misalnya obat pereda nyeri yang dijual bebas (OTC) yang mengandung ibuprofen atau herba yang tidak jelas kandungannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    6.  Obati penyakit yang bisa menurunkan fungsi ginjal seperti batu ginjal, hipertensi, diabetes, dan lupus.&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;    7.  Lakukan pemeriksaan kesehatan (medical check up) minimal 1 kali setahun untuk mereka yang berumur di bawah 40 tahun dan 2 kali setahun bila usia lebih dari 40 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah begitulah kira2 beberapa tips yang bisa kita pakai biar kita ga terlalu tersiksa karena ada gangguan ginjal di tubuh kita.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;&lt;!--
google_ad_client = "pub-1475618130762649";
google_ad_host = "pub-1556223355139109";
/* 120x600, dibuat 09/03/27 */
google_ad_slot = "9402366345";
google_ad_width = 200;
google_ad_height = 600;
google_language = "en";
//--&gt;
&lt;/script&gt;
&lt;script 
src="http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js" type="text/javascript"&gt;
&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7666631532607408890-7991219078127909405?l=cafesehat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cafesehat.blogspot.com/feeds/7991219078127909405/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7666631532607408890&amp;postID=7991219078127909405' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7666631532607408890/posts/default/7991219078127909405'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7666631532607408890/posts/default/7991219078127909405'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cafesehat.blogspot.com/2009/11/menjadikan-gangguan-ginjal-lebih.html' title='MENJADIKAN GANGGUAN GINJAL LEBIH “BERSAHABAT”'/><author><name>kilat_news</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://3.bp.blogspot.com/-s_DF83Pzrhk/Tp0dSiiRrfI/AAAAAAAAAWY/LFhaC0e9qV0/s220/kalbu%2Bgiri.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7666631532607408890.post-6231973570846262970</id><published>2009-11-17T17:48:00.001+07:00</published><updated>2009-11-17T17:49:37.045+07:00</updated><title type='text'>Vitamin D Tekan Risiko Kanker Payudara</title><content type='html'>&lt;br /&gt;SUATU riset terbaru mengindikasikan bahwa peningkatan konsumsi vitamin D melalui asupan makanan dan paparan terhadap sinar matahari berkaitan dengan berkurangnya risiko kanker payudara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti dilaporkan American Journal of Epidemiology, Senin (20/10), pemberian vitamin D dapat menekan kehadiran hormon reseptor kanker, yakni reseptor estrogen (ER) dan reseptor progesteron (PR).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hormon reseptor dapat dianalogikan sebagai telinga dalam sel payudara yang akan mendengarkan sinyal dari hormon. Ketika sinyal memerintahkan tumbuh, sel kanker akan berkembang pada sel payudara yang mengandung reseptor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kanker akan disebut ER-positive ( ER+ ) apabila penyebab berkembangnya adalah akibat adanya reseptor untuk hormone Estrogen. Sementara itu, bila penyebab berkembangnya adalah adanya reseptor untuk hormon progresteron, disebut PR-positive (PR+).&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Riset yang mengaitkan asupan vitamin D dengan kehadiran hormon reseptor itu dilakukan oleh Blackmore KM dan rekannya dari Mount Sinai Hospital di Ontario, Kanada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Riset dilakukan dengan cara membandingkan 758 penderita kanker payudara dan 1.135 partisipan kontrol yang tidak mengidap penyakit tersebut. Para peneliti menemukan bahwa partisipan yang asupan vitamin D-nya tinggi mengalami  26 persen penurunan risiko kanker payudara ER dan PR, dan 21 persen penurunan risiko tumor ER atau PR.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Studi tersebut juga mengindikasikan bahwa vitamin D berkaitan dengan pengurangan risiko kanker payudara tanpa mempedulikan apakah status tumornya ER atau PR.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Vitamin D ditemukan pada jenis makanan, seperti minyak ikan, makanan yang difortifikasi, seperti jus, sereal, dan susu, serta diperoleh dengan cara lain, seperti paparan terhadap sinar matahari.    &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;&lt;!--
google_ad_client = "pub-1475618130762649";
google_ad_host = "pub-1556223355139109";
/* 120x600, dibuat 09/03/27 */
google_ad_slot = "9402366345";
google_ad_width = 200;
google_ad_height = 600;
google_language = "en";
//--&gt;
&lt;/script&gt;
&lt;script 
src="http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js" type="text/javascript"&gt;
&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7666631532607408890-6231973570846262970?l=cafesehat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cafesehat.blogspot.com/feeds/6231973570846262970/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7666631532607408890&amp;postID=6231973570846262970' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7666631532607408890/posts/default/6231973570846262970'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7666631532607408890/posts/default/6231973570846262970'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cafesehat.blogspot.com/2009/11/vitamin-d-tekan-risiko-kanker-payudara.html' title='Vitamin D Tekan Risiko Kanker Payudara'/><author><name>kilat_news</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://3.bp.blogspot.com/-s_DF83Pzrhk/Tp0dSiiRrfI/AAAAAAAAAWY/LFhaC0e9qV0/s220/kalbu%2Bgiri.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7666631532607408890.post-350529967201910704</id><published>2009-11-17T17:46:00.001+07:00</published><updated>2009-11-17T17:47:33.558+07:00</updated><title type='text'>Rokok Bisa Tingkatkan Risiko Katarak</title><content type='html'>&lt;br /&gt; KONDISI lensa mata sangat berpengaruh pada tajamnya penglihatan. Jika lensa mata keruh, gambar yang tertangkap tidak jelas. Katarak adalah perubahan lensa mata yang sebelumnya jernih dan tembus cahaya menjadi keruh, sehingga bayangan yang dihasilkan pada retina mata menjadi kabur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu hal yang penting untuk diketahui adalah katarak bisa disembuhkan. Operasi adalah cara yang paling tepat untuk mengatasi katarak. Masalahnya, di Indonesia saat ini masih ada ketidakseimbangan antara jumlah penderita katarak dengan operasi katarak. "Sehingga banyak jumlah penderita katarak yang masih belum disembuhkan," kata dr Jusuf Wijaya SpM dari Rumah Sakit Royal Taruma, Jakarta Barat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gejala dan Penyebab&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses katarak biasanya terjadi secara perlahan, sehingga orang yang mengalaminya sering mengeluhkan penurunan ketajaman penglihatannya. Gejala gangguan katarak pada umumnya meliputi penglihatan yang tidak jelas seperti adanya kabut yang menghalangi obyek, peka terhadap sinar matahari, terkadang penglihatan pada satu mata menjadi dua atau ganda, jika ingin membaca, si penderita harus membutuhkan cahaya yang terang dan lensa mata berubah menjadi buram seperti kaca susu. "Perubahan tajam penglihatan menjadi kabur membuat orang yang mengalami gangguan itu sering mengganti ukuran kaca matanya," kata dr Jusuf.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gangguan penglihatan pada penderita katarak tergantung pada letak kekeruhan lensa mata. Bila katarak terdapat pada pinggir lensa atau tidak terletak pada bagian tengah lensa, penderita tidak merasakan adanya gangguan penglihatan. "Jika kekeruhan terdapat pada bagian tengah lensa, tajam penglihatan akan terganggu," lanjutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian besar katarak terjadi karena proses degeratif yang umumnya terjadi pada usia lanjut yaitu usia 60 tahun ke atas. Akan tetapi katarak dapat pula terjadi pada bayi yang disebut dengan katarak kongelital karena sang ibu telah terinfeksi virus pada saat hamil muda. Katarak juga terjadi pada mereka yang mengalami miopia atau rabun jauh. Dan ini bisa terjadi pada usia yang lebih muda. "Hal itu dikarenakan proses degeratif yang terjadi pada lensa mata orang miopia lebih cepat terjadi," ungkapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Katarak juga dapat disebabkan oleh adanya penyakit sistematis misalnya diabetes melitus (DM) atau kencing manis, penggunaan obat tertentu khususnya steroid dalam dosis tinggi dan jangka waktu yang panjang, mata yang terkena sinar matahari (UV) dalam waktu yang cukup lama tanpa adanya pelindung, terlalu sering merokok, dan mengonsumsi alkohol. "Katarak juga terjadi karena orang tersebut pernah melakukan operasi, trauma atau kecelakaan pada mata, dan bisa juga ignorance yaitu ketidakpedulian seseorang ketika mengalami penurunan ketajaman penglihatan dan tidak ke dokter spesialis mata untuk memeriksakan matanya," jelasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengobatan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu-satunya cara untuk mengatasi katarak adalah operasi. Itulah cara yang paling tepat. Dahulu, katarak baru dioperasi bila dikatakan sudah matang atau kekeruhan lensanya sudah penuh. Pada kondisi itu sudah barang tentu penderitanya telah mengalami kebutaan. Sekarang tidak lagi. Sejak katarak diketahui masih dini pun sudah bisa dioperasi. "Dengan begitu, penderita terhindar dari kebutaan yang sebenarnya bisa dicegah," tandasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang ini, teknik operasi katarak sudah menggunakan alat modern yang disebut dengan phacaoemulsification. Dengan alat ini, dokter bisa melakukan penyerpian lensa pada mata orang yang mengalami katarak dan penyedotan serpian-serpian lensa tersebut. Sayatan yang dilakukan sangat minimal, yaitu sekitar 2 mm saja, sehingga hanya digunakan obat bius lokal (dalam bentuk obat tetes mata). Luka sayatannya pun tidak perlu dijahit. "Waktu operasi menjadi lebih singkat dan setelah operasi pasien dapat kembali beraktivitas seperti biasa," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahap operasi, lensa keruh dihancurkan dan dikeluarkan. Setelah itu dimasukkan lensa penggantinya atau Artifical Intraocular Lens (IOL). Saat ITU IOL telah mengalami perkembangan pesat. Dahulu, IOL yang biasa digunakan adalah jenis lensa standar nonaspheric. Kekurangannya itu dapat diperbaiki dengan adanya lensa aspheric yangn mempunyai sifat mengurangi bias sehingga kualitas penglihatan menjadi lebih baik," terangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu juga ada pula lensa multifokal yang berfungsi untuk mengoreksi penglihatan jauh dan dekat, sehingga penderita setelah operasi diharapkan bebas dari kacamata. Ada pula lensa toric yang mampu mengoreksi mata silinder. "Pemilihan jenis lensa itu dapat disesuaikan dengan kebutuhan pasien," tukasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pencegahan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa cara untuk mencegah terjadinya katarak, antara lain menghindari paparan sinar matahari atau sinar ultraviolet (UV) secara langsung dengan memakai kacamata gelap. Mengapa? Karena sinar ultraviolet dapat menyebabkan pembentukan katarak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara lain ada mengonsumsi makanan dan minuman bergizi. Sayur-sayuran dan buah-buahan, seperti jeruk, mengandung vitamin C yang berfungsi sebagai antioksidan untuk melumpuhkan radikal bebas penyebab penuaan sel, sehingga berguna untuk mencegah katarak. "Anggur banyak mengandung proantosianidin dan lebih kuat dari vitamin C dan E. Proantossianidin bisa memperbaiki fungsi retina, terutama yang rusak akibat pendarahan pembuluh darah di mata dan ketidakseimbangan gula darah. Dan nanas banyak mengandung vitamin dan mineral misalnya vitamin C, B kompleks, betakaroten atau pro vitamin A," jelasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, ikan salmon dan tuna juga bisa membantu mencegah katarak. Dagingnya yang berwarna gelap kaya akan DHA (Docosahexaenoid Acid) dan mengandung asam lemak omega 3 yang berperan penting dalam pembentukan retina mata. "Dan bagi yang merokok, berhentilah merokok karena rokok memproduksi risiko bebas yang meningkatkan risiko katarak. Konsumsilah makanan bergizi yang seimbang," tandasnya.&lt;br /&gt;   &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;&lt;!--
google_ad_client = "pub-1475618130762649";
google_ad_host = "pub-1556223355139109";
/* 120x600, dibuat 09/03/27 */
google_ad_slot = "9402366345";
google_ad_width = 200;
google_ad_height = 600;
google_language = "en";
//--&gt;
&lt;/script&gt;
&lt;script 
src="http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js" type="text/javascript"&gt;
&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7666631532607408890-350529967201910704?l=cafesehat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cafesehat.blogspot.com/feeds/350529967201910704/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7666631532607408890&amp;postID=350529967201910704' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7666631532607408890/posts/default/350529967201910704'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7666631532607408890/posts/default/350529967201910704'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cafesehat.blogspot.com/2009/11/rokok-bisa-tingkatkan-risiko-katarak.html' title='Rokok Bisa Tingkatkan Risiko Katarak'/><author><name>kilat_news</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://3.bp.blogspot.com/-s_DF83Pzrhk/Tp0dSiiRrfI/AAAAAAAAAWY/LFhaC0e9qV0/s220/kalbu%2Bgiri.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7666631532607408890.post-2156910368656612623</id><published>2009-11-12T16:53:00.003+07:00</published><updated>2009-11-12T17:33:21.174+07:00</updated><title type='text'>Vaksin Meningitis Tetap Diberikan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_zYELQSPomEA/SvvkZHkiBqI/AAAAAAAAAVs/EwZSYdWXSDQ/s1600-h/hendrie.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 221px; height: 166px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_zYELQSPomEA/SvvkZHkiBqI/AAAAAAAAAVs/EwZSYdWXSDQ/s400/hendrie.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5403163298141177506" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemberian vaksin Meningitis kepada jemaah haji tahap kedua dilangsungkan di Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Medan. Padahal, vaksinasi ini menuai pro kontra karena disebut-sebut mengandung enzim yang berunsur babi, namun vaksinasi ini tetap saja berlangsung di Klinik Bestari sejak 30 September – 17 Oktober 2009 mendatang. Bagaimana proses ini dilangsungkan? Berikut petikan wawancara bersama Dr. Rumondang, Kabid PMK, Dinas Kesehatan Medan bersama wartawan Sumut Pos, Adelina Savitri, kemarin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada berapa jumlah vaksin yang akan disediakan pada proses vaksinasi tahap kedua ini?&lt;br /&gt;Kami mempersiapkan sebanyak 2700-3000 vaksin Meningitis untuk para calon jemaah haji yang akan berangkat pada ibadah haji tahun ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu berapa vaksin yang ditargetkan setiap harinya dalam proses ini?&lt;br /&gt;Setidaknya ditargetkan antara 100-200 vaksin Meningitis yang diberikan kepada para calon jemaah haji setiap harinya di Klinik Bestari ini. Prosesnya berlangsung sejak pukul 10.00 -14.00 WIB. Pertama-tama, para calon jemaah haji yang datang ke klinik ini mendaftarkan diri, dengan membawa bukti kelengkapan haji. Diantaranya juga membawa bukti pemeriksaan kesehatan pertama yang dilakukan di Puskesmas, kemudian data diri pribadi jemaah haji. Setelah itu masuk ke ruangan poliklinik yang terbagi dua, yakni, poliklinik pria dan poliklinik perempuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adakah persyaratan lainnya?&lt;br /&gt;Di poliklinik tersebut, para jemaah haji akan diperiksa kesehatannya, termasuk melakukan wawancara riwayat kesehatannya. Bila dari hasil pemeriksaan kesehatan ditemukan kelainan-kelainan, maka calon jemaah haji tersebut akan melakukan pemeriksaan laboratorium, lalu dilakukan pengobatan, agar kesehatannya bagus. Setelah itu jemaah haji tersebut memasuki kamar suntikan yang tersedia. Disinilah vaksin diberikan, dimana satu seri suntikan vaksinasi Menginitis untuk satu calon jemaah haji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana dengan proses pemberian vaksinasi di tahap pertama?&lt;br /&gt;Ketahui terlebih dahulu bahwa ada tiga bagian dalam proses pemberian vaksin Menginitis bagi calon jemaah haji ini. Pertama para calon jemaah haji melakukan pemeriksaan kesehatan di puskesmas-puskesmas yang ditunjuk. Setidaknya ada sebanyak 18 puskesmas yang terlibat dalam penatalaksanaan vaksinasi ini. Hal ini persisnya dilakukan 2-3 bulan lalu, berarti Mei-Juni 2009 lalu. Tahap kedua berlangsung hari ini, dalam kurun waktu 18 hari. Dimana, para calon jemaah haji tersebut disuntik vaksin meningitis. Baru pada tahap ketiga nanti akan dilakukan di Klinik Embaraski yang rencananya dilakukan pada Oktober atau November 2009 mendatang. Khusus di bagian ini, jemaah haji tidak diberi vaksin lagi, hanya melakukan pemeriksaan kesehatan akhir, apakah sudah layak untuk berangkat haji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa kegunaan dari vaksin ini sebenarnya?&lt;br /&gt;Vaksin ini untuk mencegah penyakit Meningitis Meningokokus, yakni penyakit radang selaput otak dan selaput sumsum tulang yang terjadi secara akut dan cepat menular. Umumnya meningitis disebabkan oleh infeksi virus, meski ada juga kasus yang disebabkan akibat infeksi bakteri,jamur, atau parasit. Meningitis akibat bakteri umumnya lebih serius dan bisa berakibat fatal dibandingkan dengan infeksi virus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila dibandingkan tahun lalu, jumlah peserta jemaah haji yang melakukan vaksinasi ini?&lt;br /&gt;Tahun lalu saja setidaknya tercatat ada sebanyak 3400 vaksin yang diberikan untuk 3400 jemaah haji pada 2008 lalu. Sedangkan pada 2009 ini, hanya ada sebanyak 2700-3000 vaksinasi yang disiapkan untuk peserta jemaah haji. Soal jenis kelamin pun, perserta jemaah haji perempuan yang terbanyak. Setidaknya secara persentase ada sekitar 60 persennya adalah perempuan.(*)     &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;&lt;!--
google_ad_client = "pub-1475618130762649";
google_ad_host = "pub-1556223355139109";
/* 120x600, dibuat 09/03/27 */
google_ad_slot = "9402366345";
google_ad_width = 200;
google_ad_height = 600;
google_language = "en";
//--&gt;
&lt;/script&gt;
&lt;script 
src="http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js" type="text/javascript"&gt;
&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7666631532607408890-2156910368656612623?l=cafesehat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cafesehat.blogspot.com/feeds/2156910368656612623/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7666631532607408890&amp;postID=2156910368656612623' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7666631532607408890/posts/default/2156910368656612623'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7666631532607408890/posts/default/2156910368656612623'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cafesehat.blogspot.com/2009/11/vaksin-meningitis-tetap-diberikan.html' title='Vaksin Meningitis Tetap Diberikan'/><author><name>kilat_news</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://3.bp.blogspot.com/-s_DF83Pzrhk/Tp0dSiiRrfI/AAAAAAAAAWY/LFhaC0e9qV0/s220/kalbu%2Bgiri.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_zYELQSPomEA/SvvkZHkiBqI/AAAAAAAAAVs/EwZSYdWXSDQ/s72-c/hendrie.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7666631532607408890.post-1077972143029329156</id><published>2009-11-12T15:21:00.001+07:00</published><updated>2009-11-12T15:24:15.882+07:00</updated><title type='text'>INFERTILITAS , KETAKUTAN SETIAP PASANGAN</title><content type='html'>&lt;br /&gt; JIKA BUAH HATI GA KUNJUNG HADIR…&lt;br /&gt;  Kehadiran buah hati adalah dambaan setiap pasutri. Jika si kecil tak kunjung dating,setiap pasangan harus segera memeriksakan diri,termasuk suami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;       Infertilitas primer atau ketidak mampuan untuk hamil setelah 1 tahun menikah tanpa penggunaan kontrasepsi,terjadi pada 15% pasangan,beberapa diantaranya tidak memiliki riwayat medis yang mengarah pada kelainan system reproduksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekitar 30% dari pasangan infertile disebabkan oleh suami dan 20% disebabkan kelainan dari kedua belah pihak pasangan. Oleh karena itu factor dari suami berperan penting pada sekitar 50% pasangan infertile.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa penyebab terjadinya infertilitas pada pria :&lt;br /&gt;@  Berkurangnya jumlah produksi sperma&lt;br /&gt;@  Sumbatan pada system pengeluaran sperma&lt;br /&gt;@  Terbentuknya antibodi terhadap sperma&lt;br /&gt;@   Kerusakan pada testis&lt;br /&gt;@   Gangguan produksi hormone&lt;br /&gt;@   Terjadinya pembesaran pembuluh darah testis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keadaan penyebab infertilitas tersebut dapat diketahui awalnya dengan cara melakukan pemeriksaan riwayat medis dan pemeriksaan fisik. Kemudian dilanjutkan dengan pemeriksaan laboratorium.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk pemeriksaan laboratorium antara lain :&lt;br /&gt;1. Analisa Sperma&lt;br /&gt;2. Urinalisis&lt;br /&gt;3. LH&lt;br /&gt;4. FSH&lt;br /&gt;5. Prolaktin&lt;br /&gt;6. Testosteron&lt;br /&gt;7. Antibodi anti sperma&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Analisa Sperma&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehamilan terjadi karena adanya pertemuan antara sel telur dengan sperma. Oleh karena itu pemeriksaan terhadap sperma adalah bagian utama yang harus dilakukan. Pada pemeriksaan analisa sperma yang dievaluasi adalah jumlah, kualitas gerakan dan bentuk sperma.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persiapan sebelum analisa sperma.&lt;br /&gt;Tidak boleh mengalami ejakulasi baik melalui aktivitas seksual, masturbasi ataupun pengeluaran sperma pada saat mimpi dalam waktu 2-7 hari sebelum pemeriksaan karena akan mempengaruhi kwantitas dan kwalitas sperma.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Urinalisis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemeriksaan urin lengkap sangat membantu untuk mengevaluasi keadaan infertile pada pria.&lt;br /&gt;Dengan pemeriksaan itu juga dapat dilihat apabila ada retrograde ejacuolation selain berguna untuk menduga adanya infeksi di prostate atau saluran kemih,kerusakan ginjal dan diabetes. Retrogade ejaculation adalah suatu keadaan dimana terjadi kelainan pada saluran keluarnya sperma, yang mengakibatkan sperma tidak keluar sebagaimana mestinya melainkan masuk dan keluar melalui saluran kemih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Luteinizing Hormone (LH)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fungsi LH pada Pria :&lt;br /&gt;a. Merangsang testis untuk mensintesis hormone steroid&lt;br /&gt;b. Merangsang produksi testosterone pada sel leydig&lt;br /&gt;            Peningkatan kadar LH :&lt;br /&gt;- Gagal testis primer&lt;br /&gt;- Seminiferous tubule dysgenesis ( Sindrom Klinefelter)&lt;br /&gt;- Sertoli cell failure&lt;br /&gt;            Pengukuran kadar LH penting untuk :&lt;br /&gt;- Evaluasi infertilitas&lt;br /&gt;- Diagnosis gangguan gonad atau pituitary.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     4.    Follicle Stimulating Hormone (FSH)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;            Fungsi FSH pada pria :&lt;br /&gt;- Merangsang aktivitas ditubulus seminiferus seperti : spermatogenesis, sintesis androgen binding protein(ABP), dan inhibin.&lt;br /&gt;- Merangsang sekresi estrogen pada sel sertoli&lt;br /&gt;- Memperkuat efek LH dalam merangsang sel leydig dengan menambah reseptor LH pada sel tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.   PROLAKTIN  &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kadar prolaktin yang tinggi pada pria dapat menghambat/mempengaruhi sekresi       hormone-hormon seks yang berakibat spermatogenesis terganggu atau impotensi.&lt;br /&gt;Pemeriksaan prolaktin diperlukan pada keadaan :&lt;br /&gt;- kurangnya libido&lt;br /&gt;- impotensi&lt;br /&gt;- pasien yang mengalami pengobatan akibat tumor pituitary (pembedahan/sinar)&lt;br /&gt;6. Testosteron&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah hormone yang paling penting pada pria dihasilkan oleh sel leydig (testis)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fungsi testosteron:&lt;br /&gt;- Mempengaruhi perkembangan sifat-sifat seks sekunder pria.&lt;br /&gt;- Memberikan feedback negative melalui pituitary dan hipotalamus,menghasilkan penurunan sekresi LH.&lt;br /&gt;- Menjaga fungsi kelenjar prostate dan vesikel seminalis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7.  Antibodi Anti Sperma&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu factor infertilitas yang disebabkan oleh pria adalah antibody terhadap sperma. Pada kasus infertilitas akibat adanya antibody anti sperma ini, awalnya adalah karena timbulnya antibody sperma pada laki-laki. Antibodi terhadap sperma ini merupakan fenomena autoimun, karena system imun membentuk antibody terhadap antigen tubuhnya sendiri yaitu sperma.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Antibodi ini dapat ditemukan dalam darah, plasma seminal maupun terikat pada permukaan sperma. Antibodi biasanya ditemukan pada beberapa pria denagn penyakit testicular dan penyakit autoimun spermatogenesis.&lt;br /&gt;   &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;&lt;!--
google_ad_client = "pub-1475618130762649";
google_ad_host = "pub-1556223355139109";
/* 120x600, dibuat 09/03/27 */
google_ad_slot = "9402366345";
google_ad_width = 200;
google_ad_height = 600;
google_language = "en";
//--&gt;
&lt;/script&gt;
&lt;script 
src="http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js" type="text/javascript"&gt;
&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7666631532607408890-1077972143029329156?l=cafesehat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cafesehat.blogspot.com/feeds/1077972143029329156/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7666631532607408890&amp;postID=1077972143029329156' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7666631532607408890/posts/default/1077972143029329156'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7666631532607408890/posts/default/1077972143029329156'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cafesehat.blogspot.com/2009/11/infertilitas-ketakutan-setiap-pasangan.html' title='INFERTILITAS , KETAKUTAN SETIAP PASANGAN'/><author><name>kilat_news</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://3.bp.blogspot.com/-s_DF83Pzrhk/Tp0dSiiRrfI/AAAAAAAAAWY/LFhaC0e9qV0/s220/kalbu%2Bgiri.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7666631532607408890.post-3121101686195712999</id><published>2009-11-05T17:10:00.001+07:00</published><updated>2009-11-05T17:10:57.722+07:00</updated><title type='text'>MAKANAN YANG AMAN BAGI PENDERITA MAAG</title><content type='html'>Jika Anda dinyatakan positif menderita sakit maag, sebaiknya kenali jenis-jenis makanan yang tidak mengganggu maag Anda. Kuncinya, makanlah dalam posrsi kecil dengan frekuensi yang sering. Dalam buku “50 Ways to Relieve Heartburn, Reflux, and Ulcers”, M. Sara Rosenthal menyarankan penderita maag untuk mempertimbangkan makanan yang dapat mengurangi serangan nyeri lambung, seperti kentang, pisang, brokoli, kol, dan bubur. Selain dapat menetralisir asam lambung, makanan tersebut juga dapat memberi rasa kenyang yang lebih lama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kentang adalah sumber karbohidrat yang baik dan mampu memberikan rasa kenyang yang cukup lama. Bubur kentang atau jus kentang yang bersifat basa di pagi hari bermanfaat untuk menetralisir asam lambung sebelum Anda menyantap makanan lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pisang Masak adalah salah satu jenis buah-buahan yang mengandung kalium, selain melon, pepaya dan tomat. Kalium yang dikandung dalam buah-buahan tersebut bermanfaat menyeimbangkan pH (derajat keasaman) di dalam lambung. Pisang juga mampu memberi rasa kenyang sehingga amat baik dikonsumsi di antara waktu makan. Selain itu, pisang juga kaya akan potasium yang mampu menormalkan peningkatan tekanan darah akibat serangan stres.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Brokoli merupakan sumber kalium dan sulfur yang baik. Sulfur mampu berperan sebagai antioksidan pelindung lapisan dalam kulit lambung. Brokoli juga kaya akan vitamin C yang baik untuk memelihara stamina tubuh. Makanan lain yang mengandung sulfur adalah bawang merah dan bawang putih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bubur Ayam bagi penderita sakit maag akut sangat berguna untuk mencegah dan meringankan serangan rasa sakit. Sebaiknya hindari sate jeroan yang sulit dicerna, namun sebagai penambah rasa boleh ditambahkan telur rebus, kecap dan sedikit kerupuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lidah Buaya bermanfaat meredakan panas dalam dan mempercepat penyembuhan luka. Kandungan saponinnya mempunyai kemampuan antiseptik, sedangkan kandungan antrakuinon dan kuinonnya berkhasiat sebagai antibiotik, penghilang rasa sakit dan merangsang pertumbuhan sel baru pada kulit. Selain itu, kandungan mukopolisakarida di dalam lidah buaya juga berguna untuk memulihkan radang, termasuk radang saluran pencernaan dan arthritis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kol, meski banyak dijauhi karena mengandung gas, banyak ahli kesehatan yang justru memanfaatkan kol untuk mengatasi penyakit maag. Menurut Dr. Michael T. Murray, ahli naturopati dari Bellevue Washington, kol mengandung asam amino glutamin yang dapat meningkatkan aliran darah ke perut, memberikan nutrisi bagi sel dalam lambung, membantu melindungi lapisan perut, dan mengobati luka pada saluran pencernaan. Mengenai konsumsi kol ini, sebaiknya konsultasikan dengan dokter Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Permen Karet menurut Dr. David C. Metz, guru besar pengobatan divisi gastroenterologi University of Pennsylvania Health System di Philadelphia, aktivitas mengunyah bisa merangsang produksi air liur yang bersifat basa sehingga mampu menetralisir asam lambung. Selain itu, bertambahnya produksi air liur juga dapat meningkatkan upaya pembersihan lambung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Tips ini dimuat dalam rubrik Aktualita “Sakit Maag, Bukan Karena Stres Dan Terlalu Banyak Makan Pedas Saja”, Smart Living Edisi 18, April – Mei 2009)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;&lt;!--
google_ad_client = "pub-1475618130762649";
google_ad_host = "pub-1556223355139109";
/* 120x600, dibuat 09/03/27 */
google_ad_slot = "9402366345";
google_ad_width = 200;
google_ad_height = 600;
google_language = "en";
//--&gt;
&lt;/script&gt;
&lt;script 
src="http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js" type="text/javascript"&gt;
&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7666631532607408890-3121101686195712999?l=cafesehat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cafesehat.blogspot.com/feeds/3121101686195712999/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7666631532607408890&amp;postID=3121101686195712999' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7666631532607408890/posts/default/3121101686195712999'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7666631532607408890/posts/default/3121101686195712999'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cafesehat.blogspot.com/2009/11/makanan-yang-aman-bagi-penderita-maag.html' title='MAKANAN YANG AMAN BAGI PENDERITA MAAG'/><author><name>kilat_news</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://3.bp.blogspot.com/-s_DF83Pzrhk/Tp0dSiiRrfI/AAAAAAAAAWY/LFhaC0e9qV0/s220/kalbu%2Bgiri.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7666631532607408890.post-3504484208416740192</id><published>2009-11-05T17:06:00.001+07:00</published><updated>2009-11-05T17:06:26.051+07:00</updated><title type='text'>Efek Rokok Lebih Berat pada Wanita</title><content type='html'>Kaum perempuan, ini saatnya untuk mengucapkan selamat tinggal pada rokok. Meski merokok lebih sedikit dibanding pria, perempuan ternyata lebih rentan pada efek kerusakan paru akibat zat karsinogen yang terdapat dalam sebatang rokok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesimpulan tersebut dibuat berdasarkan penelitian yang dilakukan terhadap 700 pasien kanker paru. Para peneliti menemukan, meski wanita merokok secara kuantitas lebih sedikit dibanding pria, ternyata mereka cenderung berusia lebih muda saat didiagnosis terkena kanker paru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penelitian lain yang dilakukan para ahli dari Universitas Harvard, AS, dan Universitas Bergen di Norwegia terhadap 950 pria dan wanita yang menderita penyakit paru obstruktif kronik (COPD), penyakit akibat rokok, menemukan hasil yang hampir sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diketahui, pasien COPD wanita umumnya berusia lebih muda ketika mereka didiagnosis memiliki penyakit tersebut, dan mereka merokok lebih sedikit dibanding pria. "Wanita lebih rentan terhadap efek kerusakan paru-paru akibat rokok," kata dr Inga-Cecilie Soerheim, peneliti tamu di Harvard yang hasil penelitiannya dipresentasikan dalam pertemuan tahunan American Thoraric Society's.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tipe kanker paru-paru berbeda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fakta dari sejumlah penelitian dalam 20 tahun lalu telah menyatakan bahwa perokok wanita lebih rentan terkena kanker paru-paru dibanding perokok pria.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soerheim dan rekannya, dr Dawn L DeMeo, asisten profesor obat-obatan pada Sekolah Harvard Medical dan Brigham dan Rumah Sakit Wanita di Boston, menemukan bahwa pada tahun 2000, angka kematian wanita terhadap COPD melebihi pria, meski para peneliti belum mengetahui alasannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, dr Michael Thun, mantan Direktur Penelitian Epidemiologi di American Cancer Society, tidak menerima secara cepat teori tesebut. “Bukti sebenarnya menunjukkan bahwa wanita dan pria sama-sama berisiko terkena kanker paru-paru, dengan atau tanpa merokok,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, Thun menambahkan, tipe kanker paru-paru mereka berbeda, mengacu pada daerah paru-paru yang memiliki kemungkinan bahwa kanker terjadi pada wanita dan pria.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkait dengan penelitian baru COPD, yang menyatakan wanita lebih rentan, Thun berpendapat, ada faktor lain yang memicu, seperti harapan hidup wanita yang lebih lama. Selain itu, fokus pada kemungkinan perbedaan jender mungkin dilupakan. Sebaliknya, ia menekankan agar ahli kesehatan dan masyarakat umum perlu fokus jika merokok adalah kontribusi terbesar pada kanker paru-paru dan COPD.   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jika mereka berhenti merokok sebelum berusia 50 tahun, maka sebagian besar risiko tersebut bisa dihindari,” ujarnya, mengutip penelitian yang sudah dipublikasikan. Kemudian ketika mereka berhenti, wanita dan pria dapat mencari cara lain untuk mengurangi risiko terhadap kanker paru-paru, seperti menghindari asap rokok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut American Cancer Society, kanker paru-paru menjadi penyebab tertinggi terhadap kematian pria dan wanita di Amerika Serikat. Lebih banyak orang yang meninggal akibat kanker paru-paru dibanding dengan kanker kolon, serta kombinasi kanker payudara dan prostat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lembaga ini memperkirakan, lebih dari 219.000 kasus baru kanker paru-paru akan terdiagnosis tahun ini, dan 159.390 orang akan meninggal akibat penyakit tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : kompas.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;&lt;!--
google_ad_client = "pub-1475618130762649";
google_ad_host = "pub-1556223355139109";
/* 120x600, dibuat 09/03/27 */
google_ad_slot = "9402366345";
google_ad_width = 200;
google_ad_height = 600;
google_language = "en";
//--&gt;
&lt;/script&gt;
&lt;script 
src="http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js" type="text/javascript"&gt;
&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7666631532607408890-3504484208416740192?l=cafesehat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cafesehat.blogspot.com/feeds/3504484208416740192/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7666631532607408890&amp;postID=3504484208416740192' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7666631532607408890/posts/default/3504484208416740192'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7666631532607408890/posts/default/3504484208416740192'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cafesehat.blogspot.com/2009/11/efek-rokok-lebih-berat-pada-wanita.html' title='Efek Rokok Lebih Berat pada Wanita'/><author><name>kilat_news</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://3.bp.blogspot.com/-s_DF83Pzrhk/Tp0dSiiRrfI/AAAAAAAAAWY/LFhaC0e9qV0/s220/kalbu%2Bgiri.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7666631532607408890.post-678010917842840815</id><published>2009-11-05T16:52:00.000+07:00</published><updated>2009-11-05T16:53:11.365+07:00</updated><title type='text'>Bayam Jepang, Antipenuaan dan Tangkal Kanker</title><content type='html'>width='100'&lt;br /&gt;Bayam berasal dari Amerika dan Selandia Baru. Di Eropa dan Australia, awalnya bayam adalah tanaman hias. Baru ditahun 1960-an penduduk Australia mulai melirik bayam sebagai bahan makanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua jenis bayam yang dikenal di Indonesia adalah bayam cabut/bayam sekul/bayam putih dan bayam tahun/bayam skop/bayam kakap. Bayam cabut disukai karena enak, lunak, memberikan rasa dingin di perut, dan melancarkan pembuangan kotoran. Bayam tahun memiliki ciri utama daun lebar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jenis bayam yang kini mulai dikenal adalah spinacia, yang hanya dimakan daunnya. Contoh spinacia adalah bayam Jepang atau lebih dikenal dengan sebutan "horenso." Bayam ini kini dapat ditemukan di berbagai supermarket di Indonesia. Pembudidayaan bayam ini umumnya dilakukan secara organik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti bayam umumnya, bayam Jepang kaya zat gizi. Zat gizi yang terkandung pada bayam adalah vitamin dan mineral. Vitamin yang banyak terkandung dalam bayam Jepang adalah vitamin K, A, C, B1, B2, B6, asam folat, dan vitamin E. Secangkir bayam rebus merupakan sumber mineral mangan, magnesium, besi, kalsium, kalium, tembaga, fosfor, dan seng.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bayam merupakan sumber vitamin K yang baik. Vitamin ini berperan besar dalam pengaktifan banyak jenis protein yang terlibat dalam proses pembekuan darah. Vitamin K juga turut berperan dalam banyak proses yang terjadi pada tubuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Riset-riset terbaru menunjukkan vitamin K berperan sebagai antipenuaan yang lebih efektif dibandingkan dengan vitamin E. Vitamin K juga berperan dalam mencegah penyakit jantung dan stroke, karena dapat mengurangi pengerasan pembuluh darah oleh timbunan plak kalsium.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa penelitian juga menunjukkan vitamin K dapat bertindak sebagai racun dalam sel-sel kanker, tetapi tidak membahayakan sel-sel yang sehat. Fungsi lain yang turut dilaporkan adalah dalam mencegah penyakit alzheimer, pengontrolan kadar gula darah, serta mencegah sitokin, pembawa pesan yang berperan dalam menyebabkan pembengkakan pada sambungan tulang saat penuaan terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayuran ini juga merupakan sumber vitamin A yang sangat baik. Selain berguna untuk organ penglihatan di malam hari, vitamin A juga bermanfaat untuk kekebalan tubuh, pembentukan serta pemeliharaan sel-sel kulit, saluran pencernaan, dan selaput kulit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bayam merupakan sumber zat besi yang baik, sehingga diperlukan oleh wanita, terutama pada saat menstruasi untuk mengganti darah yang hilang. Zat besi merupakan komponen yang penting dalam hemoglobin. Bagi anak-anak di masa pertumbuhan bayam sangat baik, apalagi yang menderita anemia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : kompas.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;&lt;!--
google_ad_client = "pub-1475618130762649";
google_ad_host = "pub-1556223355139109";
/* 120x600, dibuat 09/03/27 */
google_ad_slot = "9402366345";
google_ad_width = 200;
google_ad_height = 600;
google_language = "en";
//--&gt;
&lt;/script&gt;
&lt;script 
src="http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js" type="text/javascript"&gt;
&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7666631532607408890-678010917842840815?l=cafesehat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cafesehat.blogspot.com/feeds/678010917842840815/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7666631532607408890&amp;postID=678010917842840815' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7666631532607408890/posts/default/678010917842840815'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7666631532607408890/posts/default/678010917842840815'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cafesehat.blogspot.com/2009/11/bayam-jepang-antipenuaan-dan-tangkal.html' title='Bayam Jepang, Antipenuaan dan Tangkal Kanker'/><author><name>kilat_news</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://3.bp.blogspot.com/-s_DF83Pzrhk/Tp0dSiiRrfI/AAAAAAAAAWY/LFhaC0e9qV0/s220/kalbu%2Bgiri.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7666631532607408890.post-8622282127329972422</id><published>2009-11-05T16:50:00.000+07:00</published><updated>2009-11-05T16:51:33.647+07:00</updated><title type='text'>Bahayanya Mengkonsumsi Makanan yang banyak mengandung Serat dalam jumlah yang banyak</title><content type='html'>Serat diketahui memiliki manfaat yang bagus bagi tubuh. Tapi penelitian baru-baru ini menunjukkan bahwa konsumsi serat yang terlalu banyak bisa menurunkan kadar estrogen dan beberapa hormon reproduksi lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peneliti menemukan dari sekitar 250 perempuan berusia 18 sampai 44 tahun, didapatkan perempuan yang mengonsumsi serat berlebih memiliki kadar estrogen dan beberapa hormon reproduksi lainnya seperti progesteron, hormon luteinizing dan follicle-stimulating hormone yang lebih rendah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asupan serat yang tinggi terutama dari buah-buahan juga dikaitkan dengan risiko tinggi memiliki siklus menstruasi anovulatori, dimana ovarium gagal melepaskan sel telur. Penemuan ini telah dilaporkan dalam American Journal of Clinical Nutrition. Hasil ini bukan berarti mengonsumsi serat itu buruk, tapi jumlahnya saja yang harus diperhatikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengonsumsi makanan serat tinggi memang memiliki banyak manfaat, termasuk menurunkan risiko penyakit jantung, diabetes, kanker usus besar dan kanker payudara. Para ahli menyarankan bagi orang dewasa agar mendapatkan serat sebanyak 20 sampai 35 gram setiap harinya, tapi jumlah ini tergantung dari asupan kalori masing-masing orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anovulatori dapat disebabkan oleh beberapa hal termasuk olahraga berlebihan, terlalu sedikit atau banyak lemak tubuh, disfungsi kelenjar tiroid dan polycystic ovarian syndrome yaitu gangguan hormon yang merupakan penyebab umum ketidaksuburan. Perempuan yang tidak berovulasi teratur biasanya memiliki periode menstruasi tidak teratur atau tidak sama sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua perempuan yang ikut dalam studi ini dalam keadaan sehat dan memiliki periode menstruasi teratur. Namun, dilaporkan memiliki asupan serat yang lebih tinggi dari apa yang direkomendasikan dan lebih cenderung memiliki minimal satu siklus anovulatoir lebih dari dua bulan. Para peneliti mengukur anovulasi dengan mengukur reproduksi perempuan-kadar hormon lebih dari dua periode menstruasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika para peneliti memperhitungkan faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhi ovulasi termasuk berat badan, ras, tingkat olahraga dan asupan kalori. Didapatkan asupan serat yang tinggi terhubung sekitar 10 kali lebih tinggi berisiko anovulatori.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Diet serat yang tinggi akan menurunkan aktivitas enzim susu tertentu yang menyebabkan sedikit saja hormon estrogen diserap kembali oleh usus besar. Selain itu serat juga membuat lebih banyak estrogen yang terbuang melalui feses," ujar J. Gaskins dari National Institute of Child Health and Human Development di Rockville, Maryland, seperti dikutip dari Reuters, Rabu (4/11/2009).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun sebelum dibuat menjadi rekomendasi secara umum, harus dilakukan beberapa penelitian lagi agar terdapat banyak bukti yang menunjukkan hal tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : health.detik.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;&lt;!--
google_ad_client = "pub-1475618130762649";
google_ad_host = "pub-1556223355139109";
/* 120x600, dibuat 09/03/27 */
google_ad_slot = "9402366345";
google_ad_width = 200;
google_ad_height = 600;
google_language = "en";
//--&gt;
&lt;/script&gt;
&lt;script 
src="http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js" type="text/javascript"&gt;
&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7666631532607408890-8622282127329972422?l=cafesehat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cafesehat.blogspot.com/feeds/8622282127329972422/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7666631532607408890&amp;postID=8622282127329972422' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7666631532607408890/posts/default/8622282127329972422'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7666631532607408890/posts/default/8622282127329972422'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cafesehat.blogspot.com/2009/11/bahayanya-mengkonsumsi-makanan-yang.html' title='Bahayanya Mengkonsumsi Makanan yang banyak mengandung Serat dalam jumlah yang banyak'/><author><name>kilat_news</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://3.bp.blogspot.com/-s_DF83Pzrhk/Tp0dSiiRrfI/AAAAAAAAAWY/LFhaC0e9qV0/s220/kalbu%2Bgiri.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7666631532607408890.post-6346663354256746593</id><published>2009-11-05T16:47:00.000+07:00</published><updated>2009-11-05T16:48:28.144+07:00</updated><title type='text'>Metformin</title><content type='html'>Deskripsi&lt;br /&gt;- Nama &amp; Struktur Kimia  :  N,N-dimethylimidodicarbonimidic diamide&lt;br /&gt;- Sifat Fisikokimia  :  Metformin umumnya terdapat dalam bentuk metformin hidroklorida, merupakan kristal putih atau putih tulang (off-white) dengan BM 165,63. Metformin hidroklorida sangat mudah larut dalam air, dan praktis tidak larut dalam aseton, eter ataupun kloroform. pKa metformin = 12,4 dan pH larutan 1% metformin hidroklorida = 6,68&lt;br /&gt;- Keterangan  :  -&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Golongan/Kelas Terapi&lt;br /&gt;Hormon, obat Endokrin Lain dan Kontraseptik&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Nama Dagang&lt;br /&gt;- Benoformin - Bestab - Diabex - Eraphage&lt;br /&gt;- Forbetes - Formell - Glucophage - Glucotika&lt;br /&gt;- Gludepatic - Glufor - Glumin - Methpica&lt;br /&gt;- Metphar - Neodipar - Rodiamet - Tudiab&lt;br /&gt;- Zendiab - Zumamet - Metformin (Generic)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Indikasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;          Diabetes Melitus Tipe II yang gagal dikendalikan dengan diet dan OHO golongan sulfonilurea, terutama pada pasien yang gemuk&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dosis, Cara Pemberian dan Lama Pemberian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;          Sebagaimana aturan umum pemberian OHO, harus dimulai dari dosis rendah, dan ditingkatkan sesuai respon terhadap terapi. Untuk metformin dalam bentuk tablet, dosis awal dimulai dari 2 kali sehari @ 250-500 mg diberikan pada saat sarapan/makan, sedangkan untuk tablet lepas lambat (Ss) 500 mg per hari diberikan satu kali sehari pada saat makan malam. Untuk metformin dalam bentuk tablet dosis yang dianjurkan 250-500 mg tiap 8 jam atau 850 mg tiap 12 jam bersama/sesaat sesudah makan. Dosis maksimal yang dianjurkan untuk anak-anak 2000 mg perhari, untuk orang dewasa 2550 mg perhari, namun bila diperlukan dapat ditingkatkan sampai maksimal 3000 mg per hari. Untuk metformin dalam bentuk tablet lepas lambat, dosis maksimal yang dianjurkan 2000 mg per hari. Tablet lepas lambat harus ditelan utuh, jangan dihancurkan atau dikunyah. Konsumsi metformin dianjurkan bersama atau sesaat sesudah sarapan, untuk mengurang efek samping mual, muntah, diare dan gangguan pencernaan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Farmakologi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;          Satu-satunya golongan biguanida yang masih dipergunakan sebagai obat antidiabetes oral. Metformin dapat digunakan bersama dengan insulin atau senyawa sulfonilurea lainnya. Sebagian besar penderita diabetes yang gagal diobati dengan sulfonilurea umumnya dapat ditolong dengan biguanida. Antidiabetik oral golongan biguanida mempunyai mekanisme kerja yang berbeda dengan golongan sulfonilurea. Obat-obat ini bekerja menurunkan kadar glukosa darah tidak melalui perangsangan sekresi insulin, melainkan langsung pada hati (hepar), yaitu menurunkan produksi glukosa hati dengan jalan menurunkan kecepatan glikogenolisis dan glukoneogenesis. Disamping itu, metformin juga meningkatkan sensivitas sel-sel tubuh terhadap insulin dengan jalan memperbaiki transport dan meningkatkan penggunaan glukose sel-sel otot dan ekstrahepatik lainnya. Metformin dapat memperbaiki uptake glukosa sampai sebesar 10-40%. Metformin tidak merangsang sekresi insulin, oleh sebab itu hanya efektif  bila terdapat insulin endogen. Karena tidak merangsang sekresi insulin, senyawa-senyawa biguanida hampir tidak pernah menyebabkan hipoglikemia. Pada orang non-diabetik, pemberian senyawa biguanida tidak menurunkan kadar glukosa darah. Kelebihan metformin dari OHO sulfonilurea adalah tidak menaikkan berat badan, tidak menimbulkan masalah hipoglikemia dan hiperinsulinemia. Penyerapan OH biguanida di usus cukup baik. Ketersediaan hayati absolut pada pemberian 500 mg metformin per oral pada kondisi puasa sekitar 50-60%, dan absorpsi akan berkurang dengan meningkatnya dosis yang diberikan. Makanan dapat menurunkan absorpsi dan memperpanjang waktu absorpsi (konsentrasi puncak dalam plasma menurun sekitar 40%, dan waktu yang diperlukan untuk mencapai konsentrasi puncak bertambah panjang sekitar 35 menit). Berbeda dengan OHO sulfonilurea yang sebagian besar terikat pada protein plasma, metformin hampir tidak ada yang terikat pada protein plasma. Metformin terpartisi ke dalam sel-sel darah merah. Pada pemberian dosis terapi normal, Konsentrasi plasma steady state metformin tercapai dalam 24-48 jam dan umumnya &lt;1 m g/mL, dengan konsentrasi plasma maksimum tidak lebih dari 5 m g/mL, bahkan pada dosis maksimum. Metformin diekskresikan melalui urin dalam bentuk asal (tak berubah). Renal clearance lebih kurang 3,5 kali lebih besar dari pada creatinine clearance, menunjukkan bahwa sekresi tubular merupakan jalan utama eliminasi metformin. Setelah pemberian per oral, sekitar 90% metformin yang terabsorpsi akan dieliminasi melalui ginjal dalam waktu 24 jam. Waktu paruh eliminasi plasma sekitar 6,2 jam, namun waktu paruh eliminasi darah sekitar 17,6 jamginjal dalam waktu 24 jam. Waktu paruh eliminasi plasma sekitar 6,2 jam, namun waktu paruh eliminasi darah sekitar 17,6 jam. Hal ini menunjukkan bahwa massa sel-sel darah merah kemungkinan besar merupakan kompartemen distribusi metformin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Stabilitas Penyimpanan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;          Simpan pada suhu 20-25°C&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kontraindikasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;          Gangguan fungsi ginjal atau hati, Predisposisi asidosis laktat, Gagal jantung, Infeksi atau trauma berat, Dehidrasi, Alkoholisme, Hamil atau menyusui.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Efek Samping&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;          Gangguan pencernaan, antara lain mual, muntah, diare ringan. Anoreksia. Asidosis laktat, terutama terjadi pada penderita gangguan ginjal dan/atau hati, atau pada peminum alkohol. Gangguan penyerapan vitamin B12&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Interaksi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;          - Dengan Obat Lain : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Alkohol: dapat menambah efek hipoglikemik, risiko asidosis laktat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Antagonis kalsium: misalnya nifedipin kadang-kadang mengganggu toleransi glukosa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Antagonis Hormon: aminoglutetimid dapat mempercepat metabolisme OHO; oktreotid dapat menurunkan kebutuhan insulin dan OHO&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Antihipertensi diazoksid: melawan efek hipoglikemik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Antidepresan (inhibitor MAO): meningkatkan efek hipoglikemik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Antihistamin: pada pemakaian bersama biguanida akan menurunkan jumlah trombosit&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Anti ulkus: simetidin menghambat ekskresi renal metformin, sehingga menaikkan kadar plasma metformin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Hormon steroid: estrogen dan progesterone (kontrasepsi oral) antagonis efek hipoglikemia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Klofibrat: dapat memperbaiki toleransi glukosa dan mempunyai efek aditif terhadap OHO&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Penyekat adrenoreseptor beta : meningkatkan efek hipoglikemik dan menutupi gejala peringatan, misalnya tremor&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Penghambat ACE: dapat menambah efek hipoglikemik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;          - Dengan Makanan :  Makanan dapat menurunkan absorpsi dan memperpanjang waktu absorpsi metformin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengaruh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;          - Terhadap Kehamilan :  Faktor risiko kehamilan FDA : Katagori B. Tidak disarankan untuk wanita hamil&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;          - Terhadap Ibu Menyusui : Metformin dapat masuk ke dalam air susu ibu. Oleh sebab itu tidak boleh diberikan pada ibu menyusui&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;          - Terhadap Anak-anak :  Tidak dianjurkan untuk diberikan pada anak-anak di bawah usia 10 tahun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;          - Terhadap Hasil Laboratorium :  -&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Parameter Monitoring&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;          Kadar glukosa darah puasa : 80–120mg/dl&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;          Kadar  hemoglobin A1c : &lt;100mg/dl&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;          Gejala hipoglikemia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bentuk Sediaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;          Tablet 500 mg dan 850 mg, Tablet Ss (Tablet Lepas Lambat) 500 mg dan 850 mg&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peringatan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           -&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasus Temuan Dalam Keadaan Khusus&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;          -&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Informasi Pasien&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;          Jangan konsumsi obat lain tanpa seizin dokter atau apoteker&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;          Obat ini hanya berperan sebagai pengendali diabetes, bukan penyembuh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;          Obat ini hanya faktor pendukung dalam pengelolaan diabetes, faktor utamanya adalah pengendalian diet (pola makan) dan olah raga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;          Konsumsi obat sesuai dosis dan aturan pakai yang diberikan dokter&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;          Monitor kadar glukosa darah sebagaimana yang dianjurkan oleh dokter&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;          Jika Anda merasakan gejala-gejala hipoglikemia (pusing, lemas, gemetar, pandangan berkunang-kunang, pitam (pandangan menjadi gelap), keluar keringat dingin, detak jantung meningkat, segera hubungi dokter&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;          Laporkan pada dokter jika Anda berencana untuk hamil&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;          Obat ini tidak boleh dikonsumsi semasa hamil atau menyusui, kecuali sudah diizinkan oleh dokter&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mekanisme Aksi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;          Antidiabetik oral golongan biguanida mempunyai mekanisme kerja yang berbeda dengan golongan sulfonilurea. Obat-obat ini bekerja tidak melalui perangsangan sekresi insulin, melainkan langsung pada hati (hepar), yaitu menurunkan produksiglukosa hati dengan jalan mengurangi glikogenolisis dan glukoneogenesis. Disamping itu, metformin juga meningkatkan sensitivitas sel-sel tubuh terhadap insulin dengan jalan memperbaiki transport dan meningkatkan penggunaan glukosa oleh sel-sel otot dan ekstrahepatik lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Monitoring Penggunaan Obat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;          -&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daftar Pustaka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;          Informatorium Obat Nasional Indonesia 2000. Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Direktorat Jenderal Pengawasan Obat dan Makanan, 2000&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;          Handoko dan Suharto. Insulin, Glukagon dan Antidiabetik Oral. Dalam: Farmakologi dan Terapi edisi 4, 2004. Bagian Farmakologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;          Soegondo S. Prinsip Pengobatan Diabetes, Insulin dan Obat Hipoglikemik Oral. Dalam: Penatalaksanaan Diabetes Melitus Terpadu. Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Jakarta, 2004&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;          Glucophage, Rx List The Internet Drug Index @ www.rxlist.com/cgi/generic/metformi_cp.html&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;&lt;!--
google_ad_client = "pub-1475618130762649";
google_ad_host = "pub-1556223355139109";
/* 120x600, dibuat 09/03/27 */
google_ad_slot = "9402366345";
google_ad_width = 200;
google_ad_height = 600;
google_language = "en";
//--&gt;
&lt;/script&gt;
&lt;script 
src="http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js" type="text/javascript"&gt;
&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7666631532607408890-6346663354256746593?l=cafesehat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cafesehat.blogspot.com/feeds/6346663354256746593/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7666631532607408890&amp;postID=6346663354256746593' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7666631532607408890/posts/default/6346663354256746593'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7666631532607408890/posts/default/6346663354256746593'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cafesehat.blogspot.com/2009/11/metformin.html' title='Metformin'/><author><name>kilat_news</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://3.bp.blogspot.com/-s_DF83Pzrhk/Tp0dSiiRrfI/AAAAAAAAAWY/LFhaC0e9qV0/s220/kalbu%2Bgiri.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7666631532607408890.post-4949771776602810628</id><published>2009-11-05T09:13:00.000+07:00</published><updated>2009-11-05T09:28:14.771+07:00</updated><title type='text'>Tips Membedakan Madu Asli dengan Madu Palsu</title><content type='html'>Hi semua ..aku ada tips menarik ni bagi lu-lu pade yang demen ma madu.yups..betul tips membedakan madu yang asli dengan madu yang palsu...ok broo langsung aza kita ke TKP.&lt;br /&gt;Begini caranya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Teteskan Madu dan Air pada piring beling putih. Maka sebelum madu itu bercampur dengan air akan membentuk segi enam atau sarang. Ketika Air digoyang ke kiri dan kekanan semakin lama bentuk segi enam itu berarti semakin baik nutrisi yang terkandung dalam madu tersebut alias madu asli. Namun jika bentuk segi enam itu cepat memudar, maka jelaslah itu madu campuran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Tidak Beku walau disimpan dalam freezer kulkas berbulan-bulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Kadar air dalam madu asli biasanya di bawah 20%, bahkan lebih bagus lagi jika kadar airnya sekitar 15%. Namun demikian, madu asli pun jika dipanen saat musim hujan, maka banyak mengandung air hujan dan mudah membeku jika dimasukkan ke dalam freezer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda bisa memastikan kemurnian madu, dengan cara:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Minta garansi dari penjual dan belilah di tempat yang bisa dipercaya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Jangan tergiur pada kemasan dan harga murah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Biasanya madu murni berkualitas tinggi, harganya lebih mahal dari madu campuran atau madu berkualitas rendah.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;&lt;!--
google_ad_client = "pub-1475618130762649";
google_ad_host = "pub-1556223355139109";
/* 120x600, dibuat 09/03/27 */
google_ad_slot = "9402366345";
google_ad_width = 200;
google_ad_height = 600;
google_language = "en";
//--&gt;
&lt;/script&gt;
&lt;script 
src="http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js" type="text/javascript"&gt;
&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7666631532607408890-4949771776602810628?l=cafesehat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cafesehat.blogspot.com/feeds/4949771776602810628/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7666631532607408890&amp;postID=4949771776602810628' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7666631532607408890/posts/default/4949771776602810628'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7666631532607408890/posts/default/4949771776602810628'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cafesehat.blogspot.com/2009/11/tips-membedakan-madu-asli-dengan-madu.html' title='Tips Membedakan Madu Asli dengan Madu Palsu'/><author><name>kilat_news</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://3.bp.blogspot.com/-s_DF83Pzrhk/Tp0dSiiRrfI/AAAAAAAAAWY/LFhaC0e9qV0/s220/kalbu%2Bgiri.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7666631532607408890.post-1412179130190982130</id><published>2009-10-16T14:42:00.000+07:00</published><updated>2009-10-16T14:43:30.431+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>DAMPAK TERAPI ESTROGEN PADA WANITA MENOPAUSE &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Amerika Serikat lebih banyak wanita meninggal karena penyakit jantung dibandingkan karena kanker. Dan penyakit jantung ini lebih berisiko bagi wanita yang telah mengalami menopause (berhenti menstruasi). Pada saat menopause, hormon estrogen menurun tajam dan peluang menderita penyakit jantung semakin meningkat. Mekanisme estrogen di dalam melindungi jantung adalah karena efek proteksi yang ditimbulkannya. Dalam publikasinya Heart Fitness for Life Mary P McGowan MD menuliskan bahwa estrogen akan meningkatkan kolesterol HDL (baik) dan menurunkan kolesterol LDL (jahat). Kolesterol LDL ini akan menimbulkan plak di dalam darah tetapi dengan kehadiran HDL yang tinggi yang berperan sebagai tukang sapu maka plak-plak yang mulai menempel akan dibersihkan.&lt;br /&gt;Pada kasus-kasus penyakit jantung di Indonesia, ternyata lebih banyak orang menderita penyakit jantung karena kolesterol HDL yang rendah dan bukan karena LDL-nya yang tinggi. Oleh karena itu upaya-upaya peningkatan HDL harus dilakukan secara tepat sehingga dapat menekan risiko munculnya penyakit jantung koroner. Gaya hidup yang dapat menurunkan HDL adalah kebiasaan merokok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap kali kita menyalakan rokok, maka denyut jantung bertambah, kemampuan jantung membawa oksigen berkurang, HDL turun, dan menyebabkan pengaktifan platelet yaitu sel-sel penggumpal darah. Orang seringkali tidak mau berhenti merokok karena beralasan takut gemuk. Jadi alternatif mereka adalah ngemil sebagai pengganti rokok, dan akhirnya berat badan bertambah. Namun mereka tidak menyadari bahwa risiko penyakit jantung akibat merokok setara dengan 100 pon kelebihan berat badan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Amerika Serikat pada dekade tahun 1960an terdapat 34% wanita perokok, dan pada dekade tahun 1990an angka ini sudah turun menjadi 25%. Tidak diketahui berapa persen wanita Indonesia yang menjadi perokok. Tanpa menjadi perokokpun wanita sudah bersiko untuk menderita penyakit jantung yaitu ketika berhenti menstruasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adanya hormon estrogen pada wanita yang masih aktif menstruasi akan menekan Lp(a) atau lipoprotein(a). Kadar Lp(a) rata-rata adalah 2 mg/dl, dan apabila Lp(a) meningkat sampai 20-30 mg/dl maka akan muncul risiko penyakit jantung koroner. Lp(a) ini berperan sebagai penggumpal yang kemudian bersama-sama plak yang ada dalam pembuluh arteri akan menyumbat aliran darah sehingga muncul serangan jantung. Sampai saat ini belum diketahui peranan diet atau olahraga terhadap kadar Lp(a), terapi yang telah dikenal bermanfaat untuk menurunkan level Lp(a) adalah pemberian estrogen dan niacin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Estrogen sebenarnya bukan sekedar hormon pada wanita, karena diketahui bahwa estrogen juga dapat menjalankan fungsi sebagai antioksidan. Kolesterol LDL lebih mudah menembus plak di dalam dinding nadi pembuluh darah apabila dalam kondisi teroksidasi. Peranan estrogen sebagai antioksidan adalah mencegah proses oksidasi LDL sehingga kemampuan LDL untuk menembus plak akan berkurang. Peranan estrogen yang lain adalah sebagai pelebar pembuluh darah jantung sehingga aliran darah menjadi lancar dan jantung memperoleh suplai oksigen secara cukup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan berkurangnya estrogen pada saat menopause maka tubuh wanita menjadi rentan terhadap risiko penyakit jantung. Terapi estrogen (Estrogen Replacement Therapy) bertujuan agar hormon estrogen yang semakin berkurang ini dapat terisi kembali. Pada umumnya payudara wanita yang mengalami terapi estrogen akan menjadi lembek, selain itu juga muncul gejala-gejala mual, lemah dan pusing. Namun demikian, kebanyakan efek samping ini akan hilang setelah beberapa minggu terapi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam penelitian Postmenopausal Estrogen Progesterone Intervention diketahui bahwa kelompok wanita yang mendapat placebo (kontrol) dan kelompok terapi hormon, pada akhir penelitian yang berlangsung selama 3 tahun, mempunyai berat badan yang sama. Ini membuktikan, kekhawatiran bahwa terapi hormon akan meningkatkan berat badan tidak terbukti. Adalah wajar bahwa seiring dengan bertambahnya usia, wanita cenderung akan meningkat berat badannya dan ini sebenarnya dapat diatasi dengan diet dan olahraga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penggunaan terapi estrogen selama 5-10 tahun tidak akan menyebabkan kanker payudara. Di Amerika kanker payudara ini membunuh 45.000 wanita setiap tahun, oleh karena itu kaum wanita mesti berhati-hati dalam menghadapi setiap risiko yang akan meningkatkan terjadinya kanker payudara. Wanita-wanita pengguna terapi estrogen jangka lama (&gt;5-10 tahun) risikonya untuk terkena kanker payudara meningkat tipis. Namun sebenarnya mereka mempunyai kesempatan untuk melakukan deteksi dini atas munculnya kanker payudara ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana diketahui bahwa wanita menopause juga cenderung mengalami osteoporosis (tulang rapuh). Jumlah wanita yang meninggal akibat komplikasi retak pinggul akibat osteoporosis ternyata lebih besar dibandingkan mereka yang meninggal akibat kanker. Dengan terapi estrogen maka risiko osteoporosis dapat ditekan. Dampak positip pemakaian terapi estrogen bagi wanita adalah pola tidur menjadi lebih baik, suasana batin lebih tenang, dan dapat memperbaiki hubungan seksual suami-istri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila seorang wanita pada awalnya mempunyai kadar trigliserida darah tinggi (250 mg/dl) maka pemakaian terapi estrogen (pil) dapat merangsang peningkatan trigliserida. Terdapat keterkaitan metabolisme antara trigliserida dengan kolesterol HDL (baik). Apabila trigliserida tinggi maka HDL cenderung turun. Oleh karena itu sebelum menjalani terapi estrogen disarankan melakukan pemeriksaan profil lipid darah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Telah diketahui bahwa untuk meningkatkan HDL diperlukan latihan olahraga yang teratur. Apabila dalam seminggu kita mampu membakar energi 800-1000 Kalori melalui olahraga atau aktivitas fisik lainnya maka HDL kita akan meningkat 4,4 mg/dl.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada indikasi bahwa wanita tidak memberikan respon secepat seperti pada pria dalam peningkatan HDL melalui olahraga. Oleh karena itu kontinuitas dan kesabaran kaum wanita benar-benar diuji ketika mereka mulai melaksanakan program latihan untuk meningkatkan HDL.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menopause adalah kejadian alami yang harus dilalui oleh setiap wanita. Namun setiap wanita menghadapinya dengan beragam emosi, ada yang tenang-tenang saja dan ada pula yang gelisah. Gelisah karena khawatir tidak bisa lagi menjalankan tugasnya sebagai istri untuk membahagiakan suami. Sementara suami pada usia 45-55 tahun semakin bertambah gaya penampilannya karena ekonomi yang semakin mapan. Jadilah istri yang menghadapi menopause bertambah stres.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi wanita muda penderita kanker payudara yang telah menjalani kemoterapi, menopause mungkin datang lebih awal dan lebih mendadak. Hal ini disebabkan oleh berhentinya fungsi ovarium untuk menghasilkan estrogen. Apakah wanita-wanita ini masih boleh menggunakan terapi estrogen?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekhawatiran utama adalah bahwa wanita muda penderita kanker ini mungkin terpaksa harus menjalani terapi estrogen lebih lama, dan secara teoritis penggunaan terapi estrogen jangka panjang akan memunculkan risiko kambuhnya kanker yang pernah diidapnya. Terapi estrogen akan meningkatkan kepadatan jaringan payudara dan ini juga akan menyulitkan deteksi kanker.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun demikian manfaat terapi estrogen itu sendiri telah diakui yaitu menurunkan risiko penyakit jantung, menurunkan risiko osteoporosis, dan mungkin menurunkan penyakit Alzheimer. Pada tahun 1993 National Education Cholesterol Program di AS mengakui pentingnya peranan terapi estrogen di dalam memperbaiki profil lipid (kolesterol) dan memperkecil risiko penyakit jantung. Mereka merekomendasikan terapi estrogen bagi wanita yang telah mengalami menopause yang level kolesterolnya tidak dapat dinormalkan sepenuhnya dengan diet dan olahraga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dianjurkan pada wanita-wanita menopause untuk melakukan pemeriksaan kolesterol, dan bila profilnya kurang baik segera lakukan modifikasi diet, gaya hidup dan olahraga. Bila hal ini juga tidak membantu konsultasikan pada ahli kesehatan untuk mendapatkan obat atau menjalani terapi estrogen.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;&lt;!--
google_ad_client = "pub-1475618130762649";
google_ad_host = "pub-1556223355139109";
/* 120x600, dibuat 09/03/27 */
google_ad_slot = "9402366345";
google_ad_width = 200;
google_ad_height = 600;
google_language = "en";
//--&gt;
&lt;/script&gt;
&lt;script 
src="http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js" type="text/javascript"&gt;
&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7666631532607408890-1412179130190982130?l=cafesehat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cafesehat.blogspot.com/feeds/1412179130190982130/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7666631532607408890&amp;postID=1412179130190982130' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7666631532607408890/posts/default/1412179130190982130'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7666631532607408890/posts/default/1412179130190982130'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cafesehat.blogspot.com/2009/10/dampak-terapi-estrogen-pada-wanita.html' title=''/><author><name>kilat_news</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://3.bp.blogspot.com/-s_DF83Pzrhk/Tp0dSiiRrfI/AAAAAAAAAWY/LFhaC0e9qV0/s220/kalbu%2Bgiri.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7666631532607408890.post-4337409172874750904</id><published>2009-09-05T09:20:00.000+07:00</published><updated>2009-09-05T09:34:51.904+07:00</updated><title type='text'>Kegunaan Hormon Oksitosin</title><content type='html'>Hi broo...kali ini kita mo membicarakan tentang hormon oksitosin.Apakah hormon oksitosin itu,apa kegunaannya...trus seberapa pentingkah hormon tersebut pada ibu yang mo melahirkan ..langsung aza kita ke TKP...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CUKOP%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0in; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} h1 	{mso-style-next:Normal; 	margin-top:0in; 	margin-right:0in; 	margin-bottom:0in; 	margin-left:.3in; 	margin-bottom:.0001pt; 	text-align:justify; 	text-indent:-.3in; 	mso-pagination:widow-orphan; 	page-break-after:avoid; 	mso-outline-level:1; 	mso-list:l0 level1 lfo2; 	tab-stops:list .3in; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-font-kerning:0pt;} h2 	{mso-style-next:Normal; 	margin-top:0in; 	margin-right:0in; 	margin-bottom:0in; 	margin-left:.4in; 	margin-bottom:.0001pt; 	text-align:justify; 	text-indent:-.4in; 	line-height:150%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	page-break-after:avoid; 	mso-outline-level:2; 	mso-list:l0 level2 lfo2; 	tab-stops:list .4in; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	font-style:italic;} h3 	{mso-style-next:Normal; 	margin-top:0in; 	margin-right:0in; 	margin-bottom:0in; 	margin-left:.5in; 	margin-bottom:.0001pt; 	text-indent:-.5in; 	line-height:150%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	page-break-after:avoid; 	mso-outline-level:3; 	mso-list:l0 level3 lfo2; 	tab-stops:list .5in; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman";} h4 	{mso-style-next:Normal; 	margin-top:0in; 	margin-right:0in; 	margin-bottom:0in; 	margin-left:.6in; 	margin-bottom:.0001pt; 	text-align:justify; 	text-indent:-.6in; 	line-height:150%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	page-break-after:avoid; 	mso-outline-level:4; 	mso-list:l0 level4 lfo2; 	tab-stops:list .6in; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	text-decoration:underline; 	text-underline:single;} h5 	{mso-style-next:Normal; 	margin-top:0in; 	margin-right:0in; 	margin-bottom:0in; 	margin-left:.7in; 	margin-bottom:.0001pt; 	text-indent:-.7in; 	mso-pagination:widow-orphan; 	page-break-after:avoid; 	mso-outline-level:5; 	mso-list:l0 level5 lfo2; 	tab-stops:list .7in; 	font-size:14.0pt; 	mso-bidi-font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman";} h6 	{mso-style-next:Normal; 	margin-top:12.0pt; 	margin-right:0in; 	margin-bottom:3.0pt; 	margin-left:.8in; 	text-indent:-.8in; 	mso-pagination:widow-orphan; 	mso-outline-level:6; 	mso-list:l0 level6 lfo2; 	tab-stops:list .8in; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Times New Roman";} p.MsoHeading7, li.MsoHeading7, div.MsoHeading7 	{mso-style-next:Normal; 	margin-top:12.0pt; 	margin-right:0in; 	margin-bottom:3.0pt; 	margin-left:.9in; 	text-indent:-.9in; 	mso-pagination:widow-orphan; 	mso-outline-level:7; 	mso-list:l0 level7 lfo2; 	tab-stops:list .9in; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} p.MsoHeading8, li.MsoHeading8, div.MsoHeading8 	{mso-style-next:Normal; 	margin-top:12.0pt; 	margin-right:0in; 	margin-bottom:3.0pt; 	margin-left:1.0in; 	text-indent:-1.0in; 	mso-pagination:widow-orphan; 	mso-outline-level:8; 	mso-list:l0 level8 lfo2; 	tab-stops:list 1.0in; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	font-style:italic;} p.MsoHeading9, li.MsoHeading9, div.MsoHeading9 	{mso-style-next:Normal; 	margin-top:12.0pt; 	margin-right:0in; 	margin-bottom:3.0pt; 	margin-left:1.1in; 	text-indent:-1.1in; 	mso-pagination:widow-orphan; 	mso-outline-level:9; 	mso-list:l0 level9 lfo2; 	tab-stops:list 1.1in; 	font-size:11.0pt; 	font-family:Arial; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} p.MsoHeader, li.MsoHeader, div.MsoHeader 	{margin:0in; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	tab-stops:center 3.0in right 6.0in; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} p.MsoBodyText, li.MsoBodyText, div.MsoBodyText 	{margin:0in; 	margin-bottom:.0001pt; 	text-align:justify; 	line-height:150%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	font-weight:bold;} p.MsoBodyTextIndent, li.MsoBodyTextIndent, div.MsoBodyTextIndent 	{margin-top:0in; 	margin-right:0in; 	margin-bottom:0in; 	margin-left:27.0pt; 	margin-bottom:.0001pt; 	text-align:justify; 	line-height:150%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} p.MsoBodyText2, li.MsoBodyText2, div.MsoBodyText2 	{margin:0in; 	margin-bottom:.0001pt; 	text-align:justify; 	line-height:150%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} p.MsoBodyTextIndent2, li.MsoBodyTextIndent2, div.MsoBodyTextIndent2 	{margin-top:0in; 	margin-right:0in; 	margin-bottom:0in; 	margin-left:.25in; 	margin-bottom:.0001pt; 	line-height:150%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} p.MsoBodyTextIndent3, li.MsoBodyTextIndent3, div.MsoBodyTextIndent3 	{margin-top:0in; 	margin-right:0in; 	margin-bottom:0in; 	margin-left:1.0in; 	margin-bottom:.0001pt; 	text-align:justify; 	line-height:150%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:8.5in 11.0in; 	margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in; 	mso-header-margin:.5in; 	mso-footer-margin:.5in; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;}  /* List Definitions */  @list l0 	{mso-list-id:1752700490; 	mso-list-template-ids:351069686;} @list l0:level1 	{mso-level-style-link:"Heading 1"; 	mso-level-text:%1; 	mso-level-tab-stop:.3in; 	mso-level-number-position:left; 	margin-left:.3in; 	text-indent:-.3in;} @list l0:level2 	{mso-level-style-link:"Heading 2"; 	mso-level-text:"%1\.%2"; 	mso-level-tab-stop:.4in; 	mso-level-number-position:left; 	margin-left:.4in; 	text-indent:-.4in;} @list l0:level3 	{mso-level-style-link:"Heading 3"; 	mso-level-text:"%1\.%2\.%3"; 	mso-level-tab-stop:.5in; 	mso-level-number-position:left; 	margin-left:.5in; 	text-indent:-.5in;} @list l0:level4 	{mso-level-style-link:"Heading 4"; 	mso-level-text:"%1\.%2\.%3\.%4"; 	mso-level-tab-stop:.6in; 	mso-level-number-position:left; 	margin-left:.6in; 	text-indent:-.6in;} @list l0:level5 	{mso-level-style-link:"Heading 5"; 	mso-level-text:"%1\.%2\.%3\.%4\.%5"; 	mso-level-tab-stop:.7in; 	mso-level-number-position:left; 	margin-left:.7in; 	text-indent:-.7in;} @list l0:level6 	{mso-level-style-link:"Heading 6"; 	mso-level-text:"%1\.%2\.%3\.%4\.%5\.%6"; 	mso-level-tab-stop:.8in; 	mso-level-number-position:left; 	margin-left:.8in; 	text-indent:-.8in;} @list l0:level7 	{mso-level-style-link:"Heading 7"; 	mso-level-text:"%1\.%2\.%3\.%4\.%5\.%6\.%7"; 	mso-level-tab-stop:.9in; 	mso-level-number-position:left; 	margin-left:.9in; 	text-indent:-.9in;} @list l0:level8 	{mso-level-style-link:"Heading 8"; 	mso-level-text:"%1\.%2\.%3\.%4\.%5\.%6\.%7\.%8"; 	mso-level-tab-stop:1.0in; 	mso-level-number-position:left; 	margin-left:1.0in; 	text-indent:-1.0in;} @list l0:level9 	{mso-level-style-link:"Heading 9"; 	mso-level-text:"%1\.%2\.%3\.%4\.%5\.%6\.%7\.%8\.%9"; 	mso-level-tab-stop:1.1in; 	mso-level-number-position:left; 	margin-left:1.1in; 	text-indent:-1.1in;} @list l1 	{mso-list-id:1828549672; 	mso-list-type:hybrid; 	mso-list-template-ids:-1593382134 67698713 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715;} @list l1:level1 	{mso-level-number-format:alpha-lower; 	mso-level-tab-stop:.5in; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-.25in;} ol 	{margin-bottom:0in;} ul 	{margin-bottom:0in;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Pengertian Oksitosin&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Oksitosin&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt; adalah suatu hormon yang diproduksi di hipotalamus dan diangkut lewat aliran aksoplasmik ke hipofisis posterior yang jika mendapatkan stimulasi yang tepat hormon ini akan dilepas kedalam darah. Hormon ini di beri nama oksitosin berdasarkan efek fisiologisnya yakni percepatan proses persalinan dengan merangsang kontraksi otot polos uterus. Peranan fisiologik lain yang dimiliki oleh hormon ini adalah meningkatkan ejeksi ASI dari kelenjar mammae.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Bagaimana Oksitosin dikeluarkan ?&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Impuls neural yang terbentuk dari perangsangan papilla mammae merupakan stimulus primer bagi pelepasan oksitosin sedangkan distensi vagina dan uterus merupakan stimulus sekunder. Estrogen akan merangsang produksi oksitosin sedangkan progesterone&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sebaliknya akan menghambat produksi oksitosin. Selain di hipotalamus, oksitosin juga disintesis di kelenjar gonad, plasenta dan uterus mulai sejak kehamilan 32 minggu dan seterusnya. Konsentrasi oksitosin dan juga aktivitas uterus akan meningkat pada malam hari.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Pelepasan oksitosin endogenus ditingkatkan oleh: &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1in; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;a.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Persalinan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1in; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;b.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Stimulasi serviks, vagina dan payudara&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1in; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;c.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Estrogen yang beredar dalam darah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1in; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;d.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Peningkatan osmolalitas/konsentrasi plasma&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1in; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;e.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Volume cairan yang rendah dalam sirkulasi darah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent3" style="margin-left: 1.25in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;f.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Stress, stress yang disebabkan oleh tangisan bayi akan menstimulasi&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;pengeluaran ASI&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Pelepasan oksitosin disupresi oleh:&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoHeader" style="margin-left: 1in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;a.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Alkohol&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;b.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Relaksin&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;c.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Penurunan osmolalitas/konsentrasi plasma&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;d.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Volume cairan yang tinggi dalam sirkulasi darah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:14pt;" lang="SV" &gt;Bagaimana Mekanisme Kerja Oksitosin ?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;h1 style="margin-left: 0in; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Pada otot polos uterus. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;" lang="SV"&gt;Mekanisme kerja dari oksitosin belum diketahui pasti, hormon ini akan menyebabkan kontraksi otot polos uterus sehingga digunakan dalam dosis farmakologik untuk menginduksi persalinan. Sebelum bayi lahir pada proses persalinan yang timbul spontan ternyata rahim sangat peka terhadap oksitosin Dengan dosis beberapa miliunit permenit intra vena, rahim yang hamil sudah berkontraksi demikian kuat sehingga seakan-akan dapat membunuh janin yang ada didalamnya atau merobek rahim itu sendiri atau kedua-duanya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Kehamilan akan berlangsung dengan jumlah hari yang sudah ditentukan untuk masing-masing spesies tetapi faktor yang menyebabkan berakhirnya suatu kehamilan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;masih belum diketahui. Pengaruh hormonal memang dicurigai tetapi masih belum terbukti. Estrogen dan progesterone merupakan factor yang dicurigai mengingat kedua hormon ini mempengaruhi kontraktilitas uterus. Juga terdapat bukti bahwa katekolamin turut terlibat dalam proses induksi persalinan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Karena oksitosin merangsang kontraktilitas uterus maka hormon ini digunakan untuk memperlancar persalinan, tetapi tidak akan memulai persalinan kecuali kehamilan sudah aterm. Didalam uterus terdapat reseptor oksitosin 100 kali lebih banyak pada kehamilan aterm dibandingkan dengan kehamilan awal. Jumlah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;estrogen yang meningkat pada kehamilan aterm dapat memperbesar jumlah reseptor oksitosin. Begitu proses persalinan dimulai serviks akan berdilatasi sehinga memulai refleks neural yang menstimulasi pelepasan oksitosin dan kontraksi uterus selanjutnya. Faktor mekanik seperti jumlah regangan atau gaya yang terjadi pada otot, mungkin merupakan hal penting.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CUKOP%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0in; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} h1 	{mso-style-next:Normal; 	margin-top:0in; 	margin-right:0in; 	margin-bottom:0in; 	margin-left:.3in; 	margin-bottom:.0001pt; 	text-align:justify; 	text-indent:-.3in; 	mso-pagination:widow-orphan; 	page-break-after:avoid; 	mso-outline-level:1; 	mso-list:l0 level1 lfo2; 	tab-stops:list .3in; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-font-kerning:0pt;} h2 	{mso-style-next:Normal; 	margin-top:0in; 	margin-right:0in; 	margin-bottom:0in; 	margin-left:.4in; 	margin-bottom:.0001pt; 	text-align:justify; 	text-indent:-.4in; 	line-height:150%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	page-break-after:avoid; 	mso-outline-level:2; 	mso-list:l0 level2 lfo2; 	tab-stops:list .4in; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	font-style:italic;} h3 	{mso-style-next:Normal; 	margin-top:0in; 	margin-right:0in; 	margin-bottom:0in; 	margin-left:.5in; 	margin-bottom:.0001pt; 	text-indent:-.5in; 	line-height:150%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	page-break-after:avoid; 	mso-outline-level:3; 	mso-list:l0 level3 lfo2; 	tab-stops:list .5in; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman";} h4 	{mso-style-next:Normal; 	margin-top:0in; 	margin-right:0in; 	margin-bottom:0in; 	margin-left:.6in; 	margin-bottom:.0001pt; 	text-align:justify; 	text-indent:-.6in; 	line-height:150%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	page-break-after:avoid; 	mso-outline-level:4; 	mso-list:l0 level4 lfo2; 	tab-stops:list .6in; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	text-decoration:underline; 	text-underline:single;} h5 	{mso-style-next:Normal; 	margin-top:0in; 	margin-right:0in; 	margin-bottom:0in; 	margin-left:.7in; 	margin-bottom:.0001pt; 	text-indent:-.7in; 	mso-pagination:widow-orphan; 	page-break-after:avoid; 	mso-outline-level:5; 	mso-list:l0 level5 lfo2; 	tab-stops:list .7in; 	font-size:14.0pt; 	mso-bidi-font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman";} h6 	{mso-style-next:Normal; 	margin-top:12.0pt; 	margin-right:0in; 	margin-bottom:3.0pt; 	margin-left:.8in; 	text-indent:-.8in; 	mso-pagination:widow-orphan; 	mso-outline-level:6; 	mso-list:l0 level6 lfo2; 	tab-stops:list .8in; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Times New Roman";} p.MsoHeading7, li.MsoHeading7, div.MsoHeading7 	{mso-style-next:Normal; 	margin-top:12.0pt; 	margin-right:0in; 	margin-bottom:3.0pt; 	margin-left:.9in; 	text-indent:-.9in; 	mso-pagination:widow-orphan; 	mso-outline-level:7; 	mso-list:l0 level7 lfo2; 	tab-stops:list .9in; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} p.MsoHeading8, li.MsoHeading8, div.MsoHeading8 	{mso-style-next:Normal; 	margin-top:12.0pt; 	margin-right:0in; 	margin-bottom:3.0pt; 	margin-left:1.0in; 	text-indent:-1.0in; 	mso-pagination:widow-orphan; 	mso-outline-level:8; 	mso-list:l0 level8 lfo2; 	tab-stops:list 1.0in; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	font-style:italic;} p.MsoHeading9, li.MsoHeading9, div.MsoHeading9 	{mso-style-next:Normal; 	margin-top:12.0pt; 	margin-right:0in; 	margin-bottom:3.0pt; 	margin-left:1.1in; 	text-indent:-1.1in; 	mso-pagination:widow-orphan; 	mso-outline-level:9; 	mso-list:l0 level9 lfo2; 	tab-stops:list 1.1in; 	font-size:11.0pt; 	font-family:Arial; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} p.MsoHeader, li.MsoHeader, div.MsoHeader 	{margin:0in; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	tab-stops:center 3.0in right 6.0in; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} p.MsoBodyText, li.MsoBodyText, div.MsoBodyText 	{margin:0in; 	margin-bottom:.0001pt; 	text-align:justify; 	line-height:150%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	font-weight:bold;} p.MsoBodyTextIndent, li.MsoBodyTextIndent, div.MsoBodyTextIndent 	{margin-top:0in; 	margin-right:0in; 	margin-bottom:0in; 	margin-left:27.0pt; 	margin-bottom:.0001pt; 	text-align:justify; 	line-height:150%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} p.MsoBodyText2, li.MsoBodyText2, div.MsoBodyText2 	{margin:0in; 	margin-bottom:.0001pt; 	text-align:justify; 	line-height:150%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} p.MsoBodyTextIndent2, li.MsoBodyTextIndent2, div.MsoBodyTextIndent2 	{margin-top:0in; 	margin-right:0in; 	margin-bottom:0in; 	margin-left:.25in; 	margin-bottom:.0001pt; 	line-height:150%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} p.MsoBodyTextIndent3, li.MsoBodyTextIndent3, div.MsoBodyTextIndent3 	{margin-top:0in; 	margin-right:0in; 	margin-bottom:0in; 	margin-left:1.0in; 	margin-bottom:.0001pt; 	text-align:justify; 	line-height:150%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:8.5in 11.0in; 	margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in; 	mso-header-margin:.5in; 	mso-footer-margin:.5in; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;}  /* List Definitions */  @list l0 	{mso-list-id:1752700490; 	mso-list-template-ids:351069686;} @list l0:level1 	{mso-level-style-link:"Heading 1"; 	mso-level-text:%1; 	mso-level-tab-stop:.3in; 	mso-level-number-position:left; 	margin-left:.3in; 	text-indent:-.3in;} @list l0:level2 	{mso-level-style-link:"Heading 2"; 	mso-level-text:"%1\.%2"; 	mso-level-tab-stop:.4in; 	mso-level-number-position:left; 	margin-left:.4in; 	text-indent:-.4in;} @list l0:level3 	{mso-level-style-link:"Heading 3"; 	mso-level-text:"%1\.%2\.%3"; 	mso-level-tab-stop:.5in; 	mso-level-number-position:left; 	margin-left:.5in; 	text-indent:-.5in;} @list l0:level4 	{mso-level-style-link:"Heading 4"; 	mso-level-text:"%1\.%2\.%3\.%4"; 	mso-level-tab-stop:.6in; 	mso-level-number-position:left; 	margin-left:.6in; 	text-indent:-.6in;} @list l0:level5 	{mso-level-style-link:"Heading 5"; 	mso-level-text:"%1\.%2\.%3\.%4\.%5"; 	mso-level-tab-stop:.7in; 	mso-level-number-position:left; 	margin-left:.7in; 	text-indent:-.7in;} @list l0:level6 	{mso-level-style-link:"Heading 6"; 	mso-level-text:"%1\.%2\.%3\.%4\.%5\.%6"; 	mso-level-tab-stop:.8in; 	mso-level-number-position:left; 	margin-left:.8in; 	text-indent:-.8in;} @list l0:level7 	{mso-level-style-link:"Heading 7"; 	mso-level-text:"%1\.%2\.%3\.%4\.%5\.%6\.%7"; 	mso-level-tab-stop:.9in; 	mso-level-number-position:left; 	margin-left:.9in; 	text-indent:-.9in;} @list l0:level8 	{mso-level-style-link:"Heading 8"; 	mso-level-text:"%1\.%2\.%3\.%4\.%5\.%6\.%7\.%8"; 	mso-level-tab-stop:1.0in; 	mso-level-number-position:left; 	margin-left:1.0in; 	text-indent:-1.0in;} @list l0:level9 	{mso-level-style-link:"Heading 9"; 	mso-level-text:"%1\.%2\.%3\.%4\.%5\.%6\.%7\.%8\.%9"; 	mso-level-tab-stop:1.1in; 	mso-level-number-position:left; 	margin-left:1.1in; 	text-indent:-1.1in;} @list l1 	{mso-list-id:1828549672; 	mso-list-type:hybrid; 	mso-list-template-ids:-1593382134 67698713 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715;} @list l1:level1 	{mso-level-number-format:alpha-lower; 	mso-level-tab-stop:.5in; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-.25in;} ol 	{margin-bottom:0in;} ul 	{margin-bottom:0in;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Pengertian Oksitosin&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Oksitosin&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt; adalah suatu hormon yang diproduksi di hipotalamus dan diangkut lewat aliran aksoplasmik ke hipofisis posterior yang jika mendapatkan stimulasi yang tepat hormon ini akan dilepas kedalam darah. Hormon ini di beri nama oksitosin berdasarkan efek fisiologisnya yakni percepatan proses persalinan dengan merangsang kontraksi otot polos uterus. Peranan fisiologik lain yang dimiliki oleh hormon ini adalah meningkatkan ejeksi ASI dari kelenjar mammae.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Bagaimana Oksitosin dikeluarkan ?&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Impuls neural yang terbentuk dari perangsangan papilla mammae merupakan stimulus primer bagi pelepasan oksitosin sedangkan distensi vagina dan uterus merupakan stimulus sekunder. Estrogen akan merangsang produksi oksitosin sedangkan progesterone&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sebaliknya akan menghambat produksi oksitosin. Selain di hipotalamus, oksitosin juga disintesis di kelenjar gonad, plasenta dan uterus mulai sejak kehamilan 32 minggu dan seterusnya. Konsentrasi oksitosin dan juga aktivitas uterus akan meningkat pada malam hari.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Pelepasan oksitosin endogenus ditingkatkan oleh: &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1in; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;a.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Persalinan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1in; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;b.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Stimulasi serviks, vagina dan payudara&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1in; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;c.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Estrogen yang beredar dalam darah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1in; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;d.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Peningkatan osmolalitas/konsentrasi plasma&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1in; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;e.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Volume cairan yang rendah dalam sirkulasi darah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent3" style="margin-left: 1.25in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;f.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Stress, stress yang disebabkan oleh tangisan bayi akan menstimulasi&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;pengeluaran ASI&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Pelepasan oksitosin disupresi oleh:&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoHeader" style="margin-left: 1in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;a.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Alkohol&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;b.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Relaksin&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;c.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Penurunan osmolalitas/konsentrasi plasma&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;d.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Volume cairan yang tinggi dalam sirkulasi darah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:14pt;" lang="SV" &gt;Bagaimana Mekanisme Kerja Oksitosin ?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;h1 style="margin-left: 0in; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Pada otot polos uterus. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;" lang="SV"&gt;Mekanisme kerja dari oksitosin belum diketahui pasti, hormon ini akan menyebabkan kontraksi otot polos uterus sehingga digunakan dalam dosis farmakologik untuk menginduksi persalinan. Sebelum bayi lahir pada proses persalinan yang timbul spontan ternyata rahim sangat peka terhadap oksitosin Dengan dosis beberapa miliunit permenit intra vena, rahim yang hamil sudah berkontraksi demikian kuat sehingga seakan-akan dapat membunuh janin yang ada didalamnya atau merobek rahim itu sendiri atau kedua-duanya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Kehamilan akan berlangsung dengan jumlah hari yang sudah ditentukan untuk masing-masing spesies tetapi faktor yang menyebabkan berakhirnya suatu kehamilan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;masih belum diketahui. Pengaruh hormonal memang dicurigai tetapi masih belum terbukti. Estrogen dan progesterone merupakan factor yang dicurigai mengingat kedua hormon ini mempengaruhi kontraktilitas uterus. Juga terdapat bukti bahwa katekolamin turut terlibat dalam proses induksi persalinan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Karena oksitosin merangsang kontraktilitas uterus maka hormon ini digunakan untuk memperlancar persalinan, tetapi tidak akan memulai persalinan kecuali kehamilan sudah aterm. Didalam uterus terdapat reseptor oksitosin 100 kali lebih banyak pada kehamilan aterm dibandingkan dengan kehamilan awal. Jumlah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;estrogen yang meningkat pada kehamilan aterm dapat memperbesar jumlah reseptor oksitosin. Begitu proses persalinan dimulai serviks akan berdilatasi sehinga memulai refleks neural yang menstimulasi pelepasan oksitosin dan kontraksi uterus selanjutnya. Faktor mekanik seperti jumlah regangan atau gaya yang terjadi pada otot, mungkin merupakan hal penting. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;h1 style="margin-left: 0in; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Pada kelenjar mammae . &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;" lang="SV"&gt;Fungsi fisiologik lain yang kemungkinan besar dimiliki oleh oksitosin adalah merangsang kontraksi sel mioepitel yang mengelilingi mammae, fungsi fisiologik ini meningkatkan gerakan ASI kedalam duktus alveolaris dan memungkinkan terjadinya ejeksi ASI. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Reseptor membran untuk oksitosin ditemukan baik dalam jaringan uterus maupun mammae. Jumlah reseptor ini bertambah oleh pengaruh estrogen dan berkurang oleh pengaruh progesterone. Kenaikan kadar estrogen yang terjadi bersamaan dengan penurunan kadar progester6n dan terlihat sesaat sebelum persalinan mungkin bisa menjelaskan awal laktasi sebelum persalinan. Derivat progesterone lazim digunakan untuk menghambat laktasi postpartum pada manusia. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;h1 style="margin-left: 0in; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Pada ginjal. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;" lang="SV"&gt;ADH dan oksitosin disekresikan secara terpisah kedalam darah bersama neurofisinnya. Kedua hormon ini beredar dalam bentuk tak terikat dengan protein dan mempunyai waktu paruh plasma yang sangat pendek yaitu berkisar 2-4 menit. Oksitosin mempunyai struktur kimia yang sangat mirip dengan Vasopresin/ADH, sebagaimana diperlihatkan dibawah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ini: &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;u&gt;Cys-Tyr-Phe-Gln-Asn- Cys&lt;/u&gt;-Pro-Arg-Gly-NH2 : &lt;span style=""&gt;        &lt;/span&gt;Arginin Vasopresin&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;u&gt;Cys-Tyr-Phe-Gln-Asn- Cys&lt;/u&gt;-Pro-Lys -Gly-NH2 :&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;       &lt;/span&gt;Lisin Vasopresin&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;u&gt;Cys-Tyr-Lie-Gln-Asn- Cys&lt;/u&gt;-Pro-Arg-Gly-NH2 : &lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;Oksitosin&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText"&gt;&lt;span style="font-weight: normal;" lang="SV"&gt;Masing-masing hormon ini merupakan senyawa nono apeptida yang mengandung molekul sistein pada posisi 1 dan 6 yang dihubungkan oleh jembatan S—S. Sebagian besar binatang menpunyai Arginin Vasopresin, meskipun demikian hormon pada babi dan spesies lain yang terkait, mempunyai lisin yang tersubtitusi pada posisi 8. Karena kemiripan structural yang erat tersebut tidaklah mengherankan kalau&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;oksitosin&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dan ADH masing-masing memperlihatkan sebagian efek yang sama/tumpang tindih. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText" style="text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="font-weight: normal;" lang="SV"&gt;Salah satu efek penting&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang tidak diingini pada oksitosin adalah anti diuresis yang terutama disebabkan oleh reabsorbsi air. Abdul Karim dan Assali (1961) menunjukan dengan jelas bahwa pada wanita hamil maupun tidak hamil oksitosin mempunyai aktivitas anti diuresis. Pada wanita yang mengalami diuresis sebagai akibat pemberian air, apabila diberikan infus dengan 20 miliunit oksitosin permenit, biasnya akan mengakibatkan produksi air seni menurun. Kalau dosis ditingkatkan menjadi 40 miliunit permenit, produksi air seni sangat menurun. Dengan dosis yang sama apabila diberikan dalam cairan dekstorse tanpa elektrolit dalam volume yang besar akan dapat menimbulkan intoksikasi air. Pada umunnya kalau pemberian oksitosin dalam dosis yang relatif tinggi dalam jangka waktu yang agak lama maka lebih baik meningkatkan konsentrasi hormon ini dari pada menambah jumlah cairan dengan konsentrasi hormon yang rendah . Efek anti diuresis pemberian oksitosin intravena hilang dalam waktu beberapa menit setelah infus dihentikan. Pemberian oksitosin im dengan dosis 5-10 unit tiap 15-30 menit juga menimbulkan anti diuresis tetapi kemungkinan keracunan air tidak terlalu besar karena tidak desertakan pemberian cairan tanpa elektrolit dalam jumlah besar. Oksitosin dan hormon ADH memiliki rumus bangun yang sangat mirip , hal ini akan menjelaskan mengapa fungsi kedua hormon ini saling tumpang tindih. Peptida ini terutama dimetabolisme dihati, sekalipun eksresi adrenal ADH menyebabkan hilangnya sebagian hormon ini dengan jumlah yang bermakna dari dalam darah. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText"&gt;&lt;span style="font-weight: normal;" lang="SV"&gt;Gugus kimia yang penting bagi kerja oksitosin mencakup gugus amino primer pada sistein dengan ujung terminal –amino: gugus fenolik pada tirosin ; gugus tiga carboksiamida pada aspa-ragin, glutamin serta glisinamida; dan ikatan disulfida (s----s). Delesi atau subtitusi gugus ini pernah menghasilkan sejumlah analog oksitosin. Sebagai contoh penghapusan gugus amino primer bebas pada belahan terminal residu sistein menghasilkan desamino oksitosin yang memiliki aktivitas anti diuretika empat hingga lima kali lebih kuat dari pada aktivitas anti diuretika hormon oksitosin.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText"&gt;&lt;span style="font-weight: normal;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText" style="text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Pada pembuluh darah . &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;" lang="SV"&gt;Oksitosin bekerja pada reseptor hormon antidiuretik (ADH) untuk menyebabkan penurunan tekanan darah khususnya diastolik karena vasodilatasi. Secher dan kawan-kawan (1978) selalu mendapatkan adanya penurunan tekanan darah arterial sesaat namun cukup nyata apabila pada wanita sehat diberikan 10 unit bolus oksitosin secara intravena kemudian segera diikuti kenaikan kardiak autput yang cepat. Mereka juga menyimpulkan bahwa perubahan henodinamik ini dapat membahayakan jiwa seorang ibu bila sebelumnya sudah terjadi hipovolemi atau mereka yang mempunyai penyakit jantung yang membatasi kardiak autput atau yang mengalami komplikasi adanya hubungan pintas dari kanan kekiri. Dengan demikian maka oksitosin sebaiknya tidak diberikan secara intravena dalam bentuk bolus, melainkan dalam larutan yang lebih encer, dalam bentuk infus atau diberikan suntikan intramuskular. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;h1 style="margin-left: 0in; text-indent: 0in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Oksitosin sintetik&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;  &lt;p class="MsoBodyText2" style="text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Sekresi oksitosin endogenus tidak disupresi oleh mekanisme umpan balik negatif, ini berarti bahwa oksitosin sintetis tidak akan mensupresi pelepasan oksitosin endogenus. Oksitosin dapat diberikan intramuskular, intravena, sublingual maupun intranasal. Pemakaian pompa infus dianjurkan untuk pemberian oksitosin lewat intravena. Oksitosin bekerja satu menit setelah pemberian intravena, peningkatan kontraksi uterus dimulai segera setelah pemberian . Waktu paruh oksitosin diperkirakan berkisar 1-20 menit bahkan apabila oksitosin diberikan itravena maka waktu paruhnya sangat pendek yaitu diperkirakan 3 menit. Data terakhir menyebutkan sekitar 15 menit. Oksitosin akan dieliminasi dalam waktu 30-40 menit setelah pemberian&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;h1 style="margin-left: 0in; text-indent: 0in; line-height: 150%;"&gt;Efek samping oksitosin&lt;/h1&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Bila oksitosin sintetik diberikan, kerja fisiologis hormon ini akan meningkat sehingga dapat timbul efek samping yang berbahaya, efek samping tersebut dapat dikelompokkan menjadi: &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 45pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;a. Stimulasi berlebih pada uterus&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 45pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;b. Konstriksi pembuluh darah tali pusat&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 45pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;c. Kerja anti diuretika&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 45pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;d. Kerja pada pembuluh darah ( dilatasi )&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 45pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;e. Mual&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 45pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;f. Reaksi hipersensitif&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;h1 style="margin-left: 0in; text-indent: 0in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Stimulasi uterus dengan oksitosin pada persalinan hipotonik&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;Perlu diperhatikan dulu apakah jalan lahir cukup luas untuk ukuran kepala janin dan apakah kepala janin juga dalam posisi fleksi yang baik, sehingga diameter yang terkecil kepala janin yang akan menyesuaikan dengan jalan lahir ( diameter biparietal dan suboccipitobregmatika ). &lt;span style="" lang="SV"&gt;Suatu kesempitan panggul adalah tidak mungkin bila semua criteria dibawah ini kita jumpai: &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;a.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Konjugata diagonalis normal&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;b.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Bila dinding lateral panggul sejajar&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;c.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Spina ischiadika tidak menonjol&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;d.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Sakrum tidak mendatar&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;e.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Arkus pubis tidak sempit&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;f.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Bagian terendah janin adalah oksiput&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent2" style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;g.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Bila dilakukan dorongan pada fundus maka kepala janin akan turun melewati pintu&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;atas panggul&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Jika kriteria diatas tidak dipenuhi, ,maka pilihannya adalah seksio sesaria. Bila dipergunakan oksitosin, maka harus dilakukan pengawasan ketat terhadap denyut jantung janin dan pola kontraksi uterus, frekuensi, intensitas, lamanya, dan waktu relaksasi serta hubungannya dengan denyut jantung janin diamati secara ketat. Bila denyut jantung tidak diawasi terus menerus, maka penting sekali untuk melakukan pemeriksaan denyut jantung janin segera setelah kontraksi uterus, dan tidak harus menunggu satu menit atau lebih.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;h1 style="margin-left: 0in; text-indent: 0in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Teknik Pemberian Oksitosin Intravena&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;  &lt;h3 style="margin-left: 0in; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="font-weight: normal;" lang="SV"&gt;Sepuluh unit oksitosin dilarutkan dalam satu liter cairan, biasanya diberikan glukosa 5% dalam air, atau lebih baik dipakai suatu larutan garam berimbang. Larutan yang lebih encer dapat disiapkan dengan melipatkan jumlah cairan atau mempergunakan setengah jumlah oksitosin. Meskipun oleh beberapa penulis dinyatakan bahwa larutan yang lebih encer juga efektif, tetapi larutan ( 10 U dalam 1 liter ) adalah mudah dipersiapkan, aman, efektif, dan mungkin paling sedikit memberikan keraguan dalam mempersiapkan dan pemberiannya. Dengan larutan oksitosin 10 mU/ ml, maka aliran rata-rata mudah dikalkulasi. Dianjurkan menggunakan sistim pompa infus yang konstan, yang akan meningkatkan ketelitian dosis yang diberikan, terutama dalam dosis rendah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;  &lt;h3 style="margin-left: 0in; text-align: justify; text-indent: 0in;"&gt;&lt;span style="font-weight: normal;" lang="SV"&gt;Jarum yang mempunyai penutup-aliran dimasukkan ke dalam vena di lengan, atau lebih baik melaui infus intravena yang sudah terpasang dan berfungsi baik, dan tetesan mulai di berikan tidak lebih dari 1 mU tiap menit. ( Seitchik dan Castillo, 1982 ). Untuk meningkatkan persalinan akibat murni suatu disfungsi uterus hipotonik, jumlah oksitosin tersebut tidak akan menyebabkan tetania uteri, walaupun pada suatu saat harus siap sewaktu-waktu menghentikan tetesan pada keadaan dimana uterus sangat sensitive terhadap oksitosin. Aliran dinaikkan secara sangat bertahap, dengan waktu tidak lebih dari 30 menit untuk mendapatkan tidak lebih dari 10 mU tiap menit, seperti yang dianjurkan oleh Seitchik dan Castillo(1981,1983a,1983b). Untuk pengobatan disfungsi uterus, rata-rata dosis yang dibutuhkan jarang melampaui dosis tersebut. Untuk induksi persalinan, jika diberikan dengan tetesan rata-rata 30-40 mU tiap menit tidak dapat menimbulkan kontraksi uterus yang memuaskan, maka tetesan yang lebih besarpun tidak mungkin akan berhasil.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;  &lt;h3 style="margin-left: 0in; text-align: justify; text-indent: 0in;"&gt;&lt;span style="font-weight: normal;" lang="SV"&gt;Selama infus oksitosin dilaksanakan ibu tidak boleh dibiarkan sendirian. Kontraksi uterus diawasi terus-menerus dan tetesan segera dihentikan bila dijumpai kontraksi uterus yang lamanya melebihi 1 menit atau bila diselerasi denyut jantung janin yang bermakna. Bila salah satu hal tersebut terjadi, tetesan harus segera dihentikan dan biasanya terjadi perbaikan gangguan tersebut, serta mencegah bahaya pada ibu dan janin. Kosentrasi oksitosin dalam plasma cepat menurun, karena waktu-paruh oksitosin rata-rata kurang dari 3 menit.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Harus selalu diingat bahwa oksitosin mempunyai pengaruh antidiuretik yang kuat. Pada pemberian oksitosin 20 mU atau lebih tiap menit, klirens air –bebas oleh ginjal (free water clearance) menurun secara nyata. Jika cairan mengandung air (aqueous fluids), terutama dextrose dalam air, diberikan dalam jumlah cukup besar dan lama, bersamaan dengan oksitosin, terdapat kemungkinan untuk terjadi intoksikasi air yang merupakan penyebab terjadinya kejang, coma, dan malahan kematian.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Diparkland Memorial Hospital, bila menggunakan oksitosin pada uterus yang hipotonus, maka dilaksanakan persyaratan umum berikut :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ol style="margin-top: 0in;" start="1" type="a"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Wanita      harus sudah menunjukkan tanda-tanda bahwa proses persalinan benar-benar      telah terjadi, bukan suatu persalinan palsu atau persalinan prodromal.      Satu-satunya tanda persalinan, adalah terjadinya pendataran serviks yang      progresif dan pembukaan serviks. Walaupun proses itu dapat terhenti,      tetapi pembukaan servik paling tidak sudah mencapai 3 cm. Salah satu      kesalahan yang sering dilakukan oleh seseorang pakar obstetrik adalah      mencoba melakukan perangsangan persalinan, sebelum wanita tersebut      mengalami persalinan aktif.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Harus      tidak ada factor-faktor obstruksi mekanik sehingga jalannya persalinan      aman.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;.Penggunaan      oksitosin umumnya dihindarkan pada kasus-kasus dengan presentasi janin      abnormal dan regangan uterus yang berlebihan seperti pada hidramnion,      janin tunggal yang besar, atau kehamilan multiple.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Wanita      dengan paritas tinggi (lebih dari 5), pada umumnya tidak diberi oksitosin      karena mudah mengalami ruptura uteri dibandingkan dengan wanita paritas      rendah. Demikian pula dengan wanita dengan cacat uterus, penggunaan      oksitosin ditangguhkan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Keadaan      janin harus baik, yang dibuktikan dengan pemeriksaan denyut jantung janin      dan tidak adanya mekonium yang kental dalam cairan amnion. Tentu saja pada      janin yang mati tidak ada kontra indikasi untuk memberikan oksitosin,      kecuali bila jelas terdapat disproporsi fetopelvik atau letak lintang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Ahli      obstetrik harus memperhatikan kontraksi pertama setelah pemberian obat      tersebut dan siap menghentikan pemberiannya bila terjadi tetania uteri.      Merupakan keharusan untuk menghindarkan suatu hiperstimulasi. Frekuensi,      intensitas, dan lamanya kontraksi, serta tonus uterus antara kontraksi      tidak boleh melebihi seperti apa yang terjadi pada persalinan spontan yang      normal.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Pola      denyut jantung janin dan kontraksi uterus dievaluasi berulang-ulang. Untuk      itu dianjurkan melakukan pemantauan secara terus menerus terhadap denyut      jantung janin dan kontraksi uterus.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Oksitosin merupakan obat yang kuat, obat tersebut dapat membunuh dan membuat cacat ibu dengan terjadinya ruptura uteri, dan malahan menyebabkan lebih banyak kematian dan cacat janin akibat hipoksia yang disebabkan oleh kontraksi uterus yang sangat hipertonik. Tetapi pemberian oksitosin intravena pada berbagai publikasi terbukti jelas memberikan keuntungan, karena keefektifan maupun keamanannya. Kegagalan mengobati disfungsi uterus menyebabkan ibu manghadapi peningkatan bahaya terjadinya kelelahan, infeksi intrapartum, dan kelahiran operatif yang traumatik. Disamping itu, kegagalan mengobati disfungsi uterus dapat menghadapkan janin terhadap resiko kematian yang lebih besar, sedangkan resiko penggunaan oksitosin intravena, bila digunakan dengan cara yang benar, dapat diabaikan. Tetapi kecelakaan yang berat dapat terjadi pada penggunaannya bila persyaratannya tidak diawasi dengan ketat. Ruptura uteri pada segmen bawah uterus akibat stimulasi dengan larutan oksitosin intravena hendaknya merupakan peringatan kepada dokter tentang pentingnya persyaratan tersebut. Dalam kasus tersebut, oksitosin diberikan pada seorang multipara umur 38 tahun. Karena tidak ditemukan kelainan lian, seharusnya dianggap adanya otot uterus yang menua yang telah mengalami regangan berkali-kali pada persalinan-persalinan sebelumnya, sehingga tidak dapat menahan beban yang ditimbulkan oleh oksitosin.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 0in; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Satu sifat oksitosin intravena adalah kenyataan bahwa bila berhasil, obat tersebut bekerja dengan segera, menyebabkan kemajuan yang jelas dengan sedikit hambatan. Pada setiap kecepatan tetesan infus kadar plasma mencapai plateau setelah 30 menit karena kecepatan tetesan dan kecepatan penghancurannya oleh oksitosinase mencapai keseimbangan. Oleh karena itu obat tersebut tidak perlu diberikan pada jangka waktu yang tak terbatas untuk merangsang persalinan. Obat tersebut harus diberikan selama tidak lebih dari beberapa jam (O’Driscoll dkk, 1984; Seitchik dan Castillo 1983a,1983b); bila kemudian serviks tidak mengalami perubahan yang nyata, dan bila diramalkan tidak akan terjadi persalinan pervaginam secara mudah, maka harus dilakukan kelahiran seksio sesarea. Sebaliknya, oksitosin tidak boleh digunakan untuk memaksa pembukaan serviks dengan kecepatan yang melebihi keadaaan normal (Cohen dan Friedman,1983). Kesiapan untuk melakukan seksio sesarea dalam hal kegagalan oksitosin atau bila terdapat kontraindikasi pemakaiannya, sangat menurunkan mortalitas dan morbiditas perinata.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText2"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Harapan untuk semua pihak&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText2" style="text-indent: 0.5in;"&gt;Pada tulisan ini telah dipaparkan tentang oksitosin, cara kerjanya pada otot polos uterus, mioepitel kelenjar mammae, efek yang tupang tindih dengan hormon ADH, dan beberapa efek samping yang tidak diinginkan serta yang berkaitan dengan rumus kimia oksitosin dan juga cara pemberian dan pemakaian yang dianjurkan agar tidak terjadi atau terhindar dari efek samping yang tidak diinginkan yang merugikan klien. Diharapkan dengan paparan ini kepada para bidan dapat memahami atau meningkatkan pengetahuannya tentang oksitosin&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sehingga dapat menyahuti himbauan ataupun gerakan yang dicanangkan oleh pemerintah dalam memberikan pelayanan yang berkualitas kepada masyarakat khususnya ibu hamil, ibu melahirkan dan ibu nifas. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;h1 style="margin-left: 0in; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Pada kelenjar mammae . &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;" lang="SV"&gt;Fungsi fisiologik lain yang kemungkinan besar dimiliki oleh oksitosin adalah merangsang kontraksi sel mioepitel yang mengelilingi mammae, fungsi fisiologik ini meningkatkan gerakan ASI kedalam duktus alveolaris dan memungkinkan terjadinya ejeksi ASI. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Reseptor membran untuk oksitosin ditemukan baik dalam jaringan uterus maupun mammae. Jumlah reseptor ini bertambah oleh pengaruh estrogen dan berkurang oleh pengaruh progesterone. Kenaikan kadar estrogen yang terjadi bersamaan dengan penurunan kadar progester6n dan terlihat sesaat sebelum persalinan mungkin bisa menjelaskan awal laktasi sebelum persalinan. Derivat progesterone lazim digunakan untuk menghambat laktasi postpartum pada manusia. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;h1 style="margin-left: 0in; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Pada ginjal. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;" lang="SV"&gt;ADH dan oksitosin disekresikan secara terpisah kedalam darah bersama neurofisinnya. Kedua hormon ini beredar dalam bentuk tak terikat dengan protein dan mempunyai waktu paruh plasma yang sangat pendek yaitu berkisar 2-4 menit. Oksitosin mempunyai struktur kimia yang sangat mirip dengan Vasopresin/ADH, sebagaimana diperlihatkan dibawah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ini: &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;u&gt;Cys-Tyr-Phe-Gln-Asn- Cys&lt;/u&gt;-Pro-Arg-Gly-NH2 : &lt;span style=""&gt;        &lt;/span&gt;Arginin Vasopresin&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;u&gt;Cys-Tyr-Phe-Gln-Asn- Cys&lt;/u&gt;-Pro-Lys -Gly-NH2 :&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;       &lt;/span&gt;Lisin Vasopresin&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;u&gt;Cys-Tyr-Lie-Gln-Asn- Cys&lt;/u&gt;-Pro-Arg-Gly-NH2 : &lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;Oksitosin&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText"&gt;&lt;span style="font-weight: normal;" lang="SV"&gt;Masing-masing hormon ini merupakan senyawa nono apeptida yang mengandung molekul sistein pada posisi 1 dan 6 yang dihubungkan oleh jembatan S—S. Sebagian besar binatang menpunyai Arginin Vasopresin, meskipun demikian hormon pada babi dan spesies lain yang terkait, mempunyai lisin yang tersubtitusi pada posisi 8. Karena kemiripan structural yang erat tersebut tidaklah mengherankan kalau&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;oksitosin&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dan ADH masing-masing memperlihatkan sebagian efek yang sama/tumpang tindih. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText" style="text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="font-weight: normal;" lang="SV"&gt;Salah satu efek penting&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang tidak diingini pada oksitosin adalah anti diuresis yang terutama disebabkan oleh reabsorbsi air. Abdul Karim dan Assali (1961) menunjukan dengan jelas bahwa pada wanita hamil maupun tidak hamil oksitosin mempunyai aktivitas anti diuresis. Pada wanita yang mengalami diuresis sebagai akibat pemberian air, apabila diberikan infus dengan 20 miliunit oksitosin permenit, biasnya akan mengakibatkan produksi air seni menurun. Kalau dosis ditingkatkan menjadi 40 miliunit permenit, produksi air seni sangat menurun. Dengan dosis yang sama apabila diberikan dalam cairan dekstorse tanpa elektrolit dalam volume yang besar akan dapat menimbulkan intoksikasi air. Pada umunnya kalau pemberian oksitosin dalam dosis yang relatif tinggi dalam jangka waktu yang agak lama maka lebih baik meningkatkan konsentrasi hormon ini dari pada menambah jumlah cairan dengan konsentrasi hormon yang rendah . Efek anti diuresis pemberian oksitosin intravena hilang dalam waktu beberapa menit setelah infus dihentikan. Pemberian oksitosin im dengan dosis 5-10 unit tiap 15-30 menit juga menimbulkan anti diuresis tetapi kemungkinan keracunan air tidak terlalu besar karena tidak desertakan pemberian cairan tanpa elektrolit dalam jumlah besar. Oksitosin dan hormon ADH memiliki rumus bangun yang sangat mirip , hal ini akan menjelaskan mengapa fungsi kedua hormon ini saling tumpang tindih. Peptida ini terutama dimetabolisme dihati, sekalipun eksresi adrenal ADH menyebabkan hilangnya sebagian hormon ini dengan jumlah yang bermakna dari dalam darah. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText"&gt;&lt;span style="font-weight: normal;" lang="SV"&gt;Gugus kimia yang penting bagi kerja oksitosin mencakup gugus amino primer pada sistein dengan ujung terminal –amino: gugus fenolik pada tirosin ; gugus tiga carboksiamida pada aspa-ragin, glutamin serta glisinamida; dan ikatan disulfida (s----s). Delesi atau subtitusi gugus ini pernah menghasilkan sejumlah analog oksitosin. Sebagai contoh penghapusan gugus amino primer bebas pada belahan terminal residu sistein menghasilkan desamino oksitosin yang memiliki aktivitas anti diuretika empat hingga lima kali lebih kuat dari pada aktivitas anti diuretika hormon oksitosin.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText"&gt;&lt;span style="font-weight: normal;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText" style="text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Pada pembuluh darah . &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;" lang="SV"&gt;Oksitosin bekerja pada reseptor hormon antidiuretik (ADH) untuk menyebabkan penurunan tekanan darah khususnya diastolik karena vasodilatasi. Secher dan kawan-kawan (1978) selalu mendapatkan adanya penurunan tekanan darah arterial sesaat namun cukup nyata apabila pada wanita sehat diberikan 10 unit bolus oksitosin secara intravena kemudian segera diikuti kenaikan kardiak autput yang cepat. Mereka juga menyimpulkan bahwa perubahan henodinamik ini dapat membahayakan jiwa seorang ibu bila sebelumnya sudah terjadi hipovolemi atau mereka yang mempunyai penyakit jantung yang membatasi kardiak autput atau yang mengalami komplikasi adanya hubungan pintas dari kanan kekiri. Dengan demikian maka oksitosin sebaiknya tidak diberikan secara intravena dalam bentuk bolus, melainkan dalam larutan yang lebih encer, dalam bentuk infus atau diberikan suntikan intramuskular. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;h1 style="margin-left: 0in; text-indent: 0in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Oksitosin sintetik&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;  &lt;p class="MsoBodyText2" style="text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Sekresi oksitosin endogenus tidak disupresi oleh mekanisme umpan balik negatif, ini berarti bahwa oksitosin sintetis tidak akan mensupresi pelepasan oksitosin endogenus. Oksitosin dapat diberikan intramuskular, intravena, sublingual maupun intranasal. Pemakaian pompa infus dianjurkan untuk pemberian oksitosin lewat intravena. Oksitosin bekerja satu menit setelah pemberian intravena, peningkatan kontraksi uterus dimulai segera setelah pemberian . Waktu paruh oksitosin diperkirakan berkisar 1-20 menit bahkan apabila oksitosin diberikan itravena maka waktu paruhnya sangat pendek yaitu diperkirakan 3 menit. Data terakhir menyebutkan sekitar 15 menit. Oksitosin akan dieliminasi dalam waktu 30-40 menit setelah pemberian&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;h1 style="margin-left: 0in; text-indent: 0in; line-height: 150%;"&gt;Efek samping oksitosin&lt;/h1&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Bila oksitosin sintetik diberikan, kerja fisiologis hormon ini akan meningkat sehingga dapat timbul efek samping yang berbahaya, efek samping tersebut dapat dikelompokkan menjadi: &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 45pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;a. Stimulasi berlebih pada uterus&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 45pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;b. Konstriksi pembuluh darah tali pusat&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 45pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;c. Kerja anti diuretika&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 45pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;d. Kerja pada pembuluh darah ( dilatasi )&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 45pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;e. Mual&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 45pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;f. Reaksi hipersensitif&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;h1 style="margin-left: 0in; text-indent: 0in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Stimulasi uterus dengan oksitosin pada persalinan hipotonik&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;Perlu diperhatikan dulu apakah jalan lahir cukup luas untuk ukuran kepala janin dan apakah kepala janin juga dalam posisi fleksi yang baik, sehingga diameter yang terkecil kepala janin yang akan menyesuaikan dengan jalan lahir ( diameter biparietal dan suboccipitobregmatika ). &lt;span style="" lang="SV"&gt;Suatu kesempitan panggul adalah tidak mungkin bila semua criteria dibawah ini kita jumpai: &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;a.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Konjugata diagonalis normal&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;b.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Bila dinding lateral panggul sejajar&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;c.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Spina ischiadika tidak menonjol&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;d.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Sakrum tidak mendatar&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;e.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Arkus pubis tidak sempit&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;f.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Bagian terendah janin adalah oksiput&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent2" style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;g.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Bila dilakukan dorongan pada fundus maka kepala janin akan turun melewati pintu&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;atas panggul&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Jika kriteria diatas tidak dipenuhi, ,maka pilihannya adalah seksio sesaria. Bila dipergunakan oksitosin, maka harus dilakukan pengawasan ketat terhadap denyut jantung janin dan pola kontraksi uterus, frekuensi, intensitas, lamanya, dan waktu relaksasi serta hubungannya dengan denyut jantung janin diamati secara ketat. Bila denyut jantung tidak diawasi terus menerus, maka penting sekali untuk melakukan pemeriksaan denyut jantung janin segera setelah kontraksi uterus, dan tidak harus menunggu satu menit atau lebih.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CUKOP%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0in; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} h1 	{mso-style-next:Normal; 	margin-top:0in; 	margin-right:0in; 	margin-bottom:0in; 	margin-left:.3in; 	margin-bottom:.0001pt; 	text-align:justify; 	text-indent:-.3in; 	mso-pagination:widow-orphan; 	page-break-after:avoid; 	mso-outline-level:1; 	mso-list:l0 level1 lfo2; 	tab-stops:list .3in; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-font-kerning:0pt;} h2 	{mso-style-next:Normal; 	margin-top:0in; 	margin-right:0in; 	margin-bottom:0in; 	margin-left:.4in; 	margin-bottom:.0001pt; 	text-align:justify; 	text-indent:-.4in; 	line-height:150%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	page-break-after:avoid; 	mso-outline-level:2; 	mso-list:l0 level2 lfo2; 	tab-stops:list .4in; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	font-style:italic;} h3 	{mso-style-next:Normal; 	margin-top:0in; 	margin-right:0in; 	margin-bottom:0in; 	margin-left:.5in; 	margin-bottom:.0001pt; 	text-indent:-.5in; 	line-height:150%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	page-break-after:avoid; 	mso-outline-level:3; 	mso-list:l0 level3 lfo2; 	tab-stops:list .5in; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman";} h4 	{mso-style-next:Normal; 	margin-top:0in; 	margin-right:0in; 	margin-bottom:0in; 	margin-left:.6in; 	margin-bottom:.0001pt; 	text-align:justify; 	text-indent:-.6in; 	line-height:150%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	page-break-after:avoid; 	mso-outline-level:4; 	mso-list:l0 level4 lfo2; 	tab-stops:list .6in; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	text-decoration:underline; 	text-underline:single;} h5 	{mso-style-next:Normal; 	margin-top:0in; 	margin-right:0in; 	margin-bottom:0in; 	margin-left:.7in; 	margin-bottom:.0001pt; 	text-indent:-.7in; 	mso-pagination:widow-orphan; 	page-break-after:avoid; 	mso-outline-level:5; 	mso-list:l0 level5 lfo2; 	tab-stops:list .7in; 	font-size:14.0pt; 	mso-bidi-font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman";} h6 	{mso-style-next:Normal; 	margin-top:12.0pt; 	margin-right:0in; 	margin-bottom:3.0pt; 	margin-left:.8in; 	text-indent:-.8in; 	mso-pagination:widow-orphan; 	mso-outline-level:6; 	mso-list:l0 level6 lfo2; 	tab-stops:list .8in; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Times New Roman";} p.MsoHeading7, li.MsoHeading7, div.MsoHeading7 	{mso-style-next:Normal; 	margin-top:12.0pt; 	margin-right:0in; 	margin-bottom:3.0pt; 	margin-left:.9in; 	text-indent:-.9in; 	mso-pagination:widow-orphan; 	mso-outline-level:7; 	mso-list:l0 level7 lfo2; 	tab-stops:list .9in; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} p.MsoHeading8, li.MsoHeading8, div.MsoHeading8 	{mso-style-next:Normal; 	margin-top:12.0pt; 	margin-right:0in; 	margin-bottom:3.0pt; 	margin-left:1.0in; 	text-indent:-1.0in; 	mso-pagination:widow-orphan; 	mso-outline-level:8; 	mso-list:l0 level8 lfo2; 	tab-stops:list 1.0in; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	font-style:italic;} p.MsoHeading9, li.MsoHeading9, div.MsoHeading9 	{mso-style-next:Normal; 	margin-top:12.0pt; 	margin-right:0in; 	margin-bottom:3.0pt; 	margin-left:1.1in; 	text-indent:-1.1in; 	mso-pagination:widow-orphan; 	mso-outline-level:9; 	mso-list:l0 level9 lfo2; 	tab-stops:list 1.1in; 	font-size:11.0pt; 	font-family:Arial; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} p.MsoHeader, li.MsoHeader, div.MsoHeader 	{margin:0in; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	tab-stops:center 3.0in right 6.0in; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} p.MsoBodyText, li.MsoBodyText, div.MsoBodyText 	{margin:0in; 	margin-bottom:.0001pt; 	text-align:justify; 	line-height:150%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	font-weight:bold;} p.MsoBodyTextIndent, li.MsoBodyTextIndent, div.MsoBodyTextIndent 	{margin-top:0in; 	margin-right:0in; 	margin-bottom:0in; 	margin-left:27.0pt; 	margin-bottom:.0001pt; 	text-align:justify; 	line-height:150%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} p.MsoBodyText2, li.MsoBodyText2, div.MsoBodyText2 	{margin:0in; 	margin-bottom:.0001pt; 	text-align:justify; 	line-height:150%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} p.MsoBodyTextIndent2, li.MsoBodyTextIndent2, div.MsoBodyTextIndent2 	{margin-top:0in; 	margin-right:0in; 	margin-bottom:0in; 	margin-left:.25in; 	margin-bottom:.0001pt; 	line-height:150%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} p.MsoBodyTextIndent3, li.MsoBodyTextIndent3, div.MsoBodyTextIndent3 	{margin-top:0in; 	margin-right:0in; 	margin-bottom:0in; 	margin-left:1.0in; 	margin-bottom:.0001pt; 	text-align:justify; 	line-height:150%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:8.5in 11.0in; 	margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in; 	mso-header-margin:.5in; 	mso-footer-margin:.5in; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;}  /* List Definitions */  @list l0 	{mso-list-id:1752700490; 	mso-list-template-ids:351069686;} @list l0:level1 	{mso-level-style-link:"Heading 1"; 	mso-level-text:%1; 	mso-level-tab-stop:.3in; 	mso-level-number-position:left; 	margin-left:.3in; 	text-indent:-.3in;} @list l0:level2 	{mso-level-style-link:"Heading 2"; 	mso-level-text:"%1\.%2"; 	mso-level-tab-stop:.4in; 	mso-level-number-position:left; 	margin-left:.4in; 	text-indent:-.4in;} @list l0:level3 	{mso-level-style-link:"Heading 3"; 	mso-level-text:"%1\.%2\.%3"; 	mso-level-tab-stop:.5in; 	mso-level-number-position:left; 	margin-left:.5in; 	text-indent:-.5in;} @list l0:level4 	{mso-level-style-link:"Heading 4"; 	mso-level-text:"%1\.%2\.%3\.%4"; 	mso-level-tab-stop:.6in; 	mso-level-number-position:left; 	margin-left:.6in; 	text-indent:-.6in;} @list l0:level5 	{mso-level-style-link:"Heading 5"; 	mso-level-text:"%1\.%2\.%3\.%4\.%5"; 	mso-level-tab-stop:.7in; 	mso-level-number-position:left; 	margin-left:.7in; 	text-indent:-.7in;} @list l0:level6 	{mso-level-style-link:"Heading 6"; 	mso-level-text:"%1\.%2\.%3\.%4\.%5\.%6"; 	mso-level-tab-stop:.8in; 	mso-level-number-position:left; 	margin-left:.8in; 	text-indent:-.8in;} @list l0:level7 	{mso-level-style-link:"Heading 7"; 	mso-level-text:"%1\.%2\.%3\.%4\.%5\.%6\.%7"; 	mso-level-tab-stop:.9in; 	mso-level-number-position:left; 	margin-left:.9in; 	text-indent:-.9in;} @list l0:level8 	{mso-level-style-link:"Heading 8"; 	mso-level-text:"%1\.%2\.%3\.%4\.%5\.%6\.%7\.%8"; 	mso-level-tab-stop:1.0in; 	mso-level-number-position:left; 	margin-left:1.0in; 	text-indent:-1.0in;} @list l0:level9 	{mso-level-style-link:"Heading 9"; 	mso-level-text:"%1\.%2\.%3\.%4\.%5\.%6\.%7\.%8\.%9"; 	mso-level-tab-stop:1.1in; 	mso-level-number-position:left; 	margin-left:1.1in; 	text-indent:-1.1in;} @list l1 	{mso-list-id:1828549672; 	mso-list-type:hybrid; 	mso-list-template-ids:-1593382134 67698713 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715;} @list l1:level1 	{mso-level-number-format:alpha-lower; 	mso-level-tab-stop:.5in; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-.25in;} ol 	{margin-bottom:0in;} ul 	{margin-bottom:0in;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Pengertian Oksitosin&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Oksitosin&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt; adalah suatu hormon yang diproduksi di hipotalamus dan diangkut lewat aliran aksoplasmik ke hipofisis posterior yang jika mendapatkan stimulasi yang tepat hormon ini akan dilepas kedalam darah. Hormon ini di beri nama oksitosin berdasarkan efek fisiologisnya yakni percepatan proses persalinan dengan merangsang kontraksi otot polos uterus. Peranan fisiologik lain yang dimiliki oleh hormon ini adalah meningkatkan ejeksi ASI dari kelenjar mammae.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Bagaimana Oksitosin dikeluarkan ?&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Impuls neural yang terbentuk dari perangsangan papilla mammae merupakan stimulus primer bagi pelepasan oksitosin sedangkan distensi vagina dan uterus merupakan stimulus sekunder. Estrogen akan merangsang produksi oksitosin sedangkan progesterone&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sebaliknya akan menghambat produksi oksitosin. Selain di hipotalamus, oksitosin juga disintesis di kelenjar gonad, plasenta dan uterus mulai sejak kehamilan 32 minggu dan seterusnya. Konsentrasi oksitosin dan juga aktivitas uterus akan meningkat pada malam hari.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Pelepasan oksitosin endogenus ditingkatkan oleh: &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1in; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;a.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Persalinan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1in; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;b.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Stimulasi serviks, vagina dan payudara&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1in; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;c.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Estrogen yang beredar dalam darah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1in; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;d.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Peningkatan osmolalitas/konsentrasi plasma&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1in; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;e.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Volume cairan yang rendah dalam sirkulasi darah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent3" style="margin-left: 1.25in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;f.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Stress, stress yang disebabkan oleh tangisan bayi akan menstimulasi&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;pengeluaran ASI&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Pelepasan oksitosin disupresi oleh:&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoHeader" style="margin-left: 1in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;a.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Alkohol&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;b.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Relaksin&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;c.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Penurunan osmolalitas/konsentrasi plasma&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;d.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Volume cairan yang tinggi dalam sirkulasi darah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;" lang="SV"&gt;Bagaimana Mekanisme Kerja Oksitosin ?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;h1 style="margin-left: 0in; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Pada otot polos uterus. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;" lang="SV"&gt;Mekanisme kerja dari oksitosin belum diketahui pasti, hormon ini akan menyebabkan kontraksi otot polos uterus sehingga digunakan dalam dosis farmakologik untuk menginduksi persalinan. Sebelum bayi lahir pada proses persalinan yang timbul spontan ternyata rahim sangat peka terhadap oksitosin Dengan dosis beberapa miliunit permenit intra vena, rahim yang hamil sudah berkontraksi demikian kuat sehingga seakan-akan dapat membunuh janin yang ada didalamnya atau merobek rahim itu sendiri atau kedua-duanya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Kehamilan akan berlangsung dengan jumlah hari yang sudah ditentukan untuk masing-masing spesies tetapi faktor yang menyebabkan berakhirnya suatu kehamilan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;masih belum diketahui. Pengaruh hormonal memang dicurigai tetapi masih belum terbukti. Estrogen dan progesterone merupakan factor yang dicurigai mengingat kedua hormon ini mempengaruhi kontraktilitas uterus. Juga terdapat bukti bahwa katekolamin turut terlibat dalam proses induksi persalinan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Karena oksitosin merangsang kontraktilitas uterus maka hormon ini digunakan untuk memperlancar persalinan, tetapi tidak akan memulai persalinan kecuali kehamilan sudah aterm. Didalam uterus terdapat reseptor oksitosin 100 kali lebih banyak pada kehamilan aterm dibandingkan dengan kehamilan awal. Jumlah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;estrogen yang meningkat pada kehamilan aterm dapat memperbesar jumlah reseptor oksitosin. Begitu proses persalinan dimulai serviks akan berdilatasi sehinga memulai refleks neural yang menstimulasi pelepasan oksitosin dan kontraksi uterus selanjutnya. Faktor mekanik seperti jumlah regangan atau gaya yang terjadi pada otot, mungkin merupakan hal penting. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;h1 style="margin-left: 0in; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Pada kelenjar mammae . &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;" lang="SV"&gt;Fungsi fisiologik lain yang kemungkinan besar dimiliki oleh oksitosin adalah merangsang kontraksi sel mioepitel yang mengelilingi mammae, fungsi fisiologik ini meningkatkan gerakan ASI kedalam duktus alveolaris dan memungkinkan terjadinya ejeksi ASI. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Reseptor membran untuk oksitosin ditemukan baik dalam jaringan uterus maupun mammae. Jumlah reseptor ini bertambah oleh pengaruh estrogen dan berkurang oleh pengaruh progesterone. Kenaikan kadar estrogen yang terjadi bersamaan dengan penurunan kadar progester6n dan terlihat sesaat sebelum persalinan mungkin bisa menjelaskan awal laktasi sebelum persalinan. Derivat progesterone lazim digunakan untuk menghambat laktasi postpartum pada manusia. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;h1 style="margin-left: 0in; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Pada ginjal. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;" lang="SV"&gt;ADH dan oksitosin disekresikan secara terpisah kedalam darah bersama neurofisinnya. Kedua hormon ini beredar dalam bentuk tak terikat dengan protein dan mempunyai waktu paruh plasma yang sangat pendek yaitu berkisar 2-4 menit. Oksitosin mempunyai struktur kimia yang sangat mirip dengan Vasopresin/ADH, sebagaimana diperlihatkan dibawah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ini: &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;u&gt;Cys-Tyr-Phe-Gln-Asn- Cys&lt;/u&gt;-Pro-Arg-Gly-NH2 : &lt;span style=""&gt;        &lt;/span&gt;Arginin Vasopresin&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;u&gt;Cys-Tyr-Phe-Gln-Asn- Cys&lt;/u&gt;-Pro-Lys -Gly-NH2 :&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;       &lt;/span&gt;Lisin Vasopresin&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;u&gt;Cys-Tyr-Lie-Gln-Asn- Cys&lt;/u&gt;-Pro-Arg-Gly-NH2 : &lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;Oksitosin&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText"&gt;&lt;span style="font-weight: normal;" lang="SV"&gt;Masing-masing hormon ini merupakan senyawa nono apeptida yang mengandung molekul sistein pada posisi 1 dan 6 yang dihubungkan oleh jembatan S—S. Sebagian besar binatang menpunyai Arginin Vasopresin, meskipun demikian hormon pada babi dan spesies lain yang terkait, mempunyai lisin yang tersubtitusi pada posisi 8. Karena kemiripan structural yang erat tersebut tidaklah mengherankan kalau&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;oksitosin&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dan ADH masing-masing memperlihatkan sebagian efek yang sama/tumpang tindih. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText" style="text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="font-weight: normal;" lang="SV"&gt;Salah satu efek penting&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang tidak diingini pada oksitosin adalah anti diuresis yang terutama disebabkan oleh reabsorbsi air. Abdul Karim dan Assali (1961) menunjukan dengan jelas bahwa pada wanita hamil maupun tidak hamil oksitosin mempunyai aktivitas anti diuresis. Pada wanita yang mengalami diuresis sebagai akibat pemberian air, apabila diberikan infus dengan 20 miliunit oksitosin permenit, biasnya akan mengakibatkan produksi air seni menurun. Kalau dosis ditingkatkan menjadi 40 miliunit permenit, produksi air seni sangat menurun. Dengan dosis yang sama apabila diberikan dalam cairan dekstorse tanpa elektrolit dalam volume yang besar akan dapat menimbulkan intoksikasi air. Pada umunnya kalau pemberian oksitosin dalam dosis yang relatif tinggi dalam jangka waktu yang agak lama maka lebih baik meningkatkan konsentrasi hormon ini dari pada menambah jumlah cairan dengan konsentrasi hormon yang rendah . Efek anti diuresis pemberian oksitosin intravena hilang dalam waktu beberapa menit setelah infus dihentikan. Pemberian oksitosin im dengan dosis 5-10 unit tiap 15-30 menit juga menimbulkan anti diuresis tetapi kemungkinan keracunan air tidak terlalu besar karena tidak desertakan pemberian cairan tanpa elektrolit dalam jumlah besar. Oksitosin dan hormon ADH memiliki rumus bangun yang sangat mirip , hal ini akan menjelaskan mengapa fungsi kedua hormon ini saling tumpang tindih. Peptida ini terutama dimetabolisme dihati, sekalipun eksresi adrenal ADH menyebabkan hilangnya sebagian hormon ini dengan jumlah yang bermakna dari dalam darah. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText"&gt;&lt;span style="font-weight: normal;" lang="SV"&gt;Gugus kimia yang penting bagi kerja oksitosin mencakup gugus amino primer pada sistein dengan ujung terminal –amino: gugus fenolik pada tirosin ; gugus tiga carboksiamida pada aspa-ragin, glutamin serta glisinamida; dan ikatan disulfida (s----s). Delesi atau subtitusi gugus ini pernah menghasilkan sejumlah analog oksitosin. Sebagai contoh penghapusan gugus amino primer bebas pada belahan terminal residu sistein menghasilkan desamino oksitosin yang memiliki aktivitas anti diuretika empat hingga lima kali lebih kuat dari pada aktivitas anti diuretika hormon oksitosin.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText"&gt;&lt;span style="font-weight: normal;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText" style="text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Pada pembuluh darah . &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;" lang="SV"&gt;Oksitosin bekerja pada reseptor hormon antidiuretik (ADH) untuk menyebabkan penurunan tekanan darah khususnya diastolik karena vasodilatasi. Secher dan kawan-kawan (1978) selalu mendapatkan adanya penurunan tekanan darah arterial sesaat namun cukup nyata apabila pada wanita sehat diberikan 10 unit bolus oksitosin secara intravena kemudian segera diikuti kenaikan kardiak autput yang cepat. Mereka juga menyimpulkan bahwa perubahan henodinamik ini dapat membahayakan jiwa seorang ibu bila sebelumnya sudah terjadi hipovolemi atau mereka yang mempunyai penyakit jantung yang membatasi kardiak autput atau yang mengalami komplikasi adanya hubungan pintas dari kanan kekiri. Dengan demikian maka oksitosin sebaiknya tidak diberikan secara intravena dalam bentuk bolus, melainkan dalam larutan yang lebih encer, dalam bentuk infus atau diberikan suntikan intramuskular. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;h1 style="margin-left: 0in; text-indent: 0in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Oksitosin sintetik&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;  &lt;p class="MsoBodyText2" style="text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Sekresi oksitosin endogenus tidak disupresi oleh mekanisme umpan balik negatif, ini berarti bahwa oksitosin sintetis tidak akan mensupresi pelepasan oksitosin endogenus. Oksitosin dapat diberikan intramuskular, intravena, sublingual maupun intranasal. Pemakaian pompa infus dianjurkan untuk pemberian oksitosin lewat intravena. Oksitosin bekerja satu menit setelah pemberian intravena, peningkatan kontraksi uterus dimulai segera setelah pemberian . Waktu paruh oksitosin diperkirakan berkisar 1-20 menit bahkan apabila oksitosin diberikan itravena maka waktu paruhnya sangat pendek yaitu diperkirakan 3 menit. Data terakhir menyebutkan sekitar 15 menit. Oksitosin akan dieliminasi dalam waktu 30-40 menit setelah pemberian&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;h1 style="margin-left: 0in; text-indent: 0in; line-height: 150%;"&gt;Efek samping oksitosin&lt;/h1&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Bila oksitosin sintetik diberikan, kerja fisiologis hormon ini akan meningkat sehingga dapat timbul efek samping yang berbahaya, efek samping tersebut dapat dikelompokkan menjadi: &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 45pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;a. Stimulasi berlebih pada uterus&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 45pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;b. Konstriksi pembuluh darah tali pusat&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 45pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;c. Kerja anti diuretika&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 45pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;d. Kerja pada pembuluh darah ( dilatasi )&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 45pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;e. Mual&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 45pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;f. Reaksi hipersensitif&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;h1 style="margin-left: 0in; text-indent: 0in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Stimulasi uterus dengan oksitosin pada persalinan hipotonik&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;Perlu diperhatikan dulu apakah jalan lahir cukup luas untuk ukuran kepala janin dan apakah kepala janin juga dalam posisi fleksi yang baik, sehingga diameter yang terkecil kepala janin yang akan menyesuaikan dengan jalan lahir ( diameter biparietal dan suboccipitobregmatika ). &lt;span style="" lang="SV"&gt;Suatu kesempitan panggul adalah tidak mungkin bila semua criteria dibawah ini kita jumpai: &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;a.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Konjugata diagonalis normal&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;b.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Bila dinding lateral panggul sejajar&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;c.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Spina ischiadika tidak menonjol&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;d.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Sakrum tidak mendatar&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;e.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Arkus pubis tidak sempit&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;f.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Bagian terendah janin adalah oksiput&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent2" style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;g.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Bila dilakukan dorongan pada fundus maka kepala janin akan turun melewati pintu&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;atas panggul&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Jika kriteria diatas tidak dipenuhi, ,maka pilihannya adalah seksio sesaria. Bila dipergunakan oksitosin, maka harus dilakukan pengawasan ketat terhadap denyut jantung janin dan pola kontraksi uterus, frekuensi, intensitas, lamanya, dan waktu relaksasi serta hubungannya dengan denyut jantung janin diamati secara ketat. Bila denyut jantung tidak diawasi terus menerus, maka penting sekali untuk melakukan pemeriksaan denyut jantung janin segera setelah kontraksi uterus, dan tidak harus menunggu satu menit atau lebih.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;h1 style="margin-left: 0in; text-indent: 0in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Teknik Pemberian Oksitosin Intravena&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;  &lt;h3 style="margin-left: 0in; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="font-weight: normal;" lang="SV"&gt;Sepuluh unit oksitosin dilarutkan dalam satu liter cairan, biasanya diberikan glukosa 5% dalam air, atau lebih baik dipakai suatu larutan garam berimbang. Larutan yang lebih encer dapat disiapkan dengan melipatkan jumlah cairan atau mempergunakan setengah jumlah oksitosin. Meskipun oleh beberapa penulis dinyatakan bahwa larutan yang lebih encer juga efektif, tetapi larutan ( 10 U dalam 1 liter ) adalah mudah dipersiapkan, aman, efektif, dan mungkin paling sedikit memberikan keraguan dalam mempersiapkan dan pemberiannya. Dengan larutan oksitosin 10 mU/ ml, maka aliran rata-rata mudah dikalkulasi. Dianjurkan menggunakan sistim pompa infus yang konstan, yang akan meningkatkan ketelitian dosis yang diberikan, terutama dalam dosis rendah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;  &lt;h3 style="margin-left: 0in; text-align: justify; text-indent: 0in;"&gt;&lt;span style="font-weight: normal;" lang="SV"&gt;Jarum yang mempunyai penutup-aliran dimasukkan ke dalam vena di lengan, atau lebih baik melaui infus intravena yang sudah terpasang dan berfungsi baik, dan tetesan mulai di berikan tidak lebih dari 1 mU tiap menit. ( Seitchik dan Castillo, 1982 ). Untuk meningkatkan persalinan akibat murni suatu disfungsi uterus hipotonik, jumlah oksitosin tersebut tidak akan menyebabkan tetania uteri, walaupun pada suatu saat harus siap sewaktu-waktu menghentikan tetesan pada keadaan dimana uterus sangat sensitive terhadap oksitosin. Aliran dinaikkan secara sangat bertahap, dengan waktu tidak lebih dari 30 menit untuk mendapatkan tidak lebih dari 10 mU tiap menit, seperti yang dianjurkan oleh Seitchik dan Castillo(1981,1983a,1983b). Untuk pengobatan disfungsi uterus, rata-rata dosis yang dibutuhkan jarang melampaui dosis tersebut. Untuk induksi persalinan, jika diberikan dengan tetesan rata-rata 30-40 mU tiap menit tidak dapat menimbulkan kontraksi uterus yang memuaskan, maka tetesan yang lebih besarpun tidak mungkin akan berhasil.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;  &lt;h3 style="margin-left: 0in; text-align: justify; text-indent: 0in;"&gt;&lt;span style="font-weight: normal;" lang="SV"&gt;Selama infus oksitosin dilaksanakan ibu tidak boleh dibiarkan sendirian. Kontraksi uterus diawasi terus-menerus dan tetesan segera dihentikan bila dijumpai kontraksi uterus yang lamanya melebihi 1 menit atau bila diselerasi denyut jantung janin yang bermakna. Bila salah satu hal tersebut terjadi, tetesan harus segera dihentikan dan biasanya terjadi perbaikan gangguan tersebut, serta mencegah bahaya pada ibu dan janin. Kosentrasi oksitosin dalam plasma cepat menurun, karena waktu-paruh oksitosin rata-rata kurang dari 3 menit.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Harus selalu diingat bahwa oksitosin mempunyai pengaruh antidiuretik yang kuat. Pada pemberian oksitosin 20 mU atau lebih tiap menit, klirens air –bebas oleh ginjal (free water clearance) menurun secara nyata. Jika cairan mengandung air (aqueous fluids), terutama dextrose dalam air, diberikan dalam jumlah cukup besar dan lama, bersamaan dengan oksitosin, terdapat kemungkinan untuk terjadi intoksikasi air yang merupakan penyebab terjadinya kejang, coma, dan malahan kematian.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Diparkland Memorial Hospital, bila menggunakan oksitosin pada uterus yang hipotonus, maka dilaksanakan persyaratan umum berikut :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ol style="margin-top: 0in;" start="1" type="a"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Wanita      harus sudah menunjukkan tanda-tanda bahwa proses persalinan benar-benar      telah terjadi, bukan suatu persalinan palsu atau persalinan prodromal.      Satu-satunya tanda persalinan, adalah terjadinya pendataran serviks yang      progresif dan pembukaan serviks. Walaupun proses itu dapat terhenti,      tetapi pembukaan servik paling tidak sudah mencapai 3 cm. Salah satu      kesalahan yang sering dilakukan oleh seseorang pakar obstetrik adalah      mencoba melakukan perangsangan persalinan, sebelum wanita tersebut      mengalami persalinan aktif.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Harus      tidak ada factor-faktor obstruksi mekanik sehingga jalannya persalinan      aman.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;.Penggunaan      oksitosin umumnya dihindarkan pada kasus-kasus dengan presentasi janin      abnormal dan regangan uterus yang berlebihan seperti pada hidramnion,      janin tunggal yang besar, atau kehamilan multiple.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Wanita      dengan paritas tinggi (lebih dari 5), pada umumnya tidak diberi oksitosin      karena mudah mengalami ruptura uteri dibandingkan dengan wanita paritas      rendah. Demikian pula dengan wanita dengan cacat uterus, penggunaan      oksitosin ditangguhkan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Keadaan      janin harus baik, yang dibuktikan dengan pemeriksaan denyut jantung janin      dan tidak adanya mekonium yang kental dalam cairan amnion. Tentu saja pada      janin yang mati tidak ada kontra indikasi untuk memberikan oksitosin,      kecuali bila jelas terdapat disproporsi fetopelvik atau letak lintang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Ahli      obstetrik harus memperhatikan kontraksi pertama setelah pemberian obat      tersebut dan siap menghentikan pemberiannya bila terjadi tetania uteri.      Merupakan keharusan untuk menghindarkan suatu hiperstimulasi. Frekuensi,      intensitas, dan lamanya kontraksi, serta tonus uterus antara kontraksi      tidak boleh melebihi seperti apa yang terjadi pada persalinan spontan yang      normal.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Pola      denyut jantung janin dan kontraksi uterus dievaluasi berulang-ulang. Untuk      itu dianjurkan melakukan pemantauan secara terus menerus terhadap denyut      jantung janin dan kontraksi uterus.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Oksitosin merupakan obat yang kuat, obat tersebut dapat membunuh dan membuat cacat ibu dengan terjadinya ruptura uteri, dan malahan menyebabkan lebih banyak kematian dan cacat janin akibat hipoksia yang disebabkan oleh kontraksi uterus yang sangat hipertonik. Tetapi pemberian oksitosin intravena pada berbagai publikasi terbukti jelas memberikan keuntungan, karena keefektifan maupun keamanannya. Kegagalan mengobati disfungsi uterus menyebabkan ibu manghadapi peningkatan bahaya terjadinya kelelahan, infeksi intrapartum, dan kelahiran operatif yang traumatik. Disamping itu, kegagalan mengobati disfungsi uterus dapat menghadapkan janin terhadap resiko kematian yang lebih besar, sedangkan resiko penggunaan oksitosin intravena, bila digunakan dengan cara yang benar, dapat diabaikan. Tetapi kecelakaan yang berat dapat terjadi pada penggunaannya bila persyaratannya tidak diawasi dengan ketat. Ruptura uteri pada segmen bawah uterus akibat stimulasi dengan larutan oksitosin intravena hendaknya merupakan peringatan kepada dokter tentang pentingnya persyaratan tersebut. Dalam kasus tersebut, oksitosin diberikan pada seorang multipara umur 38 tahun. Karena tidak ditemukan kelainan lian, seharusnya dianggap adanya otot uterus yang menua yang telah mengalami regangan berkali-kali pada persalinan-persalinan sebelumnya, sehingga tidak dapat menahan beban yang ditimbulkan oleh oksitosin.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 0in; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Satu sifat oksitosin intravena adalah kenyataan bahwa bila berhasil, obat tersebut bekerja dengan segera, menyebabkan kemajuan yang jelas dengan sedikit hambatan. Pada setiap kecepatan tetesan infus kadar plasma mencapai plateau setelah 30 menit karena kecepatan tetesan dan kecepatan penghancurannya oleh oksitosinase mencapai keseimbangan. Oleh karena itu obat tersebut tidak perlu diberikan pada jangka waktu yang tak terbatas untuk merangsang persalinan. Obat tersebut harus diberikan selama tidak lebih dari beberapa jam (O’Driscoll dkk, 1984; Seitchik dan Castillo 1983a,1983b); bila kemudian serviks tidak mengalami perubahan yang nyata, dan bila diramalkan tidak akan terjadi persalinan pervaginam secara mudah, maka harus dilakukan kelahiran seksio sesarea. Sebaliknya, oksitosin tidak boleh digunakan untuk memaksa pembukaan serviks dengan kecepatan yang melebihi keadaaan normal (Cohen dan Friedman,1983). Kesiapan untuk melakukan seksio sesarea dalam hal kegagalan oksitosin atau bila terdapat kontraindikasi pemakaiannya, sangat menurunkan mortalitas dan morbiditas perinata.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText2"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Harapan untuk semua pihak&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText2" style="text-indent: 0.5in;"&gt;Pada tulisan ini telah dipaparkan tentang oksitosin, cara kerjanya pada otot polos uterus, mioepitel kelenjar mammae, efek yang tupang tindih dengan hormon ADH, dan beberapa efek samping yang tidak diinginkan serta yang berkaitan dengan rumus kimia oksitosin dan juga cara pemberian dan pemakaian yang dianjurkan agar tidak terjadi atau terhindar dari efek samping yang tidak diinginkan yang merugikan klien. Diharapkan dengan paparan ini kepada para bidan dapat memahami atau meningkatkan pengetahuannya tentang oksitosin&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sehingga dapat menyahuti himbauan ataupun gerakan yang dicanangkan oleh pemerintah dalam memberikan pelayanan yang berkualitas kepada masyarakat khususnya ibu hamil, ibu melahirkan dan ibu nifas. &lt;/p&gt;  &lt;h1 style="margin-left: 0in; text-indent: 0in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Teknik Pemberian Oksitosin Intravena&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;  &lt;h3 style="margin-left: 0in; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="font-weight: normal;" lang="SV"&gt;Sepuluh unit oksitosin dilarutkan dalam satu liter cairan, biasanya diberikan glukosa 5% dalam air, atau lebih baik dipakai suatu larutan garam berimbang. Larutan yang lebih encer dapat disiapkan dengan melipatkan jumlah cairan atau mempergunakan setengah jumlah oksitosin. Meskipun oleh beberapa penulis dinyatakan bahwa larutan yang lebih encer juga efektif, tetapi larutan ( 10 U dalam 1 liter ) adalah mudah dipersiapkan, aman, efektif, dan mungkin paling sedikit memberikan keraguan dalam mempersiapkan dan pemberiannya. Dengan larutan oksitosin 10 mU/ ml, maka aliran rata-rata mudah dikalkulasi. Dianjurkan menggunakan sistim pompa infus yang konstan, yang akan meningkatkan ketelitian dosis yang diberikan, terutama dalam dosis rendah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;  &lt;h3 style="margin-left: 0in; text-align: justify; text-indent: 0in;"&gt;&lt;span style="font-weight: normal;" lang="SV"&gt;Jarum yang mempunyai penutup-aliran dimasukkan ke dalam vena di lengan, atau lebih baik melaui infus intravena yang sudah terpasang dan berfungsi baik, dan tetesan mulai di berikan tidak lebih dari 1 mU tiap menit. ( Seitchik dan Castillo, 1982 ). Untuk meningkatkan persalinan akibat murni suatu disfungsi uterus hipotonik, jumlah oksitosin tersebut tidak akan menyebabkan tetania uteri, walaupun pada suatu saat harus siap sewaktu-waktu menghentikan tetesan pada keadaan dimana uterus sangat sensitive terhadap oksitosin. Aliran dinaikkan secara sangat bertahap, dengan waktu tidak lebih dari 30 menit untuk mendapatkan tidak lebih dari 10 mU tiap menit, seperti yang dianjurkan oleh Seitchik dan Castillo(1981,1983a,1983b). Untuk pengobatan disfungsi uterus, rata-rata dosis yang dibutuhkan jarang melampaui dosis tersebut. Untuk induksi persalinan, jika diberikan dengan tetesan rata-rata 30-40 mU tiap menit tidak dapat menimbulkan kontraksi uterus yang memuaskan, maka tetesan yang lebih besarpun tidak mungkin akan berhasil.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;  &lt;h3 style="margin-left: 0in; text-align: justify; text-indent: 0in;"&gt;&lt;span style="font-weight: normal;" lang="SV"&gt;Selama infus oksitosin dilaksanakan ibu tidak boleh dibiarkan sendirian. Kontraksi uterus diawasi terus-menerus dan tetesan segera dihentikan bila dijumpai kontraksi uterus yang lamanya melebihi 1 menit atau bila diselerasi denyut jantung janin yang bermakna. Bila salah satu hal tersebut terjadi, tetesan harus segera dihentikan dan biasanya terjadi perbaikan gangguan tersebut, serta mencegah bahaya pada ibu dan janin. Kosentrasi oksitosin dalam plasma cepat menurun, karena waktu-paruh oksitosin rata-rata kurang dari 3 menit.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Harus selalu diingat bahwa oksitosin mempunyai pengaruh antidiuretik yang kuat. Pada pemberian oksitosin 20 mU atau lebih tiap menit, klirens air –bebas oleh ginjal (free water clearance) menurun secara nyata. Jika cairan mengandung air (aqueous fluids), terutama dextrose dalam air, diberikan dalam jumlah cukup besar dan lama, bersamaan dengan oksitosin, terdapat kemungkinan untuk terjadi intoksikasi air yang merupakan penyebab terjadinya kejang, coma, dan malahan kematian.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Diparkland Memorial Hospital, bila menggunakan oksitosin pada uterus yang hipotonus, maka dilaksanakan persyaratan umum berikut :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ol style="margin-top: 0in;" start="1" type="a"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Wanita      harus sudah menunjukkan tanda-tanda bahwa proses persalinan benar-benar      telah terjadi, bukan suatu persalinan palsu atau persalinan prodromal.      Satu-satunya tanda persalinan, adalah terjadinya pendataran serviks yang      progresif dan pembukaan serviks. Walaupun proses itu dapat terhenti,      tetapi pembukaan servik paling tidak sudah mencapai 3 cm. Salah satu      kesalahan yang sering dilakukan oleh seseorang pakar obstetrik adalah      mencoba melakukan perangsangan persalinan, sebelum wanita tersebut      mengalami persalinan aktif.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Harus      tidak ada factor-faktor obstruksi mekanik sehingga jalannya persalinan      aman.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;.Penggunaan      oksitosin umumnya dihindarkan pada kasus-kasus dengan presentasi janin      abnormal dan regangan uterus yang berlebihan seperti pada hidramnion,      janin tunggal yang besar, atau kehamilan multiple.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Wanita      dengan paritas tinggi (lebih dari 5), pada umumnya tidak diberi oksitosin      karena mudah mengalami ruptura uteri dibandingkan dengan wanita paritas      rendah. Demikian pula dengan wanita dengan cacat uterus, penggunaan      oksitosin ditangguhkan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Keadaan      janin harus baik, yang dibuktikan dengan pemeriksaan denyut jantung janin      dan tidak adanya mekonium yang kental dalam cairan amnion. Tentu saja pada      janin yang mati tidak ada kontra indikasi untuk memberikan oksitosin,      kecuali bila jelas terdapat disproporsi fetopelvik atau letak lintang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Ahli      obstetrik harus memperhatikan kontraksi pertama setelah pemberian obat      tersebut dan siap menghentikan pemberiannya bila terjadi tetania uteri.      Merupakan keharusan untuk menghindarkan suatu hiperstimulasi. Frekuensi,      intensitas, dan lamanya kontraksi, serta tonus uterus antara kontraksi      tidak boleh melebihi seperti apa yang terjadi pada persalinan spontan yang      normal.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Pola      denyut jantung janin dan kontraksi uterus dievaluasi berulang-ulang. Untuk      itu dianjurkan melakukan pemantauan secara terus menerus terhadap denyut      jantung janin dan kontraksi uterus.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Oksitosin merupakan obat yang kuat, obat tersebut dapat membunuh dan membuat cacat ibu dengan terjadinya ruptura uteri, dan malahan menyebabkan lebih banyak kematian dan cacat janin akibat hipoksia yang disebabkan oleh kontraksi uterus yang sangat hipertonik. Tetapi pemberian oksitosin intravena pada berbagai publikasi terbukti jelas memberikan keuntungan, karena keefektifan maupun keamanannya. Kegagalan mengobati disfungsi uterus menyebabkan ibu manghadapi peningkatan bahaya terjadinya kelelahan, infeksi intrapartum, dan kelahiran operatif yang traumatik. Disamping itu, kegagalan mengobati disfungsi uterus dapat menghadapkan janin terhadap resiko kematian yang lebih besar, sedangkan resiko penggunaan oksitosin intravena, bila digunakan dengan cara yang benar, dapat diabaikan. Tetapi kecelakaan yang berat dapat terjadi pada penggunaannya bila persyaratannya tidak diawasi dengan ketat. Ruptura uteri pada segmen bawah uterus akibat stimulasi dengan larutan oksitosin intravena hendaknya merupakan peringatan kepada dokter tentang pentingnya persyaratan tersebut. Dalam kasus tersebut, oksitosin diberikan pada seorang multipara umur 38 tahun. Karena tidak ditemukan kelainan lian, seharusnya dianggap adanya otot uterus yang menua yang telah mengalami regangan berkali-kali pada persalinan-persalinan sebelumnya, sehingga tidak dapat menahan beban yang ditimbulkan oleh oksitosin.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 0in; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Satu sifat oksitosin intravena adalah kenyataan bahwa bila berhasil, obat tersebut bekerja dengan segera, menyebabkan kemajuan yang jelas dengan sedikit hambatan. Pada setiap kecepatan tetesan infus kadar plasma mencapai plateau setelah 30 menit karena kecepatan tetesan dan kecepatan penghancurannya oleh oksitosinase mencapai keseimbangan. Oleh karena itu obat tersebut tidak perlu diberikan pada jangka waktu yang tak terbatas untuk merangsang persalinan. Obat tersebut harus diberikan selama tidak lebih dari beberapa jam (O’Driscoll dkk, 1984; Seitchik dan Castillo 1983a,1983b); bila kemudian serviks tidak mengalami perubahan yang nyata, dan bila diramalkan tidak akan terjadi persalinan pervaginam secara mudah, maka harus dilakukan kelahiran seksio sesarea. Sebaliknya, oksitosin tidak boleh digunakan untuk memaksa pembukaan serviks dengan kecepatan yang melebihi keadaaan normal (Cohen dan Friedman,1983). Kesiapan untuk melakukan seksio sesarea dalam hal kegagalan oksitosin atau bila terdapat kontraindikasi pemakaiannya, sangat menurunkan mortalitas dan morbiditas perinata.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText2"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Harapan untuk semua pihak&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText2" style="text-indent: 0.5in;"&gt;Pada tulisan ini telah dipaparkan tentang oksitosin, cara kerjanya pada otot polos uterus, mioepitel kelenjar mammae, efek yang tupang tindih dengan hormon ADH, dan beberapa efek samping yang tidak diinginkan serta yang berkaitan dengan rumus kimia oksitosin dan juga cara pemberian dan pemakaian yang dianjurkan agar tidak terjadi atau terhindar dari efek samping yang tidak diinginkan yang merugikan klien. Diharapkan dengan paparan ini kepada para bidan dapat memahami atau meningkatkan pengetahuannya tentang oksitosin&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sehingga dapat menyahuti himbauan ataupun gerakan yang dicanangkan oleh pemerintah dalam memberikan pelayanan yang berkualitas kepada masyarakat khususnya ibu hamil, ibu melahirkan dan ibu nifas. &lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;&lt;!--
google_ad_client = "pub-1475618130762649";
google_ad_host = "pub-1556223355139109";
/* 120x600, dibuat 09/03/27 */
google_ad_slot = "9402366345";
google_ad_width = 200;
google_ad_height = 600;
google_language = "en";
//--&gt;
&lt;/script&gt;
&lt;script 
src="http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js" type="text/javascript"&gt;
&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7666631532607408890-4337409172874750904?l=cafesehat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cafesehat.blogspot.com/feeds/4337409172874750904/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7666631532607408890&amp;postID=4337409172874750904' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7666631532607408890/posts/default/4337409172874750904'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7666631532607408890/posts/default/4337409172874750904'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cafesehat.blogspot.com/2009/09/kegunaan-hormon-oksitosin.html' title='Kegunaan Hormon Oksitosin'/><author><name>kilat_news</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://3.bp.blogspot.com/-s_DF83Pzrhk/Tp0dSiiRrfI/AAAAAAAAAWY/LFhaC0e9qV0/s220/kalbu%2Bgiri.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7666631532607408890.post-4376631993158959046</id><published>2009-09-03T08:18:00.000+07:00</published><updated>2009-09-03T08:22:24.935+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hormon bercinta'/><title type='text'>Hormon yang membuat kita selalu bahagia</title><content type='html'>Sering kali kita ga merasa dikala kita bahagia senang,dan gembira itu ternyata ada beberapa hormon yang berperan serta dalam proses tersebut.Nah sekarang ini kita mo membicarakan hormon-hormon apasaja sih yang berperan ...ok broo langsung aja kita meluncur ke TKP....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;1. DOPAMIN&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Hormon ini dihasilkan otak tengah atau sentral. Sebagai &lt;em&gt;neurotransmitter&lt;/em&gt; atau saraf transmisi terpenting, dopamin berhubungan dengan gairah seksual yang dimiliki seseorang. Neuron-neuron yang diproduksi dopamin biasanya akan memengaruhi persepsi seseorang terhadap keadaan sekitar dan menciptakan perasaan seksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makan cokelat atau segenggam camilan kadang-kacangan dapat membantu menstabilkan kadar gula darah dan meningkatkan kadar hormon dopamin sehingga memunculkan rasa bahagia. Selain itu, cokelat juga bisa mengembalikan &lt;em&gt;mood&lt;/em&gt;, menambah stamina, dan meningkatkan kemampuan berkonsentrasi (pada pasangan di hadapan Anda).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arugula (sejenis daun untuk salad) dan bayam yang kaya akan vitamin juga merupakan komponen utama penghasil hormon dopamin. Cara lain untuk meningkat dopamin adalah dengan melakukan aktivitas menantang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Helen Fisher, PhD, guru besar antropologi Rutgers University dan penulis buku &lt;em&gt;Why We Love&lt;/em&gt;, sesuatu yang mendebarkan saat bersama pasangan akan memicu produksi hormon dopamin dan norepinephrine. Hormon ini juga akan mendongkrak testosteron dalam sistem saraf yang meningkatkan gairah seks.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;2. SEROTONIN&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Hormon yang dikenal sebagai hormon penenang ini juga diproduksi otak tengah dan batang otak. Serotonin sangat membantu seseorang mencapai kepuasan, termasuk kenikmatan yang dirasakan saat orgasme. Bersama dengan dopamin, serotonin bekerja meningkatkan gairah. Selain itu, serotonin juga membantu mengatur selera makan dan pola tidur, memperbaiki suasana hati, serta meningkatkan kemampuan menahan rasa sakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk membuat otak menghasilkan hormon ini, Anda cukup mengonsumsi makanan karbohidrat secara cukup. Hal ini akan meningkatkan kadar triptophan di dalam otak, yang selanjutnya akan meningkatkan produksi serotonin. Jika perlu, Anda dapat mengonsumsi vitamin dan mineral untuk menyeimbangkan kadar kortisol (hormon penyebab stres) dalam tubuh. Jangan lupa menjauhi makanan kecil yang terlalu manis dan gorengan yang bisa menghambat produksi serotonin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;3. OKSITOSIN&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Kelenjar lendir, ovarium, dan testis adalah penghasil hormon ini. Saat orgasme, oksitosin akan dilepas dan kadarnya cenderung meningkat. Hormon ini juga akan membantu getaran pelvis (otot panggul) saat orgasme. Karena dapat menimbulkan ikatan hubungan serta jalinan kasih yang lebih kuat, tak heran hormon ini dikenal sebagai 'hormon cinta'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hormon ini juga merupakan obat penenang paling aman. lni akan terlihat setelah berhubungan intim, Anda dan pasangan akan merasa mengantuk. Jika oksitosin datang, susah tidur pun hilang.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;4. ENDORFIN&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Hormon ini dihasilkan otak dan susunan syaraf tulang belakang. Selain membantu mengurangi rasa sakit, endorfin juga bisa mengurangi depresi dan menimbulkan rasa senang. Nah, dalam hubungan seks yang dilakukan tanpa paksaan, hormon ini akan terlepas dengan mudah ke dalam darah. Itu sebabnya, tubuh terasa ringan dan menyenangkan saat bercinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti juga peningkatan hormon oksitosin selama hubungan seksual berlangsung, hormon endorfin pun ikut meningkat. Semakin tinggi kadar endorfin maka akan semakin mengurangi rasa nyeri yang terjadi pada tubuh seseorang. Jadi, jika Anda mengalami sakit kepala atau nyeri radang sendi, bercinta saja dan semuanya akan baik kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;5. FEROMON&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Adalah zat kimia yang meningkatkan kehidupan seks makhluk hidup. Para ilmuwan percaya bahwa zat kimia yang diproduksi kelenjar ketiak ini membawa sinyal stimulasi seksual yang dapat dideteksi—secara tidak sadar—oleh lawan jenis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hewan menggunakan feromon untuk komunikasi nonverbal, menyampaikan sinyal kimia melalui udara dan juga menandai daerah kekuasaannya. Bagaimana dengan manusia? Memang belum ada kejelasan. Namun, studi terkini menemukan bahwa kaum perempuan bisa mengendus intensi seksual lelaki lewat bau dengan kontak fisik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;6. ESTROGEN&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Tugas utama hormon yang diproduksi oleh indung telur dan otak ini adalah mengatur ovulasi. Namun, hormon ini juga berperan penting dalam membuat perempuan (dan bahkan juga lelaki), merasa terangsang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hormon ini juga yang menstimulasi pelepasan dopamin. Psst, saat bercinta perempuan akan memproduksi hormon estrogen dua kali lebih besar. Seperti diketahui, hormon itu bagus untuk kesehatan rambut dan kulit lho.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;7. TESTOSTERON&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Sebagian besar testosteron diproduksi testis dan ovarium. Namun, dalam jumlah kecil hormon ini diproduksi otak. Pada perempuan, hormon ini cepat dikonversi menjadi estrogen. Sementara pada lelaki, hormon ini menjadi kunci gairah, menciptakan perasaan energi positif dan rasa senang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika hormon ini berkurang, baik lelaki maupun perempuan, akan mengalami penurunan libido. Sayang, tidak ada makanan penghasil testosteron. Anda dan pasangan hanya perlu menjaga kesehatan dan vitalitas kesuburan dengan makan makanan bergizi, istirahat cukup, olahraga teratur, dan tidak merokok, minum alkohol ataupun memakai obat terlarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;8. NOREPINEPHRINE&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Ditemukan pada kelenjar adrenal di atas ginjal, pada jaringan syaraf tulang belakang dan di otak, &lt;em&gt;neurotransmitter &lt;/em&gt;ini memainkan peran yang sangat penting dalam memfasilitasi gairah dan orgasme. Hormon ini memberikan perasaan senang pada tubuh dengan memberikannya suntikan adrenalin alami, yang menyebabkan jantung berdetak lebih cepat dan tekanan darah meningkat.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;&lt;!--
google_ad_client = "pub-1475618130762649";
google_ad_host = "pub-1556223355139109";
/* 120x600, dibuat 09/03/27 */
google_ad_slot = "9402366345";
google_ad_width = 200;
google_ad_height = 600;
google_language = "en";
//--&gt;
&lt;/script&gt;
&lt;script 
src="http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js" type="text/javascript"&gt;
&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7666631532607408890-4376631993158959046?l=cafesehat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cafesehat.blogspot.com/feeds/4376631993158959046/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7666631532607408890&amp;postID=4376631993158959046' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7666631532607408890/posts/default/4376631993158959046'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7666631532607408890/posts/default/4376631993158959046'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cafesehat.blogspot.com/2009/09/hormon-yang-membuat-kita-selalu-bahagia.html' title='Hormon yang membuat kita selalu bahagia'/><author><name>kilat_news</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://3.bp.blogspot.com/-s_DF83Pzrhk/Tp0dSiiRrfI/AAAAAAAAAWY/LFhaC0e9qV0/s220/kalbu%2Bgiri.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7666631532607408890.post-4966621485176946226</id><published>2009-08-19T14:49:00.000+07:00</published><updated>2009-08-19T14:53:02.295+07:00</updated><title type='text'>Sepsis</title><content type='html'>&lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="GramE"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="EN-GB"&gt;Segala bentuk infeksi yang terjadi pada bayi merupakan hal yang lebih berbahaya dibandingkan dengan infeksi yang terjadi pada anak atau dewasa.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="EN-GB"&gt; &lt;span class="GramE"&gt;Sistem imun pada bayi muda belum cukup berkembang untuk melawan infeksi yang terlalu berat.&lt;/span&gt; &lt;span class="GramE"&gt;Ini merupakan alasan mengapa bayi harus dirawat dengan ketat bila dicurigai mengalami infeksi.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="GramE"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="EN-GB"&gt;Sepsis yang terjadi pada anak-anak merupakan satu keadaan yang harus diawasi ketat oleh para dokter.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="EN-GB"&gt; Bayi yang berusia sampai dengan 3 bulan yang mengalami gejala-gejala atau tanda-tanda sepsis (terutama demam) harus segera diperiksa oleh dokter, menjalani uji laboratorium untuk mencari sumber infeksi, diawasi secara ketat, dan umumnya dirawat di rumah sakit.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="EN-GB"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="GramE"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="EN-GB"&gt;Apa&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="EN-GB"&gt; itu sepsis?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="EN-GB"&gt;Sepsis merupakan respons tubuh terhadap infeksi yang menyebar melalui darah dan jaringan lain. &lt;span class="GramE"&gt;Tubuh mengadakan respons keradangan secara luas terhadap infeksi yang dapat terjadi secara berlebihan diluar kendali dan meningkatkan resiko bahaya.&lt;/span&gt; &lt;span class="GramE"&gt;Sepsis merupakan suatu keadaan yang sangat serius.&lt;/span&gt; Bahkan walaupun sepsis telah diketahui dan dirawat dini, &lt;span class="GramE"&gt;ia&lt;/span&gt; dapat menyebabkan kedaan syok, kerusakan organ, cacat permanen, atau kematian. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Sepsis kadang-kadang disebut juga dengan bakteriemia (bakteria di dalam darah) atau septikemia.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Walaupun sepsis dapat terjadi pada segala usia, ia lebih berbahaya bila terjadi pada bayi atau orang yang mengalami kelainan sistem imun, seperti orang tua dan orang yang mengalami sakit menahun.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Apa yang menyebabkan sepsis?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Berbagai macam kuman seperti bakteria, virus, parasit, atau jamur dapat menyebabkan infeksi berat yang mengarah ke terjadinya sepsis. Sepsis pada bayi hampir selalu disebabkan oleh bakteria.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Bakteria seperti &lt;i&gt;Escherichia coli&lt;/i&gt;, &lt;i&gt;Listeria&lt;/i&gt; &lt;i&gt;monocytogenes&lt;/i&gt;, &lt;i&gt;Neisseria&lt;/i&gt; &lt;i&gt;meningitidis&lt;/i&gt;, &lt;i&gt;Sterptococcus&lt;/i&gt; &lt;i&gt;pneumoniae&lt;/i&gt;, &lt;i&gt;Haemophilus&lt;/i&gt; &lt;i&gt;influenzae&lt;/i&gt; tipe b, &lt;i&gt;Salmonella&lt;/i&gt;, dan &lt;i&gt;Streptococcus&lt;/i&gt; grup B merupakan penyebab paling sering terjadinya sepsis pada bayi berusia sampai dengan 3 bulan. &lt;i&gt;Streptococcus&lt;/i&gt; grup B merupakan penyebab sepsis paling sering pada neonatus.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Pada berbagai kasus sepsis neonatorum, organisme memasuki tubuh bayi melalui ibu selama kehamilan atau proses kelahiran. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="EN-GB"&gt;Beberapa komplikasi kehamilan yang dapat meningkatkan resiko terjadinya sepsis pada neonatus, antara lain:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: Symbol;" lang="EN-GB"&gt;&lt;span style=""&gt;�&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="EN-GB"&gt;Perdarahan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: Symbol;" lang="EN-GB"&gt;&lt;span style=""&gt;�&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="EN-GB"&gt;Demam yang terjadi pada ibu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: Symbol;" lang="EN-GB"&gt;&lt;span style=""&gt;�&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="EN-GB"&gt;Infeksi pada uterus atau plasenta&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: Symbol;" lang="EN-GB"&gt;&lt;span style=""&gt;�&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="EN-GB"&gt;Ketuban pecah dini (sebelum 37 minggu kehamilan)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: Symbol;" lang="EN-GB"&gt;&lt;span style=""&gt;�&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="EN-GB"&gt;Ketuban pecah terlalu cepat saat melahirkan (18 jam atau lebih sebelum melahirkan)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: Symbol;" lang="FI"&gt;&lt;span style=""&gt;�&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="FI"&gt;Proses kelahiran yang lama dan sulit.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="FI"&gt;Streptococcus&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="FI"&gt; grup B dapat masuk ke dalam tubuh bayi selama proses kelahiran. Menurut &lt;i&gt;Centers for Diseases Control and Prevention&lt;/i&gt; (CDC) Amerika, paling tidak terdapat bakteria pada vagina atau rektum pada satu dari setiap lima wanita hamil, yang dapat mengkontaminasi bayi selama melahirkan. Bayi prematur yang menjalani perawatan intensif rentan terhadap sepsis karena sistem imun mereka yang belum berkembang dan mereka biasanya menjalani prosedur-prosedur invasif seperti infus jangka panjang, pemasangan sejumlah kateter, dan bernafas melalui selang yang dihubungkan dengan ventilator. Organisme yang normalnya hidup di permukaan kulit dapat masuk ke dalam tubuh&lt;span style=""&gt;� &lt;/span&gt;kemudian ke dalam aliran darah melalui alat-alat seperti yang telah disebut di atas.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="FI"&gt;Bayi berusia 3 bulan sampai 3 tahun beresiko mengalami bakteriemia tersamar, yang bila tidak segera dirawat, kadang-kadang dapat megarah ke sepsis. Bakteriemia tersamar artinya bahwa bakteria telah memasuki aliran darah, tapi tidak ada sumber infeksi yang jelas. Tanda paling umum terjadinya bakteriemia tersamar adalah demam. Hampir satu per tiga dari semua bayi pada rentang usia ini mengalami demam tanpa adanya alasan yang jelas - dan penelitian menunjukkan bahwa 4% dari mereka akhirnya akan mengalami infeksi bakterial di dalam darah. &lt;i&gt;Streptococcus&lt;/i&gt; &lt;i&gt;pneumoniae&lt;/i&gt; (&lt;i&gt;pneumococcus&lt;/i&gt;) menyebabkan sekitar 85% dari semua kasus bakteriemia tersamar pada bayi berusia 3 bulan sampai 3 tahun.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="FI"&gt;Tanda dan gejala&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="FI"&gt;Tidak seperti pada anak yang lebih tua atau pada dewasa, sepsis yang terjadi pada neonatus dan bayi muda memiliki beberapa gejala jelas. Biasanya, bayi-bayi ini tiba-tiba merasa tidak enak atau �tampak tidak sehat� oleh pengasuhnya. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Gejala-gejala dini sepsis atau infeksi dapat bervariasi dari satu anak ke anak lain. Sebagian bayi menunjukkan gejala yang sangat sedikit atau bahkan tidak sama sekali sebelum akhirnya mereka benar-benar sakit.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="EN-GB"&gt;Beberapa tanda atau gejala umum sepsis pada neonatus atau bayi muda, antara lain:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: Symbol;" lang="EN-GB"&gt;&lt;span style=""&gt;�&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="EN-GB"&gt;Apatis atau kesulitan makan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: Symbol;" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;�&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Demam atau kadang-kadang temperatur tubuh yang rendah dan tidak stabil&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: Symbol;" lang="EN-GB"&gt;&lt;span style=""&gt;�&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="EN-GB"&gt;Rewel&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: Symbol;" lang="EN-GB"&gt;&lt;span style=""&gt;�&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="EN-GB"&gt;Letargi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: Symbol;" lang="EN-GB"&gt;&lt;span style=""&gt;�&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="EN-GB"&gt;Tonus menurun&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: Symbol;" lang="EN-GB"&gt;&lt;span style=""&gt;�&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="EN-GB"&gt;Perubahan dalam detak nadi � baik lebih cepat dari pada normal (sepsis dini) atau lebih lambat dari biasanya (sepsis lanjut, biasanya juga terjadi syok)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: Symbol;" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;�&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Bernafas sngat cepat atau kesulitan bernafas&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: Symbol;" lang="EN-GB"&gt;&lt;span style=""&gt;�&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="EN-GB"&gt;Periode dimana bayi tampak berhenti bernafas lebih dari 10 detik (apnea)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: Symbol;" lang="EN-GB"&gt;&lt;span style=""&gt;�&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="EN-GB"&gt;Jaundice&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;&lt;!--
google_ad_client = "pub-1475618130762649";
google_ad_host = "pub-1556223355139109";
/* 120x600, dibuat 09/03/27 */
google_ad_slot = "9402366345";
google_ad_width = 200;
google_ad_height = 600;
google_language = "en";
//--&gt;
&lt;/script&gt;
&lt;script 
src="http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js" type="text/javascript"&gt;
&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7666631532607408890-4966621485176946226?l=cafesehat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cafesehat.blogspot.com/feeds/4966621485176946226/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7666631532607408890&amp;postID=4966621485176946226' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7666631532607408890/posts/default/4966621485176946226'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7666631532607408890/posts/default/4966621485176946226'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cafesehat.blogspot.com/2009/08/sepsis.html' title='Sepsis'/><author><name>kilat_news</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://3.bp.blogspot.com/-s_DF83Pzrhk/Tp0dSiiRrfI/AAAAAAAAAWY/LFhaC0e9qV0/s220/kalbu%2Bgiri.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7666631532607408890.post-7977236482808291020</id><published>2009-08-12T15:10:00.000+07:00</published><updated>2009-08-12T15:11:59.818+07:00</updated><title type='text'>HORMON EPINEFRIN(ADRENALIN)</title><content type='html'>&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;&amp;amp;quot&amp;quot;;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;div id="sidebar"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;&amp;amp;quot&amp;quot;;"&gt;LOKASI SINTESIS &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt 21.3pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;&amp;amp;quot&amp;quot;;"&gt;Hormon epinefrin disintesis&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;&amp;amp;quot&amp;quot;;"&gt; pada kelenjar adrenal bagian medulla oleh sel-sel kromafin.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;  &lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;&amp;amp;quot&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="ListParagraphCxSpFirst" style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt 21.3pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;&amp;amp;quot&amp;quot;;"&gt;SEL TARGET&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt 21.3pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;&amp;amp;quot&amp;quot;;"&gt;Sel target epinefrin adalah sel saraf dari semua reseptor simpatis di seluruh tubuh.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="ListParagraphCxSpLast" style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt 21.3pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;&amp;amp;quot&amp;quot;;"&gt;PROSES SINTESIS&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt 21.3pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;&amp;amp;quot&amp;quot;;" lang="EN"&gt;Epinefrin disintesis dari norepinefrin dalam sebuah jalur sintesis yang terbagi atas keseluruhan katekolamin, termasuk &lt;span style="color: black;"&gt;&lt;a title="L-dopa" href="http://en.wikipedia.org/wiki/L-dopa" onclick="javascript:pageTracker._trackPageview('/outbound/article/en.wikipedia.org');"&gt;&lt;span style="color: black; text-decoration: none;"&gt;L-dopa&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;, dopamine,&lt;/span&gt; norepinefrin, and epinefrin.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt 21.3pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;&amp;amp;quot&amp;quot;;" lang="EN"&gt;Epinefrin disintesis melalui metilasi terhadap amina pangkal primer pada norepinefrin oleh feniltanolamin N-metiltransferase (PNMT) dalam sitosol neuron adrenergik dan sel-sel m&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;&amp;amp;quot&amp;quot;;" lang="EN"&gt;edulla adrenal (sel kromafin). PNMT hanya terdapat pada sitosol sel-sel medula adrenal.. PNMT menggunakan &lt;span style="color: black;"&gt;&lt;a title="S-Adenosylmethionine" href="http://en.wikipedia.org/wiki/S-Adenosylmethionine" onclick="javascript:pageTracker._trackPageview('/outbound/article/en.wikipedia.org');"&gt;&lt;span style="color: black; text-decoration: none;"&gt;S-adenosilmetionin&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt; (SAMe) sebagai ko-faktor yang menyumbangkan gugus metil pada norepinefrin, membentuk epinefrin.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt 21.3pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;&amp;amp;quot&amp;quot;;" lang="EN"&gt;Karena norepinefrin diaktifkan oleh PNMT dalam sitosol, pertama norepinefrin harus diubah di luar &lt;span style="color: black;"&gt;granula&lt;/span&gt; sel kromafin. Hal ini bisa terjadi via katekholamin-H&lt;sup&gt;+&lt;/sup&gt; penukar VMAT1. VMAT1 juga bertanggung jawab mentransport epinefrin yang baru disintesis dari sitosol kembali ke dalam granula sel kromafin untuk persiapan pelepasan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt 21.3pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;&amp;amp;quot&amp;quot;;"&gt;Jalur biosintetik utama : fenilalanin→tirosin→dopa→dopamin→norepinefrin→ epinefrin.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;&amp;amp;quot&amp;quot;;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;  &lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt 21.3pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;&amp;amp;quot&amp;quot;;" lang="EN"&gt;&lt;span id="more-83"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;&amp;amp;quot&amp;quot;;"&gt;Tirosin dioksidasi menjadi dopa, dan mengalami dekarboksilasi menjadi dopamin, yang dioksidasi menjadi norepinefrin. Norepinefrin dimetilasi menjadi epinefrin. Hasil akhir biosintesis epinefrin dan norepinefrin atau disebut katekolamin dapat berupa dopamin pada jaringan-jaringan tertentu (misalnya paru, usus, hati) di sana zat tersebut bereaksi sebagai hormon lokal (Bagnara dan Turner, 1988).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt 21.3pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;&amp;amp;quot&amp;quot;;"&gt;Norepinefrin terbentuk melalui hidroksilasi dan dekarboksilasi tirosin, dan epinefrin melalui metilasi norepinefrin. Feniletanolamin-N-metiltransferase (PNMT), enzim yang mengkatalisis pembentukan epinefrin/epinefrin dari norepinefrin, ditemukan dalam jumlah cukup banyak hanya di otak dan medulla adrenal. PNMT medulla adrenal diinduksi oleh glukokortikoid, dan walaupun diperlukan jumlah relatif besar, konsentrasi glukokortikoid dalam darah yang mengalir dari korteks ke medula cukup tinggi. Setelah hipofisektomi, konsentrasi glukokortikoid darah ini turun dan sintesis epinefrin menurun.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt 21.3pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;&amp;amp;quot&amp;quot;;"&gt;Epinefrin yang ditemukan dalam jaringan di luar medulla adrenal dan otak sebagian besar diserap dari darah dan bukan disintesis in situ. Yang menarik, epinefrin kadar rendah kembali muncul dalam darah beberapa waktu setelah adrenalektomi bilateral, dan kadar ini diatur seperti yang disekresi oleh medula adrenal (Ganong, 1995).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="ListParagraph" style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt 21.3pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;&amp;amp;quot&amp;quot;;"&gt;FUNGSI / EFEK FISIOLOGIS&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt 21.3pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;&amp;amp;quot&amp;quot;;"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Hormon epinefrin berfungsi memicu reaksi terhadap tekanan dan kecepatan gerak tubuh. Tidak hanya gerak, hormon &lt;span&gt; &lt;/span&gt;ini pun memicu reaksi terhadap efek lingkungan seperti suara derau tinggi atau intensitas cahaya yang tinggi. Reaksi yang sering dirasakan adalah frekuensi detak jantung meningkat, keringat dingin dan keterkejutan/shok.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt 21.3pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;&amp;amp;quot&amp;quot;;"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Fungsi hormon ini mengatur metabolisme glukosa terutama disaat stres. Hormon epinefrin timbul sebagai stimulasi otak, menjadi waswas dan siaga. Dan secara tidak langsung akan membuat indra kita menjadi lebih sensitif untuk bereaksi. Stres dapat meningkatkan produksi kelenjar atau hormon epinefrin. Sebenarnya, jika tidak berlebihan, hormon bisa berakibat positif, lebih terpacu untuk bekerja atau membuat lebih fokus. Tetapi, jika hormon diproduksi berlebihan akibat stres yang berkepanjangan, akan terjadi kondisi kelelahan bahkan menimbulkan depresi. Penyakit fisik juga mudah berdatangan, akibat dari darah yang terpompa lebih cepat, sehingga menganggu fungsi metabolisme dan proses oksidasi di dalam tubuh.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoBodyText" style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt 21.3pt; text-align: justify;"&gt;Epinefrin selalu akan dapat menimbulkan vasokonstriksi pembuluh darah arteri dan memicu denyut dan kontraksi jantung sehingga menimbulkan tekanan darah naik seketika dan berakhir dalam waktu pendek. Hormon epinefrin menyebar di seluruh tubuh, dan menimbulkan tanggapan yang sangat luas: laju dan kekuatan denyut jantung meningkat sehingga tekanan darah meningkat, kadar gula darah dan laju metabolisme meningkat, bronkus membesar sehingga memungkinkan udara masuk dan keluar paru-paru lebih mudah, pupil mata membesar, kelopak mata terbuka lebar, dan diikuti dengan rambut berdiri.&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt 21.3pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;&amp;amp;quot&amp;quot;;"&gt;Keadaan stres akan merangsang pengeluaran hormon epinefrin secara berlebihan sehingga menyebabkan jantung berdebar keras dan cepat. Hormon epinefrin diproduksi dalam jumlah banyak pada saat sedang marah. Indikasi stres adalah sulit tidur, cepat lelah, mudah terusik, kepala pusing, dan sebagainya. Penderita stres umumnya juga kehilangan nafsu makan. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt 21.3pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;&amp;amp;quot&amp;quot;;"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Hormon epinefrin mempengaruhi otak akan membuat indra perasa merasa kebal terhadap sakit, kemampuan berpikir dan ingatan meningkat, paru-paru menyerap oksigen lebih banyak, glukogen diubah menjadi glukosa yang bersama-sama dengan oksigen merupakan sumber energi. Detak jantung dan tekanan darah juga meningkat sehingga metabolisme meningkat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt 21.3pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;&amp;amp;quot&amp;quot;;"&gt;Hormon ini berfungsi untuk mencegah efek penuaan dini seperti melindungi dari Alzheimer, penyakit jantung, kanker payudara dan ovarium juga osteoporosis. Semakin tinggi tingkat DHEA (dehidroepiandrosteron) dalam tubuh, maka makin padat tulang.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="hyg" style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt 21.3pt; text-align: justify;"&gt;Molekul-molekul epinefrin memiliki fungsi khusus dalam pembuluh vena dan arteri yang memastikan bahwa organ-organ penting menerima lebih banyak aliran darah di saat bahaya, dan karena itu, molekul-molekul ini melebarkan pembuluh darah menuju jantung, otak, dan otot. Sel-sel yang mengelilingi pembuluh merespon epinefrin dan mengalirkan lebih banyak darah yang dibutuhkan jantung. Dengan cara ini, darah tambahan yang dibutuhkan oleh otak, otot, dan jantung dapat dipasok.&lt;a name="24."&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="hyg" style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt 21.3pt; text-align: justify;"&gt;Secara garis besar, aksi yang ditimbulkan oleh epinefrin antara lain : menambah kadar gula darah (hiperglikemik), merangsang adenohipofisis untuk pelepasan ACTH, meningkatkan konsumsi oksigen dan laju metabolisme basal, menaikkan frekuensi (efek kronotropik positif) dan amplitudo kontraksi jantung, dilatasi pembuluh darah di otot rangka dan hati, keresahan, kecemasan, perasaan lelah, mengurangi kadar eosinofil, meningkatkan kecepatan tingkat metabolik yang independen terhadap hati.&lt;/p&gt; &lt;p class="ListParagraph" style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt 21.3pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;&amp;amp;quot&amp;quot;;"&gt;MEKANISME PENGATURAN SEKRESI&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt 21.3pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;&amp;amp;quot&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Epinefrin disekresikan di bawah pengendalian sistem persarafan simpatis. Dapat meningkat dalan keadaan dimana individu tidak mengetahui apa yang akan terjadi. Pengeluaran yang bertambah akan meningkatkan tekanan darah untuk melawan shok yang disebabkan oleh situasi darurat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt 21.3pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;&amp;amp;quot&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Sekresi hormon ini terjadi dengan meningkatan kerja sistem pernafasan yang mengakibatkan paru-paru bekerja ekstra untuk mengambil oksigen lebih banyak hingga meningkatkan juga peredaran darah di seluruh bagian tubuh mulai dari otot-otot hingga ke otak, dan peningkatan tersebut disebutkan beberapa riset bisa naik mencapai 300% melebihi batas normal. Akibatnya, bukan jantung saja yang dapat terasa berdebar, namun keseluruhan sistem tubuh termasuk pengeluaran keringat juga akan meningkat dengan cepat. Aliran darah di kulit akan berkurang untuk dialihkan ke organ lain yang lebih penting sehingga orang-orang yang menghadapi stress biasanya gampang berkeringat, dimana dalam pengertian awam sering disebut keringat dingin. Sekresi ini menaikkan konsentrasi gula darah dengan menaikkan kecepatan glikogenolisis di dalam liver. Rangsangan sekresi epinefrin bisa berupa stres fisik atau emosional yang bersifat neurogenik.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt 21.3pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;" lang="SV"&gt;Faktor yang berfungsi mengatur sekresi epinefrin, antara lain :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt 70.9pt; text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;span&gt;a.&lt;span style="font-family: &amp;quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;&amp;amp;quot&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Faktor Saraf :&lt;span style="color: black;"&gt; Bagian medula mendapat pelayanan dari saraf &lt;span&gt; &lt;/span&gt;otonom. Oleh karena itu sekresinya diatur oleh saraf otonom&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt 70.9pt; text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;span&gt;b.&lt;span style="font-family: &amp;quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;&amp;amp;quot&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="color: black;" lang="SV"&gt;Faktor kimia: Susunan bahan kimia atau hormon lain dalam aliran darah mempengaruhi sekresi hormon tertentu. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;span&gt;c.&lt;span style="font-family: &amp;quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;&amp;amp;quot&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="color: black;" lang="SV"&gt;Komponen non hormonal&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt 21.3pt; text-align: justify;"&gt;Epinefrin segera dilepaskan di dalam tubuh saat terjadi respon terkejut atau waspada.  &lt;span lang="SV"&gt;Saat tubuh mengalami ketegangan yang parah, hipotalamus mengirimkan perintah ke kelenjar pituitari agar melepaskan ACTH (hormon adrenokortikotropis).  Di sisi lain, ACTH merangsang korteks adrenal, mendorong pembuatan kortikosteroid.  Kortikosteroid ini memastikan produksi glukosa dari molekul-molekul seperti protein, yang tak mengandung karbohidrat. &lt;/span&gt;&lt;span&gt;Akibatnya, tubuh menerima tenaga tambahan dan tekanan pun berkurang.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt 21.3pt; text-align: justify;"&gt;Cairan ini mengirimkan lebih banyak gula dan darah ke otak, membuat  orang&lt;span&gt; &lt;/span&gt;lebih&lt;span&gt; &lt;/span&gt;siaga.  Tekanan darah dan detak jantungnya meningkat, membuatnya lebih waspada.  Ini hanyalah beberapa perubahan yang dihasilkan epinefrin pada tubuh seseorang.&lt;/p&gt; &lt;p class="hyg" style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt 21.3pt; text-align: justify;"&gt;Saat ada bahaya, reseptor di dalam tubuh ditekan, dan otak mengirimkan perintah secepat kilat ke kelenjar adrenal. Sel-sel di bagian dalam kelenjar adrenal lalu beralih ke keadaan siaga dan melepaskan hormon epinefrin untuk menghadapi keadaan darurat. Molekul-molekul epinefrin bercampur dengan darah dan menyebar ke seluruh bagian tubuh.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;  &lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="ListParagraphCxSpFirst" style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt 21.3pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;&amp;amp;quot&amp;quot;;"&gt;PATHOENDOKRINOLOGI&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt 21.3pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;&amp;amp;quot&amp;quot;;"&gt;Berbagai gejala negatif pada aktivitas atau metabolisme organ tubuh karena pengaruh epinefrin bisa disebabkan karena 2 kemungkinan : sekresi yang berlebihan atau sebaliknya kekurangan sekresi. Masalah tersebut di antaranya :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt 39.3pt; text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;&amp;amp;quot&amp;quot;;"&gt;&lt;span&gt;a.&lt;span style="font-family: &amp;quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;&amp;amp;quot&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;&amp;amp;quot&amp;quot;;"&gt;Palpitasi&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt 39.3pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;&amp;amp;quot&amp;quot;;" lang="EN"&gt;Merupakan gejala abnormal pada kesadaran detak jantung, bisa terlalu lambat, terlalu cepat, tidak beraturan, atau berada dalam frekuensi normal. Gejala ini disebabkan akibat sekresi epinefrin yang berlebihan. Tapi bisa juga karena konsumsi alkohol, kafein, kokain, amfetamin, atau obat-obatan yang lain, penyakit (seperti hipertiroidisme), atau efek panik.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt 39.3pt; text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;&amp;amp;quot&amp;quot;;"&gt;&lt;span&gt;b.&lt;span style="font-family: &amp;quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;&amp;amp;quot&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;&amp;amp;quot&amp;quot;;"&gt;Tachychardia&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt 39.3pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;&amp;amp;quot&amp;quot;;"&gt;Perningkatan kecepatan aktivitas jantung. Kelainan endokrin seperti feokromositoma dapat menyebabkan pelepasan epinefrin dan tachychardia bebas dari sistem syaraf.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt 39.3pt; text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;&amp;amp;quot&amp;quot;;"&gt;&lt;span&gt;c.&lt;span style="font-family: &amp;quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;&amp;amp;quot&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;color:black;&amp;amp;quot&amp;quot;;" lang="EN"&gt;&lt;a title="Arrhythmia" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Arrhythmia" onclick="javascript:pageTracker._trackPageview('/outbound/article/en.wikipedia.org');"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Arrhythmia&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;&amp;amp;quot&amp;quot;;" lang="EN"&gt;Keadaan abnormal pada aktivitas elektrik jantung. Jantung bisa berdetak lebih cepat atau sebaliknya malah lebih lambat. Sama seperti palpitasi, kelainan ini dipicu oleh sekresi epinefrin yang berlebihan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt 39.3pt; text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;color:black;&amp;amp;quot&amp;quot;;"&gt;&lt;span&gt;d.&lt;span style="font-family: &amp;quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;&amp;amp;quot&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;color:black;&amp;amp;quot&amp;quot;;" lang="EN"&gt;&lt;a title="Headache" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Headache" onclick="javascript:pageTracker._trackPageview('/outbound/article/en.wikipedia.org');"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Sakit&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; kepala&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt 39.3pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;color:black;&amp;amp;quot&amp;quot;;" lang="EN"&gt;Kondisi sakit pada kepala, pada bagian leher ke atas. Umumnya disebabkan oleh ketegangan, migrain, ketegangan mata, dehidrasi, gula darah rendah dan sinusitis. Beberapa sakit kepala juga karena kondisi ancaman hidup seperti meningitis, ensephalatis, aneuisme cerebral, tekanan darah sangat tinggi, dan tumor otak.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt 39.3pt; text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;color:black;&amp;amp;quot&amp;quot;;"&gt;&lt;span&gt;e.&lt;span style="font-family: &amp;quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;&amp;amp;quot&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;color:black;&amp;amp;quot&amp;quot;;" lang="EN"&gt;&lt;a title="Tremor" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Tremor" onclick="javascript:pageTracker._trackPageview('/outbound/article/en.wikipedia.org');"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;tremor&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt 39.3pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;&amp;amp;quot&amp;quot;;" lang="EN"&gt;ritme, pergerakan otot melibatkan pergerakan menuju dan dari (osilasi) salah satu bagian tubuh. Kebanyakan tremor terjadi pada tangan. Pada beberapa orang, tremor adalah gejala kelainan saraf yang lain. Umumnya disebabkan karena masalah pada bagian otak atau spinal cord yang mengontrol otot melalui tubuh atau area tertentu, seperti tangan. Penyebabnya adalah stres yang teralu banyak sehingga sekresi epinefrin menjadi tidak terkendali&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt 39.3pt; text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;color:black;&amp;amp;quot&amp;quot;;"&gt;&lt;span&gt;f.&lt;span style="font-family: &amp;quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;&amp;amp;quot&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;color:black;&amp;amp;quot&amp;quot;;" lang="EN"&gt;&lt;a title="Hypertension" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Hypertension" onclick="javascript:pageTracker._trackPageview('/outbound/article/en.wikipedia.org');"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Hipertensi&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt 39.3pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;color:black;&amp;amp;quot&amp;quot;;" lang="EN"&gt;Merupakan suatu kondisi medis dimana tekanan darah naik secara kronis. Hipertensi adalah karakter khas dari berbagai abnormalitas kortikal adrenal. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt 39.3pt; text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;color:black;&amp;amp;quot&amp;quot;;"&gt;&lt;span&gt;g.&lt;span style="font-family: &amp;quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;&amp;amp;quot&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;color:black;&amp;amp;quot&amp;quot;;" lang="EN"&gt;Edema paru-paru akut&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt 39.3pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;color:black;&amp;amp;quot&amp;quot;;" lang="EN"&gt;Akumulasi fluida dalam paru-paru, disebabkan kegagalan jantung melepaskan fluida dari sirkulasi paru-paru, akibat disnormalitas sekresi epinefrin.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt 39.3pt; text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;color:black;&amp;amp;quot&amp;quot;;"&gt;&lt;span&gt;h.&lt;span style="font-family: &amp;quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;&amp;amp;quot&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;color:black;&amp;amp;quot&amp;quot;;"&gt;Alergi&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt 39.3pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;&amp;amp;quot&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Alergi adalah suatu proses inflamasi yang tidak hanya berupa reaksi cepat dan lambat tetapi juga merupakan proses inflamasi kronis yang kompleks  dipengaruhi faktor genetik, lingkungan dan pengontrol internal.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;color:black;&amp;amp;quot&amp;quot;;"&gt;Alergi dikaitkan dengan &lt;span&gt;peningkatan hormone epinefrin&lt;/span&gt; dan progesterone. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;color:black;&amp;amp;quot&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Peningkatan hormon epinefrin menimbulkan manifestasi klinis perubahan suasana hati, dan kecemasan. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;!-- Widgetize AnyHTML! http://dev.robertmao.com/category/wordpress-plugin/ --&gt;   &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;&lt;!--
google_ad_client = "pub-1475618130762649";
google_ad_host = "pub-1556223355139109";
/* 120x600, dibuat 09/03/27 */
google_ad_slot = "9402366345";
google_ad_width = 200;
google_ad_height = 600;
google_language = "en";
//--&gt;
&lt;/script&gt;
&lt;script 
src="http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js" type="text/javascript"&gt;
&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7666631532607408890-7977236482808291020?l=cafesehat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cafesehat.blogspot.com/feeds/7977236482808291020/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7666631532607408890&amp;postID=7977236482808291020' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7666631532607408890/posts/default/7977236482808291020'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7666631532607408890/posts/default/7977236482808291020'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cafesehat.blogspot.com/2009/08/hormon-epinefrinadrenalin.html' title='HORMON EPINEFRIN(ADRENALIN)'/><author><name>kilat_news</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://3.bp.blogspot.com/-s_DF83Pzrhk/Tp0dSiiRrfI/AAAAAAAAAWY/LFhaC0e9qV0/s220/kalbu%2Bgiri.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7666631532607408890.post-406543987718415770</id><published>2009-08-12T15:08:00.001+07:00</published><updated>2009-08-12T15:08:53.403+07:00</updated><title type='text'>Distonia</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;&lt;span class="f3"&gt;Definition&lt;/span&gt; &lt;span class="f3"&gt;:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Distonia adalah kelainan gerakan dimana kontraksi otot yang terus menerus menyebabkan gerakan berputar dan berulang atau menyebabkan sikap tubuh yang abnormal. Gerakan tersebut tidak disadari dan kadang menimbulkan nyeri, bisa mengenai satu otot, sekelompok otot (misalnya otot lengan, tungkai atau leher) atau seluruh tubuh.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;                                              &lt;p align="justify"&gt;&lt;span class="f3"&gt;Cause&lt;/span&gt; &lt;span class="f3"&gt;:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Para ahli yakin bahwa distonia terjadi karena adanya kelainan di beberapa daerah di otak (&lt;i&gt;ganglia basalis&lt;/i&gt;, &lt;i&gt;talamus&lt;/i&gt;, &lt;i&gt;korteks serebri&lt;/i&gt;), dimana beberapa pesan untuk memerintahkan kontraksi otot diolah.&lt;br /&gt;Diduga terdapat kerusakan pada kemampuan tubuh untuk mengolah sekumpulan bahan kimia yang disebtu &lt;i&gt;neurotransmiter&lt;/i&gt;, yang membantu sel-sel di dalam otak untuk berkomunikasi satu sama lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gejala-gejala distonik bisa disebabkan oleh:&lt;br /&gt;- Cedera ketika lahir (terutama karena kekurangan oksigen)&lt;br /&gt;- Infeksi tertentu&lt;br /&gt;- Reaksi terhadap obat tertentu, logam berat atau keracunan karbon monoksida&lt;br /&gt;- Trauma&lt;br /&gt;- &lt;i&gt;Stroke&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekitar 50% kasus tidak memiliki hubungan dengan penyakit maupun cedera, dan disebut &lt;b&gt;distonia primer&lt;/b&gt; atau &lt;b&gt;distonia idiopatik&lt;/b&gt;.&lt;br /&gt;Selebihnya merupakan distonia keturunan yang sifatnya &lt;i&gt;dominan&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Distonia juga bisa merupakan gejala dari penyakit lainnya, yang beberapa diantaranya diturunkan (misalnya penyakit &lt;i&gt;Wilson&lt;/i&gt;).&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;                                              &lt;p align="justify"&gt;&lt;span class="f3"&gt;Sign &amp;amp; Symptoms&lt;/span&gt; &lt;span class="f3"&gt;:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Gejala awal adalah kemunduran dalam menulis (setelah menulis beberapa baris kalima), kram kaki dan kecenderunagn tertariknya satu kaki keatas atau kecenderungan menyeret kaki setelah berjalan atau berlari pada jarak tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Leher berputar atau tertarik diluar kesadaran penderita, terutama ketika penderita merasa lelah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gejala lainnya adalah &lt;i&gt;tremor&lt;/i&gt; dan kesulitan berbicara atau mengeluarkan suara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gejala awalnya bisa sangat ringan dan baru dirasakan hanya setelah olah raga berat, stres atau karena lelah.&lt;br /&gt;Lama-lama gejalanya menjadi semakin jelas dan menyebar serta tak tertahankan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;KLASIFIKASI DISTONIA&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan bagian tubuh yang terkena:&lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt; &lt;b&gt;Distonia generalisata&lt;/b&gt;, mengenai sebagian besar atau seluruh tubuh &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;b&gt;Distonia fokal&lt;/b&gt;, terbatas pada bagian tubuh tertentu &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;b&gt;Distonia multifokal&lt;/b&gt;, mengenai 2 atau lebih bagian tubuh yang tidak berhubungan &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;b&gt;Distonia segmental&lt;/b&gt;, mengenai 2 atau lebih bagian tubuh yang berdekatan &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;b&gt;Hemidistonia&lt;/b&gt;, melibatkan lengan dan tungkai pada sisi tubuh yang sama, seringkali merupakan akibat dari &lt;i&gt;stroke&lt;/i&gt;. &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;Beberapa pola distonia memiliki gejala yang khas:&lt;ol&gt;&lt;li&gt; &lt;b&gt;Distonia torsi&lt;/b&gt;, sebelumnya dikenal sebagai &lt;i&gt;dystonia musculorum deformans&lt;/i&gt; atau DMD.&lt;br /&gt;Merupakan distonia generalisata yang jarang terjadi dan bisa diturunkan, biasanya berawal pada masa kanak-kanak dan bertambah buruk secara progresif.&lt;br /&gt;Penderita bisa mengalami cacat yang serius dan harus duduk dalam kursi roda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;b&gt;Tortikolis spasmodik&lt;/b&gt; atau &lt;i&gt;tortikolis&lt;/i&gt; merupakan distonia fokal yang paling sering ditemukan.&lt;br /&gt;Menyerang otot-otot di leher yang mengendalikan posisi kepala, sehingga kepala berputar dan berpaling ke satu sisi. Selain itu, kepala bisa tertarik ke depan atau ke belakang.&lt;br /&gt;Tortikolis bisa terjadi pada usia berapapun, meskipun sebagian besar penderita pertama kali mengalami gejalanya pada usia pertengahan. Seringkali mulai secara perlahan dan biasanya akan mencapai puncaknya.&lt;br /&gt;Sekitar 10-20% penderita mengalami &lt;i&gt;remisi&lt;/i&gt; (periode bebas gejala) spontan, tetapi tidak berlangsung lama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;b&gt;Blefarospasme&lt;/b&gt; merupakan penutupan kelopak mata yang tidak disadari. &lt;br /&gt;Gejala awalnya bisa berupa hilangnya pengendalian terhadap pengedipan mata.&lt;br /&gt;Pada awalnya hanya menyerang satu mata, tetapi akhirnya kedua mata biasanya terkena. &lt;br /&gt;Kejang menyebabkan kelopak mata menutup total sehingga terjadi kebutaan fungsional, meskipun mata dan penglihatannya normal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;b&gt;Distonia kranial&lt;/b&gt; merupakan distonia yang mengenai otot-otot kepala, wajah dan leher.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;b&gt;Distonia oromandibuler&lt;/b&gt; menyerang otot-otot rahang, bibir dan lidah.&lt;br /&gt;Rahang bisa terbuka atau tertutup dan penderita mengalami kesulitan berbicara dan menelan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;b&gt;Disfonia spasmodik&lt;/b&gt; melibatkanotot tenggorokan yang mengendalikan proses berbicara.&lt;br /&gt; Juga disebut &lt;i&gt;disfonia spastik&lt;/i&gt; atau &lt;i&gt;distonia laringeal&lt;/i&gt;, yang menyebabkan kesulitan dalam berbicara atau bernafas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;b&gt;Sindroma Meige&lt;/b&gt; adalah gabungan dari &lt;i&gt;blefarospasme&lt;/i&gt; dan &lt;i&gt;distonia oromandibuler&lt;/i&gt;, kadang-kadang dengan &lt;i&gt;disfonia spasmodik&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;b&gt;Kram penulis&lt;/b&gt; merupakan distonia yang menyerang otot tangan dan kadang lengan bawah bagian depan, hanya terjadi selama tangan digunakan untuk menulis.&lt;br /&gt;Distonia yang sama uga disebut kram pemain piano dan kram musisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;b&gt;Distonia dopa-responsif&lt;/b&gt; merupakan distonia yang berhasil diatasi dengan obat-obatan.&lt;br /&gt;Salah satu variannya yang penting adalah &lt;i&gt;distonia Segawa&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Mulai timbul pada masa kanak-kanak atau remaja, berupa kesulitan dalam berjalan.&lt;br /&gt;Pada distonia Segawa, gejalanya turun-naik sepanjang hari, mulai dari kemampuan gerak di pagi hari menjadi ketidakmampuan di sore dan malam hari, juga setelah melakukan aktivitas. &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;                                             &lt;p align="justify"&gt;&lt;span class="f3"&gt;Diagnose&lt;/span&gt; &lt;span class="f3"&gt;:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala-gejalanya.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;                                              &lt;p align="justify"&gt;&lt;span class="f3"&gt;Treatment&lt;/span&gt; &lt;span class="f3"&gt;:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sejumlah tindakan dilakukan untuk mengurangi atau menghilangkan kejang otot dan nyeri:&lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt; Obat-obatan.&lt;br /&gt;Telah digunakan beberapa jenis obat yang membantu memperbaiki ketidakseimbangan neurotransmiter.&lt;br /&gt;Obat yang diberikan merupakan sekumpulan obat yang mengurangi kadar neurotransmiter &lt;i&gt;asetilkolin&lt;/i&gt;, yaitu triheksifenidil, benztropin dan prosiklidin HCl.&lt;br /&gt;Obat yang mengatur neurotransmiter &lt;i&gt;GABA&lt;/i&gt; bisa digunakan bersama dengan obat diatas atau diberikan tersendiri (pada penderita dengan gejala yang ringan), yaitu diazepam, lorazepam, klonazepam dan  baklofen.&lt;br /&gt;Obat lainnya memberikan efek terhadap neurotransmiter &lt;i&gt;dopamin&lt;/i&gt;. Obat yang meningkatkan efek dopamin adalah levodopa/karbidopa dan bromokriptin. Obat yang mengurangi efek dopamin adalah reserpin atau tetrabenazin.&lt;br /&gt;Untuk mengendalikan &lt;i&gt;epilepsi&lt;/i&gt; diberikan obat anti kejang karbamazepin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Racun &lt;i&gt;botulinum&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;Sejumlah kecil racun ini bisa disuntikkan ke dalam otot yang terkena untuk mengurangi distonia fokal.&lt;br /&gt;Pada awalnya racun ini digunakan untuk mengobati blefarospasme.&lt;br /&gt;Racun menghentikan kejang otot dengan menghambat pelepasan neurotransmiter asetilkolin. Efeknya bertahan selama beberapa bulan sebelum suntikan ulangan dilakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Pembedahan dan pengobatan lainnya.&lt;br /&gt;Jika pemberian obat tidak berhasil atau efek sampingnya terlalu berat, maka dilakukan pembedahan.&lt;br /&gt;Distonia generalisata stadium lanjut telah berhasil diatasi dengan pembedahan yang menghancurkan sebagian dari talamus. Resiko dari pembedahan ini adalah gangguan berbicara, karena talamus terletak di dekat struktur otak yang mengendalikan proses berbicara.&lt;br /&gt;Pada distonia fokal (termasuk blefarospasme, disfonia spasmodik dan tortikolis) dilakukan pembedahan untuk memotong atau mengangkat saraf dari otot yang terkena.&lt;br /&gt;Beberapa penderita disfonia spasmodik bisa menjalani pengobatan oleh ahli patologi berbicara-berbahasa. Terapi fisik, pembidaian, penatalaksanaan stres dan &lt;i&gt;biofeedback&lt;/i&gt; juga bisa membantu penderita distonia jenis tertentu. &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;&lt;!--
google_ad_client = "pub-1475618130762649";
google_ad_host = "pub-1556223355139109";
/* 120x600, dibuat 09/03/27 */
google_ad_slot = "9402366345";
google_ad_width = 200;
google_ad_height = 600;
google_language = "en";
//--&gt;
&lt;/script&gt;
&lt;script 
src="http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js" type="text/javascript"&gt;
&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7666631532607408890-406543987718415770?l=cafesehat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cafesehat.blogspot.com/feeds/406543987718415770/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7666631532607408890&amp;postID=406543987718415770' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7666631532607408890/posts/default/406543987718415770'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7666631532607408890/posts/default/406543987718415770'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cafesehat.blogspot.com/2009/08/distonia.html' title='Distonia'/><author><name>kilat_news</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://3.bp.blogspot.com/-s_DF83Pzrhk/Tp0dSiiRrfI/AAAAAAAAAWY/LFhaC0e9qV0/s220/kalbu%2Bgiri.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7666631532607408890.post-7574810269084249494</id><published>2009-08-12T15:05:00.000+07:00</published><updated>2009-08-12T15:07:31.061+07:00</updated><title type='text'>Review Dopamin: Menyibak Tabir Cinta dan Perilaku Manusia</title><content type='html'>Bayangkan, anda memasuki ruangan dokter sambil membawa kartu cerdas berisi seluruh informasi genetik tubuh anda yang telah dikode dan diamankan dengan nomor PIN seperti anda membuka ATM. Dengan melihat data-data informasi genetik anda yang unik, dokter dapat menentukan obat yang tepat dalam dosis yang akurat secara efisien sesuai dengan kondisi anda tanpa khawatir akan terjadinya ADR (Adverse Drug Reaction), efek samping maupun ketidaktepatan pemilihan obat. Keadaan tersebut merupakan impian para ilmuwan yang bergerak di bidang farmakogenetik, suatu ilmu yang menghantarkan manusia pada "pengobatan individual/pengobatan butik" berdasarkan pemetaan lengkap seluruh gen yang dimiliki tubuh manusia. Para ilmuwan di bidang biologi molekuler yang tergabung dalam Human Genome Project (HGP) telah mengumumkan hasil sekuensing sekitar 100.000 gen manusia tertanggal 26 juni 2000. Farmakogenomik mencari korelasi yang belum terungkap antara pola-pola genom dengan manifestasi klinis. Sebuah korelasi yang jika terungkap akan dapat memberikan kemudahan bagi para dokter dan ahli farmasi untuk membuat keputusan yang tepat, rasional serta menurunkan angka probabilitas kesalahan pemberian obat, kesalahan dosis, maupun resiko efek samping karena penggunaan metode trial-and-error.&lt;br /&gt;Tak ingin jauh berbeda dari impian para pharmacogenomist, para neuroscientist yang meneliti dopamin -zat kimia otak yang secara alami disintesis terutama dalam jaringan saraf dan kelenjar adrenal- semakin gencar menelusuri mekanisme dan jalur-jalur biokimia yang terkait dengan si penghantar signal antar saraf sekaligus neurohormon itu. Sebagai neurotransmitter, dopamin menghantarkan pesan dari satu sel saraf ke sel saraf yang lain sedangkan sebagai neurohormon, dopamin bekerja menghambat pelepasan prolaktin dari lobus interior pituitary.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para neurophysiologist, computer scientist, psychologist dan economist yang berkolaborasi dalam studi interdisiplin di jurnal Nature vol. 9, Agustus 2006, mengemukakan hipotesa mengenai sel saraf dopamin otak tengah sebagai pengkode dalam menentukan pengambilan keputusan. Menggunakan monyet macaque (Macaca fasicularis) sebagai binatang percobaan, G. Morris et al. melaporkan analisis hasil penelitian mereka yang menunjukkan bahwa sel saraf dopamin dalam perilaku primata membawa sinyal yang berguna untuk mempelajari kemungkinan reward dan probabilitas pengambilan keputusan atas adanya reward tersebut. Lebih lanjut dikatakan bahwa sel saraf dopamin mengkode aksi yang akan dilakukan ketika suatu reward diberikan. Peran utama dopamin sebagai pusat reward reinforcement dan motivasi perilaku adalah daya pikat utama molekul ini sehingga membuat para ilmuwan tertarik untuk bergabung dalam studi interdisiplin untuk mempelajari lebih dalam mengenai jalur-jalur dopamin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara sederhana, reward adalah segala sesuatu dimana makhluk hidup akan berusaha melakukan kerja untuk mendapatkannya. Contohnya: makanan dan seks. Fenomenanya dinamakan brain stimulation reward (BSR). Hal yang menarik dalam eksperimen BSR ialah bahwa reward itu sendiri tidak akan memberikan rasa kepuasan. Penelitian BSR digalakkan untuk menghantarkan pemahaman mengenai bagaimana otak secara keseluruhan mengatur dirinya sendiri untuk membentuk sebuah perilaku. Terkait dengan ini, sel saraf dopamin akan diaktivasi ketika suatu rangsangan reward muncul. Dopamin dipercaya oleh para ilmuwan sebagai zat kimia yang ikut bertanggung jawab menentukan perilaku pengambilan keputusan oleh otak. Ketika suatu rangsangan reward yang sama muncul kembali, ada sebuah keterulangan perilaku untuk merespon. Hal ini menyebabkan penelitian dopamin dianggap sebagai salah satu kunci dalam mengungkapkan proses learning and memory. Dapat anda bayangkan, bahwa sesungguhnya sebuah keinginan, sebuah pemikiran, bahkan sebuah perilaku, dapat ditebak dan dipetakan dengan mempelajari rangkaian molekul-molekul dalam otak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menelusuri fungsi dopamin selanjutnya, molekul ini berperan dalam banyak perilaku manusia dalam kehidupan. Mulai dari kecanduan, psikosis, kegelisahan, perubahan mood sampai perilaku abnormal akibat ketidakseimbangan kadar dopamin dalam otak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta dan Dopamin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika anda jatuh cinta, maka rasa `pleasure feelings` yang anda rasakan adalah peran dopamin. Bersama dengan meningkatnya kadar adrenalin yang mempercepat denyut jantung, serta rendahnya kadar serotonin yang menyebabkan rasa obsesif (kepemilikan), dopamin memberikan efek membahagiakan, meningkatan energi, menurunkan nafsu makan, dan mengurangi konsentrasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kolaborasi anthropologist, physiologist dan neuroscientist dalam The Journal of Comparative Neurology vol. 493 Oktober 2005 melaporkan hasil riset mereka menggunakan functional magnetic resonance imaging (fMRI) untuk memperhatikan otak 17 orang wanita dan pria saat mereka sedang memperhatikan foto lawan jenis yang disukainya. Data hasil scan menunjukkan bahwa adanya peningkatan aliran darah dalam otak serta adanya peningkatan kadar reseptor dopamin dalam area caudate nucleus dan ventral tegmental area (VTA) sebelah kanan. Menurut Dr. Helen Fisher dari Rutgers University dalam jurnal yang sama mengatakan bahwa apa yang nampak dalam alat scan tersebut adalah suatu keinginan biologis untuk fokus terhadap satu objek. Tingginya kadar dopamin diasosiasikan dengan meningkatnya perhatian, hiperaktivitas, keresahan dan perilaku goal-oriented. Dengan kata lain, seseorang yang berada dalam situasi ini akan terfokus kepada pasangannya dan kurang perhatian terhadap hal yang lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam jangka waktu tertentu setelah hubungan intens/aktivitas seksual, oksitosin dan vasopressin akan mempengaruhi jalur-jalur dopamin dan adrenalin, sehingga menyebabkan kadar kedua molekul ini menurun. Mekanisme ini dipercaya menyebabkan `pleasure feelings` memudar setelah beberapa lama hubungan intens atau terjadinya aktivitas seksual. Sebuah tim kolaborasi ilmuwan dari Universitas Pisa di Italia menyebutkan bahwa, studi menunjukkan `pleasure feelings` dan `passionate` akan memudar dan hampir-hampir hilang setidak-tidaknya 2 tahun setelah hubungan intens antar pasangan terjadi. Perubahan kadar `kimia cinta` berupa dopamin, adrenalin, norepinephrin, dan phenylethylamin adalah penyebabnya sehingga suatu reward akan lebih ditanggapi secara rasional daripada mengandalkan aktifitas hormonal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Candu dan Dopamin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Love 'as addictive as cocaine` begitu komentar para neuroscientist yang memang bisa dibuktikan oleh mekanisme molekuler. Diatas telah disebutkan bahwa `pleasure feelings` saat jatuh cinta merupakan ulah dopamin. Begitu pula mekanisme kecanduan yang diberitakan oleh Eric J. Nestler dalam Jurnal Nature Neuroscience oktober 2005. Mekanisme kecanduan terkait erat dengan jalur mesolimbic dopamin yang meliputi dopaminergic sel saraf di VTA serta daerah limbic forebrain, terutama nucleus accumbens (NAc). Jalur VTA-NAc ini adalah jalur terpenting dalam efek akut sistem reward dalam semua jenis adiksi obat. Beberapa jenis obat dan senyawa yang menyebabkan adiksi diantaranya ialah amfetamin, kokain, opiat, alkohol dan nikotin. Senyawa seperti kokain misalnya, dapat menyebabkan beberapa ribu kali peningkatan kadar dopamin dalam otak. Hal ini akan menyebabkan kecanduan dan perasaan ingin mendapatkan `pengalaman rasa` yang sama. Gangguan pada ketersediaan dopamin maupun jumlah reseptor dopamin akan dapat menyebabkan abnormalitas perilaku dan aktifitas gerak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa area otak yang terkait dengan jalur VTA-NAc juga essensial dalam mekanisme reward dan perubahan reward secara kronik dalam kaitannya dengan adiksi. Area yang dimaksud adalah amygdala, hippocampus, hipotalamus, dan beberapa wilayah di korteks frontal. Beberapa area ini adalah bagian penting dari sistem penyimpanan memori di otak. Hal ini menghantarkan kepada pemahaman bahwa aspek-aspek penting dalam mekanisme adiksi sangat terkait dengan memori.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya ada suatu indikasi bahwa jalur VTA-NAc dan beberapa wilayah sistem limbik tersebut juga memediasi efek `natural addiction` terhadap `natural rewards` seperti makanan, seks dan interaksi sosial. Dalam jurnal Molecular Psychiatry, Volkow, N. D et al. melaporkan bahwa ditemukannya abnormalitas yang serupa dari hasil scan penampakan otak untuk kecanduan obat dan kecanduan alamiah (natural addiction). Meskipun demikian, penelitian lebih lanjut untuk mekanisme kecanduan alamiah ini masih perlu dilakukan, mengingat banyaknya faktor yang mempengaruhi dan heterogennya sindrom klinik yang muncul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eisch, A.J. dalam Progress in Brain Research melaporkan bahwa setelah pemakaian secara kronik, beberapa obat yang memiliki efek candu berkecenderungan untuk mengurangi neurogenesis (pembentukan sel saraf baru) di otak daerah dentate gyrus hippocampus orang dewasa. Sampai saat ini fungsi neurogenesis hippocampal orang dewasa merupakan subjek yang masih sangat kontroversial. Pembentukan sebuah sel saraf baru dipercaya merupakan hal yang esensial dalam pembentukan sebuah memori baru. Penemuan selanjutnya untuk memperkuat bukti bahwa penggunaan obat-obat tertentu secara kronik dapat mereduksi neurogenesis masih dinantikan. Penemuan tersebut akan berguna untuk menjawab pertanyaan mengenai mekanisme abnormalitas perilaku yang menyimpang dan ingatan yang berkurang dari banyak kasus kecanduan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Candy dan dopamin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika anda menginginkan sebuah permen yang pernah anda rasakan sebelumnya, reward yang ditimbulkan ketika anda ingin merasakan nikmatnya pengalaman mengunyah permen tersebut juga adalah peran dopamin. Ketika manusia lapar dan melihat makanan, sel-sel dopamin akan teraktivasi. Kalau anda memakan makanan yang sangat lezat dan pada waktu yang lain anda melihatnya kembali, sel-sel dopamin anda akan teraktivasi hingga mengumpul dan menjenuh. Riset selanjutnya dalam kaitan antara dopamin dan makanan dilaporkan oleh Volkow.N et al. dari Brookhaven National Laboratory yang membawa kemungkinan baru dalam strategi pengobatan obesitas/ kegemukan. Ditemukan adanya abnormalitas kadar reseptor dopamin dalam otak orang-orang yang kegemukan. Dengan menggunakan PET (Positron Emission Topography) dan senyawa radioaktif, dilakukan pengukuran kadar reseptor dopamin dalam otak 10 orang pasien obesitas dan 10 orang dengan berat normal. Hasilnya menunjukkan kadar reseptor dopamin yang lebih rendah pada pasien obesitas dibandingkan dengan orang normal. Gene-Jack Wang dari laboratorium yang sama mengemukakan bahwa cara memperbaiki kembali fungsi dopamin dimungkinkan sebagai salah satu strategi dalam pengobatan pasien obesitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Crazy dan Dopamin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingatkah anda pada kegilaan nobelis DR. John Nash dengan tokoh halusinasinya yang di abadikan dalam film `Beautiful mind`? Pada pasien schizophrenia, kadar dopamin meningkat berlebihan, sehingga menyebabkan otak berhalusinasi. Schizophrenia adalah gangguan jiwa psikotik paling lazim dengan ciri hilangnya perasaan afektif atau respons emosional dan menarik diri dari hubungan antarpribadi normal. Sering kali diikuti dengan delusi (keyakinan yang salah) dan halusinasi (persepsi tanpa ada rangsang pancaindra). Psikiater asal Scandinavia, Dr. John Carlson, menyebutkan bahwa banyak ilmuwan top dunia dalam sejarah ternyata mengidap Schizophrenia. Riset di laboratorium dengan menggunakan aneka macam tehnik kedokteran nuklir diantaranya pemakaian radioisotop untuk menentukan bagian-bagian pada otak yang berkaitan dengan schizophrenia semakin digalakkan. Riset dipusatkan pada penelusuran mekanisme dan daya kemampuan otak untuk menimbulkan dopamin. Menurut dugaan, abnormalitas pada schizophrenia terjadi dalam bentuk rantai panjang serta komplek yang dimulai dengan perubahan pirosin menjadi dopa, dopa menjadi dopamin, dan dopamin menjadi noradrenalin. Masing-masing mata rantai ini terjalin menggunakan enzim yang spesifik. Ketika adanya gangguan saat proses konversi kritis ini berlangsung, maka memungkinkan terbentuknya ketidakseimbangan kadar dopamine sehingga menimbulkan gangguan perilaku dan mental.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lain halnya dengan Parkinson, kadar dopamin pada pasien yang menderita penyakit ini menurun berlebihan, sehingga menyebabkan otot motorik kehilangan fungsi normalnya. Gejala yang ditimbulkan akan berupa tremor/dyskinesia (distorsi dalam menjalankan otot volunter). Arvid Carlsson, ilmuwan asal Swedia, adalah orang yang mengarahkan pemahaman mengenai dopamin dan penyakit parkinson. Ia membuktikan bahwa di dalam daerah ganglia basalis otak manusia terdapat kadar yang tinggi dopamin. Sebelumnya, para ilmuwan masih meyakini bahwa dopamin hanyalah suatu prekursor bagi neurotransmitter noradrenalin. Carlsson berhasil mematahkan anggapan ini, karena ia menemukan bahwa dopamin terkonsentrasi di daerah otak yang lain dari tempat noradrenalin, sehingga ia berkesimpulan, dopamin adalah neurotransmitter tersendiri yang terpisah dari noradrenalin. Atas penemuannya ini, ia dianugrahi nobel di bidang kedokteran tahun 2000.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Riset Carlsson mengenai dopamin meningkatkan pemahaman mengenai obat-obat Parkinson dan beberapa obat lain. Ia berhasil menunjukkan obat-obat antipsikotik yang banyak dipakai untuk mengobati pasien skizofrenia, mempengaruhi transmisi sinaptik dengan memblok reseptor-reseptor dopamin. Temuan Carlsson juga memiliki makna penting bagi pengobatan depresi, salah satu penyakit kejiwaan yang paling banyak dialami manusia. Ia berkontribusi bagi pengembangan obat-obat antidepresi generasi baru, yaitu kelompok SSRI (Selective Serotonin Reuptake Inhibitor) seperti Prozac (flouxetine) yang sempat terlaris di Amerika (pada awal tahun 1990-an mencapai omzet 1 milyar dollar AS, walaupun kemudian popularitasnya mulai menurun karena diperdebatkan sebagai "kapsul kepribadian", yang membuat pasien yang meminumnya seolah-olah mengalami perubahan kepribadian).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain Schizophrenia dan Parkinson, ketidakseimbangan kadar dopamin dalam otak juga diduga mempunyai korelasi dengan penyakit Attention-Deficit/Hyperactivity Disorders (ADHD) dan autisme, dimana keduanya memberikan gejala abnormalitas pada perilaku pasien.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memoriku Dopaminku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana seorang pelukis handal dapat melukis wajah seorang gadis memikat hati yang lama tak ditemuinya atau bagaimana seorang penulis merincikan kembali pemandangan gunung Fuji dengan sentuhan emosi dan cuaca saat itu. Kedua kejadian tersebut berkaitan erat dengan sistem reward dan memori.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menulis seperti halnya melukis, dimana keduanya menaburkan ingatan-ingatan akan kata maupun bentuk rupa. Ketika anda melukis, anda menggunakan banyak area di otak bagian belakang tempat korteks visual dimana suatu gambar dibentuk. Baik dengan kuas maupun pena, imagi-imagi akan keluar dari lokus-lokus memori.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu memori mengkorelasikan anda tidak hanya kepada bentuk gambar masa lalu, namun juga bentuk emosi masa lalu. Riset-riset untuk mengungkap misteri penyimpanan memori menjadi topik bahasan yang menarik untuk para ilmuwan. Perlombaan mengkorelasikan kimia otak seperti dopamin, noradrenalin, ratusan enzim dan ribuan gen-gen pengkode menjadi tema-tema di laboratorium neuroscience tersebar di berbagai negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengungkapan tabir mekanisme dopamin bermanfaat untuk strategi penanggulangan penyakit yang disebabkan oleh abnormalitas dopamin. Disamping berperan penting untuk mengenali wilayah abu-abu misteri proses daya ingat, penyimpanan memori, penentuan sebuah keputusan hingga membentuk suatu kebiasaan perilaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andaikata mekanisme jalur-jalur dopamin dalam otak manusia terungkap transparan, bukan tidak mungkin suatu saat nanti akan ada pasien meminta dokter untuk memberikan resep meningkatkan `pleasure feelings` setelah 3-4 tahun usia pernikahan, dimana kadar `love chemistry` saat itu telah menurun. Di lain sisi, bisa jadi masyarakat membutuhkan parameter tambahan berupa pengukuran kadar dopamin sebagai salah satu syarat kandidat presiden. Para pengusaha mempunyai cara yang lebih mudah untuk meningkatkan kinerja para anak buahnya dalam mengambil keputusan, para psikolog harus berfikir lebih keras untuk menjadi lebih cerdas menanggulangi berbagai masalah baru dalam perilaku manusia, dan para sastrawan akan sibuk merekonstruksi kembali definisi dan makna cinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daftar bacaan:&lt;br /&gt;1. Keeping the memories flowing. Nature neuroscience 9, 1199-1200 (2006)&lt;br /&gt;2. Midbrain dopamine neurons encode decisions for future action. Nature Neuroscience 9, 1057-1063 (2006)&lt;br /&gt;3. Choice values. Nature neuroscience 9, 987-988 (2006)&lt;br /&gt;4. Prefrontal cortex and decision making in a mixed-strategy game. Nature neuroscience 7, 404 - 410 (2004)&lt;br /&gt;5. Lust und Liebe (Lust and love): is it more than chemistry? G Frobe and R Frobe, translated by M Gross, Cambridge UK, RSC (2006)&lt;br /&gt;6. Is there a common molecular pathway for addiction? Nature Neuroscience 8, 1445 - 1449 (2005).&lt;br /&gt;7. (Romantic love: An fMRI study of a neural mechanism for mate choice). The journal of Comparative Neurology vol. 493, issue 1. 58-62 (2005)&lt;br /&gt;8. Dopamine in drug abuse and addiction: results from imaging studies and treatment implications. Mol. Psychiatry 9, 557-569 (2004)&lt;br /&gt;9. Love, Actually. Nature 427, 396-397 (29 January 2004)&lt;br /&gt;10. Physiology Nobel: Celebrating the Synapse. Science Magazine vol. 290. no. 5491, p. 424. (20 October 2000)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;&lt;!--
google_ad_client = "pub-1475618130762649";
google_ad_host = "pub-1556223355139109";
/* 120x600, dibuat 09/03/27 */
google_ad_slot = "9402366345";
google_ad_width = 200;
google_ad_height = 600;
google_language = "en";
//--&gt;
&lt;/script&gt;
&lt;script 
src="http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js" type="text/javascript"&gt;
&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7666631532607408890-7574810269084249494?l=cafesehat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cafesehat.blogspot.com/feeds/7574810269084249494/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7666631532607408890&amp;postID=7574810269084249494' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7666631532607408890/posts/default/7574810269084249494'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7666631532607408890/posts/default/7574810269084249494'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cafesehat.blogspot.com/2009/08/review-dopamin-menyibak-tabir-cinta-dan.html' title='Review Dopamin: Menyibak Tabir Cinta dan Perilaku Manusia'/><author><name>kilat_news</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://3.bp.blogspot.com/-s_DF83Pzrhk/Tp0dSiiRrfI/AAAAAAAAAWY/LFhaC0e9qV0/s220/kalbu%2Bgiri.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7666631532607408890.post-5821954849433649299</id><published>2009-08-04T20:36:00.001+07:00</published><updated>2009-08-04T20:48:22.586+07:00</updated><title type='text'>Tips Agar Kuku Lebih Kuat</title><content type='html'>Ini buat para wanita yg suka manjangin kuku,ada sedikit tips dari temennya cak hendrie...selamat membaca&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalah kuku patah atau mengelupas sering dialami banyak wanita. Penyebabnya adalah keadaan kuku yang rapuh dan tidak sehat. Jika Anda sering mengalami hal tersebut segera lakukan perawatan yang dapat memperkuat kuku Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal itu karena kuku berfungsi melindungi kulit dan jari Anda. Jadi jangan sampai kuku Anda berada dalam keadaan rapuh dan mudah patah. Untuk membuat kuku menjadi lebih kuat ada beberpa perawatan yang bisa Anda lakukan sendiri di rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, olesi jari dan kuku Anda dengan krim pelembab setiap hari agar tidak kering. Kedua, gunakan minyak kutikel setiap menjelang tidur, karena akan membuat kuku lebih kuat dan memicu pertumbuhannya. Ketiga, selalu gunakan sarung tangan saat melakukan pekerjaan rumah tangga. Hal tersebut untuk melindungi kuku dari zat kimia yang bisa membuatnya rapuh dan mudah patah.&lt;br /&gt;Keempat lakukan "nail bath". Untuk produknya, Anda bisa mendapatkannya di toko perawatan kecantikan dan harganya pun beragam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisa disesuaikan dengan keadaan kantong Anda. Kelima, penuhi kebutuhan kalsium karena akan sangat berpengaruh pada kekuatan dan kesehatan kuku Anda. Lakukan juga pedikur dan menikur di salon secara teratur setidaknya satu bulan sekali&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;&lt;!--
google_ad_client = "pub-1475618130762649";
google_ad_host = "pub-1556223355139109";
/* 120x600, dibuat 09/03/27 */
google_ad_slot = "9402366345";
google_ad_width = 200;
google_ad_height = 600;
google_language = "en";
//--&gt;
&lt;/script&gt;
&lt;script 
src="http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js" type="text/javascript"&gt;
&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7666631532607408890-5821954849433649299?l=cafesehat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cafesehat.blogspot.com/feeds/5821954849433649299/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7666631532607408890&amp;postID=5821954849433649299' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7666631532607408890/posts/default/5821954849433649299'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7666631532607408890/posts/default/5821954849433649299'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cafesehat.blogspot.com/2009/08/tips-agar-kuku-lebih-kuat.html' title='Tips Agar Kuku Lebih Kuat'/><author><name>kilat_news</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://3.bp.blogspot.com/-s_DF83Pzrhk/Tp0dSiiRrfI/AAAAAAAAAWY/LFhaC0e9qV0/s220/kalbu%2Bgiri.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7666631532607408890.post-5367699871104762272</id><published>2009-07-07T16:05:00.000+07:00</published><updated>2009-07-07T16:48:48.249+07:00</updated><title type='text'>Anti-CCP IgG Penanda Rheumatoid Arthritis</title><content type='html'>Cak Hendrie datang lagi nih..bawa oleh2 cerita tentang Anti CCP IgG,apa sih anti ccp IgG tu...yawda sok atu kita bahas rame-rame...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa itu Rheumatoid Arthitis(RA)?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rheumatoid Arthritis ato yg biasa disingkat RA adalah penyakit autoimun (peny.yg terjadi pada saat tubuh diserang oleh sistem kekebalan tubuhnya sendiri) yg mengakibatkan peradangan dlm waktu lama pada sendi.Penyakit ini menyerang persendian,biasanya mengenai banyak sendi yg ditandai dg radang pada membran sinovial dan struktur sendi serta atrofi otot dan penipisan tulang.&lt;br /&gt;Berdasarkan study RA lebih banyak terjadi pada wanita daripada kasus yang terjadi pada pria.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umumnya penyakit ini menyerang pada sendi-sendi bagian jari ,pergelangan tangan ,bahu lutut dan kaki. Pada penderita stadium lanjut akan membuat si penderita tidak dapat melakukan aktifitas sehari-hari dan kualitas hidupnya menurun. Gejala yg lain yaitu berupa demam, nafsu makan turun,berat badan menurun, lemah, dan kurang darah. Namun kadang kala si penderita tidak merasakan gejalanya. Diperkirakan kasus Rhematoid Arthritis diderita pada usia diatas 18 tahun dan berkisar 0,1 % sampai dengan 0,3 % dari jumlah penduduk Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gejala RA :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RA umumnya ditandai dengan adanya beberapa gejala yang berlangsung selama minimal 6 minggu, yaitu :&lt;br /&gt;1. Kekakuan pada dan sekitar sendi yang berlangsung sekitar 30-60 menit di pagi hari.&lt;br /&gt;2. Bengkak pada tiga atau lebih sendi pada saat yang bersamaan.&lt;br /&gt;3. Bengkak dan nyeri umumnya terjadi pada sendi-sendi tangan.&lt;br /&gt;4. Bengkak dan nyeri umumnya terjadi dengan pola yang simetris(nyeri pada sendi yang sama dikedua sisi tubuh.) dan umumnya menyerang sendi pergelangan tangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahap yang lebih lanjut,RA dapat dikarakterisasi juga dengan adanya nodul-nodul rheumatoid, konsentrasi rheumatoid faktor(RF) yg abnormal dan perubahan radiografi yg meliputi erosi tulang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENANDA RA YANG TERDAHULU&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rheumatoid Factor(RF)  merupakan antibodi yg sering digunakan dlm diagnosis RA dan sekitar 75 % individu yg mengalami RA juga memiliki nilai RF yg positif. kelemahan RF antara lain krn nilai RF positif juga terdapat pd kondisi penyakit autoimun lainnya ,infeksi kronik, dan bahkan terdapat pada 3-5 % poulasi sehat.(terutama individu usia lanjut)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ANTI -CCP IgG&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merupakan penanda RA yg baru dan banyak digunakan dalam diagnosis kondisi RA. Beberapa kelebihan Anti-CCP IgG dalam kondisi RA antara lain:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.  Anti CCP IgG  dapat timbul jauh sebelum gejala klinik RA muncul.&lt;br /&gt;2.  Anti CCP IgG sangat specifik untuk kondisi RA&lt;br /&gt;3.  Anti CCP IgG dapat menggambarkan resiko kerusakan sendi lebih lanjut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya begitulah ngobrol-ngobrol kita tentang rhematod arthritis, gimana cara deteksinya dan lain-lain.....ok kita cukupkan dulu...sampai ketemu dengan postingan yang lain dari cak hendrie....dan INGAT BESOK TANGGAL 8 JULI 2009 JANGAN LUPA DATANG KE TPS TERDEKAT UNTUK MENYONTRENG PRESIDEN KITA...HIDUP INDONESIA ...DAN MERDEKA....!!!!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;&lt;!--
google_ad_client = "pub-1475618130762649";
google_ad_host = "pub-1556223355139109";
/* 120x600, dibuat 09/03/27 */
google_ad_slot = "9402366345";
google_ad_width = 200;
google_ad_height = 600;
google_language = "en";
//--&gt;
&lt;/script&gt;
&lt;script 
src="http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js" type="text/javascript"&gt;
&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7666631532607408890-5367699871104762272?l=cafesehat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cafesehat.blogspot.com/feeds/5367699871104762272/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7666631532607408890&amp;postID=5367699871104762272' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7666631532607408890/posts/default/5367699871104762272'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7666631532607408890/posts/default/5367699871104762272'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cafesehat.blogspot.com/2009/07/anti-ccp-igg-penanda-rheumatoid.html' title='Anti-CCP IgG Penanda Rheumatoid Arthritis'/><author><name>kilat_news</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://3.bp.blogspot.com/-s_DF83Pzrhk/Tp0dSiiRrfI/AAAAAAAAAWY/LFhaC0e9qV0/s220/kalbu%2Bgiri.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7666631532607408890.post-5446246022533948911</id><published>2009-07-07T12:37:00.001+07:00</published><updated>2009-07-07T12:37:59.557+07:00</updated><title type='text'>Vaginoplasty, Saat Vagina Kembali Kencang</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Vaginoplasty&lt;/strong&gt;, operasi yang dilakukan untuk mengencangkan vagina, semakin diminati dalam dunia kecantikan beberapa tahun terakhir. Sebelum tahu bagaimana vaginoplasty dilakukan, perlu juga diketahui apa yang mendorong orang melakukannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Otot panggul pada wanita mengendalikan sistem tiga organ, katakanlah kandung kemih, rahim dan perut, yang menjadi satu alur. Bila salah satu organ rusak, bisa jadi organ-organ yang bertetangga terpengaruh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyebab utama di balik rusaknya otot panggul tersebut biasanya karena melahirkan, menopause, dan obesitas. Sebaliknya, beberapa wanita terlahir dengan jaringan otot kolagen lemak dan vagina yang kendur bahkan pada saat usia muda dan tidak hilang selama melahirkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Penyebabnya, kelahiran seorang anak&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Kerusakan vagina umumnya disebabkan oleh kehamilan dan melahirkan. Kepala bayi yang dilahirkan, melewati vagina, bisa menyebabkan otot panggul terlalu melar dan merobeknya. Bisa menjadi lebih buruk lagi bila sang pasien tidak melakukan senam kegel selama hamil dan setelah melahirkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak wanita tidak sadar senam ini bisa menghindari atau mengurangi risiko rusaknya otot panggul. Untuk mengetahui rusak tidaknya otot panggul, dokter bisa memasukkan jari telunjuk ke vagina dan jempol ke dalam anus dan “mencubit”-nya. Bila ada semacam ruang kosong di antaranya, maka otot panggul telah rusak dan di jaringan “tubuh perineal” yang terletak di daerah itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini adalah masalah yang umum disebabkan oleh proses penyembuhan atau pemotongan yang buruk (episiotomy) pada vagina sesaat setelah melahirkan. Hal ini yang menyebabkan perasaan seperti vulva/vagina yang terbuka pada pasien dan pasangannya. Keluhan, seperti longgar, tidak menggigit, tidak ada sensasi, dan tidak menyenangkan, sering terdengar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Labioplasty&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Berbeda dari vaginoplasty, ada pula pasien yang meminta labioplasty (penyusutan bibir vagina). Beberapa pasien, terutama yang berusia di bawah 40 tahun, sangat terganggu dengan bibir vagina mereka yang besar. Beberapa mengeluh sakit pada saat berhubungan seks ketika pasangan berusaha menemukan “pintu masuk”. Yang lainnya merasa depresi ketika pasangan melihat vulva dan berpaling ke wanita lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Labioplasty adalah operasi sederhana dengan memotong kelebihan kulit vulva dengan pemotongan lurus atau zigzag. Penjahitan dilakukan dengan rapih dan ini akan hilang dalam waktu seminggu. Labioplasty dapat dilakukan sebagai prosedur satu hari dengan hasil yang memuaskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Dechacare.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;&lt;!--
google_ad_client = "pub-1475618130762649";
google_ad_host = "pub-1556223355139109";
/* 120x600, dibuat 09/03/27 */
google_ad_slot = "9402366345";
google_ad_width = 200;
google_ad_height = 600;
google_language = "en";
//--&gt;
&lt;/script&gt;
&lt;script 
src="http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js" type="text/javascript"&gt;
&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7666631532607408890-5446246022533948911?l=cafesehat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cafesehat.blogspot.com/feeds/5446246022533948911/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7666631532607408890&amp;postID=5446246022533948911' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7666631532607408890/posts/default/5446246022533948911'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7666631532607408890/posts/default/5446246022533948911'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cafesehat.blogspot.com/2009/07/vaginoplasty-saat-vagina-kembali.html' title='Vaginoplasty, Saat Vagina Kembali Kencang'/><author><name>kilat_news</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://3.bp.blogspot.com/-s_DF83Pzrhk/Tp0dSiiRrfI/AAAAAAAAAWY/LFhaC0e9qV0/s220/kalbu%2Bgiri.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7666631532607408890.post-3004266714656536038</id><published>2009-07-07T12:30:00.000+07:00</published><updated>2009-07-07T12:31:37.379+07:00</updated><title type='text'>Alasan Bayi Tidak Mau Minum Asi (Menyusu)</title><content type='html'>Jika Menolak ASI, kemungkinan disebabkan oleh:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;1. Kurang sehat.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Kondisi tubuh bayi yang kurang sehat bisa membuat bayi kesulitan mengisap dengan baik, sehingga ASI yang didapat sedikit. Akhirnya bayi jadi capek atau frustrasi, dan menolak menyusu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;2. Kesakitan.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Bayi yang mengalami memar akibat lahir dengan alat bantu (misalnya: vakum) mungkin menolak menyusu jika bagian yang memar ini terpencet tiap kali ia menyusu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;3. Tersumbat hidungnya.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Bayi yang hidungnya tersumbat (karena pilek) mungkin menolak menyusu karena kesulitan bernafas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;4. Sariawan.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Bayi yang sedang sariawan, atau mulutnya terinfeksi jamur Candida mungkin hanya mau mengisap beberapa kali saat menyusu, lalu berhenti dan menangis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;5. Sedang tumbuh gigi.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Bayi yang sedang tumbuh gigi mungkin merasa gusinya nyeri, atau air liurnya berlebihan, atau agak demam, sehingga menolak menyusu karena merasa tidak nyaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;6. Mengantuk.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Bayi yang terpengaruh efek sedatif (bius) obat-obatan mungkin menolak menyusui karena mengantuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;7. Bingung puting.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Bayi yang diberi susu botol atau empeng terlalu dini (sebelum 2 minggu) mungkin menolak menyusu karena kesulitan menguasai teknik mengisap payudara – yang sangat berbeda dengan mengisap dot.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;8. Tidak mampu `mengambil' cukup ASI untuk memenuhi kebutuhannya.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Bayi yang belum menguasai teknik menyusu mungkin hanya mampu mengisap ASI sedikit sehingga harus mengeluarkan tenaga ekstra untuk mengisap lebih lama atau lebih dalam. Akibatnya ia jadi capek atau frustasi, lalu menolak menyusu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;9. Ingin `melawan' perlakuan yang tidak menyenangkan.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Jika ibu atau pengasuh kurang menguasai teknik mengatur posisi bayi saat akan menyusu, bayi bisa saja merasa diperlakukan kasar atau disakiti. Sebagai upaya `perlawanan' , ia pun menolak menyusu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;10. Terganggu isapannya.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Jika ibu sering memegangi atau mengguncang payudara saat menyusui, posisi mulut bayi terhadap payudara bisa terganggu. Akibatnya bayi merasa tidak nyaman dan menolak menyusu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;11 Dibatasi jadwal menyusunya.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Jika ibu menyusui hanya pada jam-jam tertentu dan bukan menurut keinginan bayi, bayi bisa frustrasi karena kelaparan dan malah menolak menyusu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;12 Terganggu semburan ASI.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Aliran ASI yang terlalu cepat dan deras saat bayi mulai mengisap bisa membuat bayi tersedak. Jika terjadi berulang kali selama menyusu, bayi mungkin jadi frustrasi dan menolak menyusu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;13. Merasa terganggu oleh suatu perubahan.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Bayi usia 3-12 bulan mudah terganggu oleh berbagai perubahan: berpisah dengan ibunya, ada pengasuh baru, pindah rumah, kedatangan tamu, ibunya sakit (atau sedang menstruasi), payudara ibu terinfeksi, bau tubuh ibu berubah, dsb. Ketika suatu perubahan dirasa mengganggu, bayi bisa jadi tidak menangis melainkan langsung `mogok' menyusu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cobalah dicek alasan alasan diatas, mana yang paling sesuai dengan kondisi ibu dan anaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi yang jelas, teruslah berusaha, dan berikan ketenangan pada ibunya, karena ibu yang gelisah juga akan mempengaruhi bayinya, mungkin baik juga mengajaknya si anak bermain-main dulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenai cara memperlancar produksi ASI. cara utama sebenarnya dengan terus memberinya ASI, karena dengan jarang memberikan ASI maka produksi ASIpun akan menurun, maka jika si BAYI tidak mau menyusui sebaiknya ASI tetap di pompa keluar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenai makanan banyak ibu ibu mengatakan memakan daun katuk atau buah pepaya muda yang direbut akan meningkatkan ASI, dan tentu harus ditambah dengan makanan bergizi lainnya. Sementara untuk obat-obat modern, bisa menghubungi dokter kandungan untuk meminta resep penambah ASI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber:dechacare.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;&lt;!--
google_ad_client = "pub-1475618130762649";
google_ad_host = "pub-1556223355139109";
/* 120x600, dibuat 09/03/27 */
google_ad_slot = "9402366345";
google_ad_width = 200;
google_ad_height = 600;
google_language = "en";
//--&gt;
&lt;/script&gt;
&lt;script 
src="http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js" type="text/javascript"&gt;
&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7666631532607408890-3004266714656536038?l=cafesehat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cafesehat.blogspot.com/feeds/3004266714656536038/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7666631532607408890&amp;postID=3004266714656536038' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7666631532607408890/posts/default/3004266714656536038'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7666631532607408890/posts/default/3004266714656536038'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cafesehat.blogspot.com/2009/07/alasan-bayi-tidak-mau-minum-asi-menyusu.html' title='Alasan Bayi Tidak Mau Minum Asi (Menyusu)'/><author><name>kilat_news</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://3.bp.blogspot.com/-s_DF83Pzrhk/Tp0dSiiRrfI/AAAAAAAAAWY/LFhaC0e9qV0/s220/kalbu%2Bgiri.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7666631532607408890.post-7509318128285578124</id><published>2009-07-07T12:28:00.000+07:00</published><updated>2009-07-07T12:29:33.884+07:00</updated><title type='text'>Tips Untuk Mengatasi Tumit Pecah</title><content type='html'>Bila tumit yang pecah-pecah memang sangat mengganggu penampilan anda. Mungkin anda sudah tahu bahwa ‘gangguan’ tersebut bisa diatasi dengan cara menggosoknya memakai batu apung. Namun bagian yang tersulit adalah mempertahankannya agar tidak pecah-pecah lagi. Ada rahasia agar tumit anda tidak lagi tampak bak parutan. Cobalah anda ikuti langkah-langkah berikut ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang pertama adalah merendam kaki anda dengan air suam-suam kaku. Gosoklah kaki anda secara perlahan dengan batu apung atau penggosok khusus untuk tumit kaki. Lalu angkat dan keringkan kaki dengan handuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya anda usaplah krim untuk melembabkan kaki terutama pada bagian yang pecah-pecah. Bila keadaannya sudah parah maka anda bisa menggunakan krim khusus untuk tumit pecah-pecah dan anda bisa dapat di apotik terdekat. Cobalah untuk mengenakan kaus kaki saat tidur agar kelembapannya terjaga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu hal yang juga tidak kalah penting sebaiknya hindari pemakaian sepatu dengan tumit terbuka karena bisa membuat tumit anda menjadi kering. Selama masa ‘penyembuhan’ sebaiknya anda gunakan dulu sepatu model tertutup seperti loafer. Atau anda kenakan kaos kaki supaya kelembaban pada area tersebut tetap terjaga. Jadi mulailah untuk merawat dan menjaga kesehatan kaki anda agar penampilan anda lebih cantik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber.Decachare.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;&lt;!--
google_ad_client = "pub-1475618130762649";
google_ad_host = "pub-1556223355139109";
/* 120x600, dibuat 09/03/27 */
google_ad_slot = "9402366345";
google_ad_width = 200;
google_ad_height = 600;
google_language = "en";
//--&gt;
&lt;/script&gt;
&lt;script 
src="http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js" type="text/javascript"&gt;
&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7666631532607408890-7509318128285578124?l=cafesehat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cafesehat.blogspot.com/feeds/7509318128285578124/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7666631532607408890&amp;postID=7509318128285578124' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7666631532607408890/posts/default/7509318128285578124'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7666631532607408890/posts/default/7509318128285578124'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cafesehat.blogspot.com/2009/07/tips-untuk-mengatasi-tumit-pecah.html' title='Tips Untuk Mengatasi Tumit Pecah'/><author><name>kilat_news</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://3.bp.blogspot.com/-s_DF83Pzrhk/Tp0dSiiRrfI/AAAAAAAAAWY/LFhaC0e9qV0/s220/kalbu%2Bgiri.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7666631532607408890.post-8216577672890662936</id><published>2009-07-06T21:46:00.000+07:00</published><updated>2009-07-06T21:57:09.392+07:00</updated><title type='text'>10 Pemicu Sakit Kepala</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_zYELQSPomEA/SlIQfT-tpvI/AAAAAAAAAUg/bDWb1K02bZw/s1600-h/kit+kpla2.jpeg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 129px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_zYELQSPomEA/SlIQfT-tpvI/AAAAAAAAAUg/bDWb1K02bZw/s400/kit+kpla2.jpeg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5355361037022242546" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_zYELQSPomEA/SlIQfL5JcaI/AAAAAAAAAUY/JPNCcOk2xgY/s1600-h/sakit+kepala.jpeg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 107px; height: 85px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_zYELQSPomEA/SlIQfL5JcaI/AAAAAAAAAUY/JPNCcOk2xgY/s400/sakit+kepala.jpeg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5355361034851414434" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Sakit kepala sering tampak sederhana karena umumnya merupakan gejala penyakit ringan. Sekitar 70 persen sakit kepala memang disebabkan oleh ketegangan otot. Meski begitu, sakit kepala tak bisa disepelekan, apalagi kalau sampai mengganggu pekerjaan. Apa saja pemicu sakit kepala?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;1. Bos&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Ya, si bos atau pekerjaan kerap kali memicu rasa nyut nyut di kepala. Faktanya, semua hal yang menimbulkan ketegangan atau stres akan membuat kita lebih mudah terserang sakit kepala atau migren. Sakit kepala yang disebabkan oleh ketegangan emosional ini disebut sakit kepala fungsional atau tension headache.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penderita sakit kepala ini sering merasakan otot-otot di bagian leher belakang kaku dan menegang. Pijatan ringan di bagian tersebut bisa mengurangi sakit kepala, namun setelah beberapa saat keluhan akan kembali muncul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;2. Udara panas&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Kenaikan suhu udara seringkali menyebabkan timbulnya migren atau sakit kepala berat. Dalam sebuah studi diketahui 7,5 persen responden mengalami sakit kepala saat udara panas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;3. Aroma yang terlalu kuat&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Pernahkah Anda merasa pusing gara-gara mencium aroma parfum? Aroma bau yang kuat, bahkan yang wangi, umumnya menyebabkan kepala pusing. Belum diketahui mengapa hal ini terjadi, namun para ahli menduga bau yang memiliki aroma kuat merangsang sistem saraf. Selain parfum, bau cat, bunga, atau debu, sering menyebabkan kepala berdenyut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;4. Aksesori rambut&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Cara kita memperlakukan rambut bisa berpengaruh kepada kepala. Mengikat rambut terlalu kencang bisa membuat jaringan tisu di kepala menjadi tegang dan mengundang sakit kepala. Bando, jepit rambut, juga topi yang terlalu sempit akan menyebabkan efek yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;5. Olahraga&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Olahraga yang terlalu berat, termasuk juga hubungan seks, juga bisa menyebabkan sakit kepala. Kegiatan fisik yang berlebihan bisa membuat pembuluh darah di kepala dan leher bengkak dan tertekan. Sakit kepala yang disebabkan olahraga atau seks lebih mudah menyerang orang yang sering terkena migren.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;6. Postur tubuh&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Bukan hanya olahraga memeras keringat yang bisa menyebabkan tekanan pada otot leher dan kepala. Postur tubuh yang terbentuk dari kebiasaan sehari-hari pun bisa menimbulkan sakit kepala. Sebut saja kebiasaan duduk dengan posisi bahu membungkuk, duduk tanpa sandaran, menatap monitor komputer yang posisinya terlalu tinggi atau rendah, atau mengapit telepon antara kuping dan pundak. Bila akhir-akhir ini Anda sering diserang sakit kepala, saatnya memperbaiki postur tubuh Anda sehari-hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;6. Keju&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Pemicu sakit kepala sebelah, alias migren, yang paling sering adalah keju, termasuk cheddar, blue cheese, mozzarella dan parmesan. Penyebabnya adalah tyramine, yang terbentuk dari protein yang sudah dipecah, yang ada dalam keju. Makin panjang proses makanan atau minuman, makin banyak tyramine yang dikandungnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;7. Red wine&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Tyramine juga bisa kita temukan dalam red wine dan minuman keras. Alkohol yang terkadung dalam minuman itu akan meningkatkan aliran darah ke otak, sehingga kepala pun terasa pusing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;8. Melewatkan makan siang&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Perut kosong gara-gara tak sempat makan siang pada sebagian orang kerap menyebabkan sakit kepala. Selain pusing, perut kosong juga membuat gula darah turun, akibatnya tubuh terasa lemas. Segeralah makan siang dengan gizi seimbang. Hindari mengonsumsi makanan manis, seperti cokelat untuk mengisi perut kosong. Gula dari makanan manis akan membuat gula darah melambung untuk kemudian turun lebih rendah lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;9. Rokok&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Merokok termasuk dalam penyebab sakit kepala, bukan cuma terhadap orang yang merokok, tetapi juga perokok pasif di sekitarnya. Kandungan nikotin akan menyebabkan pembuluh darah ke otak menyempit, akibatnya aliran darah ke otak berkurang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;10. Kafein&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Orang-orang yang sering sakit kepala biasanya bersahabat dengan kopi. Kafein memang bisa menjadi kawan sekaligus lawan. Faktanya, beberapa jenis obat sakit kepala mengandung kafein di dalamnya. Namun di lain pihak, kafein juga bisa menyebabkan sakit kepala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;&lt;!--
google_ad_client = "pub-1475618130762649";
google_ad_host = "pub-1556223355139109";
/* 120x600, dibuat 09/03/27 */
google_ad_slot = "9402366345";
google_ad_width = 200;
google_ad_height = 600;
google_language = "en";
//--&gt;
&lt;/script&gt;
&lt;script 
src="http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js" type="text/javascript"&gt;
&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7666631532607408890-8216577672890662936?l=cafesehat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cafesehat.blogspot.com/feeds/8216577672890662936/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7666631532607408890&amp;postID=8216577672890662936' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7666631532607408890/posts/default/8216577672890662936'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7666631532607408890/posts/default/8216577672890662936'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cafesehat.blogspot.com/2009/07/10-pemicu-sakit-kepala.html' title='10 Pemicu Sakit Kepala'/><author><name>kilat_news</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://3.bp.blogspot.com/-s_DF83Pzrhk/Tp0dSiiRrfI/AAAAAAAAAWY/LFhaC0e9qV0/s220/kalbu%2Bgiri.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_zYELQSPomEA/SlIQfT-tpvI/AAAAAAAAAUg/bDWb1K02bZw/s72-c/kit+kpla2.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7666631532607408890.post-3336305543331798470</id><published>2009-07-06T21:29:00.000+07:00</published><updated>2009-07-06T21:39:20.534+07:00</updated><title type='text'>Tips Sehat Menambah Berat Badan</title><content type='html'>Banyak yang badannya gemuk berkeinginan agar badannya lebih kecil dengan melakukan diet. Seperti yang pernah dibahas mengenai tips mengatasi kegemukan. Gemuk bisa saja karena kebanyakan lemak, dan itu tidak sehat untuk tubuh kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itu, kali ini akan dibahas mengenai tips menambah berat badan yang sehat. Dalam upaya menambah berat badan seharusnya juga memperhatikan kesehatan, tidak boleh makan makanan sembarang yang justru malah bisa menimbulkan penyakit baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut adalah tips menambah berat badan yang sehat :&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Tambahkan makan dan minum yang banyak mengandung karbohidrat, protein tinggi. Seperti minum satu gelas susu setiap pagi, makan telor setengah matang. Hindari makanan yang banyak mengandung lemak.&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Minum suplemen yang dapat menambah nafsu makan. Tentu saja suplemen yang legal dan sehat.&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Menambah pola makan. Misal, yang semua tiga kali sehari ditambah menjadi lima kali sampai tujuh kali sehari dengan jumlah porsi lebih sedikit dari yang tiga kali sehari. Dengan tetap memperhatikan kandungan gizi dari asupan makanan anda.&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Dengan mengkonsumsi vitamin yang lengkap untuk tubuh kita.&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Tetaplah melakukan olah raga cukup. Karena olah raga yang cukup dapat membakar lemak yang ada di tubuh anda.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;&lt;!--
google_ad_client = "pub-1475618130762649";
google_ad_host = "pub-1556223355139109";
/* 120x600, dibuat 09/03/27 */
google_ad_slot = "9402366345";
google_ad_width = 200;
google_ad_height = 600;
google_language = "en";
//--&gt;
&lt;/script&gt;
&lt;script 
src="http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js" type="text/javascript"&gt;
&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7666631532607408890-3336305543331798470?l=cafesehat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cafesehat.blogspot.com/feeds/3336305543331798470/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7666631532607408890&amp;postID=3336305543331798470' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7666631532607408890/posts/default/3336305543331798470'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7666631532607408890/posts/default/3336305543331798470'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cafesehat.blogspot.com/2009/07/tips-sehat-menambah-berat-badan.html' title='Tips Sehat Menambah Berat Badan'/><author><name>kilat_news</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://3.bp.blogspot.com/-s_DF83Pzrhk/Tp0dSiiRrfI/AAAAAAAAAWY/LFhaC0e9qV0/s220/kalbu%2Bgiri.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7666631532607408890.post-5393965366041296264</id><published>2009-07-01T17:03:00.000+07:00</published><updated>2009-07-01T17:54:49.118+07:00</updated><title type='text'>Thalassemia</title><content type='html'>HI...temen-temen semua...gimana kabarnya ...pada postingan kali ini cak hendrie mo ngebahas sedikit tentang thalasemia..apa itu thalasemia...gimana diagnosanya..dan tentu saja pengobatannya...ok kita mulai saja..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Thalassemia adl merupakan peny.darah yg diturunkan.Penyebabnya adanya pembentukan rantai Hb, akibatnya umur sel darah merah menjadi lebih pendek dari darah merah normal. Secara klinis terdapat dua jenis thalasemia yaitu mayor dan minor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disebut Thalasemia minor bila ia dianggap sbgpembawa sifat(carrier)thalasemia, dan yang bersangkutan tidak menujukkan gejaladan hidup normal. Namun bila kelak menikah dg thalasemia minor maka kemungkinan anak yg dilahirkan dari pasangan ini menjadi penderita thalasemia mayor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan thalasemia mayor bila scr klinis didapatkan gejala berat,seperti punya pembesaran limpa, dan memerlukan transfusi darah berulangkali seumur hidupnya. Pada thalasemia mayor, gejala awal pucat tidak jelas mulainya dan biasanya akan berat. Anak tampak lemah dan cepat lelah. Untuk mengetahui ada tidaknya thalas maupun mayor harus melalui pemeriksaan darah ( elektroforese Hb ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada seorang anak thalasemia mayor selain pucat akan ditemukan pula perut yang membesar,hal ini disebabkan adanya pembesaran limpa. Limpa adalah organ tubuh yg berfungsi sbg filter terhadap darah. Pada anak dg thalasemia mayor, limpa bekerja keras"menangkap" sel darah merah abnormal, sehingga lama kelamaan akan membesar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang penting dalam penanganan thalasemia ialah mempertahankan kadar Hb&gt;12 g/dl. Spt kita ketahui, sel darah merah berfungsi membawa O2 ke seluruh tubuh. jika kadar Hb rendah maka suplai O2 ke organ/sel2 akan berkurang dan ini akan mempengaruhi fungsi sel/organ tsb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemberian transfusi darah scr berulang seumur hidup mrpakan hal yg mutlak bagi seoprang anak dengan thalasemia mayor.Hal ini diperlukan oleh seorang anak agar dapat beraktivitas spt anak normal lainnya. Namun transfusi darah yg berulang selain dpt meningkatkan Hb juga ada efek negatifnya yaitu penimbunan besi pada organ2 tubuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mengatasinya agar kelebihan zat besi tidak mengganggu fungsi organ tubuh diperlukan zat kelasi besi yg bertugas mengeluarkan besi dari dlm tubuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal yang perlu diperhatikan adalh adanya pembesaran limpa.dan hal tersebut kadang diperlukan operasi pengangkatan limpa,tentunya dokter akan menentukan indikasi tindakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemantauan berkala secara teratur penting dilakukan agar setiap kelainan yg timbul dpt diantisipasi secara maksimal.&lt;br /&gt;Pada Negara-negara Maju tealah dikembangkan pengobatan dengan transplantasi sumsum tulang. Tapi tindakan ini perlu persiapan yg cukup banyak dan mahal selain itu diperlukan donor sumsum tulang yg biasnya diambil dari saudara sekandung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://s524.photobucket.com/albums/cc326/why200799/?action=view&amp;amp;current=thalasemia2.jpg" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://i524.photobucket.com/albums/cc326/why200799/thalasemia2.jpg" alt="Photobucket" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pencegahan dapat dilakukan dengan dua cara.&lt;br /&gt;Pertama diagnosis pra-natal(saat hamil) thd pasangan yg telah mempunyai anak dg thalasemia mayor.&lt;br /&gt;kedua skrining terhadap populasi secara aktif mencari pembawa sifat thalasemia. Dengan melaksanakan kedua hal tsb diharapkan dapat mengurangi jumlah pasien yg menderita thalasemia mayor&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;&lt;!--
google_ad_client = "pub-1475618130762649";
google_ad_host = "pub-1556223355139109";
/* 120x600, dibuat 09/03/27 */
google_ad_slot = "9402366345";
google_ad_width = 200;
google_ad_height = 600;
google_language = "en";
//--&gt;
&lt;/script&gt;
&lt;script 
src="http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js" type="text/javascript"&gt;
&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7666631532607408890-5393965366041296264?l=cafesehat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cafesehat.blogspot.com/feeds/5393965366041296264/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7666631532607408890&amp;postID=5393965366041296264' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7666631532607408890/posts/default/5393965366041296264'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7666631532607408890/posts/default/5393965366041296264'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cafesehat.blogspot.com/2009/07/thalassemia.html' title='Thalassemia'/><author><name>kilat_news</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://3.bp.blogspot.com/-s_DF83Pzrhk/Tp0dSiiRrfI/AAAAAAAAAWY/LFhaC0e9qV0/s220/kalbu%2Bgiri.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7666631532607408890.post-1814904430558421829</id><published>2009-06-30T22:38:00.000+07:00</published><updated>2009-06-30T22:57:31.277+07:00</updated><title type='text'>MANFAAT KLINIS BEBERAPA PEMERIKSAAN LABORATORIUM UNTUK PENYAKIT KARDIOVASKULER</title><content type='html'>1. HOMOCYSTEINE &lt;br /&gt; PENJELASAN UMUM&lt;br /&gt; - Merupakan senyawa antara yg dihasilkan pada metabolisme metionin,suatu asam amino essensial&lt;br /&gt; - Peningkatan homocysteine merupakan faktor resiko untuk penyakit perifer,serebro dan kardiovaskuler.&lt;br /&gt; - Peningkatan homocyteine juga dihubungkan dengan Neural Tube Defect(NTD), down syndrome dan gangguan lainnya pada bayi.&lt;br /&gt; ASPEK KLINIS&lt;br /&gt;Indikasi :&lt;br /&gt;  Pasien yg disarankan untuk melakukan pemeriksaan homocystein adalah pasien dgn PJK atau memiliki resiko yang tinggi untuk PJK. Beberapa data yg mendukung rekomendasi ini ialah: &lt;br /&gt;  - Populasi umum: Skrining tHcy tidak dibutuhkan &lt;br /&gt;  - Pasien PJK &gt; 40 tahun: tHcy diperiksa satu kali untuk menyingkirkan kemungkinan homositinuria.&lt;br /&gt;  - Pasien yang memiliki resio tinggi untuk PJK: tHcy pelu diperiksa secara berkala tiap 3-5 tahunn sekali dan digunakan sbg faktor prognostik untuk kejadian dan mortalitas PJK.&lt;br /&gt;  - Pasien dengan tHcy &gt; 15 umol/L (&gt;30 umol/L pada gagal ginjal).Pasien tersebut memiliki resiko tinggi untuk terkena PJK.Dibutuhkan perubahan gaya dan terapi medik yang optimal untuk memperbaiki faktor resiko yang konvensional. Peningkatan kadar tHcy yg dikombinasi dengan penurunan kadar vitamin harus dievaluasi sebagai defisiensi vitamin dan diobati dengan segera.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bersambung&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;&lt;!--
google_ad_client = "pub-1475618130762649";
google_ad_host = "pub-1556223355139109";
/* 120x600, dibuat 09/03/27 */
google_ad_slot = "9402366345";
google_ad_width = 200;
google_ad_height = 600;
google_language = "en";
//--&gt;
&lt;/script&gt;
&lt;script 
src="http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js" type="text/javascript"&gt;
&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7666631532607408890-1814904430558421829?l=cafesehat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cafesehat.blogspot.com/feeds/1814904430558421829/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7666631532607408890&amp;postID=1814904430558421829' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7666631532607408890/posts/default/1814904430558421829'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7666631532607408890/posts/default/1814904430558421829'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cafesehat.blogspot.com/2009/06/manfaat-klinis-beberapa-pemeriksaan.html' title='MANFAAT KLINIS BEBERAPA PEMERIKSAAN LABORATORIUM UNTUK PENYAKIT KARDIOVASKULER'/><author><name>kilat_news</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://3.bp.blogspot.com/-s_DF83Pzrhk/Tp0dSiiRrfI/AAAAAAAAAWY/LFhaC0e9qV0/s220/kalbu%2Bgiri.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7666631532607408890.post-5613982719818985757</id><published>2009-05-28T14:27:00.000+07:00</published><updated>2009-05-28T14:28:05.652+07:00</updated><title type='text'>Tips Menggunakan Kondom</title><content type='html'>Bila Anda dan pasangan sepakat memutuskan menunda kehamilan, sudah saatnya memakai alat kontrasepsi. Namun, masalah kontrasepsi ini jangan seluruhnya ditimpakan kepada wanita. Anda pun bisa turut serta membantu mereka dengan cara menggunakan kondom.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada umumnya kondom terbuat dari bahan dasar karet yang didesain khusus elastis dan tidak dapat ditembus cairan. Pengetahuan yang cukup mengenai kondom mutlak diperlukan agar hal-hal yang mungkin tidak diinginkan dapat dikurangi resikonya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kondom yang ada sekarang ini sangat bervariasi baik dalam segi bentuk maupun rasa. Dalam hal bentuk, kondom bisa berupa kondom biasa, bergerigi, bersungut, berambut, baggy, ekstension, dan sebagainya. Dalam hal rasa, kondom juga memiliki aneka rasa; buah-buahan, mint, dan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut ini adalah tips dan cara memakai kondom yang benar :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Jangan membuka bungkus kondom di tengah karena dapat ikut merobek karet kondom yang ada di dalamnya. Lebih baik, sobek pada bagian pinggir. Lakukan dengan hati-hati. Bila sobek, buang dan beli lagi yang baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Pakai kondom saat penis sedang tegang maksimal. Agar tak keburu 'melempem' karena rangsangan terhenti, Anda bisa meminta bantuan pasangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Berikan ruang yang cukup pada ujung kondom. Jangan dipakaikan semua agar ada ruang untuk udara yang mungkin timbul, serta untuk menampung cairan semen yang mungkin keluar secara tiba-tiba. Pakaikan seperti memakai kaos kaki yang ujungnya disisakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Pakai kondom dengan cara menggulung lipatannya, bukan dengan cara dipanjangkan dulu baru dipakaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Jangan oleskan kondom pada cairan berminyak karena dapat merusak bahan karet, sehingga kondom dapat jebol sewaktu-waktu tanpa diduga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Jika kondom robek 'di tengah jalan', segera hentikan 'permainan' dan segera pasang kondom baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Buang kondom bekas yang sudah Anda pakai ke tempat sampat yang jauh dari jangkauan anak-anak, agar kuman dan bibit penyakit menular seksual yang mungkin saja ada tidak menulari anggota keluarga Anda. Ikat kondom agar sperma tidak tumpah kemana-mana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Beli kondom asli, jangan yang bajakan atau tiruan, karena bisa saja kualitasnya jelek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : Dechacare.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;&lt;!--
google_ad_client = "pub-1475618130762649";
google_ad_host = "pub-1556223355139109";
/* 120x600, dibuat 09/03/27 */
google_ad_slot = "9402366345";
google_ad_width = 200;
google_ad_height = 600;
google_language = "en";
//--&gt;
&lt;/script&gt;
&lt;script 
src="http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js" type="text/javascript"&gt;
&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7666631532607408890-5613982719818985757?l=cafesehat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cafesehat.blogspot.com/feeds/5613982719818985757/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7666631532607408890&amp;postID=5613982719818985757' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7666631532607408890/posts/default/5613982719818985757'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7666631532607408890/posts/default/5613982719818985757'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cafesehat.blogspot.com/2009/05/tips-menggunakan-kondom.html' title='Tips Menggunakan Kondom'/><author><name>kilat_news</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://3.bp.blogspot.com/-s_DF83Pzrhk/Tp0dSiiRrfI/AAAAAAAAAWY/LFhaC0e9qV0/s220/kalbu%2Bgiri.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7666631532607408890.post-1179636425603286312</id><published>2009-05-28T14:26:00.001+07:00</published><updated>2009-05-28T14:26:24.223+07:00</updated><title type='text'>Glibenclamide</title><content type='html'>Indikasi:&lt;br /&gt;Diabetes militus pada orang dewasa, tanpa komplikasi yang tidak responsif dengan diet saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kontra Indikasi:&lt;br /&gt;Glibenklamida tidak boleh diberikan pada diabetes militus juvenil, prekoma dan koma diabetes, gangguan fungsi ginjal berat dan wanita hamil.&lt;br /&gt;Gangguan fungsi hati, gangguan berat fungsi tiroid atau adrenal.&lt;br /&gt;Ibu menyusui:&lt;br /&gt;- Diabetes militus dan komplikasi (demam, trauma, gangren).&lt;br /&gt;- Pasien yang mengalami operasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komposisi:&lt;br /&gt;Tiap kaptab mengandung glibenklamida 5 mg.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara Kerja Obat:&lt;br /&gt;Glibenklamida adalah hipoglikemik oral derivat sulfonil urea yang bekerja aktif menurunkan kadar gula darah. Glibenklamida bekerja dengan merangsang sekresi insulin dari pankreas. Oleh karena itu glibenklamida hanya bermanfaat pada penderita diabetes dewasa yang pankreasnya masih mampu memproduksi insulin. Pada penggunaan per oral glibenklamida diabsorpsi sebagian secara cepat dan tersebar ke seluruh cairan ekstrasel, sebagian besar terikat dengan protein plasma. Pemberian glibenklamida dosis tunggal akan menurunkan kadar gula darah dalam 3 jam dan kadar ini dapat bertahan selama 15 jam. Glibenklamida diekskresikan bersama feses dan sebagai metabolit bersama urin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dosis:&lt;br /&gt;Dosis awal 1 kaptab sehari sesudah makan pagi, setiap 7 hari ditingkatkan dengan 1/2 - 1 kaptab sehari sampai kontrol metabolit optimal tercapai.&lt;br /&gt;Dosis awal untuk orang tua 2.5 mg/hari.&lt;br /&gt;Dosis tertinggi 3 kaptab sehari dalam dosis terbagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peringatan dan Perhatian:&lt;br /&gt;- Pada keadaan stress, terapi dilakukan harus dengan insulin.&lt;br /&gt;- Hati-hati bila diberikan pada orang yang lanjut usia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Efek Samping:&lt;br /&gt;Kadang-kadang terjadi gangguan saluran cerna seperti: mual, muntah dan nyeri epigastrik.&lt;br /&gt;Sakit kepala, demam, reaksi alergi pada kulit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Interaksi Obat:&lt;br /&gt;- Efek hipoglikemia ditingkatkan oleh alkohol, siklofosfamid, antikoagulan kumarina, inhibitor MAO, fenilbutazon, penghambat beta adrenergik, sulfonamida.&lt;br /&gt;- Efek hipoglikemia diturunkan oleh adrenalin, kortikosteroid, tiazida.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara Penyimpanan:&lt;br /&gt;Simpan pada suhu kamar (di bawah 30 derajat Celcius) dan tempat kering.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemasan:&lt;br /&gt;Glibenklamida 5 mg kaptab, botol 100 kaptab.&lt;br /&gt;Glibenklamida 5 mg kaptab, kotak 10 strip @ 10 kaptab.&lt;br /&gt;Glibenklamida 5 mg kaptab, kotak 10 blister @ 10 kaptab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HARUS DENGAN RESEP DOKTER&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jenis: Kaplet&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Produsen: PT Indofarma&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;&lt;!--
google_ad_client = "pub-1475618130762649";
google_ad_host = "pub-1556223355139109";
/* 120x600, dibuat 09/03/27 */
google_ad_slot = "9402366345";
google_ad_width = 200;
google_ad_height = 600;
google_language = "en";
//--&gt;
&lt;/script&gt;
&lt;script 
src="http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js" type="text/javascript"&gt;
&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7666631532607408890-1179636425603286312?l=cafesehat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cafesehat.blogspot.com/feeds/1179636425603286312/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7666631532607408890&amp;postID=1179636425603286312' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7666631532607408890/posts/default/1179636425603286312'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7666631532607408890/posts/default/1179636425603286312'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cafesehat.blogspot.com/2009/05/glibenclamide.html' title='Glibenclamide'/><author><name>kilat_news</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://3.bp.blogspot.com/-s_DF83Pzrhk/Tp0dSiiRrfI/AAAAAAAAAWY/LFhaC0e9qV0/s220/kalbu%2Bgiri.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7666631532607408890.post-8194367893507198625</id><published>2009-05-28T14:22:00.001+07:00</published><updated>2009-05-28T14:23:07.091+07:00</updated><title type='text'>Allopurinol</title><content type='html'>Indikasi:&lt;br /&gt;Gout dan hiperurisemia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kontra Indikasi:&lt;br /&gt;Alergi terhadap Alopurinol.&lt;br /&gt;Penderita dengan penyakit hati dan "bone marrow suppression".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komposisi:&lt;br /&gt;Tiap tablet mengandung Alopurinol 100 mg&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara Kerja Obat:&lt;br /&gt;Alopurinol adalah obat penyakit priai (gout) yang dapat menurunkan kadar asam urat dalam darah. Alopurinol bekerja dengan menghambat xantin oksidase yaitu enzim yang dapat mengubah hipoxantin menjadi xantin, selanjutnya mengubah xantin menjadi asam urat. Dalam tubuh Alopurinol mengalami metabolisme menjadi oksipurinol (alozantin) yang juga bekerja sebagai penghambat enzim xantin oksidase. Mekanisme kerja senyawa ini berdasarkan katabolisme purin dan mengurangi prosuksi asam urat, tanpa mengganggu biosintesa purin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Posologi:&lt;br /&gt;Dewasa:&lt;br /&gt;Dosis awal 100 mg sehari dan ditingkatkan setiap minggu sebesar 100 mg sampai dicapai dosis optimal.&lt;br /&gt;Dosis maksimal yang dianjurkan 800 mg sehari.&lt;br /&gt;Pasien dengan gangguan ginjal 100 - 200 mg sehari.&lt;br /&gt;Anak 6 - 10 tahun:&lt;br /&gt;Bila disertai penyakit kanker, dosis maksimal 300 mg sehari.&lt;br /&gt;Anak di bawah 6 tahun:&lt;br /&gt;Dosis maksimal 150 mg sehari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dosis tergantung individu, sebaiknya diminum sesudah makan. Pemeriksaan kadar asam urat serum dan fungsi ginjal membantu penetapan dosis efektif minimum, untuk memelihara kadar asam urat serum &lt;= 7 mg/dl pada pria dan &lt;= 6 mg/dl pada wanita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peringatan dan Perhatian:&lt;br /&gt;Hati-hati pemberian pada penderita yang hipersensitif dan wanita hamil.&lt;br /&gt;Hindari penggunaan oada penderita dengan gagal ginjal atau penderita dengan hiperurisemia asimptometik.&lt;br /&gt;Hentikan pengobatan dengan Alopurinol bila timbul kemerahan kulit atau demam.&lt;br /&gt;Penggunaan jangka panjang dapat menyebabkan katarak.&lt;br /&gt;Selama pengobatan dianjurkan melakukan pemeriksaan mata secara berkala, hentikan pengobatan jika terjadi kerusakan lensa mata.&lt;br /&gt;Penggunaan pada wanita hamil, hanya bila ada pertimbangan manfaat dibandingkan risikonya.&lt;br /&gt;Alopurinol dapat meningkatkan frekuensi serangan artritis gout akut sehingga sebaiknya obat antiinflamasi atau kolkisin diberikan bersama pada awal terapi.&lt;br /&gt;Hati-hati bila diberikan bersama dengan vidarabin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Efek Samping:&lt;br /&gt;Reaksi hipersensitifitas: ruam mokulopapular didahului pruritus, urtikaria, eksfoliatif dan lesi pupura, dermatitis, nefritis, faskulitis dan sindrome poliartrtis. Demam, eosinofilia, kegagalan hati dan ginjal, mual, muntah, diare, rasa mengantuk, sakit kepala dan rasa logam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Interaksi Obat:&lt;br /&gt;Pemberian Alopurinol dengan azatioprin, merkaptopurin atau siklofosfamid, dapat meningkatkan efek toksik dari obat tersebut.&lt;br /&gt;Jangan diberikan bersama-sama dengan garam besi dan obat diuretik golongan tiazida.&lt;br /&gt;Dengan warfarin dapat menghambat metabolisme obat di hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara Penyimpanan:&lt;br /&gt;Simpan di tempat sejuk dan kering.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HARUS DENGAN RESEP DOKTER&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jenis: Tablet&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Produsen: PT Indofarma&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;&lt;!--
google_ad_client = "pub-1475618130762649";
google_ad_host = "pub-1556223355139109";
/* 120x600, dibuat 09/03/27 */
google_ad_slot = "9402366345";
google_ad_width = 200;
google_ad_height = 600;
google_language = "en";
//--&gt;
&lt;/script&gt;
&lt;script 
src="http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js" type="text/javascript"&gt;
&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7666631532607408890-8194367893507198625?l=cafesehat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cafesehat.blogspot.com/feeds/8194367893507198625/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7666631532607408890&amp;postID=8194367893507198625' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7666631532607408890/posts/default/8194367893507198625'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7666631532607408890/posts/default/8194367893507198625'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cafesehat.blogspot.com/2009/05/allopurinol.html' title='Allopurinol'/><author><name>kilat_news</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://3.bp.blogspot.com/-s_DF83Pzrhk/Tp0dSiiRrfI/AAAAAAAAAWY/LFhaC0e9qV0/s220/kalbu%2Bgiri.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7666631532607408890.post-3101665802945935513</id><published>2009-05-11T15:45:00.001+07:00</published><updated>2009-05-11T15:45:40.636+07:00</updated><title type='text'>Dikira Gizi Buruk, Ternyata Balita Mengidap HIV/AIDS</title><content type='html'>Senin, 11 Mei 2009 | 15:07 WIB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MALANG, KOMPAS.com — Sebanyak 14 balita di Kabupaten Malang, Jawa Timur, dinyatakan positif mengidap virus HIV, bahkan tiga di antaranya positif AIDS.&lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;Ketua Komisi Pemberantasan AIDS (KPA) Kabupaten Malang Adi Purwanto, Senin, mengakui, ke-14 balita pengidap HIV/AIDS tersebut tertular dari ibu kandung mereka, dan si ibu tertular dari suaminya.&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;Awalnya, kata Adi, dinkes setempat menyimpulkan balita bersangkutan secara fisik seperti penderita gizi buruk, tapi dinkes tidak yakin sebab asupan gizi balita itu bagus sehingga dilakukan pemeriksaan lebih rinci yang  hasilnya ternyata mereka mengidap HIV/AIDS. "Semula kami beranggapan balita yang badannya kurus dan tidak ceria itu penderita gizi buruk dan setelah dilakukan pemeriksaan rinci ternyata balita bersangkutan mengidap HIV/AIDS seperti yang dialami balita dari Kecamatan Karangploso," katanya.&lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;Menurut dia, penanganan ke-14 balita tersebut dilakukan secara terus-menerus dengan memantau perkembangannya, termasuk pemberian obat-obatan dan secara berkesinambungan juga dikoordinasikan dengan berbagai pihak, terutama dinkes dan LSM Paramitra yang selama ini konsen terhadap penyakit HIV/AIDS. Ke-14 balita yang mengidap HIV/AIDS tersebut terdeteksi selama kurun waktu tahun 2009 (Januari-Maret).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : Kompas.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;&lt;!--
google_ad_client = "pub-1475618130762649";
google_ad_host = "pub-1556223355139109";
/* 120x600, dibuat 09/03/27 */
google_ad_slot = "9402366345";
google_ad_width = 200;
google_ad_height = 600;
google_language = "en";
//--&gt;
&lt;/script&gt;
&lt;script 
src="http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js" type="text/javascript"&gt;
&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7666631532607408890-3101665802945935513?l=cafesehat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cafesehat.blogspot.com/feeds/3101665802945935513/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7666631532607408890&amp;postID=3101665802945935513' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7666631532607408890/posts/default/3101665802945935513'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7666631532607408890/posts/default/3101665802945935513'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cafesehat.blogspot.com/2009/05/dikira-gizi-buruk-ternyata-balita.html' title='Dikira Gizi Buruk, Ternyata Balita Mengidap HIV/AIDS'/><author><name>kilat_news</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://3.bp.blogspot.com/-s_DF83Pzrhk/Tp0dSiiRrfI/AAAAAAAAAWY/LFhaC0e9qV0/s220/kalbu%2Bgiri.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7666631532607408890.post-2265933891253094431</id><published>2009-05-11T15:43:00.001+07:00</published><updated>2009-05-11T15:43:36.728+07:00</updated><title type='text'>ASEAN Sepakat Tingkatkan Pasokan Obat-obatan Anti Flu Babi</title><content type='html'>Bangkok - Negara-negara se-Asia Tenggara sepakat untuk meningkatkan pasokan obat-obatan terhadap wabah flu H1N1 (flu babi). Mereka juga setuju untuk mengkoordinasikan respons mereka terhadap wabah tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian pernyataan bersama yang dikeluarkan para Menteri Kesehatan (Menkes) ASEAN dalam pertemuan di Bangkok, Thailand seperti diberitakan kantor berita AFP, Jumat (8/5/2009).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain dihadiri para Menkes dari 10 negara anggota ASEAN, pertemuan tersebut juga diikuti oleh para menteri dari China, Jepang dan Korea Selatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pertemuan itu, Jepang mengumumkan akan menyumbangkan 500 ribu dosis obat antivirus serta ratusan ribu set alat perlindungan untuk ASEAN jika sewaktu-waktu virus flu H1N1 menyebar ke wilayah tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pertemuan itu, para menteri juga sepakat bahwa aturan larangan perjalanan dalam memerangi flu H1N1 tidak diperlukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pembatasan perjalanan akan berdampak sangat kecil dalam menghentikan penyebaran virus tersebut, namun akan sangat mengganggu dan mendatangkan dampak negatif yang besar pada kelesuan ekonomi global saat ini," demikian statemen bersama para menteri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekjen ASEAN Surin Pitsuwan menyampaikan terima kasih pada Jepang atas donasi tersebut. "Terima kasih kami kepada Jepang karena menyediakan pasokan 500.000 antivirus dan peralatan perlindungan pribadi untuk 750.000 orang," ujar Pitsuwan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya dalam pidato pembukaan konferensi tersebut, Perdana Menteri (PM) Thailand Abhisit Vejjajiva mengimbau Asia untuk bekerja sama dalam menghadapi virus flu H1N1.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tak ada satu negara pun yang mampu mengendalikan dan mengatasi ancaman ini sendirian. Justru kerjasama internasional yang intensif diperlukan," pungkas Abhisit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber:detiknews.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;&lt;!--
google_ad_client = "pub-1475618130762649";
google_ad_host = "pub-1556223355139109";
/* 120x600, dibuat 09/03/27 */
google_ad_slot = "9402366345";
google_ad_width = 200;
google_ad_height = 600;
google_language = "en";
//--&gt;
&lt;/script&gt;
&lt;script 
src="http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js" type="text/javascript"&gt;
&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7666631532607408890-2265933891253094431?l=cafesehat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cafesehat.blogspot.com/feeds/2265933891253094431/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7666631532607408890&amp;postID=2265933891253094431' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7666631532607408890/posts/default/2265933891253094431'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7666631532607408890/posts/default/2265933891253094431'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cafesehat.blogspot.com/2009/05/asean-sepakat-tingkatkan-pasokan-obat.html' title='ASEAN Sepakat Tingkatkan Pasokan Obat-obatan Anti Flu Babi'/><author><name>kilat_news</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://3.bp.blogspot.com/-s_DF83Pzrhk/Tp0dSiiRrfI/AAAAAAAAAWY/LFhaC0e9qV0/s220/kalbu%2Bgiri.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7666631532607408890.post-2098585047358047315</id><published>2009-05-11T15:37:00.000+07:00</published><updated>2009-05-11T15:40:46.226+07:00</updated><title type='text'>Satu Lagi Wisatawan Belanda di duga terkena Flu Babi di Denpasar</title><content type='html'>Denpasar - Wisatawan asal Belanda Michelle van Derson (32) yang berwisata ke Bali diduga terjangkit flu babi. Kini ia tengah menjalani perawatan intensif di RSUP Sanglah, Denpasar, Bali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Michelle mendarat di Bandara Ngurah Rai menggunakan pesawat Malaysia Airlines MH 715. Pesawat Airbus 330 yang mengangkut 137 penumpang serta 12 awak ini mendarat pukul 12.45 Wita, Minggu (10/9/2009).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pesawat yang diduga mengangkut penumpang diduga terjangkit flu babi ini kemudian diparkir ke areal khusus (remote apron), yang berlokasi di sebelah ujung barat bandara yang terpisah dengan pesawat lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya saat masih di dalam pesawat, korban yang dalam perjalanan dari Kuala Lumpur-Denpasar itu mengeluh mengalami sakit yang gejalanya mirip flu babi, yaitu demam dan nyeri tenggorokan. Kondisinya tersebut disampaikan kepada kapten pilot pesawat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Keluhannya Kemudian dilaporkan oleh kapten pilot kepada petugas bandara," kata General Manajer PT Angkasa Pura I Ngurah Rai Heru Legowo kepada wratawan di Bandara Ngurah Rai, Minggu (10/5/2009).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesaat setelah pesawat terparkir, petugas kesehatan bandara bergegas masuk ke dalam pesawat untuk mengevakuasi Michelee dan melarikannya ke RSUP Sanglah. Ratusan penumpang lainnya dibekali dengan masker.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di RSUP Sanglah, Michelle menjalani perawatan di ruang Isolasi Nusa Indah. Michelle menjalani pemeriksaan secara khusus karena ia memiliki riwayat berasal dari negara yang sudah dinyatakan positif terjangkit flu H1N1.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari hasil pemeriksaan klinis sementara, sakit Michelle dinyatakan tidak mengarah ke flu babi. Pasien kemudian diberikan tamiflu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Suhu tubuhnya 36,9 derajat Celcius, nadi 62 kali per menit, tensi darah 110, nafas 20 kali per menit serta tidak mengalami gangguan pada paru-parunya," kata Ketua Tim Penanggulangan Virus H1N1 RSUP Sanglah dr Agus Somia SpPD di RSUP Sanglah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mengetahui secara pasti penyakit pasien, sampel darah dan swap atau hapusan tenggorokannya akan diteliti di Balai Veteriner di Bogor, Jabar. Pasien juga akan menjalani pemeriksaan VCR (Visual Conversion Reaction) dan serologi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: detiknews.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;&lt;!--
google_ad_client = "pub-1475618130762649";
google_ad_host = "pub-1556223355139109";
/* 120x600, dibuat 09/03/27 */
google_ad_slot = "9402366345";
google_ad_width = 200;
google_ad_height = 600;
google_language = "en";
//--&gt;
&lt;/script&gt;
&lt;script 
src="http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js" type="text/javascript"&gt;
&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7666631532607408890-2098585047358047315?l=cafesehat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cafesehat.blogspot.com/feeds/2098585047358047315/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7666631532607408890&amp;postID=2098585047358047315' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7666631532607408890/posts/default/2098585047358047315'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7666631532607408890/posts/default/2098585047358047315'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cafesehat.blogspot.com/2009/05/satu-lagi-wisatawan-belanda-di-duga.html' title='Satu Lagi Wisatawan Belanda di duga terkena Flu Babi di Denpasar'/><author><name>kilat_news</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://3.bp.blogspot.com/-s_DF83Pzrhk/Tp0dSiiRrfI/AAAAAAAAAWY/LFhaC0e9qV0/s220/kalbu%2Bgiri.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7666631532607408890.post-4465261789494869352</id><published>2009-04-25T21:12:00.000+07:00</published><updated>2009-04-25T21:57:22.043+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cystatin C'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ginjal'/><title type='text'>Cystatin C Sebagai Penanda Laju Filtrasi Glomerulus</title><content type='html'>Berdasarkan Data April 2006 Jumlah penderita ginjal diIndonesia kurang lebih 150 ribu dan yang membutuhkan terapi agar ginjal tetap berfungsi 3000 orang.Dan penyakit ginjal memungkinkan seseorang akan terkena komplikasi antara aralain,Hipertensi,anemia,peny.pembuluh dara,malnutrisi,osteoporosis,dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CYSTATIN C&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cystatin C adalah protein yang diproduksi oleh sebagian besar sel berinti dengan kecepatan produksi yang stabil.&lt;br /&gt;konsentrasi plasma cystatin C tdk dipengaruhi oleh jenis kelamin,massa otot,usia dan asupan protein.&lt;br /&gt;Tidak ada rute eliminasi lain selain ginjal,klirens dari sirkulasi hanya oleh filtraasi glomerulus.&lt;br /&gt;Pada tahun 2004 Cystatin C disetujui oleh FDA sebagai alternatif pengukuran fungsi ginjal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laju Filtrasi Glomerulus &lt;LFG&gt;&lt;br /&gt;# Untuk mengetahui fungsi ginjal dan menetapkan rencana pengobatannya perlu mengetahui terlebih dahulu Laju Filtrasi glomerulus.&lt;br /&gt;# LFG menunjukkan kecepatan glomerulus ginjal dlm menyaring darah.Cara ini dapat membantu memastikan stadium peny.ginjal dan merupakan cara terbaik untuk menilai fungsi ginjal.&lt;br /&gt;# Peny.Ginjal Kronis LFG &lt;60 ml/mnt/per 1.73 m2.atau adanya kerusakan ginjal tanpa diketahui penyebabnya,selama 3 bulan atau lebih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemanfaatan Klinis LFG&lt;br /&gt;1. Indeks fungsi ginjal&lt;br /&gt;2. Deteksi dini kerusakan ginjal&lt;br /&gt;3. Pemantauan progresi peny.kearah gagal ginjal terminal&lt;br /&gt;4. Pemantauan kecukupan terapi ginjal pengganti&lt;br /&gt;5. Membantu mengoptimalkan terapi obat dimana klirens obat berperan kritis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelebihan Pemeriksaan Cystatin C&lt;br /&gt;# Tidak dipengaruhi usia&lt;br /&gt;# Lebih sensitif dari kreatinin&lt;br /&gt;# Pada penderita DM tipe 1,Cystatin C merupakan penanda LFG yg menjanjikan untuk deteksi dini disfungsi ginjal&lt;br /&gt;# Pada penderita sirosis hati,cystatin c menjadi penanda GFR yg lebih baik dari pada kreatinin karena konsentrasi kreatinin abnormal rendah pd pasien sirosis decompensated&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa saja dan kapan pemeriksaan Cystatin C dilakukan?&lt;br /&gt;1.Pada penderita tekanan darah tinggi&lt;br /&gt;2.Penderita DM&lt;br /&gt;3.Individu dengan kelebihan berat badan &lt;br /&gt;4.Perokok&lt;br /&gt;5.Usia &gt;50 tahun&lt;br /&gt;6.Memiliki riwayat penyakit ginjal&lt;br /&gt;7.Menderita penyakit ginjal tertentu&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ya begitulah obrolan cak hendrie kali ini yang terpenting dari itu semua kita harus pandai menjaga diri,dan rutin periksa ke lab supaya kalo ada gangguan di ginjal bisa segera diketahui sejak dini.&lt;br /&gt;ok see you......&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;&lt;!--
google_ad_client = "pub-1475618130762649";
google_ad_host = "pub-1556223355139109";
/* 120x600, dibuat 09/03/27 */
google_ad_slot = "9402366345";
google_ad_width = 200;
google_ad_height = 600;
google_language = "en";
//--&gt;
&lt;/script&gt;
&lt;script 
src="http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js" type="text/javascript"&gt;
&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7666631532607408890-4465261789494869352?l=cafesehat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cafesehat.blogspot.com/feeds/4465261789494869352/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7666631532607408890&amp;postID=4465261789494869352' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7666631532607408890/posts/default/4465261789494869352'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7666631532607408890/posts/default/4465261789494869352'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cafesehat.blogspot.com/2009/04/cystatin-c-sebagai-penanda-laju.html' title='Cystatin C Sebagai Penanda Laju Filtrasi Glomerulus'/><author><name>kilat_news</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://3.bp.blogspot.com/-s_DF83Pzrhk/Tp0dSiiRrfI/AAAAAAAAAWY/LFhaC0e9qV0/s220/kalbu%2Bgiri.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7666631532607408890.post-5927043546083825432</id><published>2009-04-15T19:49:00.000+07:00</published><updated>2009-04-15T20:10:17.762+07:00</updated><title type='text'>Deteksi Dini Demam Dengue</title><content type='html'>Hai...pakabar semuanya...&lt;br /&gt;hari ini cak hendrie mo ngobrolin masalah DHF/Demam dengue..&lt;br /&gt;karena tadi cak hendrie kedatangan tamu yang periksa darah dan ternyata positif kena DHF satu keluarganya...&lt;br /&gt;ok kita mulai...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demam Dengue adalah penyakit yg disebabkan virus dengue yg masuk ke tubuh manusia melalui gigitan nyamuk Aedes yang terinfeksi,terutama Aedes aegypti.&lt;br /&gt;     Demam dengue merupakan demam virus akut yg umumnya disertai sakit kepala,nyeri otot,sendi atau tulang,ruam,gejala-gejala penurunan jumlah sel darah putih.&lt;br /&gt;      &lt;br /&gt;DEMAM BERDARAH DENGUE&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengue haemorrhagic fever(DHF) atau DBD adalah demam dengeu yg ditunjukkan dg gejala klinis utama: demam tinggi, fenomena perdarahan sering dengan pembesaran hati dan pada beberapa kasus yg parah ditandai dengan gangguan sirkulasi.&lt;br /&gt;Infeksi virus dengue dengan manifestasi klinis yang berat dapat berkembang menjadi penurunan volume cairan sirkulasi/plasma dalam tubuh(hipovolemia) yg disebabkan perdarahan plasma yang disebut dengue shock syndrome(DSS).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Trus apa yang harus dilakukan jika kita temukan gejala infeksi virus dengue???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika terdapat gejala infeksi virus dengue segera lakukan pemeriksaan laboratorium untuk mengetahui ada tidaknya infeksi virus dengue tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika dulu kita bila melakukan tes untuk mengetahui ada DBD atau tidak baru ketahuan stelah demam 3-5 hari sekarang telah ditemukan tes yang namanya tes Dengue NS1 Antigen pemeriksaan tersebut bisa mendeteksi adanya virus dengue pada hari 1-3 panas/terjadi infeksi.disamping dilakukan juga pemeriksa Hematologi rutin untuk mengetahui jumlah sel darah terutama sel trombosit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itu marilah kita jaga lingkungan kita dari nyamuk demam berdarah...&lt;br /&gt;ingat 3M.&lt;br /&gt;o ya jangan lupa tetap cek kesehatan anda...dan lakukan cek kesehatan berkala di laboratorium.&lt;br /&gt;JIka ada hal yang kurang jelas bisa hubungi lab.Prodia terdekat...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Leaflet Prodia&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;&lt;!--
google_ad_client = "pub-1475618130762649";
google_ad_host = "pub-1556223355139109";
/* 120x600, dibuat 09/03/27 */
google_ad_slot = "9402366345";
google_ad_width = 200;
google_ad_height = 600;
google_language = "en";
//--&gt;
&lt;/script&gt;
&lt;script 
src="http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js" type="text/javascript"&gt;
&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7666631532607408890-5927043546083825432?l=cafesehat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cafesehat.blogspot.com/feeds/5927043546083825432/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7666631532607408890&amp;postID=5927043546083825432' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7666631532607408890/posts/default/5927043546083825432'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7666631532607408890/posts/default/5927043546083825432'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cafesehat.blogspot.com/2009/04/deteksi-dini-demam-dengue.html' title='Deteksi Dini Demam Dengue'/><author><name>kilat_news</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://3.bp.blogspot.com/-s_DF83Pzrhk/Tp0dSiiRrfI/AAAAAAAAAWY/LFhaC0e9qV0/s220/kalbu%2Bgiri.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7666631532607408890.post-8152530160217466955</id><published>2009-04-03T19:36:00.000+07:00</published><updated>2009-04-03T20:17:53.244+07:00</updated><title type='text'>NT-proBNP Sebagai "Alarm" Gagal Jantung</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_zYELQSPomEA/SdYMbZ64UnI/AAAAAAAAAEQ/no5g7GNd0R4/s1600-h/jantung+bahan+blog.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 114px; height: 117px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_zYELQSPomEA/SdYMbZ64UnI/AAAAAAAAAEQ/no5g7GNd0R4/s400/jantung+bahan+blog.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5320453674738668146" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;NT-proBNP akan dilepaskan kedalam sirkulasi darah pada waktu terjadi regangan otot jantung(dikarenakan peningkatan tekanan,volume atau perubahan struktur dan fungsi otot jantung).Penentuan konsentrasi NT-proBNP secara akurat dapat digunakan sbg penanda resiko status Gagal Jantung ,keparahan gangguan fungsi jantung,menilai perjalanan penyakit serta memantau pengobatan Gagal Jantung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jantung,Bekerja Tanpa Henti &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jantung mempunyai peran vital,memompa darah agar mengalir ke seluruh tubuhuntuk mendistribusikan oksigen dan nutrisi guna menghidupi sel-sel diseluruh tubuh. Ukurannya kecil hanya sebesar genggaman tangan pemiliknya, tetapi dia sangat kuat mampu bekerja siang malam tanpa henti,bahkan ketika pemiliknya sedang tidur.Sebegitu besar peran jantung bagi tubuh kita maka seyogyanya kita harus menjaganya.Terlebih lagi bagi para penyandang DM dan Hipertensi,mereka perlu memberikan perhatian lebih karena DM dan Hipertensi dapat menyebabkan kerusakan jantung dan memberatkan kerja jantung shg lama-kelamaan jantung jadi kerjanya melemah atau bahasa kerennya Gagal Jantung.&lt;br /&gt;   Jika kita punya DM dan tidak terkendali maka Risiko Gagal Jantung semakin Tinggi.Berdasarkan Sebuah study(Framingham Heart Study) menemukan angka kejadian Gagal Jantung pada DM laki-laki dua kali lipat dan perempuan 5 kali lipat dari orang sehat.Jika pada penderita DM tdk ditatalaksana dengan baik bisa menyebabkan strukturr dan fungsi jantung terganggu atau bahasa kerennya Kardiomiopati Diabetes,dan bila terus menerus bisa terjadi Gagal Jantung. Rusaknya struktur dan fungsi otot jantung menyebabkan terjanya regangan otot jantung dan memicu pelepasan NT-proBNP kedalam sirkulasi darah.&lt;br /&gt;   Bila anda hipertensi,Gagal Jantung perlu diwaspadai.&lt;br /&gt;Tekanan Darah tinggi atau hipertensi banyak dijumpai dimasyarakat.tetapi sering tidak disadari karena tidak adanya gejalanya tidak tampak jelas/samar.Tetapi jika hipertensi dibiarkan akan menyebabkan kerja otot jantung semakin keras,dan otot jantung akan menyesuaikan diri dengan cara menebal dan jika berlangsung lama maka jantung akan berdilatasi atau membesar agar dapat menahan tekanan dan menampung volume darah yang meningkat. Akibatnya kemampuan jantung untuk memompa darah terganggu makin lemah dan akhirnya tidak berfungsi atau terjadi Gagal Jantung..&lt;br /&gt;Pada saat terjadi peningkatan tekanan dan volume darah pada jantung,otot jantung meregang dan hal ini memicu pelepasan NT-proBNP ke dalam sirkulasi darah.Maka penderita hipertensi disarankan melakukan pemeriksaan NT-proBNP untuk mendeteksi dini terjadinya Gagal Jantung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NT-proBNP sebagai Penanda Gagal Jantung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NT-proBNP dilepaskan kedalam sirkulasi darah pada waktu terjadi regangan otot jantung ketika terjadi peningkatan volume,tekanan atau perubahan struktur dan fungsi otot jantung.Karena itu,NT-proBNP dapat digunakan sebagai penanda Gagal Jantung.&lt;br /&gt;Sebagai penanda Gagal Jantung NT-proBNP disarankan untuk dilakukan oleh orang yang memiliki risiko tinggi terjadinya Gagal Jantung yaitu penyandang diabetes dan hipertensi, tujuannya untuk mendeteksi Gagal Jantung secara dini.&lt;br /&gt;Selain untuk deteksi dini Gagal Jantung,pemeriksaan NT-proBNP juga digunakan untuk:&lt;br /&gt;- Diagnosis Gagal Jantung pada orang dengan keluhan sesak nafas.&lt;br /&gt;- Memperkirakan keparahan gangguan fungsi jantung.&lt;br /&gt;- Meramalkan perjalanan penyakit (Gagal Jantung)&lt;br /&gt;- Memantau pengobatan pasien Gagal Jantung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Leaflet Prodia&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;&lt;!--
google_ad_client = "pub-1475618130762649";
google_ad_host = "pub-1556223355139109";
/* 120x600, dibuat 09/03/27 */
google_ad_slot = "9402366345";
google_ad_width = 200;
google_ad_height = 600;
google_language = "en";
//--&gt;
&lt;/script&gt;
&lt;script 
src="http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js" type="text/javascript"&gt;
&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7666631532607408890-8152530160217466955?l=cafesehat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cafesehat.blogspot.com/feeds/8152530160217466955/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7666631532607408890&amp;postID=8152530160217466955' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7666631532607408890/posts/default/8152530160217466955'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7666631532607408890/posts/default/8152530160217466955'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cafesehat.blogspot.com/2009/04/nt-probnp-sebagai-alarm-gagal-jantung.html' title='NT-proBNP Sebagai &quot;Alarm&quot; Gagal Jantung'/><author><name>kilat_news</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://3.bp.blogspot.com/-s_DF83Pzrhk/Tp0dSiiRrfI/AAAAAAAAAWY/LFhaC0e9qV0/s220/kalbu%2Bgiri.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_zYELQSPomEA/SdYMbZ64UnI/AAAAAAAAAEQ/no5g7GNd0R4/s72-c/jantung+bahan+blog.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7666631532607408890.post-8254725449648746196</id><published>2009-04-01T15:33:00.000+07:00</published><updated>2009-04-01T15:46:33.679+07:00</updated><title type='text'>Sembilan Tips Mengendalikan Tekanan Darah</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_zYELQSPomEA/SdMp32SoosI/AAAAAAAAAEI/7QOGW5r5ng4/s1600-h/hipetensi+2.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 118px; height: 94px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_zYELQSPomEA/SdMp32SoosI/AAAAAAAAAEI/7QOGW5r5ng4/s320/hipetensi+2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5319641624297906882" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_zYELQSPomEA/SdMpi9e-hdI/AAAAAAAAAEA/oNL1SKGjIcc/s1600-h/hipertensi+blog.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 124px; height: 100px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_zYELQSPomEA/SdMpi9e-hdI/AAAAAAAAAEA/oNL1SKGjIcc/s400/hipertensi+blog.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5319641265451468242" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;1. Konsultasi dengan dokter mengenai tekanan darah anda.&lt;br /&gt;2. Minum obat sesuai resep dokter,yakinkan bahwa waktu minum dan frekuensi minum obat sesuai anjuran dokter.&lt;br /&gt;3. Turunkan berat badan anda jika kelebihan berat badan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Makanlah makanan yang baik untuk jantung. Perbanyak konsumsi sayyuran dan buah-buahan.&lt;br /&gt;5. Kurangi Asupan Garam dan sodium.&lt;br /&gt;6. Jika anda peminum alkohol,batasi jumlahnya.&lt;br /&gt;7. Olahraga misal jalan kaki.&lt;br /&gt;   NB: Jika anda sudah diketahui ada hipertensi jangan olahraga yang terlalu &lt;br /&gt;berat!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Berhenti Merokok&lt;br /&gt;   Karena merokok lebih banyak mudharatnya daripada manfaatnya&lt;br /&gt;9. Melakukan pemeriksaan laboratorium untuk deteksi dini komplikasi&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;&lt;!--
google_ad_client = "pub-1475618130762649";
google_ad_host = "pub-1556223355139109";
/* 120x600, dibuat 09/03/27 */
google_ad_slot = "9402366345";
google_ad_width = 200;
google_ad_height = 600;
google_language = "en";
//--&gt;
&lt;/script&gt;
&lt;script 
src="http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js" type="text/javascript"&gt;
&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7666631532607408890-8254725449648746196?l=cafesehat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cafesehat.blogspot.com/feeds/8254725449648746196/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7666631532607408890&amp;postID=8254725449648746196' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7666631532607408890/posts/default/8254725449648746196'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7666631532607408890/posts/default/8254725449648746196'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cafesehat.blogspot.com/2009/04/sembilan-tips-mengendalikan-tekanan.html' title='Sembilan Tips Mengendalikan Tekanan Darah'/><author><name>kilat_news</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://3.bp.blogspot.com/-s_DF83Pzrhk/Tp0dSiiRrfI/AAAAAAAAAWY/LFhaC0e9qV0/s220/kalbu%2Bgiri.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_zYELQSPomEA/SdMp32SoosI/AAAAAAAAAEI/7QOGW5r5ng4/s72-c/hipetensi+2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7666631532607408890.post-435268354222737410</id><published>2009-03-28T11:15:00.000+07:00</published><updated>2009-03-28T11:51:45.669+07:00</updated><title type='text'>Tetap Sehat Dengan Diabetes</title><content type='html'>Seiring dengan perkembangan jaman semakin banyak juga dijumpai berbagai macam penyakit.salah satunya Diabetes/Kencing Manis.Karena Semakin tinggi juga Gaya hidup masyarakat di Indonesia.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;  APAKAH DIABETES ITU?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Diabetes Mellitus atau biasa dikenal kencing manis merupakan penyakit yang kronik dan progresif serta belum ditemukan obatnya untuk penyembuhannya. Penyakit ini dapat menimbulkan komplikasi pada mata,ginjal,jantung,kaki dan impotensi. Walaupun demikian penyakit ini dapat dikendalikandan anda dapat hidup seperti orang lain tanpa diabetes. Usaha yg harus dilakukan harus berkelanjutan dan memerlukan pemantauan dan sering kali anda harus mengambil keputusan dalam merubah gaya hidup atau merencanakan makan anda.Tenaga medis, keluarga atau kerabat anda tidak akan mampu mengobati diabetes,tetapi andalah yang harus belajar dan berlatih untuk mengatasinya secara mandiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  BAGAIMANA MENGETAHUI ANDA DIABETES?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Berdasarkan konsesus dari Perkumpulan Ahli-ahli endokrinologi Indonesia 2006, anda didiagnosa mengalami diabetes jika:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;# Anda mengalami gejala klasik atau gejala diabetes lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   - Gejala Klasik &lt;br /&gt;     1. Sering berkemih&lt;br /&gt;     2. Banyak Makan dan minum&lt;br /&gt;     3. Penurunan Berat badan yang drastis&lt;br /&gt;     4. Kelelahan&lt;br /&gt;   - Gejala Lain : kesemutan, gatal, pandangan kabur dan disfungsi ereksi pada pria&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;# Kadar gula darah puasa anda diatas 100 mg/dl&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Periksa gula darah anda dengan alat tes gula darah pada saat anda puasa minimal 8 jam atau pada saat anda bangun pagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;# Kadar gula darah sewaktu diatas 200 mg/dl&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    APA AKIBAT DIABETES ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Yang berbahaya dari diabetes adalah komplikasinya karena kalau diabetes tidak ditatalaksanain dengan baik akan berakibat/komplikasi ke  mata bisa terjadi kebutaan,impotensi,jantung,amputasi kaki,kerusakan ginjal,dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    APA YANG HARUS KITA LAKUKAN ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Kenali Diabetes&lt;br /&gt;      Kita harus paham secara detail tentang diabetes.sering konsultasi dengan dokter,ikuti seminar-seminar tentang diabetes,bergabung ke klub diabetes seperti PERSADIA,dll.&lt;br /&gt;   2. Perhatikan Pola Makan.&lt;br /&gt;      Jika Kita terkena Diabetes penting sekali mengatur pola makan.ini adalah kunci kalu kita pengen hidup normal dengan diabetes.&lt;br /&gt;   3. Berolah raga secara teratur&lt;br /&gt;      Lakukan Olah raga 3-4 minggu selama kurang lebih 30 menit.kita juga bisa ikut senam diabetes.&lt;br /&gt;   4. Terapi Farmakologis&lt;br /&gt;      Jika dengan ketiga cara diatas gula darah kita belum mencapai target/normal kita bisa menggunakan terapi obat dengan petunjuk dokter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BEGITULAH KIRA-KIRA CARA-CARA ATAU ANTISIPASI KITA JIKA TERKENA PENYAKIT GULA DAN YANG TERPENTING JIKA KITA ATAU KELUARGA ANDA TERKENA DIABETES MULAILAH RUBAH GAYA HIDUP KITA YANG CENDERUNG SUKA MAKAN YANG BERKOLESTEROL,MEROKOK DAN LAIN-LAIN.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;&lt;!--
google_ad_client = "pub-1475618130762649";
google_ad_host = "pub-1556223355139109";
/* 120x600, dibuat 09/03/27 */
google_ad_slot = "9402366345";
google_ad_width = 200;
google_ad_height = 600;
google_language = "en";
//--&gt;
&lt;/script&gt;
&lt;script 
src="http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js" type="text/javascript"&gt;
&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7666631532607408890-435268354222737410?l=cafesehat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cafesehat.blogspot.com/feeds/435268354222737410/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7666631532607408890&amp;postID=435268354222737410' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7666631532607408890/posts/default/435268354222737410'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7666631532607408890/posts/default/435268354222737410'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cafesehat.blogspot.com/2009/03/tetap-sehat-dengan-diabetes.html' title='Tetap Sehat Dengan Diabetes'/><author><name>kilat_news</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://3.bp.blogspot.com/-s_DF83Pzrhk/Tp0dSiiRrfI/AAAAAAAAAWY/LFhaC0e9qV0/s220/kalbu%2Bgiri.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7666631532607408890.post-980475064023565040</id><published>2009-03-05T19:12:00.000+07:00</published><updated>2009-03-05T19:17:23.534+07:00</updated><title type='text'>WUJUDKAN KELUARGA IMPIAN ANDA</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_zYELQSPomEA/Sa_CorkHsuI/AAAAAAAAAD4/89ngRVv7GZ8/s1600-h/weding.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 103px; height: 135px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_zYELQSPomEA/Sa_CorkHsuI/AAAAAAAAAD4/89ngRVv7GZ8/s320/weding.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5309676489837884130" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Apakah Anda merencanakan pernikahan dalam waktu dekat? Jika ya, Selamat!!&lt;br /&gt;Tetapi apakah pemeriksaan kesehatan pranikah sudah masuk dalam salah satu jadwal kesibukan anda menjelang pernikahan??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JIKA BELUM,JADWALKANLAH SEGERA….!!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hampir setiap orang menginginkan kebahagiaan rumah tangga yang akan dijalaninya.Salah satu factor terpenting yg akan menentukan kebahagiaan sebuah perkawinan adalah kesehatan Anda, karena bila salah satu diantara anda berdua mempunyai masalah kesehatan,maka kebahagiaan tidak dpt dirasakan seutuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut WHO,keluarga yg berkualitas adalah keluarga yg harmonis,yaitu keluarga yg sehat dlm arti fisik,psikologis,social,spiritual. Karena itu disarankan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan sebelum memasuki jenjang pernikahan guna mewujudkan keluarga yg berkualitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Definisi Panel Premarital ( Check Up Kesehatan Pranikah )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Panel premarital merupakan sekumpulan pemeriksaan laboratorium untuk memastikan status kesehatan kedua calon mempelai, terutama untuk mendeteksi adanya penyakit menular, menahun atau diturunkan yg dpt mempengaruhi kesuburan pasangan maupun kesehatan janin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlukah Melakukan Pemeriksaan Kesehatan Premarital ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sangat Perlu Dengan melakukan pemeriksaan kesehatan pranikah sebenarnya anda dan pasangan telah melakukan  tindakan preventif terutama terhadap kemungkinan adanya masalah kesehatan reproduksi (fertilitas) dan genetika (keturunan) masing-masing.&lt;br /&gt;Dengan mengetahui sedini mungkin kondisi masing-masing maka tentu akan lebih mudah bagi anda dalam upaya melakukan pencegahan yg mungkin bisa menyebabkan keguguran atau malah kelainan bagi keturunan anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa Saja yang Perlu Diperiksa ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Keadaan kesehatan Anda berdua secara umum&lt;br /&gt;• Penyakit Kencing Manis dpt mempengaruhi kehamilan dan bersifat menurun&lt;br /&gt;• Hepatitis B menjadi masalah kesehatan yg serius, baik bagi penderitanya maupun keluarganya.&lt;br /&gt;• Penyakit-penyakit keturunan yg lain seperti Thalassemia,hemofilia. Keduanya bisa diturunkan melalui pernikahan  dengan pengidapnya atau mereka yg bersifat carrier.&lt;br /&gt;• Ketidakcocokan golongan darah Rhesus.&lt;br /&gt;• Ada tidaknya Penyakit Akibat Hubungan Seksual.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapan Harus Dilakukan Pemeriksaan Kesehatan ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada kepastian yg ketat soal waktu.Akan tetapi idealnya, pemeriksaan kesehatan pranikah dilakukan enam bulan sebelum dilangsungkan pernikahan. Pertimbangannya,jika ada sesuatu masalah pada hasil pemeriksaan kesehatan kedua calon memmpelai, masih ada cukup waktu untuk konseling atau pengobatan terhadap penyakit yang diderita.&lt;br /&gt;Ukuran waktu itu pun fleksibel. Artinya pemeriksaan kesehatan pranikah dapat dilakukan kapan pun selama pernikahan belum berlangsung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Panel Premarital&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Hematologi Rutin&lt;br /&gt;2. Urine Rutine&lt;br /&gt;3. Golongan Darah(A,B,O) dan Rhesus&lt;br /&gt;4. Glucosa Puasa&lt;br /&gt;5. HBsAg&lt;br /&gt;6. VDRL/RPR&lt;br /&gt;7. Gambaran Darah Tepi&lt;br /&gt;8. Anti Rubella IgG,Anti Toxoplasma IgG,Anti-CMV IgG&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;&lt;!--
google_ad_client = "pub-1475618130762649";
google_ad_host = "pub-1556223355139109";
/* 120x600, dibuat 09/03/27 */
google_ad_slot = "9402366345";
google_ad_width = 200;
google_ad_height = 600;
google_language = "en";
//--&gt;
&lt;/script&gt;
&lt;script 
src="http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js" type="text/javascript"&gt;
&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7666631532607408890-980475064023565040?l=cafesehat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cafesehat.blogspot.com/feeds/980475064023565040/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7666631532607408890&amp;postID=980475064023565040' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7666631532607408890/posts/default/980475064023565040'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7666631532607408890/posts/default/980475064023565040'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cafesehat.blogspot.com/2009/03/wujudkan-keluarga-impian-anda.html' title='WUJUDKAN KELUARGA IMPIAN ANDA'/><author><name>kilat_news</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://3.bp.blogspot.com/-s_DF83Pzrhk/Tp0dSiiRrfI/AAAAAAAAAWY/LFhaC0e9qV0/s220/kalbu%2Bgiri.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_zYELQSPomEA/Sa_CorkHsuI/AAAAAAAAAD4/89ngRVv7GZ8/s72-c/weding.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7666631532607408890.post-1997518584359653864</id><published>2009-03-04T19:17:00.000+07:00</published><updated>2009-03-04T19:49:20.174+07:00</updated><title type='text'>Deteksi Dini Hipotiroidisme pada kehamilan</title><content type='html'>Hiiii....semua hari ini cak hendrie mo obrol masalah hipotiroidisme pada kehamilan.&lt;br /&gt;gimana cara pencegahannya...dan lain-lain....ok mari kita mulai...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;# Deteksi dini hipotiroidisme pada kehamilan untuk mencegah komplikasi pada ibu dan bayi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Gangguan tiroid (kel.gondok) 4-5 kali lebih banyak terjadi pada wanita dibandingkan pada pria.Sebagian besar terjadi pada saat wanita hamil karena adanya perubahan hormonal dan metabolisme.&lt;br /&gt;Fungsi tiroid yang baik sangat penting untuk ibu dan janin yang dikandungnya.Khususnya selama tiga bulan pertama kehamilan, pada saat itu hanya ibu yang menjadi sumber hormon tiroid bagi janin. Gangguan tiroid pada ibu hamil yang paling sering terjadi adalah kekurangan hormon tiroid.(Hipotiroidisme)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;# Hipotiroidisme pada kehamilan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;       Hipotiroidisme umumnya ditandai dgn nilai TSH tinggi yg ditemukan pada sekitar 2,5% kehamilan normal.&lt;br /&gt;Empat sampai sembilan persen wanita usia subur(18-45 tahun)diketahui memiliki kadar TSH yg meningkat. Kadar TSH yg tinggi mempengaruhi fungsi tiroid scr signifikan,khususnya terjadi selama kehamilan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;# Resiko tinggi untuk mengalami hipotiroidisme&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;       Individu yg beresiko tinggi untuk mengalami hipotiroidisme slm kehamilan adalah individu yang memiliki:&lt;br /&gt;  1. Kecenderungan hipotiroidisme sblm kehamilan&lt;br /&gt;  2. Riwayat peny.tiroid autoimun dlm keluarga dan diri sendiri&lt;br /&gt;  3. DM tipe 1&lt;br /&gt;  4. Kelainan autoimun lain seperti arthritis rhematoid,sindrom sjogren&lt;br /&gt;  5. Penurunan cadangan tiroid (kemungkinan disbbkan riwayat iradiasi leher dan  &lt;br /&gt;tiroidektomi sebagian)&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;Peny.tiroid dan kehamilan memiliki gejalayang sama sehingga sulit untuk mengetahui gejala apa yg muncul terlebih dahulu. Hal ini penting untuk dibedakan karena perubahan fungsi tiroid ibu hamil dpt menyebabkan komplikasi yg parah pada ibu dan anak,shg diperlukan evaluasi laboratorium untuk mengetahui status tiroid ibu hamil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemeriksaan Anti TPO&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemeriksaan ini dpt digunakan untuk:&lt;br /&gt; 1. Membantu menegakkan diagnosis peny.tiroid autoimun.&lt;br /&gt; 2. Menentukan adanya faktor risiko :&lt;br /&gt;    @ Peny.tiroid autoimun&lt;br /&gt;    @ Hipotiroidisme selama terapi interferon alfa,interleukin 2 atau litium&lt;br /&gt;    @ Disfungsi tiroid selama terapi amiodarone&lt;br /&gt;    @ Hipotiroidisme pd pasien sindrom down&lt;br /&gt;    @ Disfungsi tiroid slm kehamilan dan tiroiditis post partum&lt;br /&gt;    @ Keguguran dan kegagalan pembuahan diluar kandungan atau in vitro fertization&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapan Dilakukan pemeriksaan Anti TPO&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;    Pemeriksaan Anrti TPO untuk Wanita hamil dilakukan pd minggu ke 12-20 kehamilan, sedangkan pd penderita disfungsi tiroid autoimun lain,waktu pemeriksaan dilakukan tergantung permintaan dari dokter.&lt;br /&gt;Diagnosis dini hipotiroidisme dan pengobatan yg efektif penting dilakukan,khususnya selama masa kehamilan karena komplikasi yg timbul dapat menyebabkan kehilangan janin,hipertensi pada kehamilan,kelahiran prematur,dan juga menyebabkan kelainan perkembangan otak pada bayi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;&lt;!--
google_ad_client = "pub-1475618130762649";
google_ad_host = "pub-1556223355139109";
/* 120x600, dibuat 09/03/27 */
google_ad_slot = "9402366345";
google_ad_width = 200;
google_ad_height = 600;
google_language = "en";
//--&gt;
&lt;/script&gt;
&lt;script 
src="http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js" type="text/javascript"&gt;
&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7666631532607408890-1997518584359653864?l=cafesehat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cafesehat.blogspot.com/feeds/1997518584359653864/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7666631532607408890&amp;postID=1997518584359653864' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7666631532607408890/posts/default/1997518584359653864'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7666631532607408890/posts/default/1997518584359653864'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cafesehat.blogspot.com/2009/03/deteksi-dini-hipotiroidisme-pada.html' title='Deteksi Dini Hipotiroidisme pada kehamilan'/><author><name>kilat_news</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://3.bp.blogspot.com/-s_DF83Pzrhk/Tp0dSiiRrfI/AAAAAAAAAWY/LFhaC0e9qV0/s220/kalbu%2Bgiri.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7666631532607408890.post-1752176128601577795</id><published>2009-02-20T07:47:00.000+07:00</published><updated>2009-02-20T08:15:27.984+07:00</updated><title type='text'>Uji Saring Mikroalbuminuria</title><content type='html'>Untuk Penderita Diabetes dan Hipertensi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     APAKAH Mikroalbuminuria itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;       Mikroalbuminuria adalah suatu keadaan dimana terdapat albumin di dalam urine sebesar 20 - 199 ug/menitapabila menggunakan sampel urine sewaktu atau 30 - 299 mg/24 jam apabila menggunakan sampel urine 24 jam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Kapan sebaiknya Uji Saring Mikroalbuminuria dilakukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     1. Pasien diabetes Tipe 1&lt;br /&gt;        Uji saring Mikroalbuminuria sebaiknya diperiksa pada masa pubertas atu setelah 5 tahun didiagnosa diabetes tipe 1&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     2. Pasien diabetes Tipe 2&lt;br /&gt;        Uji tersebut dilakukan pada saat didiagnosa diabetes tipe 2 dan setahun sekali sebagai bagian dari pengelolaan diabetes.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     3. Penderita Hipertensi&lt;br /&gt;        Disarankan minimal 1-2 kali dalam setahun sebagaimana halnya pemantauan fungsi ginjal atau sesuai dengan anjuran dokter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;       Bagaimana Mengetahui Terjadinya Mikroalbuminuria?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;       Untuk mengetahui keadaan mikroalbuminuria dilakukan dengan pemeriksaan mikroalbuminuria urine. Mikroalbuminuria dapat diukur secara kualitatif dan kuantitatif dengan menggunakan sampel urine.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;       Persiapan Pasien Untuk Pemeriksaan Mikroalbuminuria&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;       Sampel yang digunakan adalah urine yang dikumpulkan selama 24 jam dan tidak boleh terbuang.Selain dengan urine 24 jam dapat digunakan urine sewaktu.Tetapi apabila menggunakan urine sewaktu harus diperiksa creatinin darahnya sebagai koreksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;       Mengapa Penderita DM perlu melakukan Uji saring MIkroalbuminuria&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;       karena DM kalau dibiarkan akan menyebabkan komplikasi penyakit ginjal yang disebut nefroti diabetik. Tahap paling awal adanya nefroti diabetik adalah mikroelbuminuria.Diagnosis nefroti diabetik dapat ditegakkan jika pada 5 dari 3 pemeriksaan dalam 3-6 bulan ditemukan albumin dalm urine 24 jam &gt;30 mg tanpa ada penyebab albuminuria yang lain.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;&lt;!--
google_ad_client = "pub-1475618130762649";
google_ad_host = "pub-1556223355139109";
/* 120x600, dibuat 09/03/27 */
google_ad_slot = "9402366345";
google_ad_width = 200;
google_ad_height = 600;
google_language = "en";
//--&gt;
&lt;/script&gt;
&lt;script 
src="http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js" type="text/javascript"&gt;
&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7666631532607408890-1752176128601577795?l=cafesehat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cafesehat.blogspot.com/feeds/1752176128601577795/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7666631532607408890&amp;postID=1752176128601577795' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7666631532607408890/posts/default/1752176128601577795'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7666631532607408890/posts/default/1752176128601577795'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cafesehat.blogspot.com/2009/02/uji-saring-mikroalbuminuria_19.html' title='Uji Saring Mikroalbuminuria'/><author><name>kilat_news</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://3.bp.blogspot.com/-s_DF83Pzrhk/Tp0dSiiRrfI/AAAAAAAAAWY/LFhaC0e9qV0/s220/kalbu%2Bgiri.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7666631532607408890.post-2111672644888048004</id><published>2009-02-19T17:44:00.000+07:00</published><updated>2009-02-19T18:18:50.371+07:00</updated><title type='text'>OSTEOPOROSIS</title><content type='html'>PENDAHULUAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Osteoporosis berdasarkan konsensus pada tahun 1993 didefinisikan sebagai suatu keadaan yang ditandai dengan massa tulang yang rendah dan kerusakan pada mikroarsitektur tulang, sehingga meningkatkan resiko fraktur atau patah tulang.&lt;br /&gt;Kekuatan tulang ditentukan oleh 2 faktor utama yaitu kepadatan dan kualitas tulang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;FAKTOR RESIKO OSTEOPOROSIS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Ada beberapa faktor risiko osteoporosis yang tidak dapat dikendalikan seperti :&lt;br /&gt;# Jenis Kelamin&lt;br /&gt;  Wanita memiliki risiko osteoporosis lebih tinggi daripada pria&lt;br /&gt;# Kurangnya olahraga&lt;br /&gt;  Olahraga yang cukup  tetapi tidak berlebihan akan menjaga kualitas tulang.&lt;br /&gt;# Sejarah keluarga&lt;br /&gt;# Menopause dini &lt;br /&gt;  Kurangnya estrogen mempercepat proses hilangnya tulang&lt;br /&gt;# Penggunaan pengobatan tertentu dalam jangka panjang&lt;br /&gt;  seperti penggunaan glukokortikoid yang banyak digunakan untuk asma dan inflamasi&lt;br /&gt;# Kondisi hipertiroid&lt;br /&gt;# Usia&lt;br /&gt;  Orang yang berusia lebih tua lebih berisiko daripada yang masih muda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;  GEJALA-GEJALA OSTROPOROSIS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Osteoporosis  sering disebut sbg silent disease karena proses hilangnya tulang berlangsung secara progresif selama bertahun-tahun tanpa kita sadari dan tanpa disertai adanya gejala. Gejala-gejala yang timbul seperti patah tulang,punggung yang semakin membungkuk,hilangnya tinggi badan serta nyeri punggung sering kali timbul pada tahap osteoprosis lanjut,atau kondisi-kondisi tersebut lebih banyak diabaikan karena dianggap merupakan proses alami penuaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  AKIBAT OSTEOPOROSIS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Patah tulang yang diakibatkan oleh osteoporosis dapat menimbulkan nyeri,ketidakmampuan, bahkan kematian serta membutuhkan biaya pengobatan yang tinggi. Oleh karena itu,penting untuk mengetahui risiko terhadap osteoporoosis sedini mungkin sehingga dapat dilakukan tindakan pencegahan yang tepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  PEMERIKSAAN PENANDA-PENANDA BIOLIMIA TURNOVER TULANG&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Tulang merupakan jaringan yang aktif dan dinamik yang mengalami remodelling secara konstan. Pada proses remodelling, tulang yang tua mengalami pengeroposan untuk diganti dengan jaringan tulang yang baru. dan apabila seseorang mengalami proses pengeroposan yang lebih tinggi daripada pembentukan,maka risiko untuk kehilangan tulang lebih besar.&lt;br /&gt;Proses pengeroposan tulang dapat diketahui dengan pemeriksasan CTx ( C-Telopeptide). CTx merupakan hasil penguraian kolagen tulang yang dilepaskan ke dalam sirkulasi darah shg spesifik untuk menilai kecepatan proses pengeroposasn tulang.&lt;br /&gt;Pemeriksaan CTx juga berguna dalam memantau pengobatan menggunakan antiresorbsi oral.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Proses Pembentukan tulang dapat diketahui dgn pemeriksaan N-MID Osteocalcin. Osteocalcin merupakan protein spesifik tulang shg pemerikssaan ini dapat digunakan sbg penanda biokiomia pembentukan tulang dan juga untuk menentukan kecepatan turnover tulang pada beberapa penyakit tulang lainnya. Selain itu pemerikssaan N-MID Ostecalcin dalam serum juga dapat digunakan sebagai penanda untuk memantau pengobatan padfa penderita osteoporosis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;    PENUTUP&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Osteoporosis merupakan keadaan yang dapat dicegah dengan mengetahui sedini mungkin risiko anda terhadap osteoporosis&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Pemeriksaan penanda-penanda biokimia seperti CTx dan N-MID Osteocalcin dapat digunakan untuk melihat kecepatan turnover tulang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemeriksaan penanda biokimia juga sangat membantu dalam pemantauan pengobatan dengan antiresorbsi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;&lt;!--
google_ad_client = "pub-1475618130762649";
google_ad_host = "pub-1556223355139109";
/* 120x600, dibuat 09/03/27 */
google_ad_slot = "9402366345";
google_ad_width = 200;
google_ad_height = 600;
google_language = "en";
//--&gt;
&lt;/script&gt;
&lt;script 
src="http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js" type="text/javascript"&gt;
&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7666631532607408890-2111672644888048004?l=cafesehat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cafesehat.blogspot.com/feeds/2111672644888048004/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7666631532607408890&amp;postID=2111672644888048004' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7666631532607408890/posts/default/2111672644888048004'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7666631532607408890/posts/default/2111672644888048004'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cafesehat.blogspot.com/2009/02/osteoporosis.html' title='OSTEOPOROSIS'/><author><name>kilat_news</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://3.bp.blogspot.com/-s_DF83Pzrhk/Tp0dSiiRrfI/AAAAAAAAAWY/LFhaC0e9qV0/s220/kalbu%2Bgiri.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
